Tuesday, March 24, 2009

Guardian Angels Around You

Oleh : Angelina Kusuma

Seberapa sering anda menyadari peranan orang-orang yang ada di sekitar anda selama hidup anda? Mungkin anda tidak melihat atau mendengarnya secara langsung bahwa seseorang atau beberapa orang itu telah melakukan hal-hal baik kepada anda selama ini. Tapi siapa tahu, orang-orang yang tidak anda sadari tersebut justru telah berjuang banyak demi kehidupan anda sampai saat ini melalui cara yang tak terlihat, tak terdengar, dan tak teraba oleh indra-indra yang ada pada anggota tubuh anda.

Waktu saya kuliah dulu, saya mempunyai seorang kakak rohani wanita dari gereja tempat saya berjemaat. Hubungan saya dengan kakak rohani ini cukup dekat. Ia rutin menelepon saya seminggu sekali hanya untuk menanyakan kabar dan tidak pernah lupa mengingatkan saya agar rajin ber-saat teduh dan datang ke acara kelompok sel kami. Suatu kali, saya tidak bisa datang ke acara kelompok sel yang diadakan di rumahnya karena flu berat yang saya derita.

Keesokan harinya ketika ia menelepon untuk menanyakan keadaan saya, saya tidak menceritakan kepadanya bahwa sebenarnya penyakit flu yang saya derita itu juga membuat pendengaran saya agak berkurang. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi dengan telinga saya. Yang jelas, seperti ada cairan yang menyumbat gendang telinga kiri saya yang membuat saya menjadi kurang jelas menangkap kata-kata ucapan orang lain dan ditambah lagi kepala saya yang terasa pusing setiap kali digunakan untuk berjalan atau melakukan aktivitas selain tiduran di ranjang.

Malam harinya setelah menerima telepon dari kakak rohani saya itu, demam di tubuh saya meningkat. Selama kuliah, saya tinggal di kos-kosan yang jauh dari orang tua sehingga tidak ada yang mengontrol kesehatan saya dengan baik dan mengantarkan saya ke dokter jika mendadak jatuh sakit. Malam itu saya merasakan gendang telinga sebelah kiri saya sangat sakit yang memaksa saya harus berkali-kali terjaga dari tidur. Saya hanya bisa melawan rasa sakit yang kian bertambah itu sambil terus berdoa semoga pagi segera menjelang dan saya bisa meminta tolong sahabat-sahabat kampus saya untuk mengantarkan ke dokter.

Puncak dari kesakitan saya makin terasa ketika ada percikan darah segar keluar dari gendang telinga saya sampai menetes ke bantal. Tapi anehnya, kesakitan di telinga saya itu tiba-tiba berangsur-angsur lenyap sekitar pukul 11 malam hari. Gumpalan cairan yang saya rasakan menyumbat dan membuat pendengaran saya berkurang sebelumnya, seperti pecah di dalam telinga dan membuat saya kembali bisa mendengar dengan jelas. Darah memang masih menetes dari telinga kiri saya dan harus disumbat dengan kapas agar tidak mengotori sarung bantal. Meski demikian, pendengaran saya jauh lebih tajam dari sebelumnya.

Malam itu saya menyimpan semua kejadian ajaib tersebut hanya di dalam hati sambil kembali meneruskan tidur, menunggu fajar menyinsing. Paginya, ketika saya terbangun dari tidur, darah yang keluar dari telinga kiri saya sudah mengering total, pendengaran saya pulih seperti sedia kala, dan flu berat yang saya rasakan di hari-hari kemarin juga sudah reda.

Tak tahan dengan keanehan yang saya terima di satu malam itu, saya menelepon kakak rohani saya dan menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai akhir. Dan betapa terkejutnya saya, ketika ia bilang bahwa di jam yang sama ketika saya mengalami kesakitan yang luar biasa di telinga kiri saya yang mengeluarkan darah, saat itu ia sedang berdoa untuk kesembuhan saya di rumahnya!

Mungkin anda sudah pernah atau akan mengalami kejadian ajaib seperti yang sudah saya alami 7 tahun yang lalu itu. Ketika anda merasa sendirian dan tengah mengalami badai pencobaan, orang-orang yang anda sayangi dan menyayangi anda, mungkin ada di sekitar anda dengan cara yang tak bisa anda lihat dan tak bisa anda dengar secara langsung. Bisa jadi, mereka sedang mengelilingi anda dengan doa-doa mereka, dengan pujian dan penyembahan mereka, atau dengan puasa-puasa mereka khusus untuk anda.

Jangan mengeraskan hati dan menolak perhatian dari orang-orang yang perduli dengan keadaan anda hari ini. Anda tidak bisa hidup tanpa kasih sayang orang lain. Ibu, bapak, saudara, sahabat-sahabat, gembala sidang, penatua gereja, kakak rohani, pendoa syafaat, atau pasangan anda, mungkin sedang berdoa untuk kesehatan anda, untuk pekerjaan anda, untuk kedewasaan rohani anda, sampai untuk kembalinya anda kepada kasih sayang mereka seperti sebelum anda menjadi tawar terhadap perhatian mereka. Jika anda merasa tidak mempunyai sanak saudara maupun sahabat-sahabat yang bisa mendukung anda dengan doa setiap saatpun, masih ada Roh Kudus di hati anda yang selalu berdoa untuk kelemahan-kelemahan anda.

Roma 8:26,27, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

So, belajarlah peka terhadap orang lain. Terhadap mereka yang tak pernah meninggalkan anda, kepada mereka yang selalu datang menanyakan kabar tentang anda, dan kepada Roh Kudus yang tak pernah meninggalkan tahta-Nya di hati anda sejak anda percaya kepada Yesus. Mereka adalah malaikat-malaikat yang diutus-Nya dan Diri-Nya sendiri untuk menjagai anda agar tidak terhilang!


Tak pernah aku temukan
Cinta seperti cinta yang kau berikan
Tak akan aku sesali
Semua kisahku bersamamu

Tak bisa aku bayangkan
Hidup ini tanpa sentuhan kasihmu
Selembut mentari pagi
S'lalu kau hangatkan jiwa ini

Aku hilang tanpa ada cintamu, kasihmu
Aku rapuh tak berdaya, hampaku, tanpamu

(Lagu 'Hilang Tanpamu' - Oneway)



No comments: