Wednesday, February 21, 2018

Tup Island - 4 Islands, Krabi, Thailand

Tup Island is a small beautiful island in Krabi, Thailand. This is the second destination of 4 Islands Tour. The visitors can do sunbathing or swimming on the beach.




The first destination of 4 Islands Tour is Phranang Cave Beach. You can see the video here or just read my blog here.


Tuesday, February 20, 2018

Damnoen Saduak Floating Market - Bangkok, Thailand

Thailand mempunyai banyak jenis pasar tradisional yang menarik untuk dieksplore, salah satunya jenis pasar apung seperti Damnoen Saduak Floating Market ini. Ada banyak pasar apung di Thailand dan saya memilih Damnoen Saduak yang letaknya tak jauh dari Bangkok.

Dari Sai Tai Mai Bus Terminal (Bangkok) ke Damnoen Saduak Floating Market ini bisa ditempuh sekitar 1 jam dengan menggunakan mini van. Tapi berhati-hatilah karena daerah ini rawan scam!

Setibanya saya di Sai Tai Mai Bus Terminal, saya sempat diuntit oleh seorang embak-embak berbaju merah yang menawarkan paket wisata ke Floating Market. Saya dibuatnya tak nyaman karena ia sedikit memaksa saya untuk ikut dengannya. Setelah saya lepas darinya, saya mendatangi salah satu stan yang menjual tiket mini van ke berbagai destinasi antimainstream disekitar Bangkok seperti Damnoen Saduak Floating Market ini dan Maeklong Market. Bertanyalah kepada petugas terminal yang berseragam agar kamu tidak salah memilih stan, karena harganya bisa jauh berbeda!

Stan yang menjual tiket mini van ada dibawah flyover, berjejer dengan stan-stan lain. Letaknya sebelum pintu masuk terminal. Sekali lagi, cari petugas terminal berseragam untuk bertanya agar tidak tersesat dan kena scam ya. Sesampainya di stan penjual tiket mini van, jangan lupa bertanya juga mengenai harganya. Jika harganya tidak rasional, segera tinggalkan stan itu dan cari lagi stan yang lain.

Berikut ini beberapa daftar harga mini van ke Floating Market:
- Dari Sai Tai Mai ke Damnoen Saduak Floating Market = 80 Baht
- Dari Sai Tai Mai ke Maeklong Railway Market = 70 Baht
- Dari Damnoen Saduak Floating Market ke Maeklong Railway Market = 20 Baht

Di perjalanan kali ini, saya mengunjungi Damnoen Saduak Floating Market dan Maeklong Railway Market dalam satu hari karena letaknya berdekatan. Tapi kisahnya tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya hahaha. Asli deh, karena tempat-tempat yang saya tuju ini rupanya menjadi sasaran empuk bagi para scammer!

Mini van yang digunakan biasanya berwarna silver dengan nomor 996 (ingat-ingat ya), full AC dan seat-nya lumayan nyaman. Kalo tidak salah ingat, mini van akan berangkat setiap 30 menit sekali. Jadi jangan takut ketinggalan ato kehabisan tiket. Saya barengan 3 bule kulit putih dari Sai Tai Mai ke Damnoen Saduak Floating Market.

Sesampainya di Damnoen Saduak Floating Market, pengunjung harus membayar tiket masuk dan kapal untuk membawanya keliling floating market. Nah, disinilah saya kena scam ihik ihik. Ternyata banyak embak-embak berbaju merah (seragam kayaknya) seperti yang saya lihat di sekitar stan penjual tiket mini van di Sai Tai Mai Bus Terminal disini. Mbak-mbak berbaju merah itu begitu agresif menanyai setiap pengunjung yang baru turun dari mini van untuk membeli tiket masuk ke floating market lewat mereka.

Karena saya barengan 3 bule kulit putih, akhirnya saya harus bayar 100 Baht huhuhu. Kalo baca-baca di internet, tiket masuk dan kapal untuk ke Damnoen Saduak Floating Market cuma sekitar 50-70 Baht (bah, siwalan dueh!). 3 bule kulit putih yang ternyata dari Argentina itu marah-marah aja bawaannya karena kena scam. Tapi yah akhirnya kita berempat naik satu kapal untuk keliling pasar juga.

Meskipun kesel karena saya harus bayar 100 Baht untuk masuk ke pasar ini, akhirnya saya terhibur juga begitu melihat keadaan seluruh pasar. Pasarnya memang benar-benar unik dan khas sekali. Mungkin ini juga satu-satunya di dunia dan hanya ada di Thailand.

Pasar apung di Thailand menggunakan kanal-kanal khusus, tidak sama dengan pasar apung di Indonesia yang memanfaatkan sungai. Pasar apung ini pasti didesain khusus oleh arsitek dan ada petanya karena terlihat sangat rapi dan terorganisir. Di Damnoen Saduak Floating Market, pengunjung dibawa berkeliling pasar selama sekitar 1 jam. Lapak para penjual disini menggunakan rumah-rumah panggung, tapi ada pula yang berjualan menggunakan perahu dayung.

Barang-barang yang dijual di pasar cukup beragam, mulai dari baju, kaos, pernah-pernik khas Thailand, buah-buahan segar, makanan (nasi/snack), minuman, lukisan, patung, etc. Wow, saya cukup terkesima dengan pasar apung ini. Rela deh bayar 100 Baht cuma buat sejam berkeliling pasar hahaha!




Selesai berkeliling pasar apung, kapal kembali ke dermaga semula. Nah, sesuai rencana...saya ingin melanjutkan perjalanan dari Damnoen Saduak Floating Market ke Maeklong Railway Market. Sama embak-embak berbaju merah (lagi), saya disuruh ke Coffee Shop untuk membeli tiket mini van menuju ke Maeklong. 3 bule Argentina itu juga ingin ke Maeklong seperti saya. Tapi betapa kagetnya saya ketika saya masuk ke Coffe Shop dan bertanya berapa harga tiket mini van ke Maeklong. Staff di Coffee Shop menjawab, 100 Baht! Damn!!

Staff penjual tiket mini van di Sai Tai Mai Bus Terminal bilang kalo harga tiket mini van dari Damnoen Saduak ke Maeklong cuma 20 Baht! Sigh, sayapun ngeloyor pergi...3 bule Argentina itu juga pergi dan mereka memutuskan untuk kembali ke Bangkok karena gak suka dengan scam di daerah ini.

Keinginan kuat saya untuk ke Maeklong Railway Market akhirnya membuat saya nekad. Saya berjalan agak menjauh dari para embak-embak berbaju merah dan Coffee Shop kemudian bertanya ke tukang parkir. Si tukang parkir menjawab kalo ingin ke Maeklong harus beli tiket ke Coffee Shop ato jalan ke pangkalan mini van sejauh 4 km!

Huh, saya kembali menggerakkan kaki-kaki saya keluar area Damnoen Saduak Floating Market kearah yang ditunjuk oleh si tukang parkir. Hopeless rasanya, tapi saya sangat-sangat kepengen ke Maeklong hiks.

Beberapa langkah dari si tukang parkir, saya menemukan sebuah warung makan. Disitu saya berhenti lagi untuk bertanya ke penjual warung. Penjual warung memberikan saya arah jalan dan katanya jaraknya dari tempat saya berdiri kesana (pangkalan mini van) cuma sekitar 2 km. Well, cuma beberapa langkah dari si tukang parkir dan jarak yang harus saya tempuh menyusut 2 km. Keren bukan? Semangat saya kembali membara seketika untuk menemukan tempat pangkalan mini van setelah mendengar 'kabar baik' darinya hahaha!

Saya beberapa kali bertanya di jalan menuju pangkalan mini van, melewati jembatan (sebenernya agak takut juga karena sepanajng jalan yang saya lewati lumayan sepi dan asing buat saya) dan tada...akhirnya saya sampai ke pangkalan mini van dengan selamat dan sentosa!

Setibanya saya di pangkalan mini van, segera saya menuju ke sebuah agen tempat penjualan tiket mini van dan benar saja...disana harga tiket ke Maeklong Railway Market cuma 20 Baht! Uhui, yeahhhhh...seneng deh gak kena scam hihihi.

Di sebelah parkir mini van juga ada bus besar tujuan Bangkok - Damnoen. Well, mungkin untuk mencapai Damnoen Saduak Floating Market juga bisa ditempuh dengan bus ini. Harganya juga pasti jauh lebih murah (tiket bus di Bangkok sekitar 10 Baht sekali jalan).

Setelah menanti sekitar 20 menitan, akhirnya mini van saya berangkat. Dan kau tahu kemana si mini van bergerak? Yes, kembali ke Damnoen Saduak Floating Market dulu menjemput para penumpang lainnya wkwkwk!

Saat saya melihat wajah-wajah para turis yang keluar dari Coffee Shop, saya sedikit kasihan. Hanya perlu berjalan sekitar 2 km dan kau hemat 80 Baht! Hahaha yes yes yes! Kayaknya mereka kena scam 100 Baht ato lebih untuk naik mini van dari Damnoen Saduak Floating Market ke destinasi yang mereka mau (entah itu Maeklong ato Bangkok).

Sopir mini van-nya jenius! Dia memindahkan saya yang tadinya duduk di belakang ke depan, dekat sopir. Dengan begitu saya tidak punya kesempatan berbicara ke pengunjung lain kalo saya cuma bayar 20 Baht buat ke Maeklong hihihi. Okay, saya cuma senyum-senyum saja sepanajng perjalanan menuju ke Maeklong...

Sesampainya di Maeklong Railway Market, tepat waktunya kereta api lewat. Saya turun dari mini van cepat-cepat dan berlari masuk ke pasar untuk melihat atraksi buka tutupnya kanopi para penjual disana. Ahh, untungnya masih terkejar! Bonusnya, saya bisa mengabadikan kedua jenis pemandangan di Maeklong Railway Market baik dari dalam pasar dan dari atas kereta api (sebagai penumpang saat kembali ke Bangkok). Baca kisah lengkapnya disini.

Itulah kisah saya mengeksplore Damnoen Saduak Floating Market. Jangan lupa untuk mengunjungi pasar apung jika kamu berkunjung ke Thailand. Trust me, they are unique and authentic.

Exploring The Maeklong Railway Market - Bangkok, Thailand

Males berwisata mainstream di Bangkok? Yeah, saatnya kamu kunjungi pasar unik yang hanya satu-satunya di dunia ini!

Thailand mempunyai banyak tempat unik dan menarik untuk dikunjungi. Mulai dari temple, pantai sampai pasar tradisional. Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk berkeliling ke Maeklong Railway Market. Pasar ini sebenarnya mirip dengan pasar-pasar tradisional di Indonesia. Banyak penjual yang menjual aneka bahan kebutuhan pokok sehari-hari disini, seperti ikan, buah dan sayuran segar, etc. 

Yang membuat pasar ini istimewa karena ada rel kereta api di dalam pasar! Yes, sebuah rel kereta api membelah pasar menjadi dua dan memberikan atraksi menarik setiap kali ada kereta yang lewat. Saat kereta api hendak lewat, semua penjual akan serta merta melipat kanopi jualannya. Well, inilah yang menjadi daya tarik pasar ini sehingga banyak turis dari manca negara berduyun-duyun ke Maeklong Railway Market *Cuma untuk lihat atraksi buka tutupnya kanopi jualan saat ada kereta api lewat disana hahaha.

Saya beruntung karena bisa mengabadikan momen buka tutupnya kanopi jualan di Maeklong Railway Market dari dua cara.

1. Sebagai penonton dari dalam pasar




2. Sebagai penumpang kereta api




Sarana transportasi untuk mencapai pasar ini cukup mudah. Saya menempuh jalan berbeda saat berangkat dan pulangnya karena saya ingin menikmati suasana pasar dari atas kereta api yang lewat didalam pasar.

1. Transportasi saat berangkat ke Maeklong Railway Market

- Start dari Sai Tai Mai Bus Terminal : mini van (70 Baht)

2. Transportasi saat pulang dari Maeklong Railway Market

- Start dari Maeklong Station : kereta api menuju Ban Leam Station (10 Baht)
- Dari Ban Leam Station harus jalan kaki ke penyeberangan kapal kemudian naik ferry (3 Baht)
- Dari perhentian ferry jalan kaki lagi ke Mahachai Station kemudian naik kereta api ke Wongwian Yai Bangkok (10 Baht)

Saat di atas kereta api, minta izin saja ke petugasnya untuk mengambil/merekam gambar dari gerbong kereta api paling belakang, mereka pasti akan mengizinkannya...


Wednesday, February 14, 2018

Aonang Beach & Phranang Cave Beach - 4 Islands, Krabi, Thailand

Bagi seseorang yang pernah menjelajah Misool & Wayag (Raja Ampat) - Papua, Indonesia, ketika menjejakkan kakinya ke 4 Islands - Krabi, Thailand, wajar jika pada akhirnya treak, "Hoh, gitu doang?"

Hahaha, iyess itulah kalimat yang keluar dari mulut saya ketika akhirnya saya diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di tempat yang konon 'mirip' Raja Ampat di Tanah Papua itu. But for me, those places are totally different! Keduanya gak bisa disandingkan, karena memang tidak sama *Ya iyalah...

Saya memilih Krabi (bukan Phuket) karena saya ingin adventure. Ada banyak review yang berseliweran di Google tentang perbandingan Krabi dan Phuket, dan banyak reviewers yang berkata bahwa Krabi is better than Phuket karena kontur karang-karangnya lebih kasar. That's way, I chose to visit Krabi first.

Saya pernah menjelajah Misool & Wayag (Raja Ampat) sebelumnya, jadi bisa dibilang level penglihatan saya tentang landscape sudah tinggi *Halahhh...

Saya booked 4 Islands Tour lewat hotel tempat saya menginap. Biayanya sekitar 650 Baht (include pick up & drop off from/to hotel, lunch, snorkeling mask) + tiket masuk 400 Baht. Saat saya book tour, saya tanya ke resepsionis hotel, "Is it safe to go with long tail boat?". Saya nanya gini bukan sembarangan lho. Soalnya saya alumni shipyard, jadi safety is first #Ea.

Bayangan yang tercetak di otak saya, long tail boat adalah sejenis kapal kayu. Nah, saya pernah naik kapal kayu saat menjelajah Pulau Karimunjawa dulu dan rasanya agak kurang nyaman saat dihantam ombak besar. Saat di Misool & Wayag, sudah tak mungkin lagi menjelajah pakai perahu kayu karena jaraknya yang jauh bo'.

Si resepsionis berkata bahwa long tail boat berkapasitas 20 orang dan aman untuk menjelajah 4 Islands Tour, so I dealt with him. Begitu sampai di Aonang Beach (dermaga long tail boat), saya sempet takjub juga. Hey, kapal kayunya besar rupanya dan beneran diisi 20 penumpang (huee). Sebelum berlayar ke pulau-pulau tujuan, semua penumpang diwajibkan memakai life jacket.

Yang membuat saya takjub lagi, ternyata petualangan ke pulau-pulau di Krabi ini tidak semenegangkan yang saya bayangkan! (yang sudah lebih dulu merasakan Misool & Wayag, Raja Ampat-nya Indonesia). Kenapa begitu? Karena ternyata jarak antar satu pulau ke pulau lainnya cuma sekitar 10-15 menit wkwkwk!

Beda dengan Misool & Wayag, untuk menjelajah dari satu destinasi ke destinasi lainnya perlu waktu 1-3 jam dan itupun pakai speed boat! *Bayangkan mbokkk...

Saat telinga saya mendengar kata-kata si guide yang menunjukkan bahwa long tail boat sudah sampai di destinasi pertama yaitu Phranang Cave Beach, sontak hati saya treak, "Gitu doang?" *Hasyemm hahaha...

Trus lagi ya, dari Phranang Cave Beach ke Tup Island trus lanjut ke Chicken Island (aktivitasnya snorkeling) dan Poda Island juga deket-deket. Rata-rata jarak tempuh antar destinasi sekitaran 15 menit semua! Ya elah, kalo tahu gini mah saya gak perlu nanya ke resepsionis apakah long tail boat aman untuk menjelajah. Ya jelas amanlah...Ombak lautnya juga tergolong landai, tak seperti ombak laut Papua atau laut Jawa cyinn.

Hedeh, sekarang terjawab sudah, kenapa Misool & Wayag (Raja Ampat) - Papua kalah tenar dari Krabi/Phuket, Thailand. Punya kita bukannya lebih jelek buk (menurut saya jauh lebih kece Indoensia punya kok), tapi karena akses transportasi yang terbatas. Di Krabi & Phuket, Thailand bisa ditempuh dengan mudah dengan long tail boat & speedboat. Lha Papua...jangan tanya lagi...kudu sabar terombang-ambing di kapal selama 1-3 jam cuy.

Aktivitas snorkeling di Chicken Island menurut saya juga kurang menantang. Disana ada banyak ikan-ikan yang bisa dilihat dengan mata telanjang dari atas long tail boat. Buat saya, ini lebih mirip Rumah Apung di Pantai Bangsring, Banyuwangi. Tapi kalo terumbu karangnya, nothing...Raja Ampat, Papua jauh diatas Krabi kelasnya untuk tempat snorkeling/diving.




Tapi ada pula beberapa hal yang saya harus akui bahwa Thailand jauh diatas negara kita dalam hal mengelola tempat wisata:

1. Pengelolaan sampah baik
Hampir semua pulau yang saya kunjungi di 4 Islands Tour ini, bersih dari sampah plastik! Padahal jumlah pengunjungnya banyak. Di Indoensia, pantai agak tenar dikit aja langsung sampah plastiknya tak terkendali *Syedihhnya...

2. Tak ada warung kaki lima
Nah ini...beda banget dengan negara kita bung. Di setiap pantai-pantai di Indonesia, pasti bertebaran warung-warung kaki lima yang merusak pemandangan. Di Krabi tak ada warung kaki lima satupun! Yang ada hanyalah long tail boat khusus yang berjualan makanan, bukan warung *Catat itu ya, mereka berjualan pakai boat (portable) bukan warung kaki lima yang menetap.

Semoga ada kepedulian khusus dari pemerintah Indonesia untuk mengelola tempat-tempat wisata yang kita punya agar semakin berkelas dan layak untuk tujuan turis internasional. Kita punya potensi pantai yang lebih baik daripada Thailand, sayang jika dirusak hanya karena sampah plastik dan warung kaki lima yang semrawut.

Tuesday, February 13, 2018

Enjoy The Night at Wat Arun Riverside - Bangkok, Thailand

This is beautiful night view of Wat Arun and Chao Phraya River. There are many of ships and boats passing by the river. Don't miss it!




Monday, February 12, 2018

Delicious Penang Foods; Teochew Chendul and Nasi Lemak - Penang, Malaysia

Ini dua jenis makanan khas yang kucoba waktu di Penang, Malaysia kemarin.

Teochew Chendul itu isinya cendol + kacang merah, diguyur kuah bersantan + gula merah. Penyajiannya dengan serutan es. Hmm, rasanya legit plus segar bo'!

Nasi Lemak itu semacam nasi gurih dikasih sambel goreng teri. Keduanya enakkk! Highly recommended! ^_^



Sunday, February 11, 2018

Beautiful Street Arts - Penang, Malaysia

Penang has very famous street arts and a ton of delicious foods. This island is very friendly and welcoming for anyone. Just go to George Town and walking around. You will no regret!




Saturday, February 10, 2018

Krabi Riverside (The Mud Crabs Sculpture) - Krabi Town, Thailand

This is a free attraction in Krabi Town.

Yes, you can see a beautiful landscape with the symbol of Krabi Town - The mud or black crabs sculpture - in this riverside.

The river itself is clean and there are many boats passing by the river.