Saturday, August 15, 2009

Teladan Wanita Bijak dari Abigail

Oleh : Angelina Kusuma

Seorang sahabat pria saya yang masih lajang pernah berkata, "Aku mencari wanita yang bisa membuatku damai, baru aku akan menikah."

Wanita yang bisa membuat damai...uhm, menarik untuk direnungkan :).

Dalam rumah tangga, wanita sebagai penolong pria harus mempunyai karakter yang tahan uji agar ia bisa membantu pasangan prianya dalam melabuhkan biduk rumah tangga mereka ke jalan yang benar sesuai Firman Tuhan. Wanita berkarakter penolong harus memiliki kecantikan batin yaitu roh lemah lembut yang bisa membuat seisi rumahnya nanti penuh dengan kedamaian dan ketentraman.

1 Petrus 3:4, Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Salah satu contoh wanita yang bisa membawa damai bagi keluarganya di Alkitab dimiliki oleh Abigail (1 Samuel 25). Abigail adalah istri seorang laki-laki kaya namun berperangai buruk bernama Nabal. Saat Daud berselisih faham dengan Nabal karena salam baik Daud ditanggapi dengan makian oleh Nabal, Abigail datang membawa perdamaian dan menahan Daud untuk tidak melakukan niat pembalasannya.

Abigail berpikir dan mempertimbangkan baik-baik setiap tindakannya
1 Samuel 25:17-19, Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia." Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai, lalu berkata kepada bujang-bujangnya: "Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu." Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya.

Setelah mendapat berita dari bujangnya bahwa Nabal suaminya telah berbuat kurang baik terhadap Daud, Abigail segera berinisiatif meluruskan perselisihan diantara keduanya. Ia mengambil persembahan terbaik dari yang dimilikinya untuk meredakan kemarahan Daud dan menghindarkan seisi rumahnya dari kebinasaan yang hendak dilakukan oleh Daud.

Abigail seorang wanita yang berani berkata benar diatas benar dan berkata salah diatas salah
1 Samuel 25:24-25, Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini. Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh.

Abigail mengakui bahwa Nabal suaminya memang mempunyai kelakuan kurang baik sejak dulu. Ia menyadari suaminyalah yang salah kepada Daud karena berlaku tidak sopan kepadanya. Meski demikian, ia tetap menahan Daud agar tidak berbuat kesalahan seperti yang telah dilakukan Nabal, dengan mengumbar kemarahannya hingga membuat orang lain celaka.

Abigail seorang istri yang tunduk kepada suaminya

a. Mau memintakan maaf atas perbuatan suaminya yang kurang baik kepada orang lain
1 Samuel 25:28, Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu.

Istri bijaksana harus memberi support positif kepada suaminya. Support positif bukan berarti sang istri harus membenarkan semua tindakan suaminya meskipun itu salah. Tapi, support yang benar adalah dengan memberi pertimbangan bijak, mana tindakan yang benar atau salah dan membawa orang salah ke jalan yang benar. Abigail bertindak lebih dulu memintakan maaf atas kesalahan suaminya dan memintakan perdamaian bagi seluruh rumahnya kepada Daud begitu tahu suaminya melakukan tindakan salah kepadanya.

b. Jujur kepada suaminya
1 Samuel 25:36-37a, Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar menyingsing. Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu, diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu.

Abigail tahu posisinya sebagai istri sah Nabal. Setelah pergi menemui Daud (pria lain), maka ia memberitahukan tindakannya tersebut kepada suaminya keesokan hari. Hal ini jelas sebuah tindakan wajib dari seorang istri yang tidak menghendaki hubungannya dengan pria lain dipergunjingkan sebagai perselingkuhan atau tindakan asusila yang menciderai pernikahan.

Abigail mengarahkan orang lain kepada Tuhan
1 Samuel 25:26a, Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.

Dalam 1 Petrus 3:1-2 juga dikatakan bahwa istri yang taat kepada Firman Tuhan bisa memenangkan hati suaminya yang tidak taat kepada Firman. Abigail juga menunjukkan hal tersebut. Ia berani mencegah Daud agar tidak jatuh ke dalam dosa karena membunuh Nabal dan mengingatkan kembali kebesaran Tuhannya yang sanggup membalaskan kesalahan kepada orang yang salah.

Karena kemampuannya membawa damai bagi keluarga dan orang lain, Daud langsung menyunting Abigail sebagai istri setelah Tuhan mencabut nyawa Nabal karena dosa-dosanya. Wanita berkarakter seperti Abigail yang bisa membuat hati para suaminya tentram dan damai inilah, yang dicari oleh banyak pria-pria di dunia dan layak menjadi teladan setiap wanita yang takut akan Tuhan (nj@coe).

Thursday, August 13, 2009

Pergaulan Pria dan Wanita yang Benar

Oleh : Angelina Kusuma

Hubungan pria dan wanita yang tidak terikat pernikahan, rentan terhadap dosa. Banyak pria dan wanita yang akhirnya jatuh ke dalam perzinahan/perselingkuhan atau sex before married karena tidak berhati-hati dengan hubungan lawan jenis yang sedang mereka jalin. Menurut sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2008 di 33 provinsi di Indonesia, didapat hasil sebanyak 63% remaja mengaku sudah melakukan hubungan seks sebelum nikah. Di Amerika Serikat, 40% kelahiran bayi sampai tahun 2009 ini juga dihasilkan dari hubungan di luar nikah. Wow, sungguh suatu angka-angka yang fantastis bukan? Sex before married dan kelahiran bayi di luar nikah tak hanya menghantui negara-negara maju seperti Amerika Serikat sekarang, tapi juga sudah mulai merambah ke negara-negara yang sedang berkembang seperti negara kita.

Di kehidupan sehari-hari, beberapa kali saya juga mendengar kisah sahabat atau saudara saya yang jatuh ke dalam masalah ini. Ada yang saat pacaran tidak memperhatikan kekudusan diri sehingga melakukan perbuatan yang melanggar Firman Tuhan. Parahnya lagi, dosa ini tak hanya dilakukan oleh orang-orang biasa yang belum/tidak intim mengenal Kristus sebagai Sang Juru Selamat, namun juga dilakukan oleh pelayan-pelayan Tuhan yang biasa berdiri diatas mimbar, yang seharusnya menjadi teladan bagi jemaat-jemaat Tuhan lain dalam menjaga kekudusan.

Membangun persahabatan dengan hati yang murni

2 Timotius 2:22, Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Sebagai anak Tuhan, kita harus menyadari bahwa kita wajib menjaga kekudusan sebab Tuhan yang kita sembah juga kudus (1 Petrus 1:16). Saat menjalin hubungan dengan lawan jenis, kemurnian hati harus dijaga agar diri kita tahan terhadap godaan dari tindakan-tindakan yang melanggar Firman Tuhan.

Hubungan sebelum pernikahan bertujuan untuk menyamakan visi dan misi hidup dari kedua orang pelaku relationships, bukan sekedar ajang mencari teman untuk jalan bareng, bersenang-senang bersama, apalagi dengan bumbu-bumbu penyedap seperti pelukan, ciuman, sampai making love disana-sini yang adalah hak dari orang yang sudah menikah.

Mencari pasangan hidup sesuai standar Allah

2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

Pasangan yang sama-sama Kristen saja belum cukup kuat untuk membangun pondasi pernikahan yang kokoh, apalagi jika berpasangan dengan orang yang tidak sepadan dalam hal kepercayaan kepada Kristus. Tingkat kedewasaan rohani keduanya juga harus sepadan agar peranan pria sebagai imam dalam keluarga dan wanita sebagai penolong nantinya bisa terpenuhi dengan sempurna.

Pria yang berkarakter pemimpin haruslah memiliki visi Tuhan yang teguh dan mampu bertanggung jawab. Sedangkan wanita berkarakter penolong harus memiliki kecantikan batin yaitu roh lemah lembut yang bisa membuat seisi rumahnya nanti penuh dengan kedamaian dan ketentraman (1 Petrus 3:4).

Sebelum dan selama menjalin kedekatan dengan lawan jenis, pria dan wanita masing-masing hendaknya terus belajar meningkatkan kualitas diri agar mencapai posisi pemimpin dan penolong yang tepat bagi pasangannya kelak. Masa lajang selayaknya dihabiskan untuk menjalin keintiman dengan Kristus karena dari sanalah karakter pemimpin dan penolong yang sejati akan tergali dari pribadi masing-masing anak Tuhan.

Menjalin hubungan pertunangan bukan pacaran duniawi

Perbedaan antara hubungan pertunangan dan gaya pacaran duniawi adalah:

Pertunangan:
- Sejak awal sudah yakin dan pasti menikah
- Kasih Allah/kudus

Pacaran duniawi:
- Coba-coba/tidak ada kepastian menikah
- Hawa nafsu/asmara

2 Korintus 11:2, Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Beberapa orang salah menafsirkan arti hubungan yang seperti pertunangan ini. Karena hubungan pertunangan pasti mengarah pada pernikahan, maka beberapa orang justru memakainya sebagai alasan untuk mencoba seks lebih dulu. Arti pertunangan yang benar bukan seperti itu. Justru karena ia adalah tunanganmu maka jagai kekudusannya hingga nanti ke pernikahan karena Firman Tuhan berkata, "Supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain." (Amsal 5:9a).

1 Tesalonika 4:3-8, juga memberikan pandangan lebih detail mengenai cara berhubungan yang benar dengan lawan jenis. Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Sebagai anak Tuhan, marilah kita memiliki standar yang benar sesuai dengan Firman Tuhan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Hubungan yang dilandasi dengan kesucian, tanggung jawab bersama, dan saling membangun kerohanian ke arah yang lebih intim dengan Pemrakarsa hubungan itu sendiri yaitu Kristus. Jangan biarkan tubuh jasmani dan rohani kita tidak kudus lagi hanya karena salah berhubungan dengan lawan jenis (nj@coe).



Monday, August 10, 2009

Cantik yang Berkarakter Kristus

Oleh : Angelina Kusuma

Masih ingat kisah telenovela dari Kolombia yang berjudul Yo soy Betty, la fea? Telenovela ini sempat menjadi tayangan terfavorit di Indonesia yang saya tonton juga saat masih di bangku kuliah dulu. Mengisahkan seorang wanita yang awalnya kurang beruntung dalam hal cinta dan hubungannya dengan orang-orang sekitar karena berpenampilan kurang menarik, tapi akhirnya mendapatkan semua impiannya termasuk sang pangeran tampan dambaan hatinya setelah merubah total seluruh penampilannya.

Rambut ikal panjang berminyak, kawat gigi, dan kaca mata tebal Betty la fea, sungguh penampilan yang kurang bisa membuat hati pria berdebar-debar karenanya. Tapi setelah ia mengubah gaya rambutnya menjadi lurus, melepas kaca mata tebal, dan kawat giginya, kemudian mengenakan pakaian-pakaian yang trendy, semua mata pria melirik setiap jejak-jejak langkahnya. Mungkin, sebagian besar wanita di dunia ini pernah merasa dirinya seperti Betty la fea, terbelenggu dalam penampilan yang kurang menarik sehingga sedikit banyak mempengaruhi dunia dan pergaulannya sehari-hari.

Amsal 11:22, Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

Sebagai wanita, tak salah jika kita memperhatikan kecantikan fisik. Yang perlu diingat, kita adalah anak-anak Kristus, putri-putri Surgawi. Kecantikan kita seharusnya tak hanya sebatas lahiriah saja, tapi harus diimbangi dengan kecantikan batiniah. Anting-anting merupakan perhiasan yang berharga dan pasti akan disukai banyak orang untuk perhiasan. Tapi jika barang berharga dan mahal itu ada di jungur (hidung) binatang yang kegemarannya berkubang di lumpur setiap hari, keindahannya tidak akan terpancar sempurna atau bahkan hilang sama sekali. Wanita Kristus harus berhiaskan inner beauty yang terutama, baru outer beauty. Kecantikan fisik akan menurun seiring bertambahnya usia, tapi kecantikan yang terpancar dari kebaikan hati seseorang bersifat kekal.

1 Timotius 2:9-10, Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

Berdandan, ibarat sebuah senjata bagi para wanita. Wanita tanpa dandan, seperti sayur asam tanpa garam, hambar rasanya. Karena Tuhan Menciptakan wanita dengan penuh keindahan, wajar jika akhirnya ia juga menyukai hal-hal yang menurutnya sedap dipandang, enak dirasa, dan manis didengar. Meski kecantikan lekat dengan diri wanita, bukan berarti wanita baru akan cantik jika ia berdandan. Kecantikan wanita sifatnya mutlak (setiap wanita ya pasti cantik). Bukan sesuatu yang baru ada ketika wanita berkutat dengan alat-alat make up-nya, kemudian bisa ditanggalkan/hilang darinya. Kecantikan sejati adalah menampakkan citra diri kita seutuhnya. Terpancar secara alami setiap kali wanita menyadari bahwa ia cantik dan menerima dirinya apa adanya.

1 Korintus 11:10, Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Wanita berkarakter Kristus menjagai dirinya dengan kewibawaan. Tentunya anda pernah menemui satu atau dua orang wanita cantik namun tidak pernah terlihat orang-orang yang tidak bertanggung-jawab berani menggodanya dengan seronok. Itulah yang dimaksud dengan cantik namun berwibawa. Untuk membuat orang lain tertarik kepada kita, tak perlu mengumbar bagian-bagian tubuh dengan sengaja ataupun tampil se-sexy mungkin. Kewibawaan sebagai seorang wanita terhormat juga harus dipegang teguh. Berpakaian pantas dan tertutup namun nyaman, tetap akan memancarkan kecantikan seorang wanita dan membuatnya menarik bagi orang lain.

Amsal 31:30, Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Melebihi kecantikan yang dimilikinya, wanita yang takut akan Tuhan lebih tahan uji. Wanita yang menarik tak hanya dikarenakan ia terlahir cantik fisik sejak bayi, tapi juga karena ia mempunyai pesona Ilahi yang disebabkan oleh Kristus yang tinggal didalam hatinya. Kristus sanggup membuat setiap muka tertekuk menjadi tertegak, mengubah ratapan menjadi senyuman, membalikkan kesedihan menjadi sukacita, dan menjaga kita tetap berjalan di jalan yang lurus, tak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Hal-hal itulah yang menjadikan manusia tampil lebih menarik bagi orang lain. Bergaul akrab dengan Pribadi Roh Kudus, membuat kita semakin serupa dengan Kristus. Selain memperhatikan penampilan fisik, perlengkapi kecantikan anda dengan mempertajam sisi-sisi kerohanian di jiwa.

Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart - Kahlil Gibran

Saturday, August 08, 2009

Hai, Kamu yang Diberkati oleh TUHAN

Oleh : Angelina Kusuma

Sebuah bisikan lembut membangunkan saya pagi ini, "Selamat pagi, anak-Ku yang Kuberkati."
Ah, saya sangat mengenal suara itu.
Itu milik Daddy-ku!

Dengan gempita saya membuka mata. Semua kantuk, penat, dan masalah-masalah yang belum bisa saya selesaikan kemarin, terangkat lepas seketika. Tergantikan oleh aliran-aliran sukacita yang memenuhi setiap relung-relung hati saya. Tidak ada perkataan lain yang bisa membuat saya penuh damai seperti ini, kecuali mendengar perkataan-perkataan yang diucapkan oleh-Nya. Sapaan lembut-Nya di telinga saya pagi ini, sudah cukup membuat saya melompat-lompat kegirangan meskipun Ia tidak membawa serta setumpuk hadiah untuk saya.

"Hai, aku anak yang diberkati oleh Daddy! Masalah-masalahku kecil buat Daddy-ku. Aku bisa melewati semuanya karena Daddy-ku nggak akan rela membiarkan anak-Nya yang diberkati ini kebingungan terus. Aku pasti menang, aku pasti berhasil, hidupku pasti luar biasa...karena aku sudah jadi anak yang diberkati oleh Daddy!!"

Matius 25:34, Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."

Banyak orang terbangun dari tidur malam di pagi hari masih dalam keadaan terjepit masalah karena fokus yang salah. Jika kita menyadari betul bahwa kita sudah menjadi bagian dari orang-orang yang diberkati oleh TUHAN, maka kita akan merasakan kelegaan setiap saat. Kita tak perlu risau kekurangan berkat karena Kerajaan yang dijanjikan oleh Bapa itu sudah menjadi hak kita sebagai anak-anak-Nya.

Saya mengirimkan sms berisi, "Selamat pagi, orang yang diberkati oleh TUHAN", kepada beberapa sahabat-sahabat saya pagi ini. Dua diantaranya menjawab, "Tx, udah diingetin kalo aku adalah orang yang diberkati oleh TUHAN."

Hahaha, begitu jugakah anda hari ini?

Matius 25:34 merupakan jaminan bahwa anda dan saya adalah orang-orang yang sudah diberkati oleh TUHAN yang maha kuasa itu. Kita tak perlu takut lagi menghadapi dunia ini karena kita anak-anak pewaris Kerajaan yang tak ternilai harganya. Yang kita perlukan hanyalah menyadarinya dan kita akan beroleh kuasa untuk menaklukkan segala sesuatu yang mustahil sekalipun.

Rubah cara pandangmu hari ini, hai kamu yang diberkati oleh TUHAN!
Kamu benar-benar sudah diberkati oleh Bapamu yang kamu kenal dan mengenalmu sebagai anak itu!!
Kamu sudah mewarisi Kerajaan-Nya!!!
Sadarilah kebenaran ini dan ingatkan dunia agar mereka juga turut diberkati bersamamu dan saya.

Selamat menaklukkan dunia, orang-orang yang diberkati oleh TUHAN ^_^ (nj@coe).

Friday, August 07, 2009

Jam Karet

Oleh : Angelina Kusuma

1 Korintus 9:27, Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

But I discipline my body and bring [it] into subjection, lest, when I have preached to others, I myself should become disqualified (New King James Version).

Beberapa kali kemunculan saya dipertemuan ibadah gereja akhir-akhir ini, selalu disambut pertanyaan, "Jam kamu mati (lagi) ya, Njie?", oleh Ibu satu itu hehehe. Yeah, tabiat buruk baru saya kali ini ternyata sudah ada yang mengendusnya :D. Pernyataan-pernyataan teguran bernada candaan dari Ibu Lilik (demikian saya memanggilnya), sebenarnya membuat saya menjadi tak enak setiap saat. Sebagai seorang pelayan rumah Tuhan, sudah sepantasnya saya menjadi teladan bagi jemaat lain termasuk dalam hal kedisiplinan waktu dan kehadiran di gereja. Kalo semua pelayan-pelayan rumah ibadah seperti saya, datangnya terlambat terus, bagaimana dengan jemaatnya nanti? Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pelayan rumah ibadah terlambat 1 menit, jemaat terlambat 1 jam hahaha.

Semua tabiat buruk yang kita lakukan, berawal dari kebiasaan-kebiasaan salah yang diabaikan. Sekecil apapun pelanggaran yang sudah kita perbuat, jika tidak segera dibenarkan, lama-kelamaan akan bertambah dosisnya dari hari ke hari. Kebiasaan saya datang terlambat di ibadah gereja awalnya juga hanya terjadi satu atau dua kali sebulan. Tapi tak berapa lama kemudian, Ibu Lilik menghafali saya sebagai salah satu pelayan rumah Tuhan yang paling sering datang terlambat di pertemuan-pertemuan ibadah dalam seminggu hehehe (bukan tawa senang neh, tapi tawa malu :p).

Rasul Paulus berkata didalam 1 Korintus 9:27 bahwa tubuh kita itu perlu dilatih dan dikuasai agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dalam terjemahan New King James Version, dijelaskan bahwa latihan yang dimaksudkan Rasul Paulus bukanlah sekedar latihan yang biasa-biasa saja, melainkan latihan yang keras (discipline).

Paman saya yang seorang pensiunan AD, sampai menjelang usianya yang ke 58 tahun ini, tetap sehat dan kuat melakukan aktivitas-aktivitas yang menguras tenaga setiap hari. Rahasianya, ternyata beliau masih rajin mendisiplinkan diri dengan berbagai macam latihan (olahraga) fisik sampai sekarang. Beliau selalu bangun pagi-pagi sebelum seisi rumahnya terbangun, kemudian berlari-lari mengelilingi komplek perumahan sebelum memulai aktivitas harian lainnya. Kebiasaan mendisiplinkan fisik ini, sudah beliau lakukan mulai saat masih aktif sebagai anggota AD dan tidak pernah sekalipun dilanggarnya. Makanya, stamina beliau relatif masih tetap sama seperti dulu meski sekarang usianya sudah menjelang senja.

Saat Yesus bergumul di Taman Getsemani menjelang pengaliban-Nya sementara murid-murid yang menyertai-Nya semua tertidur, ada perkataan Yesus yang cukup menarik untuk disimak.

Matius 26:40-41, Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Apa makna dari perkataan yang diucapkan Yesus kepada murid-murid-Nya itu? Andai para murid tidak bisa berjaga-jaga selama satu jam seperti yang diminta-Nya, apakah hal itu akan dibiarkan saja? Oh, tidak. Maksud Yesus berkata demikian adalah: 'paksalah' tubuh yang tidak bisa berjaga-jaga itu sampai bisa terjaga!

Kelemahan daging harus terus dilawan. Latihan-latihan fisik berguna untuk mengurangi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh tubuh kita ini. Tak hanya senjata-senjata rohani saja yang kita perhatikan, tapi fisikpun juga harus diperkuat untuk memaksimalkan kinerja kita selama di bumi. Setiap anak Tuhan yang menguasai seluruh isi Firman tapi fisiknya lemah, pasti tidak bisa maksimal dalam pelayanan di ladang Tuhan. Demikian juga sebaliknya, hanya kuat secara fisik namun rohnya lemah, rentan juga terhadap tipu muslihat iblis. Yang harus kita lakukan adalah menyeimbangkan keduanya. Fisik dan roh harus sama-sama kuat agar kita bisa menjadi pahlawan-pahlawan di tangan Kristus.

Saat berdoa, memuji dan menyembah, membaca Firman, dan mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah, kita memerlukan peran serta dari tubuh kita. Tubuh yang terdiri dari daging yang lemah ini, harus terus dilatih agar tidak menghalangi pelayanan kita menjadi terang Kristus bagi orang lain di sekitar kita. Kemalasan, kejenuhan, kelambanan, kecapaian, ketidak cermatan, dan tindakan-tindakan lemah yang disebabkan oleh kedagingan tubuh, harus didisiplinkan dan dikuasai dengan sempurna agar bisa menjadi berkat! (nj@coe).



Thursday, August 06, 2009

Kasih Sanggup Berbuat Segala Sesuatu

Oleh : Angelina Kusuma

Saya suka dengan tanaman. Berbagai macam jenis tanaman hias, mulai dari tanaman berbunga sampai tanaman yang hanya bisa dinikmati daunnya saja, ada di halaman rumah saya. Sejak kecil, keluarga saya giat berkebun dan karenanya saya terdidik untuk mencintai tanaman-tanaman itu dari usia dini. Banyak pengalaman saya peroleh selama merawat tanaman di kebun halaman rumah itu, yang baik bagi pertumbuhan jiwa saya. Hanya dengan merawat bunga-bunga, saya berlatih sabar, disiplin, dan mengasihi dengan tulus di kehidupan nyata.

Meski keluarga saya mempunyai kebun, namun yang benar-benar pecinta tanaman sejati hanyalah saya. Buktinya, setiap kali saya keluar kota dalam waktu beberapa lama, pasti ada tanaman hias saya di rumah yang 'tewas'. Tanaman memang bukan manusia. Tapi tanaman juga punya 'hati' lho. Ia bisa merasakan kasih sayang dari orang-orang yang merawatnya dan bisa juga menderita atau mati jika ia ditelantarkan.

Dari semua jenis tanaman hias yang berbunga, anggrek adalah salah satu tanaman bunga favorit saya. Selain indah, bunga anggrek tahan lama dan membawa kesan anggun di setiap tandannya. Kekurangannya, merawat anggrek tidaklah semudah merawat tanaman-tanaman hias lain karena ia termasuk jenis tanaman yang agak sensitif terhadap cuaca dan serangan hama.

Saat duduk di bangku SMP, ayah saya membelikan bibit tanaman bunga anggrek bulan putih untuk saya rawat. Anggrek itu bisa tumbuh membesar dan berkali-kali berbunga indah selama saya ada di rumah. Tapi, akhirnya mati setelah saya meninggalkannya selama tiga tahun untuk menempuh jenjang pendidikan ke perguruan tinggi di luar kota. Saya sedih ketika tahu anggrek kesayangan saya itu tak lagi hidup. Ketidak adaan saya di rumah yang biasa menyirami dan menyemprotnya dengan obat anti hama secara rutin, membuatnya tak lagi terawat dengan baik, sampai mengakibatkan kematian.

Di dunia nyata, hidup manusia sangat berkaitan dengan masalah kasih sayang. Satu atau dua kali, perhatian atau kasih yang kita berikan pasti pernah ditolak atau diacuhkan oleh orang lain karena alasan tertentu. Saya juga sering mengalami hal demikian. Tindakan baik saya, kadang tidak mendapat respon balik yang memuaskan dari orang yang sudah saya beri kebaikan.

1 Korintus 13:13, Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Mengapa kasih disebut sebagai yang terbesar?

Iman dan pengharapan bersifat personal, artinya berguna untuk membangun dan memberkati diri sendiri. Sedangkan kasih bersifat global, karena bisa memberkati dunia luar selain diri sendiri. Tapi perlu diingat, meski dikatakan bahwa kasih itu paling besar diantara iman, pengharapan, dan kasih, bukan berarti iman dan pengharapan tidak berguna apa-apa. Iman dan pengharapan bekerja bersamaan, dan kasih melengkapinya. Semuanya diperlukan dalam kehidupan manusia.

Seusai bersaat teduh pagi kemarin, saya menyempatkan diri mengirimkan sms mengenai satu ayat emas dari pasal Alkitab yang saya baca pagi itu kepada seorang sahabat lama yang paling jarang saya hubungi sejak 4 bulan belakangan. Sesaat setelah sms saya tersebut terkirim, ada balasan masuk dari ponselnya yang berkata bahwa ia sangat diberkati dengan ayat emas yang saya kirimkan itu karena berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapinya saat ini.

Jika saya tidak mempunyai iman, saya tidak akan bersaat teduh. Jika saya tidak mempunyai pengharapan, saya tidak akan terbangun dengan pasal Alkitab yang saya baca. Dan jika saya tidak mempunyai kasih, saya tidak akan tergerak untuk mengirimkan sms ayat emas pagi itu kepada sahabat itu dan saya tidak akan tahu bahwa ternyata ia tengah menghadapi masalah saat ini.

Kasih membuat tanaman hias saya tumbuh subur dan kasih pula yang mempererat hubungan saya dengan sahabat setelah lost contact beberapa bulan. Kasih ada bukan untuk disimpan tapi untuk dibawa keluar agar menghasilkan buah-buah dan berdampak. Ketika saya menerima balasan pemberitahuan dari sahabat saya yang diberkati dengan ayat emas yang saya kirimkan, secara otomatis ada sukacita turut mengalir di hati saya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kasih yang digerakkan akan membangun dunia luar dan diri sendiri. Kasih sanggup berbuat segala sesuatu! So, share your love :) (nj@coe).

Wednesday, July 29, 2009

Mencari Berkat Atau Menjadi Berkat

Oleh : Angelina Kusuma

Yakobus 1:12, Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Dalam pandangan saya, beliau adalah sosok seorang ibu yang luar biasa. Di tempat kerja, beliau menjadi sahabat yang baik bagi rekan-rekan sekerjanya, sehingga kehadiran beliau di kantor membuat semua orang bisa bersemangat bekerja. Di rumah, beliau mempunyai hubungan yang harmonis dengan suami dan kedua anaknya. Anak-anak menyebut beliau sebagai seorang ibu yang bijaksana dan suaminya selalu bangga akan ketrampilannya mengelola kehidupan rumah tangga mereka sehari-hari. Di lingkungan sekitar rumah, beliau dikenal sebagai seorang yang cukup ramah dan perduli terhadap kegiatan-kegiatan kewargaan maupun kondisi kehidupan para tetangganya. Di gereja, beliau juga menjadi salah satu aktivis. Pelayanannya banyak memberkati jemaat dan menjadi teladan sebagai seorang ibu yang sukses disegala bidang yang digelutinya.

Ketika saya bertanya apa resepnya sehingga beliau mampu menjadi wanita cakap seperti gambaran yang ada dalam Amsal 31:10-31, beliau menjawabnya dengan sederhana, "Dimanapun, saya selalu menanamkan prinsip pada diri sendiri bahwa saya harus menjadi berkat, bukan mencari berkat." Kata-kata yang diucapkan oleh Ibu Meida, ibu dari sahabat saya Lidya, tiga tahun lalu ketika saya masih tinggal di kota Cilincing ini, saya ingat sampai sekarang. Posisinya sebagai seorang ibu dalam rumah tangga, wanita karier di kantor, tetangga yang baik, dan aktivis di gereja, tidak pernah tertukar tempat. Tingkah lakunya sebagai wanita berkarakter Kristus, muncul secara nyata pada pribadinya setiap saat.

Menjadi berkat atau mencari berkat, pasti pilihan untuk kita semua. Sering kali, kita tidak bisa maksimal menerangi dunia sekitar yang belum mengenal Kristus karena kita lebih tergiur mencari berkat, bukan menjadi berkat untuk orang lain. Saat kita mencari berkat, fokus kita kepada tindakan memuliakan Tuhan akan bergeser. Tapi saat kita memutuskan untuk menjadi berkat, janji Tuhan ya dan amin akan membuat berkat-berkat lain mengejar kita.

Tentunya anda sudah pernah tahu tentang bagaimana proses mendapatkan emas murni. Awal mulanya emas diperoleh dari bongkahan-bongkahan batu mulia yang kemudian dimurnikan dalam serangkaian peleburan dalam perapian berkali-kali. Dari bongkahan batu sampai menjadi perhiasan emas memerlukan waktu yang cukup lama. Orang awam, pastinya tidak akan tertarik membawa bongkahan-bongkahan batu sebagai barang berharga baginya. Namun, jika bongkahan-bongkahan batu mulia tersebut sudah menjadi kalung, gelang, cincin, dan bentuk-bentuk perhiasan emas lainnya, siapa yang tidak mau membawanya pulang dan menyimpannya?

Hidup yang mau menjadi berkat, sama artinya seperti bongkahan-bongkahan batu mulia yang dimurnikan menjadi emas. Serangkaian proses hidup menanti untuk memurnikan jiwa kita sampai akhirnya menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. Ibu Meida juga memberi kesaksian yang sama kepada saya bahwa kehidupannya sebelum hari ini tidaklah mudah. Beliau harus belajar untuk bersabar, merendahkan diri, mengatur waktu, mendisiplinkan diri, beramah-tamah, dan belajar banyak hal sebelumnya, agar beliau bisa menjadi berkat disemua aspek yang bersinggungan dengannya.

"Saya pernah dicurigai dengan berbagai macam persepsi negatif saat memulai komukasi yang akrab dengan rekan-rekan sekantor. Pernah ditolak oleh tetangga yang hendak saya tolong, karena dipikirnya saya justru ingin mengambil keuntungan dari kondisi kurang baik yang sedang dialaminya. Sering dikritik oleh suami dan anak-anak saya saat kecil ketika saya lebih banyak menghabiskan weekend di gereja dari pada diam di rumah, dan harus mengawali bidang pelayanan mulai dari yang kecil-kecil di gereja seperti penerima tamu atau kolektan sebelum menjadi pendoa syafaat dan worship leader seperti sekarang. Saat melalui proses demi proses pemurnian jiwa itu, saya berkata kepada tubuh saya bahwa saya tidak boleh menyerah, saya harus kuat, dan saya harus belajar lebih baik lagi di dalam Tuhan dari hari ke hari, sampai saya bisa membalik keadaan dan saya menjadi berkat buat semua orang yang pernah berpikiran negatif mengenai saya, orang-orang yang pernah mengkritik tindakan saya, atau yang lain-lainnya. Saya menganggap diri saya seperti murid yang harus menerima pengajaran dari Tuhan dan sesamanya, menyelesaikan ujian-ujian iman yang diberikan kepada saya, dan mampu mencetak prestasi dengan nilai-nilai ujian iman yang terbaik."

Ibu Meida sudah hampir berhasil memenuhi seluruh tujuan hidupnya untuk memuliakan Kristus melalui kehidupannya saat ini, karena beliau memutuskan untuk menjadi berkat lebih dulu. Tidak ada hal yang lebih indah di dunia ini kecuali keberadaan kita diakui 'berguna' untuk semua bidang dan semua orang yang ada di sekitar kita. Jika anda ingin bertumbuh menjadi berkat seperti Ibu Meida dan ribuan orang lain yang telah berhasil menaklukkan kehidupannya, anda juga harus mau menerima proses-proses pemurnian jiwa yang tak mudah seperti yang pernah dialami oleh Ibu Meida atau proses peleburan bongkahan-bongkahan batu mulia sampai menjadi emas murni (nj@coe).