Thursday, July 13, 2017

Pekerjaan Sampingan untuk Orang-orang Kreatif

Orang umum berpendapat, "Saat krisis, berhematlah. Kurangi belanja, kurangi liburan, kurangi pengeluaran duit..."

Kata saya, "Yang kamu perlu lakukan saat krisis bukanlah mengurangi pengeluaran duit, mengurangi belanja, enggak liburan, etc...tapi cermatlah dalam mengelola keuanganmu setiap hari dan mencari sumber penghasilan baru! Kalo perlu, ubah semua sumber yang membuatmu mengeluarkan duit selama ini menjadi sumber yang bisa menghasilkan duit."

Kenapa harus menurunkan standar hidup dan bukannya menaikkan kualitas diri di saat krisis?

Kalo berhemat sih saya sudah melakukannya sejak dulu (gak perlu diperintah kalo ini mah). Jadi saya tidak perlu berhemat lagi di saat krisis (apanya yang mo di hemat lagi, kan sudah hemat dari dulunya...).

Yang saya perlukan di saat krisis adalah menghasilkan sumber penghasilan baru lagi yang bisa menutup kebutuhan saya akan keuangan.

Caranya?

Ada banyak cara untuk menghasilkan uang di era modern sekarang ini. Kamu tak perlu meninggalkan pekerjaanmu di kantor dan bisa menjadikan cara ini sebagai side job alias pekerjaan sampingan.

Saya dibayar untuk jalan-jalan. Kamu?

1. Berjualan online

Punya Facebook, Instagram, Blog, Twitter, Path, WhatsApp, Line...? Kenapa nggak kamu manfaatkan Social Media-mu itu untuk berjualan? Zaman sekarang jualan nggak harus di toko keles.

Kamu bisa menawarkan barang jualanmu ke Social Media. Tak perlu bangunan toko, barang yang sudah deal tinggal dikirim ke pembeli lewat jasa pengiriman pos/kurir. Gampang kan?

Tapi ingat untuk menjaga sopan santun dalam beriklan di Social Media agar orang-orang yang di list-mu tidak merasa terganggu kemudian meng-unfriend/unfollow akunmu (kamu yang rugi sendiri kalo gini).

Beriklanlah dengan elegan! Ambil satu foto terbaik dari barang yang ingin kamu jual, kasih keterangan singkat (jangan bertele-tele) dan jelas, kemudian upload ke semua akun Social Media-mu. Sehari satu foto di setiap akun Social Media sudah cukup.

Kamu bisa melakukan pembagian upload foto-foto yang berbeda ke berbagai Social Media untuk menunjang penyebaran iklanmu setiap harinya. Misal: 1 foto untuk Facebook, 1 foto untuk Instagram, 1 foto untuk Blog, 1 foto untuk Twitter, 1 foto untuk Path, 1 foto untuk timeline Line, etc. Jangan upload semua foto di satu akun Social Media bersamaan. Bisa numpuk jadinya dan terkesan tidak elegan...

Jika Social Media masih kurang, kamu bisa juga berjualan melalui situs-situs e-commerce (website jual beli) lainnya seperti BukaLapak, OLX, Tokopedia, etc. Caranya mudah juga kok, tinggal daftar ke situs-situs e-commerce tersebut, upload foto-foto menarik, kalo ada barang yang deal...tinggal kirim barangnya ke pembeli deh.

2. Adsense

Udah tahu apa itu Adsense?

Adsense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Adsense bisa dipasang di Blog, Website dan YouTube. Yang kamu perlukan hanyalah mendaftar di Gmail kemudian mengaktifkan akun Adsense-mu.

Buatlah konten-konten yang menarik di Blog, Website atau channel YouTube-mu agar para pengiklan tertarik untuk memasang iklan-iklannya ditempatmu. Pamor Blogger dan Youtuber saat ini sedang booming. Sudah banyak orang yang bisa menghasilkan banyak uang dari Adsense ini. Kalo kamu kenal siapa itu Raditya Dika, Ria Ricis, Edho Zell...mereka adalah contoh-contoh orang yang berpenghasilan lewat program Adsense dengan media YouTube.

Hari gini, cari kerja itu sebenarnya gampang, asal kamu kreatif! Orang-orang kreatif mendapatkan uang dengan cara-cara kreatif pula. Jalan-jalan dibayar, foto-foto narsis dapat uang, saat tidur uangnya bekerja untuknya...ngoceh pun bisa mempertebal dompetnya...

So, jadilah orang yang kreatif!

3. Driver online

Jika kamu hidup di kota-kota besar dan punya kendaraan, kamu juga bisa memanfaatkan kendaraanmu untuk menghasilkan uang tambahan dengan menjadi driver online. Saya senang sekali memanfaatkan jasa aplikasi angkutan online saat saya sedang traveling ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Malang...Selain cepat dan mudah, angkutan online ini tak perlu membuat saya menunggu jadwal karena mereka akan menjemput saya di tempat saya berdiri dan memegang handphone.

Kamu bisa bergabung menjadi driver Gojek, Grab, Uber, etc dan menghasilkan uang tambahan sembari kamu nyetir dari kantor ke rumahmu ato sebaliknya. Gampang juga kan?

Ah ya, saya pernah mewawancarai beberapa sopir online yang saya pakai jasanya untuk traveling dan ada juga beberapa di antara mereka yang ngaku kalo mereka pada akhirnya lebih memilih keluar dari kantornya dan menjadi fulltimer driver online karena pekerjaan itu lebih memberikan penghasilan besar daripada penghasilan mereka di kantor dan membuat mereka lebih punya banyak waktu di rumah bersama keluarga. Wow!

4. Sewakan ruang kosong di rumahmu

Nah, buat kamu-kamu yang punya ruang kosong di rumah, kamu juga bisa menghasilkan uang lebih darinya. Caranya? Dengan menyewakan ruang kosong di rumahmu itu sebagai tempat menginap sementara bagi backpacker/traveler.

Coba gabung saja di AirBnB dan tawarkan ruang kosong di rumahmu disana. Ato kamu juga bisa membuat sendiri rumahmu sebagai homestay/kos-kosan untuk orang-orang yang membutuhkan. Jika lokasi rumahmu didekat tempat-tempat wisata, bisa semakin untung besar tuh.


Okay guys, selamat berkreasi dan semangat menghasilkan uang! Jangan takut dengan krisis! Jadikan krisis sebagai kesempatan untuk berpikir kreatif dan menemukan sumber penghasilan baru yang menghasilkan lebih banyak uang dan memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga.

Wednesday, July 12, 2017

Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan

Banyak orang menghakimi orang lain berdasarkan masa lalu yang mereka tahu tentang orang tersebut. Mereka tak segan menggunakan sepenggal kisah masa lalu yang mereka tahu itu untuk menyindir/menyudutkan orang yang bersangkutan, bahkan di depan orang lain.

Dunia selalu berputar. Kehidupan tak pernah sama dari waktu ke waktu. Bisa jadi, orang yang di masa lalunya hebat, sekarang sedang terpuruk. Sebaliknya, mereka yang dulunya punya masa lalu kurang baik, bisa berubah menjadi orang besar hari ini.

Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan

Jangan pernah melihat seseorang di hari ini dengan kacamatamu di masa lalu. Bisa jadi, kamu yang akan malu sendiri nanti...karena mereka yang di masa lalumu ada di bawahmu, bisa melesat jauhhhhh ada diatasmu hari ini!

Berhenti menghakimi seseorang berdasarkan masa lalunya. Berhenti menyindir-nyindir orang lain berdasarkan sepenggal kisah yang kamu tahu tentang dia beberapa tahun silam. We're always on the move! Jika sikapmu seperti itu terus, kamulah yang akan tersandung jatuh, sedangkan mereka yang hendak kamu jatuhkan justru bisa berlari dengan tenang dan menyalipmu dengan mudah...

Be nice and be respectful.

"Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan" (Yohanes 7:24a BIS)

Tuesday, July 11, 2017

My Studio Hotel, Hotel Kapsul untuk Backpacker di Pusat Kota Surabaya

My Studio Hotel ini merupakan hotel kapsul yang terletak di pusat kota Surabaya. Cocok untuk para backpacker/traveler yang ingin mencari penginapan murah meriah namun nyaman dan bersih.

Lokasi hotel tak jauh dari Stasiun Gubeng, Monumen Kapal Selam, Plaza Surabaya, Hotel Sahid dan Graha SA. Transportasi umum menuju dan dari hotel pun sangat memadai. Ada Lyn F, N...Bus jurusan Gubeng...yang lewat depan hotel langsung/berhenti tak jauh dari hotel.

Buat kalian yang sudah terbiasa backpacker-an ke Jepang, pasti sudah tidak asing dengan capsule/cabin hotel. Ya, hotel ini pun mengusung tema yang sama seperti hotel-hotel kapsul di Jepang sana.

Tempat tidurnya masing-masing disusun 2 tingkat dan di satu lantai setidaknya ada sekitar 20 ruang tidur. Pria dan wanita dicampur, namun di tiap ruang tidur ada gordennya, untuk menjaganya tetap private. Jika ingin menggunakan loker penyimpanan barang di bawah tempat tidur, pengunjung bisa menggunakannya dengan jaminan uang Rp. 100.000 saat masuk ke hotel. Uang ini akan dikembalikan utuh saat pengunjung check out dari hotel dengan menunjukkan bukti jaminan penggunaan loker.

Tarif sewa per kamar sangat murah. Berkisar antara Rp. 150.000/malam untuk single bed (saya memesan single bed di hotel ini untuk 2 malam lewat Agoda dan mendapat harga sekitar Rp. 100.000/malam saat ada diskon Agoda).


Fasilitas yang didapat:
1. Single/double bed (ada gantungan baju dan meja kecil di tiap ruang)
2. Shared bathroom (tersedia sabun cair dan tisu yang bisa digunakan dengan bebas)
3. Free breakfast (roti tawar dan selai)
4. Welcome drink (1 botol air mineral)
5. Free tea/coffee anytime
6. Free WiFi di tiap ruangan (aksesnya cukup cepat)

Jika kamu ingin memesan makanan lain di hotel juga bisa. Harga seporsi nasi goreng di cafetaria dibandrol sekitar Rp. 20.000. Trus mereka juga menyediakan aneka makanan/minuman ringan seperti keripik, Pocari Sweat, etc.

Pstt, banyak bule pria/wanita juga menginap di hotel ini. Rata-rata tujuan mereka adalah Bromo dan sekitarnya. Lumayan buat cuci mata lah mbok hahaha...

Wednesday, July 05, 2017

The Power of Praise and Worship

Minggu sore itu kaki saya melangkah masuk ke sebuah gereja di Madiun. Ini adalah kali kedua saya kesini. Minggu lalu, ketika ada saudara sepupu saya yang 'terpaksa' harus melahirkan di Madiun (Usia kandungan baru 8 bulan...Si Ibu terkejut saat suaminya memundurkan mobil di jalanan yang agak macet dan tiba-tiba ia mengalami kontraksi), saya menyempatkan diri untuk ikut ibadah Minggu pagi di gereja ini juga karena jarak antara rumah sakit tempat saudara sepupu saya dirawat tak jauh dengan gereja.

Jumlah jemaat yang hadir di ibadah Minggu sore lebih banyak daripada jumlah jemaat yang hadir di ibadah pagi Minggu lalu. Gereja ini adalah salah satu gereja satelit dari sebuah gereja besar di Surabaya, tempat saya berjemaat saat masih kuliah dulu. Meski baru berusia 4 tahun, gereja satelit di Madiun ini sangat profesional, tak kalah profesional dengan gereja induknya di Surabaya (Mungkin karena DNA-nya sama).

Saya seperti 'kembali' ke rumah setiap kali beribadah ke gereja ini. Disini, saya merasakan kebebasan praise and worship yang sebenarnya. Mau loncat-loncat, teriak-teriak, angkat tangan, tepuk tangan keras-keras...enggak ragu...karena semua jemaat disini juga melakukan hal itu. Ada suatu sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa saat saya bisa berekspresi bebas kepada Tuhan yang saya sembah (Terus terang, saya lebih menikmati suasana praise and worship yang riuh dan gegap gempita daripada suasana praise and worship yang tenang dan damai sentosa tanpa ekspresi apapun).

Let's praise God loud!

Worship Leader di ibadah Minggu sore ini adalah seorang pria muda bergitar. Dia memimpin acara praise and worship dengan semangat. Lagu-lagu pujian semuanya modern, pemain musik yang mengiringinya sempurna, suara sound system-nya keren, lighting bagus, para singers juga tak segan untuk menyanyi sambil loncat-loncat semangat...tapi entah kenapa, saya masih merasa kurang gregetnya. Mungkin karena jemaat Minggu sore ini lebih banyak orang tuanya (Kebanyakan pasangan suami istri) atau karena apa saya kurang mengerti.

Selesai Sang Worship Leader menutup doa untuk firman, tiba-tiba seorang wanita muda naik ke atas mimbar. Pada awalnya, saya kira ia adalah seorang anak kuliahan berusia sekitar 20 tahunan karena penampilannya benar-benar mirip saya (Pakai celana jeans, kaos dan ponco, rambut di kuncir ke belakang).

"Nama saya Margaret. Saya bukanlah orang yang akan berkotbah sore ini. Tapi saya ingin membagikan kepada saudara semua tentang pujian dan penyembahan seorang Daud..."

Saya bengong mendengarkan wanita muda ini berbicara. Saya merasakan sebuah kuasa yang besar terkandung di setiap perkataannya. Ada wibawa ilahi yang turun menaunginya.

"Puncak sebuah ibadah bukan saat firman Tuhan disampaikan, tapi saat setiap hati menemukan koneksinya dengan Tuhan dalam pujian dan penyembahan." (Kalimatnya ini terus saya ingat sampai hari ini).

Wanita muda bernama Margaret itu kemudian mengajak seluruh jemaat untuk bangkit berdiri setelah ia selesai menjelaskan tentang Daud dan cara ia memuji dan menyembah Tuhannya sampai Tuhan berkenan kepada Daud. Ia mengajak semua jemaat melakukan kembali penyembahan kepada Tuhan lebih dalam...

"Hosanna in the highest. Let our King be lifted up...Hosanna..."

Saat pujian Hosanna dilantunkan dengan lembut, suasana di dalam gereja mulai berubah. Saya mendengar suara seorang bapak-bapak di bagian kanan depan saya mulai terisak-isak, seorang gadis yang ada di depan saya langsung 'ndeprok' di lantai, anak-anak muda di barisan belakang ada yang bertepuk tangan sambil berteriak, "Halleluya..." berkali-kali, dan kemudian semua orang-orang di kiri dan kanan saya pun mulai menemukan 'koneksinya' dengan Tuhan termasuk saya. Wow, that was amazing!

Firman Tuhan yang disampaikan sore itu tidaklah lama, hanya sekitar 30 menit karena waktu sudah banyak dipakai untuk pujian dan penyembahan 'tambahan'.

Nah, ini yang membuat saya takjub lagi...Ternyata, yang berkotbah sore itu adalah Gembala Sidang dari gereja satelit di Malang, suami dari wanita muda bernama Margaret tadi. Sesuai dengan kesaksian Bapak Pendeta, mereka sudah menikah selama 18 tahun! Hah, mata saya tertipu oleh penampilan Si Ibu Margaret rupanya. Saya bisa mengira-ngira, kemungkinan besar Ibu Margaret sebenarnya sudah berusia sekitar 40 tahunan (Penampilan si Bapak Pendeta lebih sesuai umur karena rambutnya dibiarkan beruban, memakai kemeja dan jas, meskipun tetap bercelana jeans juga), bukan 20 tahunan (Hedehh, Ibu Gembala yang keren dan kekinian nih! I love it...).

Kotbah sore itu pun bisa saya ingat sampai hari ini. Tema kotbahnya tentang Komitmen dalam Pernikahan (Kejadian 2:23, 3:1-8).

Dari pengalaman saya di gereja Madiun itu, saya belajar banyak hal tentang kuasa praise and worship. Saat hati kita siap dan sudah terkoneksi dengan Tuhan, meski hanya dengar firman Tuhan selama 30 menit...itu akan menjadi berkat. Tapi saat hati kita kering, meski diisi firman selama 1 jam, 2 jam, 3 jam...semuanya hanya akan masuk telinga kanan kemudian keluar lagi dari telinga kiri.

Tuhan mencari penyembah-penyembah yang benar. Bukan sekedar pendengar-pendengar kotbah. Bukan berarti bahwa firman itu tidak penting, tapi yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat hati siap dulu, sehingga firman Tuhan bisa masuk ke hidup seseorang dan mengubahkan.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:23)

Tuesday, July 04, 2017

Yuk, Belajar Berkomunikasi...

Banyak orang pandai di muka bumi ini. Tapi tak semuanya bisa memberikan pengaruh yang baik kepada lingkungan sekitarnya. Terkadang, orang yang cuma lulusan SD, lebih bisa memberi dampak positif yang luar biasa di masyarakat dibandingkan mereka yang jebolan S2/S3 dari universitas ternama.

Cara bersikap, cara berbicara, cara bergaul dan cara berbaur dengan berbagai golongan...tak akan kamu dapatkan serta merta di bangku sekolah. Itulah kenapa, kadang kita menjumpai banyak orang pandai yang saat berbicara justru membuat orang-orang menjauh atau tidak mendapat tanggapan apapun.

Let's talk!

"Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!"
(Amsal 15:23)

Kata-kata yang diucapkan tepat pada waktunya, mendatangkan sukacita. Jika lawan bicaramu adalah orang-orang biasa, jangan pakai gaya profesor/filsuf untuk berkomunikasi dengan mereka. Sebaliknya, jika lawan bicaramu para cendekiawan, jangan bergaya sok tahu di depan mereka.

Selalu membawa ayat-ayat kitab suci dalam sebuah percakapan, tak akan membuat lawan bicaramu bertobat saat itu juga. Selalu memakai istilah-istilah/bahasa asing dalam setiap kesempatan tak akan membuat derajatmu lebih tinggi seketika.

Jadilah orang yang rendah hati dan hargailah seseorang yang sedang mengutarakan isi hatinya meski itu hal sederhana. Berilah kesempatan orang lain untuk lebih banyak berbicara daripadamu dan tertawalah agar mereka berani mendekat dan terbuka denganmu. Sederhana, tapi inilah seni berkomunikasi yang seringkali dilupakan oleh banyak orang.

Hari ini, bukan lagi memulu tentang kamu. Tutuplah mulutmu sejenak, berilah telinga dan hatimu untuk lebih banyak mendengar dan merasakan...

Monday, July 03, 2017

Hidup nggak harus ngoyo, nanti kamu tambah soro

Tuhan tidak pernah terburu-buru. Tidak pernah terlambat. Tidak pernah gagal. Dan tidak pernah ingkar janji. Rancangan-Nya sempurna. Rencana-Nya indah. Waktu-Nya tepat.

Yang membuat manusia tidak tenang akan hidupnya adalah karena dia tidak benar-benar kenal siapa Tuhan.

Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya, baru kemudian menciptakan manusia. Segala kebutuhan manusia sudah disediakan Tuhan jauh sebelum manusia itu dilahirkan ke bumi. Jadi, kenapa kamu selalu bingung dan kuatir tentang hal-hal lahiriah? Tak tahukah kamu bahwa Tuhanmu akan memberikannya kepadamu pada waktunya?

Tunggu waktu Tuhan dengan sabar dan sukacita

Jika belum tiba waktunya, jangan paksa Tuhan untuk memberikan jatahmu. Nikmati dulu apa yang ada padamu saat ini, dan terus mencari kehendak Tuhan dalam segala hal.

Hidup nggak harus ngoyo, nanti kamu tambah soro. Libatkan Tuhan selalu...kenali isi hati-Nya...tak perlu banyak gaya pun, Tuhan akan mengirimkan apa yang kamu perlu sampai berlimpah.

"Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah" (Mazmur 23:5)

Cara Orang-orang Berkeahlian Khusus Bekerja dan Mendapatkan Penghasilan

Kebanyakan orang mencari pekerjaan, bertahan demi pekerjaannya, berjuang demi gajinya...

Di dunia orang-orang 'berkeahlian khusus', pekerjaan yang mencarinya, klien-klien mereka yang bertahan menunggunya, gaji yang mengikuti geraknya.

Orang-orang 'berkeahlian khusus' ini dibayar bukan untuk 'hadir' di kantor. Mereka dibayar untuk 'menyelesaikan' pekerjaan. Mereka digaji bukan untuk 'mengikuti' aturan kantor, tapi mereka punya aturannya sendiri yang justru 'diikuti' oleh para pencari keahlian mereka.

Prinsipnya sederhana, jadilah orang yang punya kualitas dan bisa dipercaya agar kamu 'dicari' oleh orang lain, pekerjaan dan uang.

Saat kamu sudah dalam posisi 'dicari', kamu bisa menerapkan aturanmu sendiri tanpa takut hal-hal lain. Tapi ingat, untuk selalu menjaga reputasi dan kualitas hasil kerjamu agar kamu bertahan di posisi 'dicari'.

Klienku tak pernah ngoceh meski aku off kerja 10 hari dan 'minggat' ke Jepang. Mereka tetap menungguku kembali dari liburan ke Singapore selama 5 hari. Job-ku juga tetap ada meski aku menghabiskan 4 hari di atas Gunung Rinjani. Klien-klienku juga tak mau berpaling dariku meski kutinggal 15 hari traveling ke Papua dan Jakarta...etc etc...

Jalan-jalan lihat tulip ke Niigata, Jepang :)

Jika pekerjaanku terkena masalah, itu bukan dari dalam diriku. Tapi masalahnya berasal dari luar. Seperti koneksi internet yang putus nyambung karena rumahku di desa dan jaringan internetnya agak sulit...

Hidup hanya sekali. Jangan selalu mengikuti arus. Sesekali, tantanglah arus dan ciptakan duniamu sendiri! Trust me, kamu akan lebih mencintai hidupmu saat kamu mengerjakan apa yang kamu sukai.

Saturday, June 17, 2017

Relationship Goal?

Siang itu saya sedang berada di ruang antri pendaftaran SIM C di Polres Kota Ponorogo. Saya duduk di bangku deretan paling depan, dekat dengan Ruang Ujian Teori SIM. Kemudian datanglah 3 anak perempuan berpakaian seragam SMU dan duduk di deretan bangku belakang saya. Tak lama kemudian terjadilah sebuah perbincangan seru diantara ketiga anak perempuan tersebut.

Cewek 1: "Eh, pacarmu kelas berapa?"
Cewek 2: "Kelas 11 dong."
Cewek 3: "Pacarku kelas 10. Kalo kamu?"
Cewek 1: "Pacarku juga kelas 10. Kami sekelas lagi."

Jreng...saya terhenyak di kursi mendengar pergunjingan ketiga anak perempuan itu tentang pacar-pacar mereka itu. Uhuk, prihatin saya melihat kenyataan bahwa di usia mereka yang baru SMU, mereka bukannya sibuk mengejar mimpi dan membangun masa depan cerah, tapi malah sibuk dengan pacar-pacarnya seolah-olah mereka akan menikah besok!

Cara hidup ketiga anak perempuan itu memang kontras dengan prinsip saya saat SMU. Saat sekolah dulu saya punya komitmen nggak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan punya gaji dari pekerjaan yang bisa diandalkan. Bukan berarti saya tidak pernah jatuh cinta dengan laki-laki disepanjang masa-masa sekolah saya ya. Tapi saya berprinsip bahwa pacaran itu sekali saja untuk menikah. Jadi sebelum siap menikah, ya jangan pacaran dulu.

Saat masih sekolah, goal saya adalah untuk meraih prestasi setinggi-tingginya dan mengembangkan talenta-talenta yang saya punya, bukan untuk ngegebet sana-sini demi sebuah status 'pacaran'. Menunda pacaran untuk mempersiapkan pernikahan kudus buat saya lebih menarik daripada bermain-main dengan cinta monyet.

Nah, kembali lagi ke kisah di atas...

Tak berapa lama setelah ketiga anak perempuan tadi bergunjing tentang pacar-pacar mereka, datanglah seorang anak laki-laki yang penampilannya bak artis Korea (eaakkk) ke arah kami. Dia mengambil tempat duduk persis di sebelah kiri saya (ehemm). Dan mendadak pula, pergunjingan ketiga anak perempuan di belakang saya menjadi HENINGGG! Hahaha...

Dalam hati saya bergumam, "Sukurin loe, makanya gak usah pamer pacar-pacarmu di depan publik. Kalo datang pria yang kualitasnya lebih OK lagi, nyesel deh loe pacaran. Pasti sekarang pengen jomblo lagi kan?" hihihi. Saya menoleh ke arah anak laki-laki di sebelah saya dan kami mengobrol beberapa saat (mungkin anak-anak perempuan di belakang saya jadi diem karena mereka nelen ludah kepengen!).



Pacaran Sekali untuk Menikah

Jangan bangga dengan berapa banyak mantan pacar yang kau punya. Tapi banggalah kalo kamu bisa setia kepada satu orang sampai akhir hayat. Pacaran itu bukan untuk hepi-hepian guys, tapi pacaran itu untuk kekudusan. Jadi sebelum kamu berkata "Aku cinta kepadamu", pikirkanlah dulu..."Apa aku yakin akan menikahinya?". Jika kamu belum yakin untuk menikahinya, tahan mulut dan sikapmu agar tidak melewati batas pertemanan.

Kalian bisa kok saling mengenal karakter masing-masing lewat pertemanan. Ngapain terburu-buru pacaran? Pacaran itu buang-buang waktu dan duit. Lebih baik hemat uangmu untuk sesuatu yang lebih besar, seperti mempersiapkan rumah untuk keluarga kecilmu nanti, untuk membangun usaha sendiri, jadi setelah menikah nanti kamu punya banyak waktu untuk keluarga karena sudah tak perlu ngantor lagi...etc...

Saya sendiri sampai sekarang tak pernah pacaran (serius lho!). Tapi pernah ada seorang pria yang saya izinkah khusus untuk masuk area relationship saya agak lama. Gaya kami 'berteman' tidak seperti gaya anak muda zaman sekarang yang sudah berani pegangan tangan, rangkulan, pelukan, bahkan ciuman sebelum pernikahan (ahhh...), tapi gaya 'pertemanan' kami sangat sangat elegan!

Kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk sharing firman Tuhan, berdoa bersama tentang masalah-masalah kami, saling memberi semangat untuk mengejar mimpi masing-masing. Kalo ketemu, kami tak pernah bertemu di tempat yang tertutup berduaan. Palingan ke Starbuck, ngopi sambil ngobrol hal-hal yang membangun.

Saat pada akhirnya kami harus berpisah karena Tuhan menghendaki demikian, rasa sakit di hati saya tak sampai membuat saya terpuruk lama. Karena pada dasarnya kami ada dalam tahap 'pertemanan yang saling membangun'. Tidak sedang membuang-buang waktu untuk pacaran yang lebih banyak melibatkan hati dan pikiran.

Nah, bagaimana gaya pacaranmu? Saling membangun ato saling merusak?

Kalo kamu sudah siap dengan pernikahan, pacarannya tak perlu lama-lama. 1-2 tahun sudah cukup. Setelah itu segeralah menikah. Buat saya, pacaran itu tahap persiapan pernikahan. Disini kamu dan pacarmu sudah harus siap dengan perencanaan yang lebih serius seperti mempersiapkan rumah untuk keluarga di masa depan, pekerjaan, perencanaan keuangan yang matang, etc.

Dewasa dalam Berhubungan dengan Lawan Jenis

Saya sering geli meliat orang-orang yang suka pamer foto mesra dengan lawan jenis di Social Media. Biasanya anak-anak muda kekinian suka berfoto gaya 'Follow Me To' trus diunggah ke Instagram, Facebook, Twitter, etc dengan tagger #RelationshipGoal. Buat saya itu adalah gaya orang NDESO, jika kamu memposting foto demikian bukan dengan suami/istrimu yang sah! Yang lucu lagi, mereka yang suka pamer foto 'Follow Me To' dan tagger #RelationshipGoal di Sosmed, juga suka men-delete foto-foto mereka begitu putus ato hubungannya bermasalah. Hahaha ndeso...ndeso...ndeso...!

Ber-Social Media juga yang elegan dong beib. Kalo memang belum yakin dia akan jadi pasanganmu seumur hidup, ya gak usah unggah foto-foto 'sok mesra' di Social Media. Kalo kamu pernah pasang foto-foto dengan lawan jenis, trus kemudian men-delete-nya karena hubunganmu dengan dia bermasalah, itu adalah tanda bahwa kamu belum sepenuhnya dewasa! Orang dewasa tak akan pernah melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu. Apalagi kalo ditambah nulis status di Facebook, Twitter ato Blog yang mengupas tuntas tentang kejelekan-kejelekan sang mantan. Hedeh cyinn, ndeso-nya jangan keterlaluan dong ah.

Orang yang sudah dewasa akan menyikapi perpisahan dengan bijaksana. Jika memang kamu terpaksa harus putus dengan pacarmu karena sesuatu hal, ubah mind set-mu, bukan melampiaskan kekesalanmu di Social Media ato di Blog. Makanya juga, berhati-hatilah sebelum mengunggah sesuatu ke Social Media ato menulis di Blog agar kamu tak perlu capek-capek men-delete-nya di kemudian hari.

Saya tidak pernah memasang foto saya bersama gebetan di Social Media dan tidak pernah menulis apapun tentang kehidupan asmara saya di Blog ato cerita ke banyak orang kalo saya punya pria special. Semua saya keep just for myself and God. Saya lebih suka menulisnya di buku diary daripada mengumbarkan ke publik. Nanti jika saya telah menikah dengan dia, saya siap membaut kalian semua iri dengan hubungan kami! Promise for that, hahaha...

Mempersiapkan Pernikahan bukan Pacaran

Hidup itu lebih penting daripada kebutuhan dan keinginan.

Enjoy your life.

Meskipun apa yang kamu butuhkan dan kamu inginkan tak semuanya terpenuhi dan kamu dapatkan dengan segera, tak berarti hidupmu lantas 'berjalan di tempat'. Teruslah bergerak dan isi hidupmu dengan segala sesuatu yang membangun dan positif. Tak perlu kuatir tentang kebutuhan dan keinginanmu. Selama kamu terus berusaha dan berdoa, semua akan terpenuhi tepat pada waktunya.

Persiapkan dirimu untuk sebuah pernikahan, bukan pacaran. Pakai masa single-mu untuk mengejar hubungan yang lebih kekal dengan Tuhanmu. Ini pondasi pertama untuk pernikahan kudus, takut akan Tuhan! Jika saat lajang kamu tidak setia baca firman Tuhan, bolong-bolong ke gereja/saat teduh dan malas melayani pekerjaan Tuhan...saya bisa jamin jika setelah menikah nanti kamu akan lebih buruk daripada itu! So, selagi masih ada banyak kesempatan, berlarilah...bangunlah hubungan yang intim lebih dulu dengan Tuhan agar jika pernikahanmu nanti terhantam badai, kamu dan pasanganmu tidak goyah karena kalian berdiri di atas Batu Yang Kokoh yang adalah Tuhan sendiri.

Hal kedua yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan pernikahanmu adalah dengan mengisi masa lajangmu dengan segala sesuatu yang membangun seperti mengejar mimpi (merintis usaha sendiri, traveling, menjadi volunteer/relawan, etc) dan menjaga kekudusan. Jaga area pertemananmu, jangan sembarangan berteman dan 'sok mesra' dengan lawan jenis yang 'potensial'. Ingatlah bahwa pergaulan yang buruk merusak yang baik.

'Petualangan' akibat keputusan yang salah dan terburu-buru itu tidak seindah petualangan di alam liar atau petualangan ke negara lain. Pikir 1000 kali sebelum benar-benar terlanjur melangkah. Berhati-hati dalam segala hal selalu lebih baik...

Hal ketiga untuk mempersiapkan pernikahan adalah dengan menjadikan dirimu sendiri sebagai pribadi yang utuh dan bahagia! Pernikahan itu bukan sarana untuk membuatmu bahagia guys. Tak ada seorangpun di dunia ini yang bisa membuatmu bahagia kecuali Tuhan. Trust me, pria seganteng apapun, ato wanita secantik bidadaripun punya kelemahan yang bisa membuatmu eneg suatu hari nanti. Jangan terlalu ngarep dibahagiakan orang lain, karena dia sendiri belum tentu lagi bahagia...

Didik dirimu untuk tidak selalu bergantung pada orang lain. Selama kamu bisa melakukan sesuatu sendiri, lakukan itu dengan sukacita. Orang yang punya kualitas baik pasti akan mencari mereka yang juga punya kualitas baik. Dua orang yang pribadinya sudah utuh dan bahagia, akan siap masuk ke pernikahan kudus karena mereka tidak perlu saling menuntut lagi.

Pernikahan itu untuk saling melengkapi antara pria dan wanita. Jadilah pribadi yang excellent/bisa diandalkan dulu agar nantinya kamu bisa melengkapi kekurangan pasanganmu dan tidak cepat goyah jika keadaan berubah.

Jadikan Tuhan sebagai pusat seluruh kehidupanmu, entah itu dalam urusan percintaan, pertemanan, pekerjaan, pelayanan, etc. Saat Tuhan menjadi pusat hidupmu, Dia akan mengatur segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagimu. Kamu tak perlu terlalu sibuk mengejar status pacaran, persiapkan saja dirimu untuk pernikahan kudus agar pasanganmu di masa depan bangga memilikimu. Tak perlu ribut juga mencari Relationship Goal. Karena sejatinya, Relationship Goal is talk about God dan holiness, it's not for happy but for holy...Remember that, God and Holiness.