Tuesday, October 07, 2008

Hobby Sebagai Ladang Usaha

Oleh : Angelina Kusuma

Apa yang menjadi hobby anda selama ini? Menulis? Olah raga? Memasak? Menjahit? Menanam pohon atau bunga? Bermain games? Memancing? Fotografi? Mengkoleksi sesuatu, seperti uang logam kuno, sepatu, tas, boneka, atau perangko? Jalan-jalan? Otomotif? Bermain musik? Surfing di internet? Menonton film?

Apapun hobby anda - yang tidak membahayakan kehidupan manusia, seperti narkoba dan miras tentunya - bisa dirubah menjadi ladang usaha yang berpotensial bagi anda. Kemarin, adik saya bercerita mengenai kisah temannya yang mempunyai hobby bermain games dan bisa menghasilkan uang darinya. Selama ini jika kita mendengar kata games, yang pertama terlintas di otak kita kebanyakan adalah nilai negatifnya. Games memang bisa membuat kita terlena dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk sesuatu yang dipandang sia-sia oleh dunia. Tetapi coba bayangkan jika anda telah menjadi seorang master games? Apakah keahlian anda itu tetap menjadi kebiasaan yang sia-sia dan bernilai negatif melulu?

Teman adik saya itu masih menempuh bangku kuliah di sebuah universitas negeri saat ini. Ia berhasil menjadi salah satu penulis tutorial games di sebuah majalah games terbesar di Indonesia yang terbit setiap sebulan sekali. Kemampuannya menguasai games telah menjadikannya salah satu master dan mendulang uang dari hasil tulisan-tulisannya. Usaha yang tengah saya tekuni saat ini juga bermula dari sekedar hobby biasa. Hobby saya ber-surfing di internet, membawa saya untuk mendirikan sebuah warung internet di kota kelahiran dan akhirnya bisa menghidupi saya beserta keluarga dari unit usaha yang 2,5 tahun lalu saya dirikan itu.

Hobby bisa menjadi daya pendorong yang hebat bagi keinginan anda menekuni dunia usaha. Segala sesuatu jika dijalani dengan hati gembira akan mempunyai life time yang lebih abadi. Demikian juga jika anda menekuni ladang usaha dari hobby anda. Pastinya, anda akan terdorong untuk selalu antusias menjalaninya dari hari ke hari.

Teman adik saya tidak menemui kesulitan yang berarti dalam menjalani pekerjaan sambilannya sebagai penulis tutorial games karena games memang sudah menjadi bagian dari hidup yang dicintainya. Saya juga tidak mengalami banyak hambatan dalam mengelola warung internet yang saya dirikan ini karena saya sudah mendapatkan kepuasan tersendiri dengan fasilitas internet gratis selama 24 jam yang saya peroleh dari sana selain laba dari menyewakan jasa internet kepada para user yang membutuhkan.

Hobby saya yang lain, juga pernah mengantarkan saya menjadi seorang cerpenis di sebuah majalah berbahasa Jawa saat SMU. Mendapati cerpen karya sendiri dimuat di majalah sekaligus mendapat sejumlah honor karenanya, membuat saya tidak pernah absen sedikitpun dari kegiatan tulis-menulis sampai hari ini. Selain saya dan teman adik saya, juga banyak pengusaha sukses yang berawal dari hobby belaka. Banyak toko buku yang didirikan oleh mereka yang hobby membaca, banyak toko makanan yang dibangun oleh mereka yang hobby memasak, banyak toko bunga yang dikembangkan oleh para pencinta bercocok tanam, banyak toko fashion yang dibuat oleh mereka yang gemar memperhatikan trend fashion, dan lain-lain.

"Sambil menyelam, minum air", itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan mereka-mereka yang sukses 'menguangkan' hobby mereka. Jadi, jika anda mempunyai hobby unik dan ingin sekaligus membangun ladang usaha sendiri, kenapa tidak mengawalinya dari sesuatu yang anda sudah anda tekuni dan anda gemari itu? (nj@coe).

Menampilkan Traffic Rank Alexa

Oleh : Angelina Kusuma

Mempunyai website atau blog yang mempunyai peringkat di dunia maya, tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Berikut adalah langkah-langkah untuk menampilkan traffic rank yang disponsori oleh Alexa:

1. Masuk ke http://www.alexa.com/
2. Klik Developer's Corner



3. Klik Widgets



Akan muncul tiga pilihan: Alexa Traffic Graph, Alexa Site Stats Button, dan Alexa Traffic Rank Button

Misal: untuk menampilkan Alexa Site Stats Buton, anda harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut,
- Ketikkan alamat url website atau blog anda
- Klik Build Widget



- Pilih kode html sesuai dengan ukuran yang anda inginkan



- Copy paste kode html ke gadget website atau blog anda


Nah, sekarang website atau blog anda siap dipamerkan! ^_^ V



Sunday, October 05, 2008

Kita adalah Juaranya!


Oleh : Angelina Kusuma

Waktu masih sekolah, saya pernah belajar mengenai asal-usul seorang manusia dari proses reproduksi di mata pelajaran Biologi. Kelahiran seorang manusia tidaklah sesederhana yang kita lihat secara nyata, sebatas seorang bayi yang dilahirkan oleh ibunya. Proses terbentuknya manusia yang berlangsung di rahim seorang ibu mempunyai kronologis yang rumit dan sangat komplek.

Reproduksi manusia bermula dari pertemuan sel jantan dari pria atau sperma dan sel telur dari wanita atau ovum. Pada saat proses pembuahan, sel jantan akan berlomba-lomba untuk menembus dinding sel telur yang mempunyai beberapa lapisan dan mencapai intinya. Inti sel telur hanya bisa dicapai oleh satu sel jantan saja. Ketika sel telur sudah ditempel oleh satu sel jantan, maka ia tidak akan bisa ditembus lagi oleh sel-sel jantan lainnya. Padahal sekali ejakulasi, pria bisa menghasilkan sekitar 400.000.000 (400 juta) sel jantan atau sperma.

Seleksi yang telah dilalui oleh anda dan saya untuk akhirnya bisa terlahir ke dunia ini adalah 1:400.000.000. Angka yang sangat fantastis dibandingkan pemilihan calon Presiden RI yang hanya 1:219.000.000! - sesuai dengan data statistik tahun 2005, penduduk Indonesia tercatat sebanyak 218.868.791 jiwa.

Kelahiran anda dan saya yang diawali dengan mengalahkan sekitar 399.999.999 calon benih lainnya ini, sudah menandakan bahwa kita memang dirancang untuk menjadi pemenang sejak semula. Anda dan saya bagaimanapun keadaan kita saat ini, adalah juara yang berhasil terlahir ke dunia. Meskipun kita mempunyai kekurangan di fisik, kita tetaplah juaranya! Tidak ada yang meragukan hal tersebut dari keajaiban yang telah ditetapkan-Nya untuk kita.

Karena kita sudah diciptakan dengan mental pemenang sejak semula dan sudah ditentukan sebagai juaranya, seharusnya kita membuang semua keragu-raguan atas diri kita yang merasa tidak berharga, merasa kurang beruntung, merasa minder, dan rendah diri. Kita semua tetaplah istimewa di mata Sang Pencipta Agung dengan kelemahan-kelemahan yang menyertai pembentukan tubuh kita. Detail yang kita miliki tidak akan sama dengan manusia lain meskipun saat satu sel jantan berhasil membuahi sel telur ia menghasilkan anak kembar.

Saat anda merasa tak berharga, ingatlah bahwa anda terlahir ke dunia ini setelah mengalahkan sekitar 399.999.999 calon benih lainnya!

Saat anda merasa kurang beruntung, ingatlah bahwa ada sekitar 399.999.999 yang juga ingin terlahir ke dunia ini bersamaan dengan saat anda terbentuk di rahim ibu!

Saat anda merasa bahwa dunia tak adil lagi buat anda, pandanglah bahwa perjuangan anda sudah ditentukan sedari awal untuk menjadi pemenang dan andalah yang telah keluar sebagai juaranya!

Setialah sampai akhir dalam pertandingan hidup yang sudah dirancang oleh Sang Pencipta khusus bagi anda. Selesaikan tugas-tugas anda di dunia ini dengan baik, yaitu untuk menjadi juara diatas para juara! (nj@coe).

Saturday, October 04, 2008

Customer is Important!

Oleh : Angelina Kusuma

Pastinya anda pernah sekali atau dua kali melihat tayangan iklan yang dibuat oleh perusahaan BUMN mengenai pakem pelayanan kepada customers-nya yang baru dirilis di televisi-televisi Indonesia. Iklan ini sudah sering ditayangkan hampir di setiap jam dan di setiap stasiun televisi Indonesia secara serempak 3 atau 4 bulan belakangan dengan berbagai konsep cerita yang berbeda-beda. Di bulan puasa, iklan ini kembali menyuguhkan sebuah alur cerita yang unik menurut saya.

Seorang karyawan tampak menyambut seorang Bapak yang datang hendak mengisi bahan bakar ke mobilnya. Meski si Bapak tidak memperhatikan sapaannya, si karyawan tetap melempar senyum dan mengucapkan rule pengisian bahan bakar yang benar dengan sopan. Karena si Bapak terus asyik bertelepon ria, si karyawan akhirnya menegur si Bapak agar mematikan hand phone-nya sejenak selama pengisian bahan bakar berlangsung. Nah, di tengah proses pengisian bahan bakar, tiba-tiba terdengar suara bedug dan adzan Maghrib berkumandang. Si karyawan kemudian menawari si Bapak itu untuk berbuka puasa di tempat yang tak jauh dari tempatnya mengisi bahan bakar. Si Bapak ternyata tetap ketus menanggapi anjuran si karyawan dan setelah membayar uang bahan bakar yang sudah diisikan, ia pun pergi dengan cepat bersama mobilnya. Si karyawan yang ditinggalkan melambaikan tangan ke arah si Bapak sambil mengucapkan terima kasih dan tetap tersenyum ramah meski sudah mendapat perlakuan kurang baik dari si Bapak.

Alur cerita dalam iklan singkat ini mengingatkan saya pada sebuah slogan pelayanan kepada customers yang berbunyi seperti di bawah ini:
Rule 1: The customer is always right.
Rule 2: If the customer is wrong, please re-read rule number one!
dengan kata lain, 'Customer is a king!' dan karenanya para pelaku usaha harus memperlakukan mereka dengan sebaik mungkin bagaimanapun cara customers telah bertindak.

Customers memang memegang peranan utama dalam setiap penjualan produk dan jasa. Tanpa customers, alur produksi atau pelayanan sebagus apapun mutunya tidak akan berguna. Kepuasan customers merupakan hal yang dicari-cari oleh setiap bentuk proses usaha baik skala besar maupun skala kecil. Semakin tinggi tingkat kepuasan customers maka akan semakin memacu produksifitas pada unit usaha yang sedang dijalankan tersebut.
 
Hubungan antara customers dan para pelaku usaha adalah hubungan timbal balik. Customers mendapatkan apa yang dibutuhkannya berupa produk atau pelayanan jasa, sedangkan pelaku-pelaku usaha mendapatkan keuntungan dari produk atau jasa yang sudah diberikannya kepada setiap customers. Sebenarnya, saya lebih senang mengatakan bahwa 'Customer is important!' daripada mengatakan bahwa 'Customer is a king!' - kesan 'raja' menunjukkan bahwa ia harus selalu dihormati, ditakuti, disegani, dan bisa bertindak sesuka hati tanpa bisa disalahkan sedikitpun atau dengan kata lain bisa bertindak semena-mena.

Karena adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara customers dan para pelaku usaha, maka tidak seimbang jika hanya kepuasan customers yang terus dikejar dengan mengabaikan hak-hak para pelaku usaha sendiri. Dalam batas-batas tertentu, para pelaku usaha juga pantas dihormati oleh customers meskipun mereka sudah 'dibayar' oleh customers karena produk atau jasa yang sudah diberikannya.

Karena peranan customers bagi keberlangsungan sebuah produksi unit usaha atau jasa itu penting, maka harus dilakukan pemeliharaan pada tumbuh dan berkembangnya customers secara aktif. Ada kalanya customers bisa melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak sepenuhnya berada di posisi yang benar selamanya. Namun demikian pelayanan yang terbaik kepada mereka harus tetap dilakukan semampu kita mengingat karena mereka selalu penting bagi kelangsungan unit usaha atau jasa yang kita kelola.

Jika customers melakukan kesalahan, para pelaku usaha berhak mengingatkan atau menegurnya. Tetapi karena keberlangsungan hubungan timbal balik antara pelaku usaha dan customers itu penting, maka sentuh kesalahan mereka dengan kata-kata dan tindakan yang santun agar customers tidak kecewa atau terluka dan memutuskan hubungan dengan unit usaha kita secara sepihak hanya karena salah paham.

Customers termasuk aset berharga bagi para pelaku usaha. Senyum, sapa, salam, dan ucapan terima kasih adalah cara terbaik untuk melayani customers dan menempatkan mereka sebagai bagian terpenting dalam pelayanan produksi maupun jasa dari unit usaha yang dimiliki oleh para pelaku usaha (nj@coe).
 



Friday, October 03, 2008

Sugesti Petak Umpet

Oleh : Angelina Kusuma

Dua hari ini rumah saya kedatangan dua keluarga dari luar kota. Mereka adalah adik-adik dari Mami saya beserta suami dan anak-anaknya. Keadaan rumah yang biasa hanya dihuni oleh tiga orang - saya, Mami, dan Papi, mendadak ramai karena bertambah sembilan orang penghuni - satu orang lagi adalah adik kandung saya yang baru pulang dari kuliah di luar kota. Empat orang diantara delapan orang tamu ini adalah anak-anak kecil. Dua orang anak duduk di kelas 2 SD dan dua orang anak lainnya duduk di kelas 1 SMP. Ke empat anak keponakan-keponakan saya ini masing-masing bernama Alfian - kelas 1 SMP, Bayu - kelas 2 SD, Nita - kelas 1 SMP, dan Wanda - kelas 2 SD.

Ketika Alfian, Bayu, Nita, dan Wanda bermain-main di pekarangan rumah pagi kemarin, saya tertarik memperhatikan tingkah laku mereka yang lucu-lucu itu. Mereka memainkan jenis permainan petak umpet sandal jepit. Satu anak akan menyembunyikan 4 buah sandal jepit di sekitar pekarangan rumah, kemudian tiga anak selanjutnya bertindak sebagai pencari sandal-sandal jepit yang sudah disembunyikan sebelumnya. Anak yang paling banyak menemukan sandal jepit maka dialah yang akan bertugas menyembunyikan sandal-sandal jepit di babak berikutnya.

Anak paling kecil, Wanda, melakukan hal terlugu dibandingkan ketiga anak lainnya saat menyembunyikan sandal-sandal jepitnya. Ketika ia kebagian tugas menyembunyikan sandal jepit, ia tidak menyembunyikan ke 4 benda itu ke tempat-tempat yang tersembunyi. Namun justru menggeletakkannya di dekat keset, dicantolkan di gantungan baju kamar mandi, ditaruh diatas kap mobil, dan disisipkan diantara lubang-lubang angin tembok yang kesemuanya terlihat oleh mata secara nyata.

Saya tertawa dengan kepolosan anak ini. Saya pikir, sandal-sandal jepit yang disembunyikannya akan segera ditemukan oleh ketiga anak yang lain karena semuanya tidak berada di tempat yang tersembunyi oleh mata. Tetapi ... ternyata dugaan saya salah! Alfian, Bayu, dan Nita justru lebih lama menemukan sandal-sandal jepit yang disembunyikan oleh Wanda karena tempat persembunyiannya justru tidak terlalu tersembunyi itu!!

Hahaha, melihat permainan yang dimainkan oleh ke empat keponakan kecil itu membuat saya tertawa bercampur takjub. Wow, sering kali kita bisa tertipu sugesti seperti ketiga anak yang terkecoh habis-habisan oleh ulah Wanda itu bukan? Alfian, Bayu, dan Nita sibuk mencari-cari sandal jepit yang disembunyikan sampai membalik tong sampah, melongok ke bawah kolong mobil, mencari disela-sela pot tanaman, sekitar parkiran sepeda motor, dan tempat-tempat tersembunyi lain-lain. Ketiganya termasuk anak yang tersugesti permainan petak umpet yang seharusnya identik dengan tempat-tempat tersembunyi yang sulit ditemukan. Makanya ketika Wanda menyembunyikan ke empat sandal jepit di tempat yang justru tak sepenuhnya tersembunyi dan terlihat oleh mata, ketiganya tidak segera menyadarinya.

Sugesti adalah proses yang mempengaruhi seseorang sehingga menerima pikiran dan keyakinan, tanpa bersikap kritis. Dalam permainan petak umpet sandal jepit yang dilakukan oleh Alfian, Bayu, Nita, dan Wanda, Wandalah yang berhasil lolos dari jeratan sugesti petak umpet dan mengecoh ketiga anak lainnya untuk mencari di tempat yang benar-benar tersembunyi seperti layaknya clue yang seharusnya dilakukan untuk menyembunyikan sebuah benda agar sulit ditemukan.

Ketika kita menemui suatu masalah, jangan sampai kita turut terbelit-belit mencari solusinya sampai kemana-mana tanpa melihat jalan keluar yang sebenarnya sudah ada di depan mata kita. Tidak ada masalah yang terlalu rumit sehingga tidak bisa diselesaikan. Solusi jitu banyak datang saat kita meluangkan waktu untuk duduk diam dan berfikir sejenak, bukan memandang besarnya masalah yang kita hadapi.

Alfian, Bayu, dan Nita gagal menemukan sandal-sandal jepit yang disembunyikan oleh Wanda bukan karena tempat persembunyian yang dipilih Wanda terlalu sulit dijangkau oleh mereka. Tetapi karena mereka lebih memandang masalah dan terpengaruh permainan yang tengah mereka hadapi, yaitu petak umpet yang artinya menyembunyikan benda di tempat yang sulit ditemukan sehingga mereka lupa bahwa tempat persembunyian yang tidak mudah terlihat juga bisa berada di depan mata! (nj@coe).

"Opportunity is missed by most people because it is dressed in overalls and looks like work" - Thomas A Edison

Thursday, October 02, 2008

Jangan Kuatir Masih Single!

Oleh : Angelina Kusuma

Filipi 4:6, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Seseorang yang mempunyai hubungan intim dengan Bapa di Surgapun, tak akan pernah luput dari satu hal ini: kekuatiran hidup! Baik pendeta dengan tingkat kerohanian tinggi atau juga jemaat yang baru kemarin sore bertobat, bisa diserang oleh dampak kekuatiran hidup. Entah itu kekuatiran mengenai apa yang hendak di makan, apa yang hendak dipakai, apa yang akan terjadi pada anak-anaknya di esok hari, siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya, bagaimana dengan pendidikan atau pekerjaannya, bagaimana kondisi usaha yang dikelolanya, tentang kenaikan harga-harga, tindak kejahatan, tingkat kerusuhan, dan lain-lain. Semua orang yang masih di bumi pasti pernah merasakan kuatir!

Hari kemarin hampir saja menjadi hari terburuk saya dalam seminggu ini. Meskipun saya Kristiani tiap kali tiba Hari Raya Idul Fitri, saya selalu menyempatkan diri untuk ikut bersilahturahmi ke rumah-rumah tetangga dan mengucapkan selamat berlebaran kepada mereka yang tengah merayakannya. Dari satu rumah ke rumah lainnya, saya mendapatkan pertanyaan yang senada. "Kapan menikah?", "Kok tetep betah aja melajang ni? Yang lain-lain sudah punya anak lho?", "Cepetan nyari calon to mbak, lama amat milih-milihnya...", "Kapan dong bapaknya diberi cucu?", dan pertanyaan-pertanyaan yang hampir sama dengan itu menghujani saya, membuat tak berkutik menjawab ataupun menimpalinya balik.

Para tetangga wanita seusia saya di sekitar rumah ini kebanyakan sudah menikah. Bukan hanya yang seusia, yang usianya di bawah saya 5 tahunpun ada yang sudah menggendong anak. Saya tak lagi banyak berkelit saat ditanya kapan menikah setahun belakangan ini. Selain sudah capai menanggapinya, bagi saya pertanyaan-pertanyaan klise seperti itu memang tak harus diperdebatkan panjang-panjang. Tanggapi saja dengan senyum bijak dan biarkan waktu yang akan menjawab nantinya.

Kekuatiran tentang pasangan hidup tak pelak menghampiri saya juga seharian kemarin setelah diberondong pertanyaan seputar kapan saya akan menikah lebih dari lima kali. Hmm, saya bersyukur bahwa keberadaan saya di masyarakat sekitar sedemikian berpengaruh dan membuat mereka ikut memikirkan keberadaan saya yang belum juga menemukan pasangan hidup ini. Sesampainya di rumah, tiba-tiba perasaan quilty menghampiri saya juga beberapa saat. Kuatir jika saya tidak juga menemukan pasangan hidup sampai nanti berusia lewat 30 tahun, kuatir jika nanti saya justru tidak mendapatkan seorang pria baik-baik sesuai kriteria saya, kuatir jika orang tua saya mengambil tindakan keras karena saya tidak segera menikah juga - saya anak pertama dari dua bersaudara yang pasti dinanti-nantikan kapan menikah oleh kedua orang tua dan adik saya, dan kekuatiran-kekuatiran lain seputar pasangan hidup datang silih berganti yang akhirnya membuat saya jatuh juga dalam ketidak-utuhan sebagai pribadi.

Perasaan sendiri terkadang memang datang menyapa saat membiarkan mata melihat terlalu banyak ke kanan dan ke kiri, kepada mereka yang sudah memantapkan diri melenggang ke pernikahan lebih dulu. Tetapi saya juga tidak mau terburu-buru menikah hanya karena desakan usia yang menua dari tahun ke tahun. Saya ingin menikah karena saya memang sudah siap dan sudah yakin dengan pilihan itu, bukan karena terdesak dan hanya menuruti pandangan 'baik' secara dunia.

Saat merasa kesepian, saya tahu kemana harus pergi. Saat merasa ketakutan, saya tahu kemana harus mendapatkan kekuatan kembali. Saat merasa kuatir, saya juga tahu kemana harus mengadu. Tuhan selalu mengingatkan saya kepada pengalaman masa lalu yang membuat saya tak perlu kuatir lagi bahwa Ia akan lupa memberikan kebahagiaan dalam hidup saya.

"Apa yang perlu kamu kuatirkan atas Tuhanmu, Njie? Dia pernah menyembuhkanmu secara ajaib dari TB Lumbal 1 yang memvonis kakimu bisa lumpuh jika patah tulang. Dia pernah membawamu keluar dari Jakarta ke Ponorogo dan menyertaimu membangun unit usaha mulai dari nol di bawah cibiran banyak orang, tetapi akhirnya orang-orang yang 'menyayangkanmu' meninggalkan karir bagus di Jakarta dulu memburu resep keberhasilanmu berbisnis sekarang. Dia pernah melepaskanmu dari relationships tak sepadan di masa lalu yang membelenggumu dan membawamu kepada kenaikan rohani di bawah didikan-Nya yang lemah lembut. Dia pernah membuatmu dan keluargamu bisa melewati ujian perzinahan dalam keluarga dengan mulus. Dia sudah memberimu banyak tanda-tanda ajaib. Apakah kamu masih tetap kuatir jika Ia tidak memberimu pasangan hidup yang terbaik juga nantinya?"

Pernyataan diatas selalu bisa menenangkan gundah di hati saya. Tak ada yang perlu diingatkan harus dilakukan oleh Tuhan kepada saya. Ia tidak akan lalai terhadap anak-anak kesayangan-Nya. Ia adalah Tuhan yang tak hanya memberi saya banyak tanda ajaib, tetapi sudah menemani saya dalam banyak keadaan yang berbeda-beda. Saat saya jatuh, hanya Dia yang ada di samping saya. Begitu juga saat saya senang, Dia tak pernah meninggalkan sisi saya sedikitpun.

Saya bukannya tidak memiliki hubungan dengan pria-pria menarik yang mendekati target pergumulan pasangan hidup. Saya mempunyainya dan sedang berdoa serius untuk setiap hubungan yang berpotensial ke arah relationships dengan pria-pria di hidup saya. Saya percaya bahwa Tuhan bekerja dalam setiap elemen diri saya tanpa kecuali. Ia tidak hanya menjadi penonton di luar sana yang berpangku tangan saja. Jika saya belum menemukan pasangan hidup yang tepat, bukan berarti bahwa Ia lupa merancangnya. Saya yakin Ia sedang bekerja menempa saya agar layak menerima anugerah pernikahan jika Ia memang berkehendak.

Saya bukanlah tipe single yang pasrah dan apatis. Saya tidak pernah menutup hati saya bagi siapapun dan tidak pula menjadi merana karena keadaan saya yang masih sendiri ini. Saya percaya satu prinsip bahwa yang saya perlukan hanyalah melakukan bagian saya dan sisanya biarlah Tuhan yang menggenapi dengan melakukan bagian-Nya juga. Dan karena itulah, tidak ada lagi alasan buat saya untuk berlama-lama kuatir dalam status single! Saya tetap akan bersukacita setiap saat. Meski banyak orang menanti pernikahan saya dan memburu agar saya segera meninggalkan status tersebut, saya tidak akan 'menjual Kristus karenanya. Saya single dan saya akan tetap mempunyai fokus utuh kepada rencana indah Yesus untuk saya meskipun sampai akhirnya nanti saya tidak menemukan satu priapun yang layak untuk disanding ke pelaminan. Segala yang terjadi dalam hidup saya hanyalah anugerah yang harus disyukuri dan terus dinikmati tanpa mengeluh.

Amin! (nj@coe).



Tuesday, September 30, 2008

Perbedaan Umum Karyawan Pria dan Karyawan Wanita

Oleh : Angelina Kusuma

Memilih karyawan hampir sama dengan memilih pasangan hidup. Perlu proses penyeleksian secara seksama terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan akhirnya. Meskipun isu gender tak lagi menjadi penghalang mutlak dalam hal berkarir, tetapi peranannya tetap memberikan warna tersendiri dalam perilaku setiap karyawan secara umum.

Pernahkah anda mendengar kalimat-kalimat seperti ini: "Why men lie and women cry", "Why men don't have a clue and women always need more shoes", "Why men can only do one thing at a time and woman never stop talking", atau juga "Why men don't listen and women can't read maps"?

Kalimat-kalimat diatas menunjukkan perbedaan pandangan dan perilaku pria dan wanita secara garis besar. Tak terkecuali dalam hal pekerjaan, karakter dasar pria dan wanita juga menentukan touch yang dihasilkan. Mengenali kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh karyawan tentunya menguntungkan bagi para management. Tak hanya membantu dalam mencari karyawan yang sesuai dengan kebutuhan tetapi juga bisa menjadi acuan untuk mengatasi kendala di tempat kerja nantinya.

Saya pernah berganti-ganti karyawan sebanyak 4 kali selama 2,5 tahun mengelola unit usaha berupa warung internet. Sebenarnya berganti karyawan berkali-kali bukanlah keinginan saya, melainkan karena saya memang belum menemukan yang pas sejak pertama menerima karyawan bekerja di tempat kerja ini. Karyawan saya yang pertama hingga yang ketiga berjenis kelamin pria dan baru karyawan saya yang ke empat berjenis kelamin wanita.

Awalnya saya menetapkan gender pria sebagai salah satu kriteria calon karyawan karena mengingat yang saya perlukan adalah seseorang yang sanggup bekerja shift 8 jam sehari selama seminggu, jujur, dan mampu belajar dengan cepat. Tentang kemampuan mengoperasikan komputer dan internet, saya selalu membekali setiap karyawan saya dengan training khusus, jadi tidak pernah bermasalah tentang skill dasarnya.

Dari ke empat karyawan saya itu, saya belajar banyak hal dari pola tingkah laku me-manage mereka. Karakter dasar yang dibawa mereka sebagai pria dan wanita ternyata berpengaruh pada perbedaan penanganannya secara umum sehari-hari di tempat kerja.

Karyawan saya yang pria rata-rata lebih cepat tanggap saat diajari tentang cara mengoperasikan komputer, internet, cara mengatasi masalah dengan listrik, dan lain-lain. Tetapi kelemahan mereka hampir semuanya di soal ketelitian kerja dan kerajinan. Saya sering mendapati lantai kotor, asbak rokok yang tidak dibuang, sampah menumpuk di tempat sampah tanpa dibuang ke pembuangan sampah di luar warnet, dan juga perhitungan uang yang tidak cocok antara catatan pemasukan baik dari billing server maupun dari pemasukan tambahan seperti print, soft drink, voucher pulsa HP, dan juga hasil ketikan yang kurang memuaskan customers.

Meski saya sudah memberitahukan standar kerja di tempat kerja yang saya inginkan, tetap saja keteledoran-keteledoran tersebut dilakukan oleh karyawan-karyawan pria saya. Salah satu karyawan pria saya justru memanfaatkan kepercayaan yang sudah saya berikan dengan memberinya password setiap komputer client untuk digunakan saat memperbaiki kerusakan yang ada, untuk kepentingan pribadinya seusai jam kerja selesai dan tidak sedang saya awasi. Ketika saya mengetahui kebohongan ini, tentu saja saya langsung mengambil keputusan untuk tidak memakainya lagi dalam management saya.

Karyawan saya yang ke empat dan yang sampai sekarang masih aktif bekerja kepada saya adalah wanita. Sebenarnya, dulu saya agak khawatir ketika memutuskan untuk memakai karyawan wanita. Di samping karena agak trauma dengan ulah karyawan-karyawan saya sebelumnya yang kurang sesuai dengan permintaan saya, ditambah lagi ketakutan saya jika memakai wanita sebagai operator warnet berarti mengurangi kelihaiannya dalam mengatasi kerusakan komputer dan listrik.

Mengajari wanita untuk mengoperasikan komputer, internet, pengetahuan tentang kelistrikan, dan penanganan kerusakan ringan komputer memang lebih lama dibandingkan dengan karyawan-karyawan pria saya sebelumnya. Karyawan wanita saya ini kadang masih suka lupa akan teori-teori yang sudah saya berikan meski sudah 3 bulan lamanya bekerja kepada saya dan setiap hari bersentuhan dengan pengoperasian komputer. Kelebihannya, untuk urusan kedisiplinan kerja, kebersihan tempat kerja, cara penangan kepada customers, hasil ketikan, dan juga ketelitian penghitungan keuangan dari billing server dan sumber pemasukan warnet yang lainnya tidak perlu saya ragukan ketepatannya.

Setiap jenis kelamin pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jika pria lebih peka kepada hal-hal yang obyektif, maka wanita lebih dekat dengan hal-hal yang subyektif. Tidak ada yang lebih istimewa dari karyawan pria maupun karyawan wanita. Keduanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing secara umum. Sebagai management, kita mempunyai tanggung jawab untuk mengenali dan memahami perbedaan karakter dasar tersebut, kemudian menjadikannya acuan untuk mengoptimalkannya bagi unit usaha yang kita kelola.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, memiliki karyawan wanita lebih mudah dikenali kekurangan-kekurangannya dan diambil langkah-langkah mengatasinya daripada karyawan pria. Bisa dibilang, saya lebih menyukai hasil kerja dari karyawan wanita saya saat ini karena ia lebih teliti dalam hal keuangan, lebih bagus hasil ketikannya, dan tidak terlalu banyak berdalih untuk mengerjakan hal-hal di luar job desc-nya yang utama sebagai operator warnet tanpa saya awasi seperti membersihkan lantai, membuang abu rokok, dan membuang sampah, meskipun ia lebih lambat menyerap ilmu komputer, internet, dan penanganan masalah kelistrikan yang saya ajarkan kepadanya.

Jika anda ingin mengoptimalkan daya guna para karyawan-karyawan di tempat kerja anda, kenali dulu kelebihan dan kekurangan serta kebutuhan anda mempekerjakan mereka. Pahami bahwa pria pada umumnya lebih cepat belajar mengenai hal-hal yang berbau teknis dan wanita lebih cepat belajar mengenai hal-hal non teknis seperti keuangan dan keindahan, pria lebih fleksibel bekerja sepanjang waktu dan wanita lebih fleksibel membangun relasi hasil akhir yang baik kepada customers, pria lebih mudah diajari dengan petunjuk sederhana dan wanita lebih mudah diajari dengan mempraktekannya secara nyata, pria kurang bisa mengerjakan berbagai macam pekerjaan yang berbeda-beda dalam satu waktu dan wanita kurang bisa menjaga keefektifan kerjanya di saat-saat tertentu seperti saat ia sedang bermasalah di luar tempat kerja, sedang sakit, atau sedang menstruasi, pria bergerak dengan otak dan otot dan wanita bergerak dengan perasaan.

Perbedaan umum yang dipunyai oleh pria dan wanita tentunya mempengaruhi management saat mengatur dan menempatkan mereka dalam posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pilih karyawan yang mendekati kebutuhan paling utama dari standar kerja di tempat kerja anda. Gender bukanlah masalah besar jika anda sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan umum yang dimiliki oleh keduanya dan mengetahui trik-trik untuk mengatasinya (nj@coe).

Monday, September 29, 2008

Menulis Buat Tuhan Yukk

Oleh : Angelina Kusuma

Menulis adalah pekerjaan yang terlihat mudah. Ratusan kata-kata yang hanya didengar dengan telinga bisa hilang selang beberapa waktu, tetapi sederet kalimat tertulis lebih lama usianya. Seorang murid memerlukan buku-buku catatan untuk membantunya mengingat berbagai macam ilmu yang diterimanya dari guru. Seorang pengusaha memerlukan catatan laporan-laporan keuangan untuk membantunya mengetahui tingkat keberhasilan usaha yang dikelolanya secara berkala. Seorang peneliti memerlukan catatan-catatan disertasi guna mendukung penelitian yang sedang diembannya. Dan seorang anak Tuhan juga memerlukan catatan-catatan kotbah, catatan renungan saat teduh, dan catatan pokok-pokok doa pergumulan, untuk membantunya mendalami Firman Tuhan.

Dulu, saya juga termasuk orang yang malas untuk menulis Firman Tuhan yang saya dapat. Jangankan menulis Firman Tuhan hasil dari saat teduh harian, menulis isi kotbah mingguan saja tidak pernah. Saya mulai membiasakan diri untuk merubah pola kerohanian saya yang pasif menjadi lebih aktif setelah saya menyadari betapa pentingnya kegiatan tulis-menulis ini.

Di gereja lokal saya sedang menggalakkan semboyan 4M dalam setiap ibadah kami baik di Ibadah Raya maupun komsel dan persekutuan-persekutuan lainnya sejak tahun lalu. 4M merupakan kumpulan dari 4 tindakan aktif sebagai respon umat terhadap Firman Tuhan, yaitu Menerima, Merenungkan, Melakukan, dan Membagikan. Setiap kali komsel, Firman Tuhan yang dibagikan merupakan pembahasan lebih dalam dari Firman Tuhan yang disampaikan di Ibadah Raya hari Minggu sebelumnya. Suatu ketika saya pernah teledor tidak menulis isi kotbah hari Minggu karena tidak membawa alat tulis. Hasilnya, saat di komsel saya benar-benar tidak bisa mengingat kotbah Minggu lalu dengan sempurna.

Pengalaman kurang baik saya itu akhirnya memacu saya untuk selalu mempersiapkan alat-alat tulis sebelum mengikuti ibadah di gereja selain membawa Alkitab tentunya. Malas menulis Firman Tuhan berarti tidak mau bertumbuh secara luar biasa bagi Kristus. Menulis tak hanya membantu pikiran kita terpusat kepada yang kita dengar tetapi juga menunjukkan antusias hati saat menerima Firman Tuhan itu. Pikiran yang tertuang melalui jari-jari kita membantu setiap saraf otak untuk mengingat lebih banyak tentang apa yang telah masuk ke telinga kita. Hasil pencatatan juga bisa kita buka dan kita pelajari lagi setiap saat untuk me-refresh memori otak.

- Musa mencatat
Bilangan 3:16, Lalu Musa mencatat mereka sesuai dengan titah TUHAN, seperti yang diperintahkan kepadanya.

- Yohanes menulis
1 Yohanes 2:14, Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

- Paulus menulis
2 Korintus 2:4 , Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.

- Tuhanpun menulis!
Keluaran 31:18, Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
Keluaran 32:16, Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.

Menurut website Gotquestions, berikut ini adalah nama-nama kitab beserta penulis dan perkiraan waktu penulisannya:

  • Kejadian, Keluaran, imamat, Bilangan, Ulangan = Musa – 1400 S.M.
  • Yosua = Yosua – 1350 S.M.
  • Hakim-Hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel = Samuel/Natan/Gad – 1000-900 S.M.
  • 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja = Yeremia – 600 S.M.
  • 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia = Ezra – 450 S.M.
  • Ester = Mordekhai – 400 S.M.
  • Ayub = Musa – 1400 S.M.
  • Mazmur = beberapa penulis yang berbeda, kebanyakan oleh Daud – 1000 – 400 S.M.
  • Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung = Salomo – 900 S.M.
  • Yesaya = Yesaya – 700 S.M.
  • Yeremia, Ratapan = Yeremia – 600 S.M.
  • Yehezkiel = Yehezkiel – 550 S.M.
  • Daniel = Daniel – 550 S.M.
  • Hosea = Hosea – 750 S.M.
  • Yoel = Yoel – 850 S.M.
  • Amos = Amos – 750 S.M.
  • Obaja = Obaja – 600 S.M.
  • Yunus = Yunus – 700 S.M.
  • Mikha = Mikha – 700 S.M.
  • Habakuk = Habakuk – 600 S.M.
  • Zefanya = Zefanya – 650 S.M.
  • Hagai = Hagai – 520 S.M.
  • Zakharia = Zakharia – 500 S.M.
  • Maleakhi = Maleakhi – 430 S.M.
  • Matius = Matius - 55 A.D.
  • Markus = Yohanes Markus – 50 A.D.
  • Lukas = Lukas – 60 A.D.
  • Yohanes = Yohanes 90 A.D.
  • Kisah Rasul = Lukas – 65 A.D.
  • Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon = Paulus – 50-70 A.D.
  • Ibrani = tidak diketahui, diduga Paulus, Lukas, Barnabas, atau Apolos – 65 A.D.
  • Yakobus = Yakobus – 45 A.D.
  • 1 Petrus, 2 Petrus = Petrus – 60 A.D.
  • 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes = Yohanes – 90 A.D.
  • Yudas = Yudas – 60 A.D.
  • Wahyu = Yohanes – 90 A.D.

Bayangkan jika para rasul, nabi, dan murid-murid Yesus tidak mau menuliskan kesaksian mereka tentang karya-karya Tuhan yang telah mereka alami dan penebusan Kristus diatas kayu salib bagi dosa-dosa manusia. Akankah anda dan saya bisa mendengar berita sukacita itu dan bisa menikmati keselamatan?

Kita memperoleh hidup yang kekal salah satunya adalah hasil dari penulisan dan pembukuan yang dilakukan oleh para pendahulu kita yang taat dan rindu agar berita keselamatan itu bisa menjangkau banyak generasi-generasi selanjutnya.

Belajarlah menuliskan setiap Firman Tuhan yang anda dapat setiap hari meski dengan kalimat-kalimat sederhana anda. Tulisan bisa membangun anda lebih kuat di dalam menyelidiki isi Firman Tuhan dari waktu ke waktu dan juga bisa membantu saudara-saudara lain yang membaca tulisan anda untuk mengenal lebih dalam mengenai Kristus. Jadi, kenapa anda tidak mulai menulis dan menyaksikan tentang karya keselamatan-Nya kepada dunia hari ini? (nj@coe).