Saturday, July 15, 2017

Generasi Tua dan Generasi Muda

Keluarga saya berencana membuat kebun sayuran di rumah. Kami ingin bertanam bawang prei, lombok, terong, sawi, kangkung, dll dengan memanfaatkan kaleng-kaleng bekas dan polybag. Pagi itu terjadilah pembicaraan antara saya dan Papi saya...

Saya: "Pi, bawang prei sudah berhasil kutanam. Itu bibitnya dari sisa bonggol akar bawang prei yang dimasak Mami kemarin" (kata saya bangga)
Papi: "Kamu nanamnya ngawur. Asal-asalan..."
Saya: "Lho piye to? Tapi bawang prei-nya hidup kok. Sekarang udah numbuh tunas-tunasnya."
Papi: "Seharusnya nanam itu ada cara-caranya. Tanahnya dicampur pupuk NPK dulu sebelum ditanami sesuatu. Persentasenya 50:50."
Saya: "Aku nggak pake tanah biasa, Pi. Aku pake sekam (sisa pembakaran merang batu bata). Nanti aku buat kompos sendiri untuk pupuknya biar hasilnya sayuran organik, tanpa bahan kimia."
Papi: "Itu salah. Harusnya sesuai prosedur biar hasil tanamannya bagus."
Saya: "Papi kebanyakan teori ahh. Aku lho belajar dulu dari Internet sebelum nanam. Lagian tanamannya juga numbuh subur tanpa ngikuti prosedurnya Papi."

Bla...bla...bla...

Akhirnya pembicaraan itupun menjadi sedikit sengit. Papi saya yang notabene lulusan sekolah pertanian, menyebut saya tidak tahu apa-apa dalam hal bercocok tanam. Saya memang lulusan dari sekolah teknik. Tak pernah diajarkan cara nenanam sayur di kampus saya dulu. Tapi saya juga merasa bahwa hal bercocok tanam (dan hal apapaun juga) di era keterbukaan Internet seperti sekarang bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Tinggal klik di Google, semua ilmu bisa diketahui oleh siapapun! Nggak perduli kamu lulusan apa, kamu bisa menjadi ahli dengan sendirinya di bidang lain jika kamu mau belajar dari Internet.

Generasi Tua dan Generasi Muda

Any way, memang sering terjadi kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda dalam berbagai hal. Papi saya lahir di masa Internet belum ada. Wajar jika pola pikir Beliau sudah terbentuk teoritis dan menganggap bahwa ilmu yang didapatnya selama sekolah dulu harus diikuti secara rinci. Saya lahir di saat Internet sudah ada. Saya bisa belajar dari Internet kapanpun saya mau tanpa saya harus masuk sekolah dulu.

Generasi yang melek Internet cara berpikirnya cepat, karena informasi di dunia maya berubah setiap detik. Generasi yang tanpa Internet, pasti kelabakan mengikuti cara-cara hidup generasi yang melek Internet gini. Bahkan tak jarang terjadi saling judge di antara kedua generasi ini. Generasi melek Internet menganggap generasi yang lahir sebelumnya adalah generasi jadul, kaku dan kuno, sedangkan generasi tua-tua itu akan menganggap kita-kita ini makhluk-makhluk kemarin sore yang nggak tahu aturan, nggak tahu sopan santun dan tidak menghormati orang tua yang sudah makan asam dan garam kehidupan lebih dulu. What's the heaven...

Bagaimana menjembatani kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda? Kuncinya hanya satu, yaitu saling menghormati dan menghargai.

Yang muda harus menghormati yang tua, ini adalah suatu kemutlakan. Tapi yang tua juga harus menghargai yang muda, karena bisa jadi mereka lebih tahu kebenaran saat ini daripada yang tua. Tidak semua ilmu dari masa lalu itu mutlak benar. Dunia selalu bergerak dan dalam pergerakannya pasti ada perubahan-perubahan. Ilmu pun banyak yang menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Jika generasi tua sedang berbicara, dengarkan saja...ya, diam dan dengarkan saja mereka berbicara. Jangan dibantah, nggak perlu diinterupsi, nanti mereka tambah marah. Ambil ilmu-ilmu yang baik dari mereka dan buang yang sudah tidak sesuai dengan zamanmu.

Untuk para generasi tua, berilah waktu yang luas untuk yang muda-muda berkreasi. Tugas Anda adalah menjadi pengawas. Jika mereka gagal/salah langkah, bawa mereka kembali ke jalan yang benar. Tak perlu terlalu kaku dan memaksakan sesuatu yang Anda tahu dulu untuk mereka sekarang. Dulu dan sekarang sudah beda waktu. Biarkan anak-anak muda berekspresi sesuai usia mereka saat ini, izinkan mereka 'membuat' kesalahan dan kegagalan agar mereka belajar darinya.

Selalu mengawasi dan mengekang anak-anak muda dengan banyak aturan dan perintah hanya akan membuat Anda sendiri lelah dan membuat mereka kerdil. Lepaskan...berikan kepercayaan penuh kepada yang muda-muda untuk berkarya tanpa rasa takut ini itu. Anak-anak muda zaman sekarang bisa belajar sendiri dengan cepat. Percaya deh. Yang Anda perlu hanyalah mengarahkan mereka untuk belajar di tempat yang benar, bukan membuat aturan-aturan atau perintah-perintah yang terilhami oleh kehidupan Anda di masa lalu.

We're different so let us different! Perbedaan antara generasi tua dan generasi muda seharusnya seperti tuts hitam dan putih di sebuah piano. Ketika tuts hitam dan putih dimainkan, keduanya menjadi rangkaian nada-nada yang membentuk sebuah lagu. Perbedaan dan kesenjangan yang ada antara kedua generasi bukan untuk diperdebatkan dan dicari siapa yang lebih unggul, bukan juga untuk dicampur-adukkan...tapi untuk disandingkan demi terciptanya sebuah harmoni dan kerjasama yang apik.

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya." (Kolose 3:20-21)

Friday, July 14, 2017

Mural-mural Cantik di Jembatan Suroboyo Kenjeran

Daerah Kenjeran, Bulak, Surabaya kian berbenah diri menjadi kawasan yang cantik, bersih dan warna-warni.

Selain atraksi air mancur menari yang bisa dinikmati gratis oleh pengunjung setiap hari Sabtu pukul 20:00 - 20:30 WIB di Jembatan Suroboyo, pengunjung juga bisa menikmati cantiknya mural-mural (lukisan dinding) di sekitar kawasan jembatan yang baru diresmikan sekitar bulan Juli 2016 ini.

Mural-mural ini kebanyakan bertemakan laut, ajakan untuk menjaga kebersihan dan juga ada lukisan Ibu Tri Rismaharini yang merupakan Walikota Surabaya saat ini. Tak jarang saya melihat beberapa pengunjung berhenti sejenak dan ber-selfie ria dengan latar belakang mural.



Tak jauh dari Jembatan Suroboyo, kamu juga bisa berwisata ke destinasi-destinasi baru di Kenjeran yaitu Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak.

Taman Suroboyo merupakan area bermain yang dibangun dekat dengan Kampung Bulak (kampung nelayan) yang sedang dirintis untuk menjadi kampung warna-warni seperti Kampung Jodipan Malang. Nah, di Taman Suroboyo ini pengunjung bisa menyewa perahu nelayan jika ingin berputar-putar dan menikmati Pantai Kenjeran.

Persis di depan Taman Suroboyo ada Sentra Ikan Bulak yang merupakan tempat jual beli berbagai olahan ikan. Kamu bisa menemukan berbagai kerupuk ikan, aneka ikan dan udang segar, juga bisa naik ke lantai dua dan memesan aneka masakan seafood dan masakan khas Surabaya dengan harga terjangkau seperti Lontong Kupang, Lontong Balap, etc.

Jembatan Suroboyo, Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak ini bisa dijangkau dengan mudah menggunakan angkutan umum. Ada lyn T2, JMK, R, etc yang lewat depan/berhenti dekat dengan tempat-tempat wisata ini.

Thursday, July 13, 2017

Pekerjaan Sampingan untuk Orang-orang Kreatif

Orang umum berpendapat, "Saat krisis, berhematlah. Kurangi belanja, kurangi liburan, kurangi pengeluaran duit..."

Kata saya, "Yang kamu perlu lakukan saat krisis bukanlah mengurangi pengeluaran duit, mengurangi belanja, enggak liburan, etc...tapi cermatlah dalam mengelola keuanganmu setiap hari dan mencari sumber penghasilan baru! Kalo perlu, ubah semua sumber yang membuatmu mengeluarkan duit selama ini menjadi sumber yang bisa menghasilkan duit."

Kenapa harus menurunkan standar hidup dan bukannya menaikkan kualitas diri di saat krisis?

Kalo berhemat sih saya sudah melakukannya sejak dulu (gak perlu diperintah kalo ini mah). Jadi saya tidak perlu berhemat lagi di saat krisis (apanya yang mo di hemat lagi, kan sudah hemat dari dulunya...).

Yang saya perlukan di saat krisis adalah menghasilkan sumber penghasilan baru lagi yang bisa menutup kebutuhan saya akan keuangan.

Caranya?

Ada banyak cara untuk menghasilkan uang di era modern sekarang ini. Kamu tak perlu meninggalkan pekerjaanmu di kantor dan bisa menjadikan cara ini sebagai side job alias pekerjaan sampingan.

Saya dibayar untuk jalan-jalan. Kamu?

1. Berjualan online

Punya Facebook, Instagram, Blog, Twitter, Path, WhatsApp, Line...? Kenapa nggak kamu manfaatkan Social Media-mu itu untuk berjualan? Zaman sekarang jualan nggak harus di toko keles.

Kamu bisa menawarkan barang jualanmu ke Social Media. Tak perlu bangunan toko, barang yang sudah deal tinggal dikirim ke pembeli lewat jasa pengiriman pos/kurir. Gampang kan?

Tapi ingat untuk menjaga sopan santun dalam beriklan di Social Media agar orang-orang yang di list-mu tidak merasa terganggu kemudian meng-unfriend/unfollow akunmu (kamu yang rugi sendiri kalo gini).

Beriklanlah dengan elegan! Ambil satu foto terbaik dari barang yang ingin kamu jual, kasih keterangan singkat (jangan bertele-tele) dan jelas, kemudian upload ke semua akun Social Media-mu. Sehari satu foto di setiap akun Social Media sudah cukup.

Kamu bisa melakukan pembagian upload foto-foto yang berbeda ke berbagai Social Media untuk menunjang penyebaran iklanmu setiap harinya. Misal: 1 foto untuk Facebook, 1 foto untuk Instagram, 1 foto untuk Blog, 1 foto untuk Twitter, 1 foto untuk Path, 1 foto untuk timeline Line, etc. Jangan upload semua foto di satu akun Social Media bersamaan. Bisa numpuk jadinya dan terkesan tidak elegan...

Jika Social Media masih kurang, kamu bisa juga berjualan melalui situs-situs e-commerce (website jual beli) lainnya seperti BukaLapak, OLX, Tokopedia, etc. Caranya mudah juga kok, tinggal daftar ke situs-situs e-commerce tersebut, upload foto-foto menarik, kalo ada barang yang deal...tinggal kirim barangnya ke pembeli deh.

2. Adsense

Udah tahu apa itu Adsense?

Adsense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Adsense bisa dipasang di Blog, Website dan YouTube. Yang kamu perlukan hanyalah mendaftar di Gmail kemudian mengaktifkan akun Adsense-mu.

Buatlah konten-konten yang menarik di Blog, Website atau channel YouTube-mu agar para pengiklan tertarik untuk memasang iklan-iklannya ditempatmu. Pamor Blogger dan Youtuber saat ini sedang booming. Sudah banyak orang yang bisa menghasilkan banyak uang dari Adsense ini. Kalo kamu kenal siapa itu Raditya Dika, Ria Ricis, Edho Zell...mereka adalah contoh-contoh orang yang berpenghasilan lewat program Adsense dengan media YouTube.

Hari gini, cari kerja itu sebenarnya gampang, asal kamu kreatif! Orang-orang kreatif mendapatkan uang dengan cara-cara kreatif pula. Jalan-jalan dibayar, foto-foto narsis dapat uang, saat tidur uangnya bekerja untuknya...ngoceh pun bisa mempertebal dompetnya...

So, jadilah orang yang kreatif!

3. Driver online

Jika kamu hidup di kota-kota besar dan punya kendaraan, kamu juga bisa memanfaatkan kendaraanmu untuk menghasilkan uang tambahan dengan menjadi driver online. Saya senang sekali memanfaatkan jasa aplikasi angkutan online saat saya sedang traveling ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Malang...Selain cepat dan mudah, angkutan online ini tak perlu membuat saya menunggu jadwal karena mereka akan menjemput saya di tempat saya berdiri dan memegang handphone.

Kamu bisa bergabung menjadi driver Gojek, Grab, Uber, etc dan menghasilkan uang tambahan sembari kamu nyetir dari kantor ke rumahmu ato sebaliknya. Gampang juga kan?

Ah ya, saya pernah mewawancarai beberapa sopir online yang saya pakai jasanya untuk traveling dan ada juga beberapa di antara mereka yang ngaku kalo mereka pada akhirnya lebih memilih keluar dari kantornya dan menjadi fulltimer driver online karena pekerjaan itu lebih memberikan penghasilan besar daripada penghasilan mereka di kantor dan membuat mereka lebih punya banyak waktu di rumah bersama keluarga. Wow!

4. Sewakan ruang kosong di rumahmu

Nah, buat kamu-kamu yang punya ruang kosong di rumah, kamu juga bisa menghasilkan uang lebih darinya. Caranya? Dengan menyewakan ruang kosong di rumahmu itu sebagai tempat menginap sementara bagi backpacker/traveler.

Coba gabung saja di AirBnB dan tawarkan ruang kosong di rumahmu disana. Ato kamu juga bisa membuat sendiri rumahmu sebagai homestay/kos-kosan untuk orang-orang yang membutuhkan. Jika lokasi rumahmu didekat tempat-tempat wisata, bisa semakin untung besar tuh.


Okay guys, selamat berkreasi dan semangat menghasilkan uang! Jangan takut dengan krisis! Jadikan krisis sebagai kesempatan untuk berpikir kreatif dan menemukan sumber penghasilan baru yang menghasilkan lebih banyak uang dan memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga.

Wednesday, July 12, 2017

Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan

Banyak orang menghakimi orang lain berdasarkan masa lalu yang mereka tahu tentang orang tersebut. Mereka tak segan menggunakan sepenggal kisah masa lalu yang mereka tahu itu untuk menyindir/menyudutkan orang yang bersangkutan, bahkan di depan orang lain.

Dunia selalu berputar. Kehidupan tak pernah sama dari waktu ke waktu. Bisa jadi, orang yang di masa lalunya hebat, sekarang sedang terpuruk. Sebaliknya, mereka yang dulunya punya masa lalu kurang baik, bisa berubah menjadi orang besar hari ini.

Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan

Jangan pernah melihat seseorang di hari ini dengan kacamatamu di masa lalu. Bisa jadi, kamu yang akan malu sendiri nanti...karena mereka yang di masa lalumu ada di bawahmu, bisa melesat jauhhhhh ada diatasmu hari ini!

Berhenti menghakimi seseorang berdasarkan masa lalunya. Berhenti menyindir-nyindir orang lain berdasarkan sepenggal kisah yang kamu tahu tentang dia beberapa tahun silam. We're always on the move! Jika sikapmu seperti itu terus, kamulah yang akan tersandung jatuh, sedangkan mereka yang hendak kamu jatuhkan justru bisa berlari dengan tenang dan menyalipmu dengan mudah...

Be nice and be respectful.

"Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan" (Yohanes 7:24a BIS)

Tuesday, July 11, 2017

My Studio Hotel, Hotel Kapsul untuk Backpacker di Pusat Kota Surabaya

My Studio Hotel ini merupakan hotel kapsul yang terletak di pusat kota Surabaya. Cocok untuk para backpacker/traveler yang ingin mencari penginapan murah meriah namun nyaman dan bersih.

Lokasi hotel tak jauh dari Stasiun Gubeng, Monumen Kapal Selam, Plaza Surabaya, Hotel Sahid dan Graha SA. Transportasi umum menuju dan dari hotel pun sangat memadai. Ada Lyn F, N...Bus jurusan Gubeng...yang lewat depan hotel langsung/berhenti tak jauh dari hotel.

Buat kalian yang sudah terbiasa backpacker-an ke Jepang, pasti sudah tidak asing dengan capsule/cabin hotel. Ya, hotel ini pun mengusung tema yang sama seperti hotel-hotel kapsul di Jepang sana.

Tempat tidurnya masing-masing disusun 2 tingkat dan di satu lantai setidaknya ada sekitar 20 ruang tidur. Pria dan wanita dicampur, namun di tiap ruang tidur ada gordennya, untuk menjaganya tetap private. Jika ingin menggunakan loker penyimpanan barang di bawah tempat tidur, pengunjung bisa menggunakannya dengan jaminan uang Rp. 100.000 saat masuk ke hotel. Uang ini akan dikembalikan utuh saat pengunjung check out dari hotel dengan menunjukkan bukti jaminan penggunaan loker.

Tarif sewa per kamar sangat murah. Berkisar antara Rp. 150.000/malam untuk single bed (saya memesan single bed di hotel ini untuk 2 malam lewat Agoda dan mendapat harga sekitar Rp. 100.000/malam saat ada diskon Agoda).


Fasilitas yang didapat:
1. Single/double bed (ada gantungan baju dan meja kecil di tiap ruang)
2. Shared bathroom (tersedia sabun cair dan tisu yang bisa digunakan dengan bebas)
3. Free breakfast (roti tawar dan selai)
4. Welcome drink (1 botol air mineral)
5. Free tea/coffee anytime
6. Free WiFi di tiap ruangan (aksesnya cukup cepat)

Jika kamu ingin memesan makanan lain di hotel juga bisa. Harga seporsi nasi goreng di cafetaria dibandrol sekitar Rp. 20.000. Trus mereka juga menyediakan aneka makanan/minuman ringan seperti keripik, Pocari Sweat, etc.

Pstt, banyak bule pria/wanita juga menginap di hotel ini. Rata-rata tujuan mereka adalah Bromo dan sekitarnya. Lumayan buat cuci mata lah mbok hahaha...

Wednesday, July 05, 2017

The Power of Praise and Worship

Minggu sore itu kaki saya melangkah masuk ke sebuah gereja di Madiun. Ini adalah kali kedua saya kesini. Minggu lalu, ketika ada saudara sepupu saya yang 'terpaksa' harus melahirkan di Madiun (Usia kandungan baru 8 bulan...Si Ibu terkejut saat suaminya memundurkan mobil di jalanan yang agak macet dan tiba-tiba ia mengalami kontraksi), saya menyempatkan diri untuk ikut ibadah Minggu pagi di gereja ini juga karena jarak antara rumah sakit tempat saudara sepupu saya dirawat tak jauh dengan gereja.

Jumlah jemaat yang hadir di ibadah Minggu sore lebih banyak daripada jumlah jemaat yang hadir di ibadah pagi Minggu lalu. Gereja ini adalah salah satu gereja satelit dari sebuah gereja besar di Surabaya, tempat saya berjemaat saat masih kuliah dulu. Meski baru berusia 4 tahun, gereja satelit di Madiun ini sangat profesional, tak kalah profesional dengan gereja induknya di Surabaya (Mungkin karena DNA-nya sama).

Saya seperti 'kembali' ke rumah setiap kali beribadah ke gereja ini. Disini, saya merasakan kebebasan praise and worship yang sebenarnya. Mau loncat-loncat, teriak-teriak, angkat tangan, tepuk tangan keras-keras...enggak ragu...karena semua jemaat disini juga melakukan hal itu. Ada suatu sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa saat saya bisa berekspresi bebas kepada Tuhan yang saya sembah (Terus terang, saya lebih menikmati suasana praise and worship yang riuh dan gegap gempita daripada suasana praise and worship yang tenang dan damai sentosa tanpa ekspresi apapun).

Let's praise God loud!

Worship Leader di ibadah Minggu sore ini adalah seorang pria muda bergitar. Dia memimpin acara praise and worship dengan semangat. Lagu-lagu pujian semuanya modern, pemain musik yang mengiringinya sempurna, suara sound system-nya keren, lighting bagus, para singers juga tak segan untuk menyanyi sambil loncat-loncat semangat...tapi entah kenapa, saya masih merasa kurang gregetnya. Mungkin karena jemaat Minggu sore ini lebih banyak orang tuanya (Kebanyakan pasangan suami istri) atau karena apa saya kurang mengerti.

Selesai Sang Worship Leader menutup doa untuk firman, tiba-tiba seorang wanita muda naik ke atas mimbar. Pada awalnya, saya kira ia adalah seorang anak kuliahan berusia sekitar 20 tahunan karena penampilannya benar-benar mirip saya (Pakai celana jeans, kaos dan ponco, rambut di kuncir ke belakang).

"Nama saya Margaret. Saya bukanlah orang yang akan berkotbah sore ini. Tapi saya ingin membagikan kepada saudara semua tentang pujian dan penyembahan seorang Daud..."

Saya bengong mendengarkan wanita muda ini berbicara. Saya merasakan sebuah kuasa yang besar terkandung di setiap perkataannya. Ada wibawa ilahi yang turun menaunginya.

"Puncak sebuah ibadah bukan saat firman Tuhan disampaikan, tapi saat setiap hati menemukan koneksinya dengan Tuhan dalam pujian dan penyembahan." (Kalimatnya ini terus saya ingat sampai hari ini).

Wanita muda bernama Margaret itu kemudian mengajak seluruh jemaat untuk bangkit berdiri setelah ia selesai menjelaskan tentang Daud dan cara ia memuji dan menyembah Tuhannya sampai Tuhan berkenan kepada Daud. Ia mengajak semua jemaat melakukan kembali penyembahan kepada Tuhan lebih dalam...

"Hosanna in the highest. Let our King be lifted up...Hosanna..."

Saat pujian Hosanna dilantunkan dengan lembut, suasana di dalam gereja mulai berubah. Saya mendengar suara seorang bapak-bapak di bagian kanan depan saya mulai terisak-isak, seorang gadis yang ada di depan saya langsung 'ndeprok' di lantai, anak-anak muda di barisan belakang ada yang bertepuk tangan sambil berteriak, "Halleluya..." berkali-kali, dan kemudian semua orang-orang di kiri dan kanan saya pun mulai menemukan 'koneksinya' dengan Tuhan termasuk saya. Wow, that was amazing!

Firman Tuhan yang disampaikan sore itu tidaklah lama, hanya sekitar 30 menit karena waktu sudah banyak dipakai untuk pujian dan penyembahan 'tambahan'.

Nah, ini yang membuat saya takjub lagi...Ternyata, yang berkotbah sore itu adalah Gembala Sidang dari gereja satelit di Malang, suami dari wanita muda bernama Margaret tadi. Sesuai dengan kesaksian Bapak Pendeta, mereka sudah menikah selama 18 tahun! Hah, mata saya tertipu oleh penampilan Si Ibu Margaret rupanya. Saya bisa mengira-ngira, kemungkinan besar Ibu Margaret sebenarnya sudah berusia sekitar 40 tahunan (Penampilan si Bapak Pendeta lebih sesuai umur karena rambutnya dibiarkan beruban, memakai kemeja dan jas, meskipun tetap bercelana jeans juga), bukan 20 tahunan (Hedehh, Ibu Gembala yang keren dan kekinian nih! I love it...).

Kotbah sore itu pun bisa saya ingat sampai hari ini. Tema kotbahnya tentang Komitmen dalam Pernikahan (Kejadian 2:23, 3:1-8).

Dari pengalaman saya di gereja Madiun itu, saya belajar banyak hal tentang kuasa praise and worship. Saat hati kita siap dan sudah terkoneksi dengan Tuhan, meski hanya dengar firman Tuhan selama 30 menit...itu akan menjadi berkat. Tapi saat hati kita kering, meski diisi firman selama 1 jam, 2 jam, 3 jam...semuanya hanya akan masuk telinga kanan kemudian keluar lagi dari telinga kiri.

Tuhan mencari penyembah-penyembah yang benar. Bukan sekedar pendengar-pendengar kotbah. Bukan berarti bahwa firman itu tidak penting, tapi yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat hati siap dulu, sehingga firman Tuhan bisa masuk ke hidup seseorang dan mengubahkan.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:23)

Tuesday, July 04, 2017

Yuk, Belajar Berkomunikasi...

Banyak orang pandai di muka bumi ini. Tapi tak semuanya bisa memberikan pengaruh yang baik kepada lingkungan sekitarnya. Terkadang, orang yang cuma lulusan SD, lebih bisa memberi dampak positif yang luar biasa di masyarakat dibandingkan mereka yang jebolan S2/S3 dari universitas ternama.

Cara bersikap, cara berbicara, cara bergaul dan cara berbaur dengan berbagai golongan...tak akan kamu dapatkan serta merta di bangku sekolah. Itulah kenapa, kadang kita menjumpai banyak orang pandai yang saat berbicara justru membuat orang-orang menjauh atau tidak mendapat tanggapan apapun.

Let's talk!

"Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!"
(Amsal 15:23)

Kata-kata yang diucapkan tepat pada waktunya, mendatangkan sukacita. Jika lawan bicaramu adalah orang-orang biasa, jangan pakai gaya profesor/filsuf untuk berkomunikasi dengan mereka. Sebaliknya, jika lawan bicaramu para cendekiawan, jangan bergaya sok tahu di depan mereka.

Selalu membawa ayat-ayat kitab suci dalam sebuah percakapan, tak akan membuat lawan bicaramu bertobat saat itu juga. Selalu memakai istilah-istilah/bahasa asing dalam setiap kesempatan tak akan membuat derajatmu lebih tinggi seketika.

Jadilah orang yang rendah hati dan hargailah seseorang yang sedang mengutarakan isi hatinya meski itu hal sederhana. Berilah kesempatan orang lain untuk lebih banyak berbicara daripadamu dan tertawalah agar mereka berani mendekat dan terbuka denganmu. Sederhana, tapi inilah seni berkomunikasi yang seringkali dilupakan oleh banyak orang.

Hari ini, bukan lagi memulu tentang kamu. Tutuplah mulutmu sejenak, berilah telinga dan hatimu untuk lebih banyak mendengar dan merasakan...

Monday, July 03, 2017

Hidup nggak harus ngoyo, nanti kamu tambah soro

Tuhan tidak pernah terburu-buru. Tidak pernah terlambat. Tidak pernah gagal. Dan tidak pernah ingkar janji. Rancangan-Nya sempurna. Rencana-Nya indah. Waktu-Nya tepat.

Yang membuat manusia tidak tenang akan hidupnya adalah karena dia tidak benar-benar kenal siapa Tuhan.

Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya, baru kemudian menciptakan manusia. Segala kebutuhan manusia sudah disediakan Tuhan jauh sebelum manusia itu dilahirkan ke bumi. Jadi, kenapa kamu selalu bingung dan kuatir tentang hal-hal lahiriah? Tak tahukah kamu bahwa Tuhanmu akan memberikannya kepadamu pada waktunya?

Tunggu waktu Tuhan dengan sabar dan sukacita

Jika belum tiba waktunya, jangan paksa Tuhan untuk memberikan jatahmu. Nikmati dulu apa yang ada padamu saat ini, dan terus mencari kehendak Tuhan dalam segala hal.

Hidup nggak harus ngoyo, nanti kamu tambah soro. Libatkan Tuhan selalu...kenali isi hati-Nya...tak perlu banyak gaya pun, Tuhan akan mengirimkan apa yang kamu perlu sampai berlimpah.

"Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah" (Mazmur 23:5)