Thursday, April 10, 2008

I'm Not Virgin Anymore !

Oleh : Angelina Kusuma

Anda pernah mendengar kalimat seperti itu terlontar dari mulut seorang wanita lajang ? Atau mungkin kalimat seperti ini, "Saya sudah ML - making love - dengan pacar saya sebelum kita terikat pernikahan", dari mulut seorang lelaki lajang ?

Intensitas kalimat seperti ini makin sering saya dengar dari teman dan orang-orang yang berseliweran di sisi kanan dan kiri saya saat ini. Parahnya lagi hal ini tidak hanya diakui oleh orang-orang yang jarang bergereja tetapi juga oleh pelayan-pelayan Tuhan yang sering berdiri diatas mimbar gereja !

Sebegitu rendahkah arti hadirat Allah ? Sebegitu rendahkan arti sebuah keperawanan atau keperjakaan ? Dan sebegitu gampangkah sebuah seks terjadi antar pria dan wanita ?

Seks adalah sesuatu yang kudus. Jika seks adalah sesuatu yang sembarangan, tentu Tuhan tidak akan menempatkan seks sebagai alat untuk memuliakan nama-Nya. Dalam hal ini sebagai sarana untuk memberi manusia keturunan yang akan menaklukkan dunia.

Kejadian 1:28a, "Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu."

Pergeseran nilai dan budaya yang terjadi di dunia sering kali menimbulkan toleransi-toleransi yang kemudian diadopsi oleh manusia secara acak dan tanpa dinalar secara mendalam dengan hati nurani yang bijaksana. Jika dahulu, pegangan tangan atau berciuman dalam pacaran dianggap tabu, sekarang kegiatan seks yang notabene adalah hak orang yang sudah menikahpun bisa dibawa ke dalam area pacaran ?

Kejadian 2:24, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Toleransi salah kaprah yang diambil oleh manusia dalam hidup itulah yang sedang menyeret manusia ke dalam dosa tanpa ia sadari. Iblis sebagai bapa penipu selalu memberi pemandangan indah di mata manusia seperti screensaver yang ada didalam komputer. Tampak indah dimuka dan dipenglihatan sesaat, tetapi jika yang nyata tiba, maka habis sudah segala keindahan tersebut.

"Tidak masalah melakukan seks sebelum merit, toh nantinya memang kami akan menikah."
"Kan kita sudah tunangan, jadi nyoba dulu boleh dong ?"
"Nggak gaul amat sie, masa pacaran cuma pandang-pandangan dari jauh doang ? Peluk dong, cium kek, so what gitu loh ?"

Seribu kalimat toleransi lain mungkin akan begitu gampang diucapkan saat ini. MBA alias married by accident rasanya juga bukan hal yang awam terdengar di telinga kita sekarang. Segala sesuatu yang menyangkut seks sebelum menikah seperti sebuah candu yang lama-lama menjadi sebuah tradisi baru, umumnya dikalangan para remaja.

Benarkah dengan seks sebuah hubungan sebelum menikah bisa berakhir langgeng selamanya ? Saya bilang TIDAK ! Tidak ada cerita bahwa dengan seks kemudian sebuah hubungan yang masih dalam taraf pacaran ataupun tunangan bisa terus berlanjut sampai kakek nenek. Yang ada justru itulah - seks sebelum menikah, akar perusak dari sebuah hubungan pacaran atau tunangan.

Ingat kisah Amnon dan Tamar ?

2 Samuel 13:2, "Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia."

2 Samuel 13:14, "Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia."

2 Samuel 13:15, "Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!"

Ketika Tamar masih perawan, Amnon begitu mencintai gadis ini hingga membawanya ke sakit secara jasmani. Dengan berbagai upaya diusahakannya agar ia bisa bertemu dengan gadis itu sampai membohongi raja (2 Samuel 13 : 6). Tetapi begitu ia sudah mendapatkan keperawananan Tamar, kebencianlah yang menguasainya ? Bukannya tambah cinta bukan ? Tepat sekali ! Karena keperawanan itu memang benar sebuah kekudusan yang harus dijaga dari seorang wanita sampai ia menikah. Dan hanya laki-laki yang berstatus suaminya yang pantas untuk menadapatkan keperawanan dari wanita yang disebut istrinya. Demikian juga sebaliknya. Keperjakaan seorang laki-laki seharusnya hanyalah untuk istrinya.

Seks bukan permainan. Yang layak dinikmati kapan saja, dimana saja, dan juga dengan siapa saja. Seks itu mutlak diciptakan oleh Tuhan untuk seorang laki-laki dan wanita yang sudah melakukan pernikahan kudus. Bukan untuk seseorang yang sedang dalam taraf pacaran, tunagan ataupun juga bukan untuk kepuasan diri sendiri - istilahnya onani atau masturbasi yang artinya seseorang bisa menikmati kepuasan seks dengan melakukan eksperimen pada organ genitalnya sendiri.

Sesuatu akan menjadi berharga jika ada disaat yang tepat, untuk orang yang tepat dan ada ditempat yang tepat

I Believe I Can Fly

Oleh : Angelina Kusuma

Dua tahun lalu, saya tidaklah secantik saat ini
Dua tahun lalu, saya tidaklah setegar saat ini
Dua tahun lalu, hidup saya tidaklah setenang saat ini
Dua tahun lalu, saya hanyalah seseorang yang tidak pernah diperhitungkan oleh siapapun
Dua tahun lalu, saya hanya mampu terpaku berdiri didepan sebuah pintu tertutup dengan muka tertunduk
Dua tahun lalu, saya hanyalah seekor ulat buruk

Setiap manusia mempunyai masa lalu masing-masing. Mempunyai gurat-gurat sedih, uraian air mata, sisi kelam, dan juga latar belakang yang kurang menyenangkan. Tidak ada seorang manusia didunia ini yang sejak lahir sudah penuh dengan kelimpahan tanpa sebuah kesengsaraanpun menimpanya atau tidak pernah tersandung dan terjatuh ke dalam masalah sampai ia menutup mata dalam kekekalan. Cara kita menyikapi segala bentuk masa lalu dan masalah-masalah dalam hidup kita, menentukan akan menjadi seperti apa diri kita dimasa mendatang.

Ulat, kepompong, dan kupu-kupu

Seekor kupu-kupu yang cantik, ada setelah melalui sebuah proses panjang yang disebut metamorfosa. Bentuk sebelum menjadi kupu-kupu adalah ulat dan kepompong. Masa lalu kita yang buruk seperti seekor ulat. Ulat adalah binatang kecil, kadang berbulu, yang dijauhi oleh manusia ataupun binatang lainnya karena bulu-bulunya yang bisa menimbulkan rasa gatal dikulit dan bentuk tubuhnya yang tidak sedap dipandang mata. Jarang ada orang yang mau perduli dan memperhatikan gerak-gerik seekor ulat karena keadaan tubuhnya yang tidak menarik. Tetapi ketika si ulat yang buruk telah menjelma menjadi seekor kupu-kupu, akan ada banyak pasang mata yang mengikuti kemana saja kepakan sayap membawanya terbang.

Semakin indah dan menarik sayap seekor kupu-kupu, keadaannya saat masih berbentuk ulat juga akan semakin buruk. Sewaktu kecil saya pernah menjerit-jerit ketika seekor ulat berwarna hijau keputihan sebesar dan sepanjang jari tengah orang dewasa tiba-tiba muncul dari sebatang pohon mangga yang tumbuh dihalaman rumah saya. Bentuknya yang lebih besar daripada ukuran ulat-ulat pada umumnya semakin membuat saya jijik memandangnya. Ulat besar yang pernah membuat saya menjerit-jerit tersebut, ternyata adalah bentuk mula sebelum ia berubah menjadi kupu-kupu gajah - Attacus atlas L.

Masa lalu seseorang yang buruk bukan berarti bahwa hidupnya terkutuk oleh Tuhan. Sebaliknya, seharusnya kita bisa melihat bahwa tempaan hidup yang begitu hebat dan datang bertubi-tubi - terkadang sampai membuat kita tidak mempunyai kekuatan lagi untuk mengatasinya seorang diri - adalah sarana yang dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan untuk menyatakan mukjizat-mukjizat-Nya yang melimpah.

Tetap menjadi ulat buruk atau bermetamorfosa menjadi kupu-kupu adalah pilihan. Sebelum menjadi kupu-kupu, seekor ulat harus rela menjadi kepompong terlebih dahulu. Tanpa menjadi kepompong, seekor ulat tetap akan menjadi ulat dan tidak akan pernah menjadi kupu-kupu. Jika saat menghadapi cobaan hidup kita menyerah kalah pada prinsip dunia, kita juga tidak akan pernah mengalami kemajuan iman dan limpahan berkat-berkat yang sudah disediakan oleh-Nya setelah kita berhasil melewati masa pencobaan tersebut.

Didalam kepompong, ulat tidaklah mati. Meskipun keadaan luarnya seperti menandakan sebuah kematian, tetapi didalam kepompong yang sebenarnya terjadi adalah sebuah pendandanan diri. Mungkin jika si kepompong bisa berbicara, maka ia akan mengatakan bahwa didalam sana ia sedang mempersiapkan diri untuk terbang dan menjadi cantik. Didalam balutan serat-serat yang membungkus dirinya dengan rapat, kepompong yang awalnya adalah seekor ulat buruk belajar menjadi dewasa.

Apa yang membuat ulat bisa bertahan didalam kondisinya sebagai kepompong ? "I believe, someday, I can fly", mungkin kalimat itulah yang tertanam didalam otak ulat dalam kepompong yang pengap. Hanya sebuah tekad untuk tidak menyerah melewati masa-masa sukar yang akan menghasilkan sayap yang indah dan kepakan yang menantang langit.

Saat mengalami masa pencobaan, kita harus belajar dari ulat yang rela berdiam didalam kepompong, masuk ke dalam masa pendewasaan dan pembelajaran untuk menjadi sesuatu yang lebih berharga dan hebat. Menyerah terhadap keadaan hanya akan menjadikan kita tetap sebagai ulat buruk, tidak akan pernah menjadi kupu-kupu.

Ketika menghadapi masa-masa sulit yang memaksa saya untuk duduk diam dan hanya mengandalkan pertolongan datang dari Tuhan, saya juga sering membisikkan kalimat ini didalam hati saya, "I believe I can fly, I believe I can touch the sky, and I believe I can soar."

Yesaya 40:31, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Tidak ada hal-hal yang bisa membangkitkan semangat kita kecuali jika seluruh pandangan kita dipenuhi oleh janji berkat dan perlindungan-Nya terlebih dahulu. Banyak orang yang melarutkan keterpurukan yang terjadi didalam hidupnya ke dalam penyesalan dan kesedihan berkepanjangan. Saya juga pernah melakukan tindakan yang sia-sia tersebut. Berdiri terlalu lama dimuka pintu yang tertutup, tidak akan pernah membantu kita menyelesaikan masalah kita dengan segera. Masa lalu yang buruk bukan untuk disesali terus menerus. Hidup kita terlalu berharga untuk dilewati didalam kepompong seumur hidup.

Selalu ada waktu dimana kepompong harus keluar dari tempat pendewasaannya dan menjadi seekor kupu-kupu yang siap terbang dengan sayap-sayapnya. Begitu juga selalu ada waktu untuk kita menyudahi segala macam keterpakuan kita kepada masa lalu yang kurang menyenangkan, meninggalkan pintu-pintu yang sudah tertutup rapat bagi kita, menyusut air mata dan kesedihan-kesedihan kita, kemudian benar-benar terbang bebas !

Tujuan kita hidup didunia ini adalah untuk membuat-Nya tersenyum. Kesedihan kita juga kesedihan bagi Tuhan kita. Dan jika kita ingin membuat-Nya bangga terhadap kita, maka persiapkanlah diri kita sebagai cerminan kemuliaan-Nya tersebut dengan menjadi kupu-kupu, bukan si ulat buruk atau mati didalam kepompong selamanya sebelum sempat mengarungi dunia.

Spread your wings and fly away. You're always a winner with Jesus



Hit Rat

Oleh : Angelina Kusuma

Sebuah fitur yang paling saya sukai dari hand phone saya adalah bagian games. Saya bukan seorang maniak game, tetapi dengan fitur games yang ada di hand phone saya ini sangat membantu ketika saya sedang jenuh, salah satu pilihan menyenangkan untuk menemani waktu menunggu saya, atau juga untuk sekedar iseng.

Game yang biasa saya mainkan dari hand phone inipun juga hanya satu macam. Meskipun ada game bentuk lain disana, tetapi Hit Rat menjadi andalan saya setiap saat. Game ini sangat sederhana. Hanya bermain seputar memukul tikus dan anjing yang secara bergantian akan keluar masuk ke dalam lubang-lubang. Jika kita berhasil memukul tikus, maka kita akan mendapat lima poin. Tetapi jika kita salah memukul anjing, maka nilai kita akan berkurang sepuluh. Setiap tahap permainan dalam satu level ada dua puluh kali kesempatan memukul tikus-tikus dan hanya ada sembilan level. Kita diperbolehkan naik ke level berikutnya jika poin yang kita kumpulkan dalam level tersebut mencapai minimal delapan puluh, jika tidak maka permainan selesai.

Saya belum pernah memenangkan permainan ini sekalipun meski sudah puluhan kali memainkannya. Setiap menginjak level ke 8, alur gerak perpindahan tikus-tikus dan anjing yang keluar masuk lubang dengan begitu cepat selalu membuat saya berhenti di game over.

Satu alasan kenapa saya menyukai game Hit Rat ini adalah karena setiap kali saya berhasil melewati level-level permainan dengan sukses memukul tikus-tikusnya, saya serasa telah menang terhadap tantangan yang diberikan kepada saya. Dan jika direnungkan lebih lanjut, bukankah hidup kita sebenarnya juga mirip dengan game Hit Rat ini?

Tikut-tikus yang keluar masuk lubang sama seperti masalah-masalah yang timbul tenggelam dalam hidup kita. Anjing-anjing yang menyebabkan nilai kita berkurang sepuluh jika memukulnya, sama seperti kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, keadaan out of control yang harus kita hadapai, atau bahkan kejatuhan kita ke dalam dosa karena kita lengah terhadap masalah yang menimpa kita sehingga mengikuti bisikan Iblis.

Semua masalah harus kita hadapi agar iman kita bertumbuh - setiap berhasil mengumpulkan nilai delapan puluh dari setiap tikus yang berhasil kita pukul setelah dua puluh kali kesempatan, kita akan naik ke level berikutnya.

Kita harus jeli terhadap kesalahan-kesalahan, kondisi out of control, ataupun waspada terhadap kejatuhan ke dalam dosa yang mengiringi setiap masalah yang kita hadapi - jika salah memukul anjing maka nilai kita akan berkurang sepuluh, dan jika nilai kita kurang dari delapan puluh maka berarti kita gagal mengumpulkan nilai untuk naik ke level berikutnya dan menyelesaikan permainan.

Semakin tinggi tingkat kedewasaan seseorang, masalah-masalah yang datang kepadanya tidak akan pernah berhenti tetapi justru semakin bertubi-tubi - setiap kali kita berhasil naik ke level berikutnya, alur permainan yaitu munculnya tikus-tikus dan anjing dari lubang yang silih berganti juga semakin cepat.

Hadirnya masalah-masalah dalam kehidupan kita tidak akan pernah berhenti atau bisa kita hindari dengan begitu saja. Ada banyak orang yang mengeluh ketika mulai masuk ke dalam masa pencobaan. Banyak orang-orang yang berteriak-teriak sampai meraung-raung ketika Tuhan mulai menggiring mereka ke dalam api pemurnian iman atau ke padang gurun-Nya.

Tuhan Yesus tidak pernah berjanji bahwa jika kita mengikut Dia, maka hidup kita akan damai tanpa masalah sedikitpun. Ia hanya berjanji bahwa penyertaan-Nya dalam masalah-masalah kita selalu nyata setiap saat. Suatu kesalahan besar jika kita menyangka bahwa menjadi seorang Kristen itu berarti mempunyai hidup yang enak, nyaman, dan bisa bersantai-santai. Kehidupan Kekristenan tidak berbicara mengenai jaminan terhindar dari kesengsaraan hidup, tidak berbicara mengenai hidup mulus tanpa hambatan seumur hidup, atau juga tidak berbicara mengenai segala sesuatu yang bisa diukur oleh materi dan barang fana lainnya.

Masalah bukanlah hambatan jika kita mengerti untuk apa masalah tersebut ada didalam hidup kita. Masalah bukan untuk menyatakan ketidak perdulian dan ketidak beradaan Tuhan. Dengan masalah justru akan menunjukkan bahwa setiap manusia membutuhkan Pribadi yang disebut Tuhan. Semakin besar masalah yang kita hadapi, semakin lebar terbukanya pintu kuasa Tuhan dalam hidup kita, yang berarti semakin hebat mukjizat yang akan terjadi.

Mazmur 37:24, Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Apabila ia jatuh, menyatakan bahwa manusia memang pasti mengalami masalah, penderitaan, dan tidak ada manusia yang bisa luput dari cengkraman maut.

...tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya, inilah janji Tuhan yang luar biasa ketika kita sedang menghadapi masalah-masalah hidup kita. Ia tidak akan membiarkan kita tergeletak atau mati. Jika kita memegang janji-janji-Nya, penyertaan-Nya Ya dan Amin sepanjang hidup kita.

Let's hit the rats, till a winner rise!

Gambar Bapa Dunia yang Rusak dan Ketakutan Tersakiti oleh Cinta

Oleh : Angelina Kusuma

"Aku takut jatuh cinta."

Statement seperti diatas terlontar dari mulut seorang teman dekat saya ketika kami sharing via chatting di internet dua hari kemarin. Sebuah statement singkat yang tetap saja membuat saya terkejut meskipun sudah berulang kali mendengar statement-statement seperti ini keluar dari mulut anak-anak Tuhan lainnya, tidak hanya kali itu saja. Kebanyakan dari mereka bukanlah anak-anak Tuhan yang kurang mengerti Firman Tuhan atau anak Tuhan yang berlabel gampangan. Mereka termasuk bagian anak-anak Tuhan yang rajin pelayanan, rajin beribadah baik di gereja maupun ibadah pribadi, dan mempunyai kesaksian mukjizat diseputar kehidupan mereka.

Tidak puas hanya mendengar bahwa teman saya ini ternyata takut untuk bersinggungan dengan area relationship, akhirnya saya menanyakan sebuah pertanyaan sederhana kepadanya, "Apa kamu punya masalah dengan Papamu (gambar bapa dunia)?"

That's right, hampir semua teman-teman saya yang mengalami ketakutan ketika mulai bersinggungan dengan cinta kasih ke lawan jenis, ternyata mereka telah kehilangan gambar bapa dunianya terlebih dahulu atau sedang bermasalah dengan area tersebut. Bukan sebuah kebetulan jika saya bisa menebak bahwa seseorang yang takut jatuh cinta diantara sebabnya karena telah kehilangan gambar bapa dunianya atau hubungannya dengan bapa dunia sedang bermasalah. Beberapa tahun sebelumnya, Tuhan mengizinkan saya mengalami hal yang sama. Tuhan mengizinkan saya kehilangan gambar bapa dunia saya terlebih dahulu kemudian mengizinkan saya menelan ketakutan ketika saya menemui seorang pria baik dan saya merasa, it's good to be in love with him.

Dari website BPK Penabur, saya memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai hubungan antara rusaknya gambar bapa dunia dan ketakutan seseorang ketika mulai bersinggungan dengan cinta kasih.

Bagi anak laki-laki, figur ayah memiliki sumbangan besar dalam terbentuknya identitas diri. Ayahnya dijadikan model pada waktu ia belajar bagaimana seorang laki-laki menjalankan perannya dan juga dijadikan referensi dalam bersikap terhadap lawan jenisnya. Sedangkan bagi anak perempuan, disamping ia belajar sifat maskulin dari ayahnya, ia juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Hubungan emosi yang hangat dan kenangan yang manis dengan ayahnya di masa pekembangannya, membantu dirinya untuk dapat menilai lawan jenisnya dengan lebih objektif. Di samping itu, hal tersebut juga membekali dirinya dengan kemampuan untuk menjalin hubungan yang sehat dengan lawan jenisnya.

Figur bapa dunia baik bagi anak-anak laki-laki dan perempuan itu sangat penting. Figur ini tidak bisa digantikan atau diisi sepihak oleh seorang ibu, sebaik apapun watak dan perilaku sang ibu tersebut. Saat hubungan saya dengan Papi saya mulai membuat saya merasa tidak nyaman, hal ini juga ikut merusak gambaran setiap hubungan yang baik di area relationship dan membuat saya takut tersakiti oleh love itu sendiri.


Sesuatu yang tidak baik tentunya, jika kita memelihara akar pahit didalam diri kita terlalu lama. Menghindar dari area relationship ternyata bukanlah tindakan yang tepat bagi masa lalu saya. Saat saya mulai berlari menjauh dari cinta kasih, hal itu justru semakin menyakiti diri saya sendiri.

Ketika kita membunuh sebuah perasaan kasih kepada lawan jenis kita yang seharusnya terjadi secara normal dengan cara yang tidak wajar, maka sebenarnya kita seperti seekor lebah yang mengeluarkan sengatnya dan pasti akan mati kurang lebih satu jam berikutnya. Sengat lebah bukan saja menyakiti seseorang atau sesuatu yang terkena sengatnya. Terlebih lagi, sengat lebah akan menyakiti dirinya karena setelah sengat itu keluar dari tubuhnya maka lebah tersebut harus bersiap untuk mati.

"Jangan jadi pengecut, sadari dulu kalo kamu sakit. Kamu perlu pemulihan gambar Bapa yang sesungguhnya, bukan menghindari area relationship seperti itu", kalimat ini adalah cambuk yang diberikan oleh salah seorang teman rohani yang memacu saya untuk keluar dari ketakutan saya mengenal kasih antar lawan jenis dan memperbaharui gambar bapa dunia saya yang bermasalah dengan segera.

Ketakutan kita terhadap sesuatu tidak akan pernah memberi nilai tambah apapun dalam hidup kita. Dan saya sadar betul bahwa hidup saya hanya akan tergantung pada pilihan saya sendiri, bukan yang lain. Tuhan selalu merancangkan yang terbaik dalam hidup kita. Ia tidak mungkin menghancurkan hidup kita begitu saja. Iblis juga tidak mempunyai cukup kuasa untuk menghancurkan hidup kita karena kuasanya sudah dilucuti saat Yesus mati diatas kayu salib. Ditangan kitalah pilihan tentang baik dan buruk dalam hidup kita itu berada. Keegoan kitalah yang bisa menghancurkan hidup kita, bukan Iblis, bukan manusia lain, apalagi Tuhan.

Porselen pecah di tangan seorang seniman bisa dirubah menjadi sebuah mozaik nan indah. Sampah-sampah ditangan seorang pengrajin bisa dirubah menjadi kerajinan recycle yang berguna kembali bagi manusia. Gambar yang rusak pun sudah bisa diperbaiki dengan software rekayasa digital saat ini. Apalagi kekurangan kita ditangan Tuhan Yesus, Sang Penjunan Agung. Adakah yang tidak bisa Ia lakukan untuk memperbaiki sisi-sisi kehidupan kita yang tidak sebagaimana mestinya? Akankah dibiarkan-Nya gambar bapa dunia kita rusak selamanya? Sesuatu yang telah rusak memang tidak akan bisa kembali sempurna seperti pada awalnya. Tetapi jika dimanfaatkan menjadi bentuk lain, maka ia akan tetap berguna bagi kehidupan manusia selanjutnya.

Dialah Bapa kita yang sesungguhnya. Rusaknya gambar bapa didunia kita tidak akan mengurangi sedikitpun kasih sayang-Nya kepada kita. Meskipun gambar bapa dunia kita telah rusak, jika pandangan kita selalu mengarah kepada-Nya maka Ia akan turun tangan memperbaiki gambar-gambar kita yang rusak tersebut dan menggantinya dengan yang lebih indah dan bernilai kekal.

Melompat keluar dari kelemahan

Jika kita terpaku kepada ketakutan-ketakutan kita, selamanya kita tidak akan pernah bisa menggenapi tujuan mulia-Nya didalam hidup kita. Ia menciptakan kasih untuk membuat kehidupan manusia penuh kedamaian. True love tidak akan pernah menyakiti hati kita. Perasaan terluka atau ketakutan tersakiti oleh cinta hanya ada karena kita tidak mengerti tentang prinsip relationship itu sendiri. Relationship melibatkan tiga pribadi, pria, wanita, dan Yesus Kristus sebagai pusat atau puncak dari relationship itu. Jika memang semua benar dan tepat pada waktunya, kasih sejati akan mencari jalannya sendiri untuk menemukan hubungan yang sehat diantara ketiga pribadi tersebut.


"If you would be loved, love and be lovable" - Benjamin Franklin



Fokus pada Kelebihan Diri

Oleh : Angelina Kusuma

Suatu ketika didalam ruang wawancara, seorang pegawai HRD yang bertugas mewawancarai dua orang pelamar pekerjaan, Si A dan Si B, mengajukan pertanyaan yang sama kepada kedua orang tersebut secara terpisah, "Apa kelebihan yang anda punyai sehingga membuat perusahaan ini mengalami untung dengan keberadaan anda disini."

Si A menjawab, "Saya lulus dengan nilai cumlaude dari fakultas saya. Saya menguasai ilmu komputer dan ilmu management dengan baik. Dengan semua kemampuan akademis yang saya miliki, saya pasti bisa memajukan perusahaan ini."

Si B menjawab, "Saya orang yang jujur, dan anda bisa mempercayai saya untuk memegang rahasia perusahaan. Saya orang yang tahan uji, dan anda bisa mempekerjakan saya dibagian yang mempunyai job pressure tinggi. Saya orang yang tekun, dan anda bisa mempercayai saya untuk mempelajari strategi-strategi untuk memajukan produksi diperusahaan ini dan mengembangkannya."

Pertanyaan kedua: "Apakah kelemahan anda yang bisa menghambat ketika anda bekerja diperusahaan ini?"

Si A menjawab, "Saya mudah marah, jenuh, bosan, dan tidak bisa bekerja ditempat yang mempunyai banyak gangguan 'tidak nyaman' dari lingkungan."

Si B menjawab, "Kelemahan saya hanya akan timbul jika saya tidak mempunyai tekad untuk tetap BISA."

Manakah dari kedua orang tersebut yang akan mendapatkan posisi dari pekerjaan di perusahaan tersebut setelah proses pegujian pihak HRD selesai?

Setiap manusia pasti mempunyai kelemahan, mempunyai keterbatasan, dan mempunyai kekurangan. Yang membedakan antara orang yang berhasil dalam hidupnya dan yang kalah adalah cara mereka menyikapi semua tanda minus dalam kehidupan mereka.

Sering kali saya mengalami kenyataan bahwa orang yang disegani oleh orang-orang disekitarnya bukanlah orang yang pada mulanya jenius secara kepandaian akademis. Keberhasilan dalam menguasi teori dan dunia pendidikan hanyalah sepersekian faktor yang membuat orang tersebut berhasil dalam hidupnya. Faktor terbesar dalam diri manusia yang memacunya untuk menjadi orang berhasil dalam hidupnya adalah cara pandang dan pola pikir yang tertata rapi.

Kita harus menata fokus pikiran kita kepada kelebihan-kelebihan kita, mengalahkan ketakutan kita terhadap tanda minus dari diri kita sendiri dan lingkungan, serta selalu berjalan dalam kerangka, "Pasti BISA, jika ..."

If you want to reach a goal, you must 'see the reaching' in your own mind before you actually arrive at your goal - Zig Ziglar

Figur Bapak di Dunia & Bapa di Surga

Oleh : Angelina Kusuma

Maleakhi 4:6, Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Pertama kali saya mendengar ayat ini dari sebuah KKR-nya Bang Franky Sihombing (FS) sekitar tahun 2001 yang diadakan oleh sebuah universitas swasta di Surabaya. Tempat KKR-nya saya sudah lupa. Yang jelas KKR itu diadakan sekitar jam tiga sore di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Karena kebetulan ada kakak rohani saya yang mengajak semua adik sekomselnya ikut KKR ini, maka kami (ada enam orang) berangkat ke sana beramai-ramai.

Inti dari Firman yang dibawakan Bang FS waktu itu mengenai kondisi akhir zaman yang akan ditandai dengan salah satunya: Penghancuran figur seorang BAPA oleh si Iblis.

Dan, bukan suatu yang kebetulan jika beberapa minggu belakangan ini, akhirnya Tuhan kembali mengingatkan tentang BAPA ini didalam hati saya. Beberapa tahun sebelumnya, Dia memberi saya sebuah batu sandungan iman dalam hal BAPA. Saya pernah kehilangan figur seorang bapak dunia saya yang manis, ramah, dan hangat.

Kehilangan figur seorang bapak dunia itu sama sekali tidak menyenangkan. Semua perjalanan hidup saya rasanya ikut mengalami jalan buntu di satu titik ketika saya mulai memelihara akar pahit kepada bapak dunia saya. Hubungan saya dengan Bapa Surgawi pun ikut berantakan. Saya masih tetap ke gereja, tetapi hati saya rasanya kosong. Masih tetap melayani, tetapi inti dari pelayanan itu sendiri terasa hambar. Relationship saya dengan pria yang saya kasihipun mendadak menjadi buruk. Baik hubungan saya secara horisontal maupun vertikal, berhasil Iblis hancurkan dalam satu kebasan karena figur bapak dunia saya hancur terlebih dulu.

Hari ini, setelah membaca sebuah artikel yang dimuat disebuah situs rohani online di internet, kembali Bapa berbisik di telinga saya soal ayat diatas. Bapak kita di dunia adalah sebuah figur yang menggambarkan peranan-Nya di bumi ini. Pertama kalinya Tuhan menciptakan manusia, Ia menciptakan seorang pria. Dan pria yang dinamai-Nya Adam itulah yang kemudian mengemban tugas penting-Nya sebagai seorang bapak bagi keturunannya, sama seperti Dia yang menjadi Bapa bagi kita semua, anak-anak-Nya.

Tidak mudah memang menjadi seorang bapak yang baik. Tidak mudah untuk menjadi bapak dari anak-anak yang terlahir secara jasmani. Bapa Surgawi juga pernah gundah gulana oleh ulah anak-anak (manusia) yang ciptakan-Nya, sehingga Ia berkehendak memusnahkan semuanya.

Kejadian 6:5-8, Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Kejadian 6:13, Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Di banyak kasus pernikahan dunia, sukses mencetak pria yang siap disebut sebagai suami dan bapak, tetapi kebanyakan dari mereka bukanlah seorang suami dan juga seorang bapak yang memang benar-benar ada di posisi tersebut karena memang layak dan pantas. Tak heran jika saat ini sebutan suami atau bapak sudah seperti sebuah gelar. Siap disandang setelah berhasil bersanding dipelaminan. Tetapi bisa juga ditanggalkan dengan gampang jika sudah tidak nyaman lagi dengan pernikahannya alias bercerai.

Hal inilah yang menjadi celah empuk bagi si Iblis untuk menghancurkan karya kasih karunia Allah bagi manusia. Iblis menghancurkan figur seorang bapak di dunia yang mendekati peranan Tuhan kepada kita agar ia dengan gampang bisa menghancurkan segi kehidupan kita yang lain.

Bagaimana kita bisa lebih dekat kepada Bapa di Surga, jika kita sendiri tidak pernah bisa mempercayai bapak kita di dunia?

Bagaimana hubungan kita dengan Bapa di Surga bisa berjalan harmonis, jika dengan bapak dunia kita yang nyata, kita tidak bisa hidup bersama dengan damai?

Bagaimana kita bisa merasakan kasih-Nya dan kasih dari sesama kita yang lain dengan sempurna, jika kita tidak pernah merasakan kasih hangat dari bapak dunia kita yang seharusnya mengajari kita tentang sebuah teladan kasih yang nyata dan tulus?

Begitu banyak tembok pemisah yang terkadang dibangun sendiri oleh seorang pria untuk peranannya sebagai seorang suami dan juga seorang bapak. Dan seberapa banyak pria yang sadar akan peranan yang akan disandangnya sebagai seorang bapak di dunia ini bagi anak-anaknya nanti? Yang berarti bahwa peranannya akan menggambarkan hubungannya sendiri dan anak-anaknya kepada Yesus Kristus dan juga sebaliknya.

Begitu dalam jurang yang diciptakn sendiri oleh seorang anak untuk para bapak-bapak mereka di dunia ini karena satu kata: keegoisan. Dan seberapa banyak anak-anak yang sadar akan peranan keharmonisan hubungan antara anak dan bapak di dunia ini yang akan membuat hubungan mereka dengan Bapa di Surga dan sesamanya juga berjalan lebih harmonis?

Seberapa banyak orang yang sadar pada hari ini: bahwa sebelum kita bertemu muka dengan Bapa Surgawi yang kekal, kita harus menghargai bapak kita di dunia terlebih dahulu. Meskipun Beliau jauh daripada sempurna - tidak ada malaikat di dunia ini - dan terkadang hanya bisa membuat kita kesal atau marah. Karena dari Beliaulah, Tuhan telah menetapkan cara untuk menitipkan benih-Nya agar kita ada sebagaimana kita hidup di hari ini.

Jika anda sadar saat ini betapa pentingnya hubungan kita dengan bapak kita di dunia yang mempengaruhi hubungan kita dengan Bapa di Surga dan sesama kita di dunia, maka segeralah hancurkan tembok dan jurang pemisah antara diri anda dan bapak anda di dunia ini sebelum semuanya terlewat dengan sia-sia.



Durian

Oleh : Angelina Kusuma

Kemarin malam setibanya di rumah dari bekerja seharian, sergapan bau harum dari buah durian yang sedang disimpan di kamar belakang rumah saya langsung membuat hidung ini kembang kempis. Harum sekali baunya. Rasanya sudah tidak sabar untuk menikmati hasil tanaman kebun sendiri selama sepuluh tahun yang lalu itu.

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk mendapatkan sebuah durian yang enak dari pohon kita sendiri. Papi saya harus menanam pohon duriannya dikebun keluarga saya dan harus setia menunggu pohon itu tumbuh berkembang sampai tiba waktunya si pohon bisa menghasilkan buah seperti sekarang. Minggu kemarin, Papi dan Mami saya pergi ke kebun durian kami dan mulai memanen beberapa biji dari buah duriannya langsung dari pohon kami.

Ketika saya ingin memakan buah durian yang sudah masak, ternyata saya perlu berjuang keras juga. Kulit durian yang berduri dan lumayan tebal itu membuat saya harus mengeluarkan sedikit tenaga untuk membukanya dan membutuhkan sebuah pisau untuk membantu usaha saya tersebut.

Saya sempat berfikir, "Yah, buah yang luarnya jelek seperti ini kok disukai banyak orang?".

Kulit luar durian tentu saja jelek. Berduri tajam-tajam dan tebal, membuat orang harus bersusah payah terlebih dahulu untuk bukanya. Tetapi jangan salah, rasa buah durian itu sangat enak. Siapa yang tidak suka makan buah yang satu ini?

Buah durian bisa menjadi sebuah refleksi sederhana dalam kehidupan kita. Terkadang, kita juga harus mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran untuk mendapatkan sesuatu yang berharga di depan sana. Sama seperti saat kita ingin memakan buah durian, tentu kita juga harus mengeluarkan tenaga terlebih dahulu untuk melewati kulit durian yang berduri tajam dan tebal. Setelah sampai dibagian dalam buah durian, kita tinggal menikmati sebuah rasa dari salah satu ciptaan Tuhan yang begitu nikmat dan lezat itu.

Hidup kita tergantung dari bagaimana cara kita menjalaninya. Apakah disaat kita harus berhadapan dengan duri-duri kehidupan - seperti duri-duri dikulit durian, kita tetap tegar, bersemangat dan berusaha keras untuk melewatinya, atau kita menyerah pasrah dan menghentikan semua usaha kita untuk meraih sesuatu yang berharga tersebut. Jika kita berhasil melewati duri-duri kehidupan itu, tentu sebuah penghargaan besar sudah disiapkan oleh Yesus Kristus diujung sana untuk kita - jika kita berhasil melewati kulitnya yang berduri dan tebal, maka kita baru bisa memakan buah duriannya yang lezat.

Sesuatu yang berharga tidak datang secara tiba-tiba. Tetapi selalu butuh proses, waktu, pengorbanan, dan juga harga yang harus dibayar, yang akan membentuk pribadi kita sehingga pantas untuk mendapatkan hal tersebut.

Mazmur 126:5-6, Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Cara Melupakan Orang yang Pernah Kita Sayangi

Oleh : Angelina Kusuma

Baru saja saya membuka salah satu topik diskusi disebuah forum Kristen online bagian Relationship. Ada seorang member diskusi yang bertanya, "Bagaimana cara melupakan orang yang pernah kita sayangi dengan cepat?" Kontan, pertanyaan tersebut membuat saya tersenyum. Apa benar ada cara khusus untuk melupakan orang yang pernah kita sayangi di dunia ini?

Ada beberapa pria yang pernah saya sayangi dalam area relationship. Pertama, seorang anak lelaki yang saya temui saat saya berkenalan dengan yang namanya cinta monyet waktu SMP. Sekarang anak tersebut sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa dan sedang menyelesaikan kuliahnya di negara Jerman. Kedua, adalah seorang lelaki mengesankan yang saya temui waktu kuliah. Pria kedua ini sekarang sudah menikah dan tinggal di Batam bersama keluarganya.

Apakah saya pernah melupakan kenangan saya bersama dua orang pria yang pernah saya sayangi dimasa lalu tersebut? Sama sekali tidak pernah. Saya masih sering mengingat masa lalu saya bersama pria-pria tersebut. Dan terkadang kenangan itu bisa membuat saya tersenyum sendirian.

Apakah saya masih menyayangi mereka? Tentu, saya masih menyayangi kedua pria tersebut. Tetapi, anda jangan salah. Rasa sayang yang saya miliki sekarang untuk mereka sudah berubah total. Bukan lagi rasa sayang seorang wanita kepada seorang pria yang mengarah kepada relationship. Tetapi lebih mengarah kepada rasa sayang seorang wanita kepada sahabat-sahabat prianya. Waktu, telah merubah segalanya.

Cara tercepat untuk melupakan seseorang yang pernah kita sayangi itu tidak pernah ada. Yang ada adalah tindakan untuk mengubah bentuk rasa sayang – dari sense relatinonship, ke bentuk rasa sayang yang lain - sahabat atau saudara.

Seingat saya, dulu waktu pertama kali saya putus hubungan dengan kedua pria itu kesedihan dan penyesalan selalu menghiasi hari-hari saya. Apalagi saat saya putus hubungan dengan lelaki yang saya kenal waktu cinta monyet SMP. Saya sempat berprinsip untuk tidak mau mengenal dengan yang namanya cinta setelah kehilangan dia.

Tetapi akhirnya? Saya kembali jatuh cinta kepada seorang pria lain di perjalanan hidup saya meskipun kemudian terpaksa harus mengalami putus hubungan kembali.

Otak manusia dirancang dengan sangat unik oleh Tuhan. Otak bisa menyimpan semua memori yang terjadi dalam kehidupan manusia dengan begitu rinci. Meskipun suatu saat manusia tersebut terkena Amnesia - lupa ingatan sesaat, sebenarnya keadaan itu tidak akan bisa menghilangkan torehan memori yang sudah terlanjur terekam disana. Suatu saat, memori yang terselip tersebut akan kembali juga kepada pemiliknya dan kembali memberikan warna tersendiri dalam kehidupannya.

Otak tidak sama dengan komputer. Jika kita tidak suka dengan salah satu program yang ada didalamnya, maka kita bisa melakukan uninstall atau delete program tersebut langsung dari memori komputernya. Tetapi kenangan dalam otak kita sama sekali tidak bisa dihapus begitu saja. Yang bisa adalah merubah akibat dari timbulnya kenangan tersebut dalam hidup kita ke bentuk lain dari yang pertama kita rasakan sebelumnya.

Saya yakin semua orang bisa melakukan perubahan tersebut. Yang jelas, jangan pernah menghindari sesuatu dengan membencinya. Perasaan benci hanya akan membuat kita semakin dekat dengan apa yang kita benci. Hal ini seperti penerapan hukum magnetic tentang gaya tarik-menarik dalam ilmu Fisika. Sumbu negatif akan selalu menarik sumbu positif dan juga sebaliknya. Begitu juga tentang benci. Dengan benci bukannya kita akan merenggang dengan apa yang kita benci, tetapi justru dengan benci akan semakin mendekatkan kita dengan apa yang kita benci tersebut.

Menikmati kesedihan sesaat akibat putus hubungan dengan orang yang kita sayangi, itu jauh lebih baik daripada berusaha membenci kenangan dan masa lalu yang telah terjadi dengan sekuat tenaga. Waktu akan menyembuhkan luka-luka batin dengan sendirinya. Hadapi kenyataan sepahit dan sesedih apapun itu, dan beri diri kesempatan untuk menjalani proses hidup yang memang harus terjadi dalam hidup kita dengan tegar.

Have a nice relationship!