Friday, July 20, 2018

Cara Menanam Adenium (Kamboja Jepang) dari Biji

Adenium atau Kamboja Jepang adalah salah satu tanaman cantik yang tahan panas dan kering. Banyak orang menyukai tanaman yang satu ini. Cara menanam Adenium tidaklah sulit. Simak videonya untuk mengetahui step by step menanam Adenium dari bijinya.




Monday, July 09, 2018

Ekspedisi Gunung Lawu (3,265 mdpl) Turun via Candi Ceto Karanganyar with Team STRESS 98 (Part 2)

Jalur Candi Ceto merupakan salah satu jalur pendakian yang terkenal (resmi) untuk menuju Gunung Lawu (3,265 mdpl). Jalur ini melewati Pos Perizinan - Pos 5 (Bulak Peperangan) yang merupakan pos pertemuan antara pendaki dari Jogorogo Ngawi dan Candi Ceto Karanganyar. Kemudian dari Pos 5, pendaki bisa langsung ke Gupakan (Tapak) Menjangan - Pasar Dieng - Hargo Dalem - Hargo Dumilah (Puncak Lawu).

Kami berlima (Team STRESS 98) mengawali pendakian via Jogorogo Ngawi dan turun via Candi Ceto Karanganyar.

Berbeda dengan jalur Jogorogo Ngawi yang jalannya agak sulit dikenali, jalur pendakian lewat Candi Ceto ini sangat mudah dikenali dan ramai sehingga memudahkan bagi pendaki pemula untuk sampai ke Gunung Lawu.




Catatan perjalanan via Jogorogo Ngawi bisa dibaca disini. Anyway, jalur pendakian Jogorogo Ngawi tidak disarankan dilalui oleh pendaki pemula karena memerlukan keahlian khusus di bidang pemetaan gunung.

Wednesday, July 04, 2018

Ekspedisi Gunung Lawu (3,265 mdpl) via Jogorogo Ngawi with Team STRESS 98 (Part 1)

Ini bukanlah jalur resmi pendakian ke Gunung Lawu. Biasanya jalur ini dipakai oleh orang-orang yang sedang 'nglakoni' atau sedang berburu ilmu kanuragan tertentu.

Karena bukan jalur resmi pendakian, jarang ada pendaki menggunakannya. Jalannya banyak yang tertutup ilalang, ekstrim dan hampir tak terlihat mata.

Tidak disarankan menggunakan jalur ini tanpa seorang ahli pemetaan gunung...


Pendakian dimulai dari rumah Pak Sidi di Desa Girimulyo, kemudian berlanjut ke Pos 1 (Ukir Bayi), Pos 2 (Udal-udal), Pos 3 (Bulak Akasia), Pos 4 (Pendem), Pos 5 (Bulak Peperangan) sampai ke Pos 6 (Hargo Dalem).

Baca kelanjutan kisahnya disini.

Saturday, June 23, 2018

Generasi Tua, Generasi X, Generasi Milenial (Y) dan Generasi Z



Perkembangan zaman tak bisa dilawan. Setiap generasi yang lahir di era tertentu akan membawa ciri khasnya masing-masing. Setidaknya ada 4 sebutan generasi yang saat ini sedang eksis di dunia:
- Generasi X lahir antara tahun 1966 - 1976
- Generasi Milenial (ato yang sering disebut sebagai Generasi Y) lahir antara tahun 1977 - 1994
- Generasi Z (ato yang sering disebut Kids Jaman Now) lahir antara tahun 1995 - 2012
- Generasi Alfa lahir setelah tahun 2012

Ke empat generasi ini mempunyai perbedaan satu sama lain. Generasi Milenial dan Generasi Z (dan generasi sesudahnya) berada di era modern dengan keterbukaan informasi yang luar biasa dengan adanya internet. Buat Generasi Milenial dan Generasi Z, smartphone dan gadget menjadi makanan sehari-hari dan setiap saat. Mereka mudah menjangkau sebuah informasi atau belajar ilmu baru melalui internet.

Jika orang tua kita waktu kecil ditanya "Mau jadi apa?", kebanyakan mereka akan menjawab 'Dokter ato Guru ato Polisi...bla bla bla...'. Tapi Generasi Milenial dan Generasi Z bisa berbeda. Jangan heran jika suatu hari nanti kamu akan mendapati jawaban "Aku mau jadi YouTuber" ato "Aku mau jadi Vlogger" dari seorang anak (dan mungkin itu juga yang menjadi cita-citamu saat ini).

Saya termasuk dalam Generasi Milenial. Orang tua saya awalnya agak sulit mengerti tentang cara hidup saya. Mereka pernah menginginkan saya menjadi seorang Dokter. Demi menyenangkan hati orang tua, saya mengajukan diri ke Fakultas Kedokteran Gigi di sebuah universitas negeri di Jember dan saya diterima tanpa tes! Tapi, pada akhirnya saya tidak kuliah disana, saya memilih kuliah di sebuah fakultas teknik di universitas negeri di Surabaya (saya diterima disini juga tanpa tes), dengan pertimbangan (saya)...kuliah di fakultas teknik bisa 'lulus lebih cepat' daripada kuliah di fakultas kedokteran (jadi saya bisa mengejar mimpi saya segera setelah lulus kuliah hahaha).

Cita-cita saya saat itu adalah menjadi pengusaha. Orang tua saya tidak bisa menerima itu karena mereka adalah Pegawai Negeri Sipil dan mereka tidak punya modal untuk berdagang ato membuka usaha. Pola pikir mereka terdidik untuk tunduk pada aturan dan kenyamanan, sedangkan saya punya pola pemikiran yang sangat terbuka, berani mengambil resiko apapun, yang mungkin dianggap 'liar' oleh mereka.

Sebulan setelah saya diwisuda, saya diterima menjadi engineer di sebuah perusahaan kapal fiberglass di Jakarta. Saya bekerja sesuai bidang saya, sesuai dengan gelar yang saya dapat dari kampus, tapi tidak sesuai dengan passion saya. Makanya, saya hanya bertahan 1 tahun 8 bulan di perusahaan ini. Orang tua saya kebingungan luar biasa ketika tahu bahwa saya resign dari pekerjaan saya. Ohh, mereka langsung datang jauh-jauh dari Ponorogo ke Jakarta hanya untuk 'mengkotbahi' saya tentang makna bekerja (hahaha!) dan mensyukuri saja jadi karyawan. Karena 'campur tangan' orang tua saya, akhirnya saya kembali bekerja sebagai karyawan (engineer lagi) di perusahaan kapal kayu di Cinere. Tapi yah, karena memang bukan keinginan dari hati yang terdalam...sayapun kembali resign, hanya bisa bertahan setahun bekerja di perusahaan itu kemudian saya pulang ke Ponorogo.

Perjuangan saya cukup berat untuk mencapai mimpi saya. Kurang dukungan dan juga kurang modal. Saya merintis sebuah warnet di Ponorogo dari bawah. Orang tua saya mungkin menyesali karena pernah mengkuliahkan saya ke Surabaya yang pada akhirnya sebagian besar ilmunya ndak akan pernah terpakai lagi haha. Saya tahu bahwa orang tua saya 'galau' dengan tingkah anaknya yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kami berbeda generasi, berbeda passion dan berbeda cara hidup meski sama-sama ingin hal yang sama, yaitu SUKSES!

Saya terpaksa memindah lokasi warnet dari Ponorogo kota ke Sumoroto karena tak bisa membayar uang sewa warnet sebesar yang diminta pemilik rumah. Harus mengawali semuanya dari nol lagi. Buat saya itu gak masalah, tapi buat orang tua saya itu masalah. Sering terjadi konflik antara saya dan orang tua saya dulu karena perbedaan pandangan dan prinsip. But, it's okay. Berbeda itu biasa buat kami (terutama saya hehe). Orang tua saya bertambah heran ketika saya memutuskan untuk menutup warnet selamanya dan memilih bekerja di internet. Well, saat itu saya sudah mulai menemukan jalan hidup yang saya mau. Jalan hidup yang pasti tak akan dimengerti oleh orang tua saya yang dari Generasi Tua (ato generasi Baby Boomers yang lahir sebelum tahun 1966).

Saya menekuni dunia SEO (Search Engine Optimization). Saya bekerja di perusahaan yang berlokasi di Amerika tapi saya bisa mengendalikan pekerjaan saya dari mana saja, asal ada internet. Untuk meredam 'kegalauan' orang tua dan membuat mereka percaya akan cara hidup yang saya pilih, saya mengajak mereka ke dealer mobil di Madiun. Saya membeli mobil baru (kredit selama 3 tahun) untuk mereka.

Wah, orang tua saya takjub...Mereka mulai 'melepaskan' saya sejak hari itu untuk berdiri di kedua kaki saya sendiri sampai hari ini...

***

Menyatukan perbedaan antar generasi memang gak mudah. Kepercayaan adalah kuncinya. Saat orang tua saya belum sepenuhnya percaya kepada saya, saya sulit berkembang. Tapi seiring berjalannya waktu, pada akhirnya mereka bisa menerima perbedaan kami dan memberi kepercayaan penuh kepada anak-anaknya untuk mengambil jalan hidupnya sendiri. Adik saya juga bekerja sebagai freelancer seperti saya di Surabaya (bedanya, adik saya lebih menekuni dunia YouTube dan online marketing). Dia lulusan teknik elektro dari sebuah universitas negeri di Jember yang juga mengambil jalan hidup tak sesuai dengan ilmu yang dipejarinya di bangku kuliah. Kami berdua punya sifat yang mirip, sama-sama pecinta kebebasan. Makanya kami memilih untuk bekerja di dunia yang bisa kami atur sendiri waktunya, punya banyak waktu untuk liburan, lepas dari ikatan dan aturan kantor. And yes, we're lucky because we're success on that!

Saya sering ketawa kalo melihat ada orang tua yang keukeuh memaksakan idenya, kemauannya dan kehendaknya sendiri kepada anak-anak muda. Oh God, it will useless! Generasi Milenial dan Generasi Z (dan generasi-generasi berikutnya nanti) adalah generasi dengan kebebasan. Bebas itu bukan berarti negatif. Bebas itu tidak terhalang, tidak terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa. Jika generasi muda dikekang, itu hanya akan membuat mereka kerdil. Membuat mereka tak bisa membuat terobosan dan inovasi baru. Dunia bisa kembali ke zaman batu jika generasi muda tak diberi kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri sesuai dengan eranya.

Orang tua saya sudah lebih 'kekinian' sekarang. Mereka menikmati hasil 'kebebasan' dari anak-anaknya. Kapanpun mereka minta liburan (pergi ke kota ato negara lain), saya ato adik saya bisa menyertai mereka. Saya punya waktu tanpa batas untuk keluarga karena pekerjaan saya sekarang (jalan hidup yang pernah mereka 'halang-halangi' dulu). Bersyukur, saya bisa melepaskan diri dari bayang-bayang orang tua saya. Saya bukan pemberontak. Saya hanya punya jalan yang berbeda dengan yang orang tua saya tahu.

So, If you are the Millennial or Generation Z, just be you and fight for your dreams, but don't forget to respect the older (especially your parents). Para muda pasti jengkel jika dipaksa 'memakai baju' selera orang tua yang gak up to date dengan style jaman now. Saya pernah merasakan ada di posisi itu. But now, I'm free. Memang perlu berjuang keras untuk menjadi diri sendiri...but it worth to fight.

Jika anda berasal dari Generasi X ato generasi yang diatasnya lagi, pliss...hargai juga perbedaan prinsip dan pandangan dengan kaum muda. Yang muda-muda memang kalah di umur. Tapi pengalaman belum tentu kalah. Karena pada dasarnya Generasi Y, Z dan seterusnya adalah makhluk yang cepat belajar dan berani mengambil resiko. Jadi pengalamannya bisa cepat melesat, melebihi generasi-generasi sebelumnya.

Saturday, June 09, 2018

Resep Orak-arik Telur Saus Tiram

Bumbu :
- 6 siung Bawang Merah
- 1 siung Bawang Putih
- 3 sdt Gula
- 2 sdt Garam
- 1/2 sdm Saus Tiram

Bahan :
- 2 butir Telur Ayam
- 3 buah Sosis Ayam
- Sawi Putih, pisah bagian atas dan bawah
- Brokoli
- Daun Seledri
- Wortel

Cara Memasak :


Saturday, June 02, 2018

Catat! Tempat-tempat Belanja Seru di Bali!!

Berkunjung ke suatu tempat, kurang lengkap rasanya jika tidak membeli oleh-oleh/buah tangan untuk dibawa pulang.

Nah, jika kamu ke Bali...kamu harus catat tempat-tempat berikut ini karena disini kamu bisa mendapatkan barang-barang khas Bali yang unik dan istimewa dengan harga miring.

Apa saja? Simak videonya yuk...



Wednesday, May 30, 2018

Resep Tumis Sawi Putih

Bahan-bahan:
- 10 lembar Sawi Putih
- Wortel secukupnya
- Brokoli secukupnya
- Seledri secukupnya
- 1/2 buah Tomat

Bumbu:
- 2 siung Bawang Putih
- 12 siung Bawang Merah
- 2 buah Cabai Merah
- 1 sdt Garam
- 2 sdt Gula

Cara memasak:


Thursday, May 24, 2018

Dalat - City of Spring in Vietnam

Piye perasaanmu lek mendadak terdampar di sebuah kota asing, diluar rencanamu, di negara antah berantah, yang bahasanya tak kau mengerti...?

Ya begitulah, myumyet plus deg-degan pastine hahaha.

Waktu saya solo backpacking ke Vietnam lalu, saya 'terpaksa' nyasar di kota ini, Dalat!

Kota ini gak masuk dalam trip plan saya. Awalnya saya cuma mau explore Mui Ne trus transit ke Dalat bentar, setelah itu terbang ke Hanoi.

Tiket bus dari Mui Ne ke Dalat sudah saya pesen, day tour ke Mui Ne sudah saya book, tiket pesawat dari Dalat ke Hanoi juga sudah saya bayar...eh mendadak kersane Gusti Allah, beberapa hari sebelum saya memulai perjalanan ke 4 negara mencari kitab suci...eh, mencari pangeran ganteng #Ea...mendadak penerbangan saya dari Dalat ke Hanoi di reschedule!

Hedeh, udah kepalang tanggung cyin, saya sudah gak bisa ngrubah trip plan saya lagi...jadinya, nikmati saja...

Saat di Ho Chi Minh City, saya berdiskusi lama dengan pihak The Sinh Tourist, tempat saya pesen bus dan tour selama di Vietnam. Puji Tuhan, mereka bisa handle semua 'kekacauan' yang disebabkan reschedule jadwal penerbangan ini dengan baik.

Emang saya harus berkorban dikit. Waktu saya explore Mui Ne jadi singkat. Cuma sempet berkunjung ke White Sand Dunes doang. Trus kudu naik bus ke Dalat jam 7 pagi. The Sinh Tourist ngusahain saya ikut keangkut bus, padahal bus-nya udah full tuh. Puji Tuhan, mereka bisa nyediain satu kursi tambahan agar saya gak telat sampai Dalat. Soalnya jadwal penerbangan saya yang seharusnya malam hari, diganti sore hari.

Lah, karena saya gak merencanakan tour di Dalat...akhirnya saya jadi anak ilang disini hahaha. Muter kesana, muter kesini...poto-poto dewe...ngabisin waktu pokoknya. Yg seru lagi saat nyari bus dari pusat kota Dalat ke Bandara Dalat...alamak, itu kudu nyomong-nyomong ngomongnya coz yang diajak ngobrol gak mudeng bahasa Inggris! #Uhuk

Btw, Dalat cukup indah kok. Kotanya termasuk modern. Banyak bangunan yang menurut saya justru kiblat ke Eropa daripada Asia. Ada danau ditengah kota yang dikelilingi taman bunga. And wow, ada sakura juga disana! Waktu saya disana, sakuranya baru kuncup-kuncup. Seru juga kalo ngebayangin pas sakuranya mekrok hehehe. Gak perlu ke Jepang deh buat lihat sakura. Vietnam juga ada...




Nah, puji Tuhannya lagi...saat saya mendarat di Hanoi...wow, suhunya nge-drop mbok. Di Dalat suhu udara normal kayak negara-negara Asia lainnya, sekitar 25-30 C. Lha kok di Hanoi suhunya 10 C. Sigh, saya keluar dari pesawat langsung membeku *_*.

Saya bersyukur jadwal penerbangan saya di reschedule pada akhirnya. Bayangkan jika jadwal penerbangan saya gak di reschedule...saya mungkin lebih menderita lagi saat di Bandara Hanoi. Karena menurut jadwal, saya tiba di Hanoi jam 1 pagi dan saya rencana tidur di bandara.

Oh God, terima kasih buat pemeliharaanMu!

Setiba saya di Hanoi, saya ganti outfit (pake jaket, kupluk, plus syal) trus langsung naik bus ke penginapan saya. Untungnya di penginapan, ada satu kamar kosong buat saya nginep malam itu. Jadi saya terselamatkan dari hawa dingin yang bukan konsumsi wong Indonesia dari Ponorogo ini...

Ah, selalu ada cerita seru di setiap perjalanan...See you again Dalat!