Wednesday, July 30, 2008

Be Happy Singlers

Oleh : Angelina Kusuma

"Kamu itu sudah cukup matang usianya, mapan, tidak terlalu buruk rupa juga ... kenapa nggak segera menikah sie ? Terlalu memilih calon pasangan hidup ya ?"


Satu lagi pertanyaan tentang pemilihan calon pasangan hidup yang banyak membuat para single diusia matang harus menyiapkan 1001 jawaban ketika mendengarnya. Meskipun yang menjalani masa single sendiri tidak pernah mempermasalahkan status ke-single-annya, tetapi dunia luar terkadang begitu sibuk mengurusi ketiadaan pasangan disamping mereka ini.

Berulang kali saya juga mendapat pertanyaan seperti diatas dari keluarga, sahabat, maupun dari para kerabat yang mengenal saya. Bahkan meskipun berulang kali saya sudah menjelaskan kepada mereka tentang alasan kenapa saya masih betah dengan status single sampai saat ini, pertanyaan tersebut masih terus menjadi tradisi untuk dilontarkan kepada saya dari tahun ke tahun.

Menyandang status single bagi saya mempunyai kenikmatan sendiri. Bebas berkarrier, bebas menggali ide-ide paling gila sekalipun, bebas berekspresi, bebas bepergian kemana saja, dan bebas melakukan segala hal untuk kesenangan diri sendiri tanpa takut ada yang melarang atau kecewa dengan tindakan saya. Single bukan berarti abnormal. Single hanyalah sebuah keadaan yang dipilih oleh yang menjalaninya untuk tidak atau menunda waktu untuk hidup berpasangan. Yang sering membuat saya protes terhadap orang-orang sekeliling saya adalah cap bahwa seorang single diusia matang dan kehidupan yang sudah mapan berarti terlalu memilih calon pasangan hidupnya.

Apakah memilih calon pasangan hidup itu salah ?

Memilih calon pasangan hidup saya rasa memang perlu. Tidak ada yang salah dari tindakan pilih memilih sebelum ada komitmen dalam relationship atau ikatan pernikahan kudus di gereja. Setiap orang tentunya ingin mengalami pernikahan sekali seumur hidupnya. Dan memilih calon pasangan hidup yang terbaik adalah bagian dari proses untuk mewujudkan impian menikah sekali seumur hidup tersebut.

Bukan hanya manusia saja yang menginginkan tidak adanya perceraian antara dua orang pria dan wanita yang sudah menikah. Tuhanpun menginginkan kita untuk memiliki sebuah pernikahan yang langgeng selamanya dan memerintahkan kita supaya memilih calon pasangan hidup yang benar.

Matius 19:6, Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Markus 10:9, Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kriteria calon pasangan hidup

Batasan memilih calon pasangan hidup bisa digolongkan dalam tiga kriteria utama, yaitu kriteria rohani, kriteria jiwani, dan kriteria jasmani. Kriteria rohani yang tidak bisa kita tawar adalah calon pasangan hidup kita harus dari golongan anak-anak Tuhan yang juga percaya kepada Kristus. Kata 'jangan' dalam ayat dibawah ini menunjukkan perintah larangan yang tidak boleh kita langgar karena merupakan otoritas dari Tuhan sendiri untuk memprakarsai sebuah pernikahan yang diperkenan oleh-Nya.

2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

Dua kriteria selain kerohanian bisa kita seimbangkan sesuai kebutuhan dan pilihan kita. Kriteria jiwani mengarah pada kepribadian seseorang seperti sifat-sifat feminin atau maskulin, keibuan atau kebapakan, tingkat kebijaksanaan, kesabaran, ketenangan menghadapi masalah, kesiapan menghadapi komitmen pernikahan, dan lain-lain.

Latar belakang kehidupan yang berbeda-beda, membuat batasan kriteria jiwani dan jasmani menjadi relatif dimata setiap orang yang memandangnya. Tidak ada yang melarang jika kita ingin memilih calon pasangan hidup yang tampan atau cantik, yang kaya, yang pintar, yang lebih tua dari kita, yang tinggi, yang berkulit putih, berambut lurus, atau juga kriteria-kriteria fisik lainnya. Seperti apapun kriteria jiwani dan jasmani mengenai calon pasangan hidup yang kita buat, kita harus menyadari bahwa tidak ada manusia seperti malaikat didunia ini dan setiap pemilihan kita selalu membawa konsekuensinya masing-masing.

Ditangan manusia atau Tuhan ?

Saya percaya bahwa Tuhan mempunyai kuasa untuk menentukan setiap hal yang terjadi dalam hidup kita sekecil apapun itu. Ia menghitung dengan teliti setiap helai rambut yang jatuh dan jumlah rambut yang ada dikepala kita. Begitupun mengenai siapa pasangan hidup kita dimasa depan, Ia juga pasti sudah menetapkannya dengan sempurna. Yang bisa kita lakukan sebagai manusia adalah mengikuti alur rencana-Nya. Ia tetap memberikan kita pilihan untuk menentukan siapa pasangan hidup kita dalam hidup ini, tetapi semuanya ada dalam kontrol kuasa-Nya.

Manusia diciptakan untuk kesenangan bagi Tuhan. Ia tidak pernah menahan kebaikan yang terjadi dalam hidup kita. Asalkan sudah tiba waktunya, Ia akan memberikan kepada kita tepat sesuai kebutuhan, karena Ia selalu ingin membuat kita melimpah dalam kepenuhan sukacita dan kemuliaan-Nya. Manusia sering kali tidak mampu melihat setiap detail yang sedang dikerjakan oleh Tuhan untuknya sebelum semua selesai. Begitu juga dengan pernikahan. Sebelum kita sampai ke depan altar gereja dan mengucapkan janji pernikahan kudus, kita belum bisa mengklaim bahwa kita sudah memperoleh pasangan hidup yang tepat betapapun kita sudah menyanding seorang mr. / miss charming impian kita.

Tuhan bekerja dalam kehidupan setiap single untuk menyiapkan pribadi mereka menyambut pasangan hidup yang mereka butuhkan. Lama atau tidaknya proses pertemuan kita dengan pasangan hidup kita ditentukan oleh seberapa kita peka terhadap bimbingan-Nya saat proses persiapan itu berlangsung.

Perhiasan yang indah diperoleh dari sebongkah logam mulia yang harus mengalami proses pemanasan dan penempaan berkali-kali sebelum ia menjelma menjadi sebuah benda yang berharga. Single juga merupakan proses pemanasan dan penempaan berkali-kali sebelum menuju pernikahan kudus. Semakin kita mempercayai-Nya saat masa single, semakin kita siap ketika menapak ke pernikahan kudus.

Menikmati masa single

Melewati masa single dengan kepanikan ketika melihat orang-orang disekeliling mulai meninggalkan status tersebut satu per satu adalah keputusan yang salah. Sesuatu yang enak dirasa, tidak bisa dinikmati dengan cara tergesa-gesa. Buah yang kurang matang diatas pohonpun rasanya juga pasti tidak enak. Perlu pengendalian diri dan fokus yang benar-benar tertuju kepada tujuan akhir Bapa di Surga agar tidak salah melangkah.

Jalani masa single dengan enjoy, isi dengan hal-hal yang membangun iman dan mantapkan pribadi sebagai individu yang utuh, berkualitas baik secara rohani, jiwani, maupun jasmani. Usaha didalam Tuhan tidak ada yang sia-sia. Lebih baik menunggu calon pasangan hidup yang benar-benar telah Tuhan sediakan dengan setia, daripada mencapai yang ada saat ini hanya untuk menghindari pandangan miring dari dunia luar. Tuhan tidak akan pernah lalai memberi yang terbaik kepada anak-anak kesayangan-Nya. Be happy singlers ! (nj@coe).



Monday, July 28, 2008

Copy Paste

Oleh : Angelina Kusuma

Kejadian yang menimpa saya beberapa hari ini hampir membuat produktifitas menulis saya mati suri. Beberapa tulisan saya ternyata tersebar bebas di internet dan banyak yang tidak mencantumkan nama maupun link ke blog saya sebagai sumber aslinya. Penemuan itu tentu saja membuat semangat berbagi kepada yang orang lain akan berkat-berkat Tuhan yang telah saya terima dalam hidup ini, luntur seketika. Sebenarnya saya tidak keberatan jika ada pihak-pihak yang ingin meng-copy tulisan-tulisan saya dan menyebar luaskannya, asalkan memperhatikan aturan copy paste yang benar di dunia maya, seperti pencantuman nama penulis atau link sumbernya. Semakin banyak tulisan saya tersebar luas, berarti menandakan bahwa apa yang saya kerjakan selama ini telah diterima orang lain dan bisa memuliakan Tuhan Yesus yang menginspirasi saya.

Bagi saya, penulis mempunyai tanggung jawab atas apa yang sudah ditulisnya. Sama seperti sebuah pedang yang bisa digunakan untuk membunuh atau mengobati luka seseorang, tulisan juga bisa membawa dampak negatif dan positif bagi setiap orang yang membacanya. Saya tidak pernah meremehkan tulisan orang lain sesederhana apapun tulisan tersebut. Sama seperti lagu, lukisan, patung, tarian, dan karya seni lainnya, tulisan juga merupakan karya yang harus dihargai karena merupakan buah tangan dari sang penulisnya. Karena saya menghargai kerja keras setiap penulis, seminimal mungkin saya tidak ingin meng-copy atau menyebar luaskan tulisan-tulisan yang bukan karya saya. Lebih baik, saya meluangkan waktu berjam-jam di depan komputer atau laptop saya demi bisa memberkati orang lain dengan karya yang saya buat sendiri.

"Apa tujuanmu pertama kali waktu menulis, Njie ?" Dua kali saya mendengar pertanyaan ini dari dua sahabat yang tahu permasalahan yang sedang saya hadapi. Ketika semangat berbagi saya terbentur pada kategori pembajakan karya seni di internet atau cyber crime, tak urung membuat saya bersedih. Ada perasaan tidak rela ketika menjumpai tulisan yang pernah saya buat setelah menghabiskan beberapa jam atau beberapa hari untuk menggali ide-ide menarik, ternyata terpasang di blog orang lain tanpa ada keterangan apapun mengenai diri saya sebagai penulis aslinya. Apalagi jika saya mengetahui bahwa tulisan itu dinilai oleh pembacanya, ada sekelumit perasaan tidak dihargai sebagai penulis terselib dibenak saya.

"Memberkati orang lain ..."

"Untuk kemulianmu sendiri apa kemuliaan Bapa di Surga ?"


"Bapa di Surga ..."


Saya tersentak dengan kalimat jawaban yang saya ucapkan sendiri menanggapi pertanyaan sahabat saya itu. Sebelum tulisan-tulisan saya di copy paste sembarangan dan beredar di blog-blog berlabel Kristen yang ada di internet tanpa menyebutkan saya sebagai penulisnya, seorang sahabat juga pernah memperingatkan tentang kebiasaan buruk orang Indonesia yang kurang menghargai kerja keras seorang penulis ini.

"Mendingan kamu bikin buku aja. Sayang tuh tulisan bagus-bagus di share gitu aja di blog dan mailing list. Paling lama-lama juga bakal di copy paste sana-sini sama orang-orang tak bertanggung jawab."

"Aku kan ingin berbagi berkat juga dengan yang lain makanya aku belum berminat menjadikan tulisan-tulisanku itu komersiil."


Dulu, saya bisa berkata santai seperti diatas karena saya memang belum pernah mengalami masalah seperti ini sebelumnya. Lagi pula saya belum memiliki kepercayaan diri yang terlalu tinggi bahwa tulisan-tulisan sederhana saya bisa membuat orang lain tertarik untuk meng-copy paste seenaknya, seperti layaknya tulisan dari para penulis profesional. Tetapi setelah beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah tulisan saya terpajang di salah satu forum Kristen Indonesia tanpa menyertakan identitas saya sebagai penulisnya, saya mulai resah dibuatnya.

Dari hasil pencarian lewat search engine, ternyata saya juga menemukan beberapa artikel saya lainnya, mejeng di beberapa blog berlabel Kristen tanpa nama saya sebagai penulis. Parahnya lagi blog tersebut ikut dalam sebuah ajang pemilihan blog Kristen terbaik yang sedang diselenggarakan oleh sebuah website Kristen Indonesia. Barulah kali ini saya benar-benar terpukul karena tidak mengindahkan peringatan sahabat saya dulu. Mungkin karena budaya di Indonesia yang belum terbiasa menulis dan rasa menghargai sebuah karya seni yang rendah, membuat copy paste tulisan tanpa menyertakan nama penulis maupun sumber aslinya adalah suatu hal yang lumrah.

"Sabar Njie, kamu harus berbahagai karena bajakan adalah pengakuan terbesar dari masyarakat Indonesia bahwa kamu punya kualitas."

Yah, mau tidak mau saya memang harus bersabar atas masalah ini. Meskipun saya tidak terkenal, tetapi tulisan-tulisan saya ternyata diterima oleh sebagian warga di dunia maya dan jika banyak yang diberkati karenanya, berarti tujuan utama saya untuk memuliakan Bapa di Surga telah tercapai. Lewat masalah ini, saya juga menjadi sadar betapa berharganya pekerjaan saya dimata Tuhan. Tidak perduli bahwa saya hanyalah seorang penulis 'iseng' yang setiap hari menulis untuk membuang rasa bosannya, tetapi Ia tetap berkenan terhadap hal-hal kecil yang saya kerjakan.

"Orang lain bisa menirumu, tetapi mereka tidak akan pernah menjadi dirimu seutuhnya."

Kalimat penghiburan dari sahabat saya ini akhirnya membuat saya kembali tersenyum. Memang, seharusnya saya tidak perlu resah jika ada orang-orang yang meng-copy paste tulisan saya dan menyebar luaskannya tanpa menyertakan saya sebagai penulis dan sumber aslinya. Saya sudah cukup puas dengan apa yang Tuhan jadikan melalui diri saya. Semua orang bisa mengambil karya-karya saya seenaknya bahkan mengakuinya jika mau, tetapi mereka tidak akan pernah bisa mengambil karakter diri saya yang ada didalam tulisan-tulisan itu sampai kapanpun. Karena karakter seseorang adalah ciri khas yang hanya dimiliki perseorangan dan yang tidak akan pernah bisa diambil atau ditiru begitu saja.

"There is in the worst of fortune the best of chances for a happy change" - Euripides

Apapun yang ingin anda kerjakan, kerjakan dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan. Hal baik atau buruk yang terjadi dalam hidup kita adalah untuk menggenapi rencana mulia-Nya. Saya tidak akan pernah mengetahui bahwa tulisan-tulisan saya diterima orang lain jika tidak ada penemuan copy paste beberapa tulisan saya di blog-blog internet. Dan saya tidak akan sadar betapa berharganya saya bagi Dia, jika tidak melalui masalah ini juga.

Tidak terlalu penting apakah orang lain akan mengenal saya sebagai penulis dari beberapa artikel Kristen yang ter-copy paste seenaknya oleh beberapa oknum di internet tersebut. Yang pasti, Yesus mengenali saya sebagai kepanjangan tangan-Nya dan saya sudah terpuaskan karena kehormatan yang diberikan-Nya ini (nj@coe).

Yohanes 3:30, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil

Friday, July 25, 2008

Cinta Sejati

Oleh : Angelina Kusuma

Seorang sahabat memberi saya definisi mengenai cinta yang membuat saya terbengong-bengong.

"Cinta adalah ketika kamu masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ketika kamu masih bisa menerima kesalahannnya karena itu adalah bagian dari kepribadiannya. Ketika kamu tertarik kepada orang lain tetapi kamu masih setia bersamanya. Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, dan kematianmu. Ketika hatimu tercabik bila ia sedang bersedih. Ketika kamu menangis atas kepedihannya biarpun ia cukup tegar. Ketika kamu ikut terluka bila ia sakit. Ketika kamu ingin selalu menyentuhnya, memeluknya karena kamu sayang dengannya (ini untuk yang sudah menikah). Ketika matanya melihat hatimu yang sesungguhnya dan menyentuh jiwamu dengan dalam sekali sampai kamu merasa nyeri. Cinta adalah suatu yang absurd and unexplain. Tetapi yang terpenting mencintai karena sesuatu dan anugerah Tuhan, menerima pasangan dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Cinta saling memberi dan menerima dengan segala keikhlasan hati." - MUA

Definisi cinta yang diberikan sahabat saya itu cukup membuat mulut saya ternganga lebar beberapa saat. Hebat ! Ia bisa menuliskan satu paragraf penuh tentang cinta hanya dengan sekali waktu dalam chat online kami. Tidak ada yang salah jika ia mendefinisikan cinta dengan tulisan seperti diatas. Pengalaman relationship dalam hidupnya, pasti sudah mengajarinya banyak hal untuk bisa merangkai kata-kata seperti demikian.

Setiap manusia pasti mempunyai definisi cinta yang beraneka ragam. Semuanya dipengaruhi oleh pengalaman dan kisah-kisah relationship yang terjadi dalam kehidupan masing-masing pribadi. Saat saya masih duduk dibangku SMP, saya mendefinisikan cinta sebagai Ko Sur. Saat itu, saya memang sedang mengalami cinta pertama dengan seorang teman laki-laki yang bernama Ko Sur. Masa puber saya mengalir begitu saja dalam balutan cinta monyet. Mengklaim bahwa sesosok pribadi yang saya sukai, itulah yang dinamakan dengan cinta.

Setelah naik ke jenjang SMU, definisi cinta saya mulai berkembang lagi. Kehilangan Ko Sur memang sempat membuat saya seolah kehilangan seluruh cinta yang saya miliki. Tetapi lambat laun saya menemukan anak laki-laki lain yang juga bisa membuat saya jatuh cinta dimasa-masa yang kata orang adalah gerbang menuju kedewasaan. Kali ini cinta saya tak lagi hanya merujuk kepada satu pribadi saja. Bagaimana tidak ? Masa SMU adalah masa paling banyak bermunculan anak laki-laki menarik dalam pandangan saya. Hmm, masa-masa pencarian jati diri ini membuat saya menilai bahwa cinta adalah proses pencarian pasangan yang terbaik.

Masa-masa SMP sampai SMU saya ternyata bukanlah saat yang tepat untuk mengerti sepenuhnya tentang cinta sejati. Semua yang pernah saya rasakan dimasa-masa itu hanyalah letupan masa puber yang merupakan emosi anak remaja saat pertama kali merasakan getar-getar ketertarikan dengan lawan jenis.

Saat saya bersinggungan dengan Kristus lebih dekat, saya mulai mengerti bahwa cinta tidak sekedar menemukan seorang pria yang menarik, rupawan, pintar, dan ingin saya miliki suatu saat nanti. Step by step, Tuhan mengajari saya tentang cinta sejati yang ternyata sangat berbeda dengan anggapan saya sebelumnya.

I Corinthians 13:4-8a (NIV), Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It is not rude, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. Love never fails.

Cinta tidak hanya berdasar dari apa yang kita rasakan. Emosi atau perasaan kita pasti akan ikut terlibat saat kita menyukai lawan jenis. Tetapi emosi bukanlah satu-satunya tanda bahwa kita telah benar-benar mencintai seseorang. Cinta timbul melalui rasa kasih sayang yang mendalam atau pengabdian yang ditunjukkan melalui perbuatan, tidak hanya sekedar luapan perasaan. Ketika kita membiarkan perasaan mengambil alih semua tindakan kita saat mulai menyukai orang lain berarti kita sedang disetir ke arah cinta yang salah.

Pencarian cinta sejati memerlukan proses. Terkadang kita harus mengalami gagal dalam area relationship berkali-kali dan salah mencintai orang sebelum kita menemukan seseorang yang benar-benar bisa mengimbangi cinta yang kita punyai. Patah hati juga bagian dari proses pencarian cinta sejati. Kita tidak akan pernah bisa menghargai cinta orang lain, sebelum kita merasakan kehilangan orang yang kita cintai terlebih dulu.

Karena cinta itu sabar, maka tunggulah waktu yang tepat untuk menemukannya meskipun perlu pengorbanan yang tak sedikit.
Karena cinta itu murah hati, maka berikanlah dengan segenap hati tulus meskipun harus menyangkali diri bahwa kita ingin memiliki orang yang kita cintai selamanya.
Karena cinta itu tidak cemburu, maka jangan banyak menuntut untuk selalu menjadi hal terutama bagi orang yang kita cintai ketika ia sedang ingin bersama orang lain.

Karena cinta itu tidak memegahkan diri, maka jangan menganggap pribadi lebih superior dan ingin menguasai orang yang kita cintai seorang diri.
Karena cinta itu tidak sombong, maka jangan menjadikan kelebihan-kelebihan sebagai syarat utama untuk memperoleh cinta sejati.
Karena cinta itu tidak melakukan yang tidak sopan, maka jangan berbuat hal yang tidak senonoh kepada orang yang kita cintai dan membuatnya tercela karena ulah kita.

Karena cinta itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, maka jangan memaksakan semua keinginan kepada orang yang kita cintai jika ia tidak menghendakinya.
Karena cinta itu tidak pemarah, tetapi mengerti apa yang dirasakan oleh orang yang kita cintai setiap saat.
Karena cinta itu tidak menyimpan kesalahan orang lain, tetapi memaafkan kekeliruan yang diperbuat olehnya.

Karena cinta itu tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Menjadi pembela dan pelindung orang yang kita cintai, ketika ia membutuhkannya.
Karena cinta itu menutupi segala sesuatu, maka jangan mengungkit masa lalu yang ingin dikubur dalam-dalam oleh orang yang kita cintai.
Karena cinta itu percaya segala sesuatu, maka tutuplah semua indra perasa yang berhubungan dengan dunia luar dan sendengkan hati hanya kepada Tuhan ketika cinta mulai berbicara.

Karena cinta sejati itu mengharapkan segala sesuatu, maka jangan pernah lelah untuk berusaha mendapatkannya.
Karena cinta sejati itu sabar menanggung segala sesuatu, maka jangan pernah putus asa saat mengalami pencobaan karenanya.
Karena cinta sejati itu tidak berkesudahan, maka tidak akan ada kata berpisah saat kita sudah menemukannya.

Cinta sejati tidak hanya terbatas pada kata-kata romantis atau ungkapan yang terpendam didalam hati. Cinta sejati itu ada dan nyata jika kita mau berusaha mencarinya. Dan karena ia istimewa, maka cinta sejati layak untuk ditunggu, layak untuk diperjuangkan, dan layak untuk dijalani sampai akhir. Milikilah cinta sejati seperti Kristus yang telah setia memenuhi panggilan mulia-Nya untuk mati tersalib bagi dosa-dosa manusia. Tidak ada teladan yang pantas dicontoh didunia ini mengenai cara mencintai kecuali teladan-Nya (nj@coe).



Tuesday, July 22, 2008

Ayo Dipilih ... Dipilih ... Dipilih ...

Oleh : Angelina Kusuma

"Besok kamu pilih siapa ?", pertanyaan ini sudah berulang kali saya dengar hari ini. Tidak hanya terlontar dari orang-orang didunia nyata sekeliling saya, tetapi di status chat online yang saya miliki, hari ini juga marak dengan hal-hal yang berbau kata-kata 'pemilihan' untuk esok hari. Rabu, tanggal 23 Juli 2008 memang ditetapkan sebagai hari Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur wilayah Jawa Timur untuk periode 2008 - 2013 nanti. Maka, jadilah pertanyaan ini sebagai hot topic of this day bagi orang-orang yang tinggal diwilayah Jawa Timur tentunya.

Geliat pembangunan bilik-bilik TPS - Tempat Pemungutan Suara - juga terlihat menyibukkan beberapa titik disudut-sudut kota saya. Sejak pukul tiga sore tadi, satu rumah yang dekat dengan tempat kerja saya juga penuh dengan beberapa orang yang sibuk mempersiapkan bilik untuk pemungutan suara esok hari. Beberapa buah papan tulis besar dipasang dibagian depan TPS untuk memasang poster-poster berisi foto calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur beserta visi dan misi dari kelima pasangan yang mencalonkan diri.

"Pilih pemimpin yang benar lho ya", celetuk seorang Bapak kepada saya sewaktu berdiri didepan papan poster para calon Gubernur dan calon Wakil Gubernurnya, membaca visi dan misi yang akan dilakukan para pasangan pencalon itu untuk masa jabatan lima tahun ke depan jika mereka terpilih.

"Iya ni Pak, saya bingung menentukan pilihan buat besok", sahut saya sambil tersenyum - kecut. Dibalik kata-kata ini sebenarnya saya ingin menyembunyikan niatan - buruk - saya untuk golput - golongan putih, tidak menggunakan hak suaranya - beberapa minggu lalu. Sejak dulu saya tidak pernah tertarik dengan yang namanya politik. Jadi siapapun yang menjadi pemimpin entah itu ditingkat RT sampai Presiden, saya tidak terlalu antusias mengikutinya. Meskipun pernah sekali ikut pencoblosan Pemilu - Pemilihan Umum, pilihan saya waktu itu tidak berdasarkan hati nurani dan keinginan pribadi - ikut pilihan orang-orang disekeliling saya lebih tepatnya.

Tahun ini karena saya tepat berada dikota kelahiran saya - saya pernah absen tidak menggunakan hak suara saya pada Pemilu yang membawa SBY - JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI karena saat itu saya berada diluar kota dan tidak bisa kembali ke kota kelahiran untuk menggunakan hak suara, maka hak suara untuk memilih Kepala Daerah tahun ini kembali diberikan kepada saya. Awalnya saya hanya ingin memilih calon Gubernur yang akrab ditelinga saya beberapa bulan belakangan ini, "Asal sudah menggunakan hak suara, selesai kan masalahnya ?"

Tetapi beruntunglah, setelah diingatkan oleh Gembala Sidang saya di Ibadah Raya Minggu lalu mengenai arti pentingnya seorang pemimpin yang takut akan Tuhan dalam kehidupan kita, saya mengurungkan niat untuk sekedar 'bermain-main' dengan hak suara saya - seperti niatan sebelumnya - karena sekarang saya sudah berniat 100% menggunakan hak suara untuk memilih pemimpin yang benar-benar sesuai dengan kriteria saya.

Ibrani 13:17, Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Pemimpin yang takut akan Tuhan sangat diperlukan untuk membawa masyarakatnya menuju ke kesejahteraan. Jika kita asal-asalan memilih, tentunya kita juga tidak bisa asal komplain jika ternyata kepemimpinannya tidak berkualitas dimasa jabatannya. Meskipun sangat sulit memilih pemimpin yang takut akan Tuhan hanya dengan membaca visi dan misi dalam jabatan kelima calon pasangan Kepala Daerah tersebut - dalam tempo sesingkat-singkatnya alias sekilas doang, paling tidak esok hari saya sudah mempunyai gambaran besar dari apa yang akan mereka perjuangkan selama masa jabatan mereka masing-masing dan tidak asal pilih mengikuti dunia sekeliling saya memilih siapa.

Yeremia 29:7, Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Mari berdoa untuk para pemimpin dan kota dimana setiap kita ditempatkan. Dimanapun kita berada, Tuhan mempunyai tujuan khusus kenapa kita ada disana. Ia tidak sembarangan menempatkan kita disuatu kota hanya untuk memenuhi kota tersebut dengan keberadaan kita semata. Saya bertempat tinggal di Jawa Timur, berarti sudah kewajiban saya mendoakan para pemimpin dan kota dimana saya berada ini. Karena kesejahteraan Jawa Timur adalah kesejahteraaan saya juga.

Yuk, mene nyoblos rame-rame rek !

Monday, July 21, 2008

Ketika Aku Ingin Berhenti

Oleh : Angelina Kusuma

Sebulan belakangan ini, saya terserang penyakit tidak PD - Percaya Diri. Entah darimana datangnya virus yang hampir mematikan kesempatan saya untuk melayani Tuhan melalui internet tersebut datang. Yang jelas, sebulan ini mendadak saya tak lagi PD untuk mem-publish artikel-artikel yang saya tulis ke mailing list, forum online, maupun mengirimkannya secara khusus kepada beberapa sahabat dekat yang saya kasihi didalam Tuhan Yesus Kristus.

Saya tetap menulis di blog pribadi, tetapi saya sempat kehilangan fokus pelayanan rohani saya. Saya merasakan gairah melayani saya turun, tidak sedahsyat atau menyala-nyala seperti dulu, sehingga membuat saya berfikir, "Sudahlah Tuhan, aku berhenti melayani online."

Mungkin kedengarannya agak naif. Tetapi itulah yang terjadi selama setahun ini dengan tulisan-tulisan saya. Dari tulisan hasil pergumulan sehari-hari yang jauh daripada sempurna itu, mendatangkan beberapa jiwa untuk saya layani lewat internet. Ada yang share mengenai masalah yang sedang dihadapinya melalui e-mail, chat online, maupun personal massage - PM - di blog. Saya merasa tidak ada yang istimewa dari semua tulisan saya. Tata bahasanya masih kacau dan apa yang saya bahaspun tidak ada yang serius. Anehnya, dari sana justru memberi celah untuk saya melayani melalui dunia maya, sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya.

Gara-gara penyakit tidak PD yang saya derita itu, hampir sebulan ini aktivitas menulis saya hanya keluar masuk blog. Di mailing list utama yang selama ini rutin menjadi tempat saya mem-forward semua tulisan blog pun terhenti. Ada perasaan malas atau enggan yang sangat, menyerang saya untuk melakukan kegiatan itu lagi. Mungkin ini yang disebut titik jenuh pelayanan atau memang karena masalah-masalah pribadi yang datang bertubi-tubi kepada saya hari-hari belakangan ini yang menyebabkan saya tidak se-PD dulu.

Ketika saya kehilangan fokus, saya merasa bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan saya terhenti disatu titik itu terlalu lama. Tetap ada beberapa permasalahan yang di-share khusus kepada saya melalui e-mail dan chat online dari member mailing list yang saya ikuti, meskipun saya lama tidak banyak nimbrung disana. Semua mengatakan bahwa mereka datang untuk berbagi dengan saya hanya karena mereka mengenal saya melalui tulisan-tulisan - tidak penting - saya yang ter-forward dari mailing list tersebut.

"Loe tuh emang lebih terkenal didunia maya daripada dunia nyata, Njie. Jadi kalo loe ilang dari peredaran internet gitu aja, pasti ada yang nyariin loe."

Yes ! Mungkin itulah sebabnya kenapa meskipun saya sudah absen sementara waktu tidak mengirim tulisan atau artikel apapun ke mailing list tersebut, tetapi tetap ada beberapa member berkepentingan yang mencari saya untuk sekedar berbagi cerita mengenai permasalahan hidupnya. Tulisan sederhana lebih mudah diingat orang lain daripada tulisan berbobot tetapi menggunakan bahasa dewa, atau memang inilah salah satu tujuan hidup yang harus saya layani karena anugerah Tuhan melalui jari-jari tangan saya didunia maya.

Kerinduan untuk kembali memberkati dunia maya dengan tulisan-tulisan sepele saya, benar-benar dipulihkan Tuhan hari ini. Setelah kurang lebih sebulan tidak mem-forward tulisan apapun ke mailing list-mailing list yang saya ikuti, saya menemukan beberapa pesan yang ditinggalkan oleh sahabat-sahabat online saya dikedua account utama saya didunia maya, yaitu di Friendster dan blog Multiply. Beberapa bulan sebelumnya, saya pernah dengan sengaja memecah account-account yang biasa saya gunakan untuk online dengan beberapa alamat e-mail yang berbeda. Tujuannya, karena saya sedang tidak ingin 'ditemukan' oleh orang lain dan untuk membatasi diri saya dari gelar onliners sejati - gara-gara terserang penyakit tidak PD.

Sungguh sangat luar biasa bagi saya, ketika mendapati orang-orang yang tidak saya kenal secara nyata sebelumnya, tetapi mereka antusias menemukan account-account saya didunia maya - yang menggunakan e-mail berbeda-beda - dan memberi saya semangat untuk terus menulis. Melalui pengalaman ini juga, sebuah kalimat yang pernah diucapkan oleh sahabat saya kembali terngiang, "Ketika Tuhan memberimu karunia untuk melayani sesuatu, meskipun kamu tidak punya talenta disana, Ia akan memampukanmu untuk mengerjakannya dengan baik."

Saya akui, sahabat saya diatas benar adanya. Sejak dulu saya tidak pandai menulis. Tetapi Tuhan sudah mengubah saya menjadi penulis dan memberi saya ladang pelayanan dikomunitas maya karena anugerah-Nya. Meskipun terkesan abstrak, pada kenyataannya jiwa-jiwa yang tidak tersentuh oleh gereja juga ada di internet. Jadi tidak ada yang salah jika pelayanan konseling Kristiani berlangsung didunia ini.

Roma 12:11, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Malam ini, saya kembali menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang sempat down sebulan lalu. Saya ada dari Tuhan, oleh Tuhan, dan untuk Tuhan. Meskipun tenaga saya terbatas, tetapi Tuhan bisa mengubahnya menjadi tak terbatas. Saya akan terus melayani Tuhan dengan segala yang saya punyai, terus menulis untuk sahabat-sahabat saya didunia maya, dan akan terus berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Terima kasih buat sahabat-sahabat online dimanapun kalian berada yang sudah memberi semangat kepada saya untuk terus maju melayani Tuhan dan mengembalikan kepercayaan diri saya yang hampir hilang.

Karena kalian, aku mengangkat 'penaku' kembali !



Saturday, July 19, 2008

Teman Apa 'Teman'

Oleh : Angelina Kusuma

Pernahkah anda mempunyai jalinan pertemanan dengan lawan jenis yang sangat dekat sekali sehingga membuat batas-batas antar pertemanan dan hubungan berpacaran menjadi kabur ? Saat kita berteman dengan seseorang, kita biasanya akan membatasi diri untuk tidak mencampuri semua masalah-masalah pribadi dari teman kita dan tidak akan melibatkan emosi-emosi lain yang lebih dari sekedar kedekatan biasa.

Tetapi ketika status pertemanan yang semula terasa biasa tersebut mulai berubah sedikit demi sedikit dan semakin mendekat, kemudian membuat keduanya saling menyalurkan apa yang ada didalam hati masing-masing tanpa batasan, berinteraksi secara intens, dan mulai timbul perasaan, "Wah, dia orangnya asyik juga buat ngobrol and sharing ...", apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Dalam kondisi pertemanan yang biasa saja tidak ada unsur saling ketertarikan seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Teman hanya sebatas mempunyai kedekatan biasa dan tidak menimbulkan perasaan jelouse, rindu saat lama tidak bertemu, tidak ada perasaan sakit ketika ternyata si teman tersebut sedang dekat dengan lawan jenisnya yang lain, dan tidak ada ikatan emosional antar keduanya. Jika hubungan tersebut terus berlangsung tanpa adanya komitmen dari kedua belah pihak untuk berpacaran, itu yang dinamakan dengan TTM - Teman Tapi Mesra.

TTM sebenarnya adalah jenis hubungan relationship yang tidak sehat antara pria dan wanita. TTM bisa saja berakhir dengan menyakiti salah satu pihak yang jatuh cinta lebih dulu terhadap pihak yang lainnya, namun tidak bisa berbuat banyak karena sejak awal memang tidak ada komitmen yang mengikat keduanya. Bagaimana mungkin kita menuntut perhatian lebih dari seseorang yang tidak berstatus sebagai pacar kita ? Dan bagaimana cara kita mengikat orang yang tidak mempunyai komitmen apa-apa dengan kita sebelumnya ?

Hubungan pertemanan Rika dan Ben sudah berlangsung sejak mereka bertemu dipersekutuan doa kampus dan berlanjut sampai mereka bekerja didunianya masing-masing. Pada awalnya, pertemanan tersebut hanya sebatas rekan sepelayanan. Namun dalam jejak-jejak selanjutnya, intensitas dan kualitas hubungan yang dijalani keduanya mulai meningkat. Mulai dari sharing kehidupan pribadi, saling mengabari posisi masing-masing ketika sedang berjauhan, saling mendoakan satu sama lain, sehingga terbentuklah ikatan emosional yang kuat diantara keduanya. Tak hanya ikatan emosional keduanya yang semakin menguat, teman-teman disekeliling merekapun mulai menganggap bahwa mereka sedang berpacaran.

Suatu ketika Rika menangis dan mendekap hatinya yang terluka ketika disebuah e-mail yang diterimanya, Ben mencurahkan isi hatinya bahwa ia sedang tertarik dengan seorang wanita dan itu bukan dirinya. Ya, Rika mengalami patah hati layaknya ia sudah berpacaran dengan Ben bertahun-tahun sebelumnya. Salahkah Ben dalam hal ini karena ia tidak memahami perasaan Rika sebelumnya ? Atau salahkah Rika karena ia berharap lebih dari jalinan pertemanan - TTM - yang sudah ada dan apa yang bisa diperbuatnya selain bersedih menyesali kejadian yang tengah terjadi ?

Ini adalah dampak paling menyakitkan dari hubungan TTM yang tidak berlanjut pada jenjang berpacaran. Jika tanpa disadari kedua belah pihak bahwa hubungan pertemanan yang terjalin mengarah pada ketertarikan lebih dari sekedar teman namun tanpa komitmen, satu pihak yang jatuh cinta lebih dulu akan terluka ketika pasangannya tidak mempunyai perasaan yang sama dengannya.

Wanita sering kali menjadi objek yang paling banyak dirugikan dalam hubungan TTM. Wanita bergerak dengan perasaannya. Ia tidak akan mudah merasakan kedekatan secara emosional kecuali dengan pria yang dikasihinya secara tulus, meskipun dimulut atau ditingkah laku tidak diperlihatkannya secara nyata sebelum si pria mengambil inisitif untuk mengubah bentuk pertemanan itu ke jenjang yang lebih serius lagi - pacaran.

So, you guys and girls, if you feel that you're in a position like Rika and Ben, wake up now. Don't touch your opposite gender heart if you don't want take it in your true relationship. Keep your friendship frontier and keep your emotion 'till you're in a clear relationship. Be careful with intimate and passion combination in your friendship.

Friday, July 18, 2008

Mengelola Keuangan Sederhana

Oleh : Angelina Kusuma

Uang selalu menjadi bahan pembicaraan dimana-mana. Buku-buku yang mengupas tentang pengelolaan uang laris manis dipasaran, begitu juga artikel-artikel maupun pembicaraan - tlak show - yang menyinggung uang baik dimedia cetak, media elektronik, maupun internet banyak diburu oleh manusia yang saat ini hidupnya memang tidak lepas dari peranan satu benda ini.

Kemampuan pengelolaan keuangan yang baik sangat diperlukan bagi kehidupan pribadi, keluarga, maupun perusahaan. Pada prinsipnya, pengelolaan keuangan dalam setiap segi kehidupan hampir sama. Semuanya berbicara mengenai bagaimana cara mengelola pemasukan yang ada untuk memenuhi pengeluaran-pengeluaran yang terjadi.

Kehidupan yang makin sulit dari hari ke hari harus kita sikapi dengan jeli. Apa saja sumber-sumber pemasukan dan bagaimana cara memakainya untuk pos-pos pengeluaran kita sehingga tidak mengganggu sistem keuangan kita, bisa dipelajari dengan mudah jika kita tahu apa yang terpenting dan tidak terlalu penting bagi kehidupan kita masing-masing.

Secara sederhana, pos-pos pengeluaran yang biasa ditemui dalam kehidupan seorang pribadi atau keluarga adalah seperti berikut :

1. Persepuluhan
Persepuluhan adalah hal utama yang harus kita keluarkan disetiap awal bulan. Uang memang penting dalam hidup kita, tetapi uang bukanlah segalanya. Mencintai uang adalah akar kejahatan menurut Alkitab. Sepandai-pandainya seseorang mendapatkan pemasukan yang tinggi, jika ia tidak setia dalam hal persepuluhan kepada Tuhan, apalah gunanya. Persepuluhan menunjukkan kesetiaan kita mentaati Firman Tuhan dalam hal keuangan yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.

2. Hutang-hutang dan tagihan rekening koran
Hutang adalah jumlah uang yang kita pinjam dari orang lain atau bank. Waspadai penggunaan kartu kredit jika anda memilikinya, karena kartu kredit bisa menumbuhkan hutang-hutang tak terprediksi dipos pengeluaran hutang ini. Dalam hitungan keuangan yang sehat, jumlah hutang-hutang yang harus kita bayar setiap bulannya, sebaiknya tidak lebih dari separuh pendapatan total kita. Jika lebih memungkin lagi, jangan pernah berhutang agar neraca keuangan kita tidak terbebani. Jenis-jenis tagihan seperti tagihan listrik, tagihan air, maupun tagihan telepon juga bisa kita masukkan sebagai hutang-hutang 'terselubung' yang harus kita bayar setiap bulannya.

3. Kebutuhan pokok
Biaya kehidupan sehari-hari meliputi kebutuhan akan bahan makanan dan minuman, peralatan mandi dan cuci, pakaian, transportasi, sewa rumah, kebutuhan anak-anak, dan pengeluaran-pengeluaran yang setiap bulannya pasti kita perlukan. Untuk penghematan pengeluaran kebutuhan pokok, kita bisa mengatasinya dengan berbelanja kebutuhan pokok untuk satu bulan ke depan secara bersamaan - jika memungkinkan. Untuk pakaian bisa memilih bahan yang awet daripada sekedar mengikuti tren mode yang ada. Kegiatan berbelanja yang terlalu sering bisa membuat lonjakan pengeluaran diluar kapasitas kita, jadi hindari sedini mungkin dengan menerapkan pola berbelanja secara hemat dan tepat.

4. Biaya kesehatan
Kesehatan adalah modal utama untuk bekerja dan memperoleh pendapatan yang lebih baik. Kita tidak akan bisa mencari uang dengan giat jika kita sakit. Kebutuhan akan biaya kesehatan harus kita pikirkan juga agar tidak membebani keuangan saat tiba-tiba kita atau anggota keluarga lainnya jatuh sakit. Untuk menekan biaya pengeluaran untuk kesehatan, kita bisa menerapkan olah raga dan pola hidup sehat seperti tidak merokok, tidak meminum minuman beralkohol, tidak begadangan, dan lain-lain guna mencegah kerentanan tubuh terhadap sakit-penyakit - mencegah lebih baik daripada mengobati.

5. Pengeluaran life style
Kehidupan yang diwarnai high technology seperti sekarang ini cenderung memacu setiap orang untuk mempunyai benda-benda life style seperti hand phone, mobil atau sepeda motor, ipod, internet, dan benda-benda tersier lain-lain. Kehidupan life style juga memacu orang untuk mempunyai pos pengeluaran khusus terutama untuk voucher hand phone, internet pribadi dirumah, biaya perawatan mobil atau sepeda motor, dan lain-lain. Jika kepemilikan benda-benda life style tersebut tidak bisa kita hindari lagi, usahakan untuk mengontrol semua pengeluaran agar berada diambang batas paling minimal dalam pengeluaran bulanan kita.

6. Tabungan
Tabungan saya anggap sangat penting dalam pengelolaan keuangan baik perseorangan, keluarga, maupun perusahaan. Tabungan bukan saja diperlukan tetapi seharusnya menjadi gaya hidup kita. Waktu saya kecil, orang tua saya mengajari untuk menyimpan uang dalam celengan. Seiring kemajuan zaman, kita bisa menabung dibank yang lebih aman dan tidak terbatas oleh waktu. Menyisihkan jumlah tertentu dari total penghasilan yang kita terima setiap bulan untuk ditabung harus menjadi kebiasaan kita. Tabungan dalam bentuk investasi lainnya juga bisa dilakukan dengan cara mempunyai deposito - investasi aman, reksa dana, saham, atau diwujudkan dalam bentuk unit usaha tertentu - investasi beresiko. Yang perlu diingat, sebuah investasi dalam bentuk reksa dana, saham, atau berbentuk sebuah unit usaha tertentu bisa berbalik menjadi tanggungan hutang bagi kita jika mereka pailit. Pilih cara menabung yang benar sesuai dengan kemampuan pribadi anda agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak menyenangkan dikemudian hari.

7. Rekreasi dan hobby
Saya menempatkan pengeluaran untuk rekreasi dan hobby diurutan terakhir karena tidak semua orang perlu mengadakannya setiap saat. Hampir sama dengan pengeluaran life style, kita harus meminimalis pengeluaran dalam hal kebutuhan rekreasi dan hobby ini. Lebih baik lagi jika kita bisa mengubah hobby menjadi sumber pemasukan. Sekarang banyak bertebaran ladang penghasilan yang bermula dari sebuah hobby biasa.

Tidak perlu menunggu menjadi ahli keuangan untuk cerdas dalam hal mengelola keuangan pribadi dan keluarga anda. Yang kita butuhkan adalah kejelian melihat pos-pos pengeluaran yang paling kita butuhkan dan membandingkannya dengan pendapatan yang kita terima setiap bulannya. Defisit keuangan bisa kita kurangi dengan mencoret pengeluaran-pengeluaran tidak terlalu penting yang kita miliki kemudian menitik beratkannya pada hal-hal yang memang tidak bisa kita hindari.

Besar kecilnya pendapatan tidak menjamin bahwa kita bisa menutup seluruh biaya-biaya bulanan kita. Jangan pernah minder dengan gaji anda saat ini meskipun masih berada dikisaran 1 juta atau dibawah angka itu. Asal kita bisa mengelolanya dengan bijak, semua pendapatan kita akan mencukupi kehidupan sehari-hari.

Pahami diri sendiri, pahami lingkungan sekitar, dan cari celah untuk mendapatkan segala sesuatu yang kita butuhkan dengan harga minimal namun layak untuk hidup kita. Buang yang tidak diperlukan dan hidupi yang benar-benar menguntungkan. Semua ini adalah prinsip sederhana untuk tetap bertahan hidup didunia dengan pendapatan kita yang seadanya.



Thursday, July 17, 2008

Menggiatkan Kembali Unit Usaha yang Sepi

Oleh : Angelina Kusuma

Seorang sahabat lama muncul dijalur chat online saya kemarin malam. Dulu kami adalah rekan sepelayanan dipersekutuan mahasiswa Kristen kampus dan bertemu kembali didunia maya melalui mailing list dari persekutuan alumni Kristen kampus yang sama, setelah kelulusan saya sekitar 6 tahun yang lalu. Saat ini sahabat lama saya itu tengah menekuni dunia bisnis yang sama dengan saya dikota tempat tinggalnya, dan dari sanalah pembicaraan kami bermula.

"Usahaku sepi ..."

Bukan kali ini saja saya mendengar pernyataan seperti ini dari sahabat-sahabat saya yang menerjuni dunia bisnis - wirausaha. Pasang surutnya unit usaha yang kita miliki memang menjadi tolak ukur dan pemacu semangat bagi setiap wirausahawan. Setiap pemilik usaha pasti menginginkan arus pemasukan dari unit usahanya mengalir dengan lancar setiap saat ke dalam kasnya. Tetapi jika apa yang kita inginkan tersebut tidak terwujud juga, apakah kita akan menyerah begitu saja ?

Kalah sebelum bertanding bukanlah sifat saya. Keadaan usaha yang sepi pernah saya alami. Perasaan khawatir akan masa depan ketika melihat unit usaha yang saya kelola diambang kebangkrutan juga pernah saya rasakan. Saya bukan seorang ahli ekonomi atau pengamat dunia bisnis yang hebat. Tetapi dua tahun yang saya lalui bersama tumbuh dan berkembangnya unit usaha kecil saya telah mengajari banyak hal. Mulai dari pelajaran management sampai pembaruan mental dan spiritual.

Jika badanmu sehat, jadilah militer. Jika otakmu sehat, jadilah profesor. Tapi, jika badan dan otakmu sehat, jadilah wirausahawan

Saya pernah membaca quote diatas disebuah artikel dari internet. Awalnya saya men-copy quote tersebut karena tertarik dengan kata-kata wirausahawan yang terkandung didalamnya. Selang setahun setelah saya menemukan quote diatas dan ketika saya merefleksikannya dengan pengalaman mengelola unit usaha saya selama ini, ternyata quote diatas ada benarnya juga. Seorang wirausahawan tidak hanya dituntut memiliki tubuh yang sehat, tetapi juga harus mempunyai pikiran yang sehat pula demi membuat unit usaha yang dikelolanya bisa terus berkembang dan tidak berhenti atau jalan ditempat.

Menyikapi dunia usaha yang bergerak cepat pasang dan surutnya tidak boleh gegabah dan terburu-buru. Banyak hal yang mempengaruhi kenapa unit usaha kita sepi atau cenderung tidak berkembang.

1. Lokasi
Lokasi tempat dimana unit usaha kita berdiri menentukan wajah kita dihadapan pelanggan. Semakin lokasi kita mudah dijangkau oleh pelanggan, kesempatan untuk membuat mereka lebih sering berkunjung ke tempat kita juga akan semakin terbuka lebar.

2. Fasilitas unit usaha
Unit usaha kita menawarkan apa ? Jika kita menjual jasa, teknologi mutakhir tentu bisa memegang peranan untuk membuat pelanggan datang dan tidak ingin pindah ke lain hati. Jika kita menjual produk, kelengkapan dan macam dari berbagai jenis produk yang kita tawarkan tentu akan membuat pelanggan terpuaskan karena mereka tidak perlu pindah ke tempat lain untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan. Singkatnya, kita harus tahu betul seluk beluk unit usaha yang sedang kita kelola kemudian menyediakan fasilitas yang bisa menunjang tumbuh kembangnya unit usaha kita agar bisa melayani kebutuhan pelanggan dengan cepat, tepat, dan tidak terbatas oleh situasi atau kondisi tertentu.

3. Kenyamanan
Kenyamanan yang kita berikan kepada pelanggan, mulai dari kenyamanan dalam hal tempat, ketepatan fasilitas penunjang yang kita sediakan, dan cara kita melayani mereka menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Mengoptimalkan kepuasan pelanggan tentu akan membuat mereka menjadi pelanggan tetap kita jika terus dipupuk untuk dilakukan terus-menerus dari waktu ke waktu.

4. Promosi
Salah satu cara mujarap untuk menyedot antusiasme pelanggan adalah dengan giat berpromosi. Tetapi perlu diingat juga bahwa promosi yang baik harus tepat sasaran. Mempengaruhi orang lain untuk mengikuti jalan kita tidak bisa dilakukan dengan cara memaksa dan cara yang tidak sopan. Ada banyak jalan untuk menarik konsumen dengan jalan promosi. Mulai dari penyebaran famplet, brosur, pembuatan spanduk, baliho, penggunaan sistem reward berkala, bonus, pembuatan situs khusus diinternet, mengiklankan unit usaha lewat media cetak maupun elektronik, dan lain-lain. Semakin sering kita mempromosikan unit usaha kita kepada pelanggan, mereka akan semakin mengingat unit usaha kita sebagai tempat pertama yang harus dituju jika mereka sedang berkepentingan.

5. Ciri khas
Saat mendengar Starbucks, yang terlintas diotak kita pasti kopi. Saat mendengar KFC, yang terlintas dipikiran kita pasti ayam. Kenapa bisa begitu ? Karena unit-unit usaha tersebut memiliki ciri khas untuk produk yang mereka jual. Kesan apa yang ingin kita tinggalkan untuk semua pelanggan kita sehingga membuat mereka mudah mengingat tempat kita adalah tugas semua wirausahawan. Keunikan unit usaha maupun produk yang kita miliki akan membuat tempat kita banyak didatangi oleh pelanggan karena sesuatu yang berbeda dari tempat lainnya.

6. Persaingan
Semakin ketat persaingan dijenis usaha yang sama dari yang kita tekuni juga mempengaruhi pasang surutnya pemasukan dari unit usaha yang kita miliki. Asal bisa bersaing secara sehat, semestinya hal itu tidak perlu membuat hati para wirausahawan menjadi was-was. Adanya persaingan menandakan bahwa prospek dari jenis usaha tersebut masih diminati oleh banyak orang. Jadi tidak perlu takut dengan bertambahnya pesaing kita dari hari ke hari. Dibanyak kesempatan, banyaknya orang yang menekuni jenis usaha yang sama justru menimbulkan semangat kebersamaan sehingga menumbuhkan perkumpulan tertentu untuk membawahi unit-unit usaha dijalur yang sama dan menghasilkan kesepakatan bisnis yang menguntungkan bagi setiap anggotanya.

Pasang surutnya dunia usaha dalah sesuatu yang wajar. Tidak ada yang selalu diatas dalam kehidupan ini. Saat menghadapi keadaan usaha yang sepi, kita harus bersikap layaknya seorang pahlawan yang pantang menyerah walau apapun yang terjadi. Saat dibawah, kita harus giat mencari tahu penyebab usaha kita sepi kemudian meningkatkan pelayanan dibagian yang menjadi penyebab tersebut dan menutup titik-titik lemah yang dimiliki oleh unit usaha kita.

Cara tepat untuk mengatasi kendala dalam unit usaha kita adalah dengan melihat secara langsung jalannya produksi yang sedang terjadi beberapa saat. Jika menemukan kejanggalan dari ke 6 bagian yang telah saya sebutkan diatas, segeralah bertindak untuk mengatasinya agar tidak semakin membuat usaha kita terpuruk dan gulung tikar.