Monday, December 05, 2016

Blue Pond - Biei, Hokkaido, Japan

My travel video to Blue Pond - Biei, Hokkaido, Japan. This is one of wonderful places in Hokkaido. You must visit it when you're travel to Japan!


Don't Panic

"Don't panic. I'm with you. There's no need to fear for I'm your God. I'll give you strength. I'll help you. I'll hold you steady, keep a firm grip on you." (Isaiah 41:10 MSG)

Panic is not the character of God. Panic is the human character and the devil. Follow the instructions of the Lord and you will not panic anymore.

Hidup Didalam Panggilan Tuhan

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10)

Katakan 'Ya' kepada perintah Tuhan tanpa ragu-ragu. Saat keadaan terlihat tanpa pengharapan, percayai penyertaan Tuhan lebih lagi.

Sunday, December 04, 2016

Otaru - Hokkaido, Japan

This is my travel video in Otaru - Hokkaido, Japan. Let's check it out! ^_^


Allahku, yang kupercayai

Oleh: Angelina Kusuma


Mazmur 91:2, "...Allahku, yang kupercayai"

Saya terbiasa membuat resolusi tahun baru bertepatan dengan peringatan hari lahir saya. Beberapa hari lalu, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya melewati hari ulang tahun saya berdua saja dengan Tuhan. Saya sengaja mematikan semua notifikasi birthday reminder di semua akun sosial media sehingga tidak ada satupun yang menyadari bahwa hari itu saya bertambah usia. Hanya 2 orang teman dekat yang sudah katam saya luar dalam (hahaha) dan beberapa pengurus gereja yang mengucapkan selamat ulang tahun.

Bagi saya, cukuplah merayakan hari ulang tahun dengan berdoa, memuji dan menyembah Tuhan secara pribadi, karena saya tahu bahwa pertambahan usia artinya juga pertambahan beban hidup ke depan. Jadi saya lebih perlu perkenanan Tuhan daripada ucapan-ucapan simpati orang lain.

Saya menulis hal-hal yang ingin saya lakukan di tahun 2017 nanti di buku harian. Selesai membuat resolusi 2017, saya mulai memuji dan menyembah Tuhan. Saat itulah Roh Kudus berbicara kepada saya, "I need you to reach them. They are lost, they need a leader and they need your good example." Mata saya terpejam tapi pikiran saya bisa melihat wajah beberapa anak-anak muda disana. Air mata saya mulai menetes satu per satu.

"But Dad, I also need someone to lead me."
"No worry, I will fulfill all your needs."

Roh Kudus kemudian menuntun saya kepada Mazmur 91. Setiap selesai saat teduh, biasanya saya selalu membaca pasal ini setiap pagi. Tapi kali itu lain. Kalimat "...Allahku, yang kupercayai" seperti melompat keluar dan seketika membuat hati saya menjadi damai.

Seberapa sering kamu membaca Alkitab, tidak menunjukkan bahwa kamu sudah benar-benar mengerti maksud dari setiap ayatnya. Thanks God, saya mendapat kekuatan baru dari Mazmur 91:2. Percaya kepada Tuhan artinya berani bergantung total kepada-Nya tanpa pengecualian.

Jujur, saya punya sebuah kerinduan besar di tahun 2017. Di tahun-tahun sebelumnya, kerinduan ini hanya sebatas wacana saja. Ada sedikit perasaan was-was di hati saya saat Tuhan ternyata menghendaki saya melakukan hal yang tak kalah pentingnya dari kerinduan saya itu. Jika saya terlalu sibuk memikirkan pelayanan ke anak-anak muda, saya takut 'tak punya' waktu untuk mewujudkan kerinduan saya. Tapi ah...bukankah Tuhan Yesus yang saya sembah itu Maha Dahsyat? Masa iya Dia tidak memperhatikan keperluan saya saat saya melakukan perintah-Nya?

Saya langsung meminta ampun untuk ketidak-taatan dan kekuatiran saya kepada Tuhan. Tidak ada satupun alasan untuk tidak percaya kepada-Nya. Dia Pencipta saya. Dia lebih tahu cara untuk mengatur hidup saya dan Dia punya rencana yang lebih sempurna daripada rencana-rencana saya. Yah, ini saatnya saya melakukan bagian saya yaitu melayani anak-anak muda & generasi yang terhilang dan membiarkan Tuhan melakukan bagian-Nya juga (memberkati saya sesuai kehendak-Nya). I trust Him 100%!

Tuesday, November 29, 2016

Soul On Fire - Third Day

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
Lord, I'm longing for Your ways
I'm waiting for the day
When I am a soul on fire
Till I am a soul on fire
[x2]

Lord, restore the joy I had
I have wandered, bring me back
In this darkness, lead me through
Until all I see is You

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
Lord, I'm longing for Your ways
I'm waiting for the day
When I am a soul on fire
Till I am a soul on fire

Lord, let me burn for You again
Let me return to You again
And Lord, let me burn for You again
And let me return to You again

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
Lord, I'm longing for Your ways
I'm waiting for the day
When I am a soul on fire

God, I'm running for Your heart
I'm running for Your heart
Till I am a soul on fire
I wanna be
Till I am a soul on fire
Till I am a soul on fire



Belajar dari Kisahnya Om Feliks

Oleh: Angelina Kusuma


Kisah Para Rasul 24:24-25, ...ia (Feliks) menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau."

Feliks...Bukankah seringkali kita mendapati orang-orang seperti Om Feliks ini?

Saat mendengar berita tentang kasih Yesus dan berkat-berkat-Nya, mudah sekali mulut ini mengucap, "Halleluya...puji Tuhan!" Tapi begitu Dia mulai menyentuh bagian hidup kita yang penuh dosa dan luka-luka masa lalu, maka kitapun berontak karena tidak nyaman.

Pada saat Paulus berbicara tentang iman dalam Kristus dengan Feliks serta menyebut mengenai "kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang", Feliks menjadi ketakutan. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan Yesus bahwa kalau Roh Kudus datang maka Ia akan "menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman" (Yoh 16:8). Mengikut Tuhan tidak bisa hanya dengan mengecap senangnya saja. Terkadang Tuhan menghendaki kita meninggalkan zona nyaman dan kita harus berhadapan dengan salib.

Om Feliks ketakutan setelah mendengar bagian 'nggak enak' dari mengikut Kristus dan menyuruh Paulus pergi darinya. "Ntar dulu ya, sekarang 'bukan waktu yang tepat' untuk mengkoreksi hidup gue. Sono-sono pergi dulu, ntar kalo gue punya 'kesempatan baik', gue panggil loe lagi." Eits, mungkin 'waktu yang tepat dan kesempatan baik' menurut pandangan manusia itu tak akan datang kedua kalinya.

Ibrani 4:12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Jadilah orang yang rendah hati di hadapan Tuhan dan firman-Nya. Saat Ia mulai mengkoreksi dan menginsafkanmu dari dosa, kepahitan, hubungan-hubungan yang tidak benar ataupun luka-luka masa lalu yang harus dibereskan, lembutkan hati.

Tuhan tidak pernah jahat! Ia datang untuk membawa kelegaan bagimu, memisahkanmu dari yang jahat untuk membawamu kepada terang-Nya yang ajaib. Mungkin kita akan merasa malu, kotor, takut dan was-was sama seperti perasaan Om Feliks pada awalnya saat Ia mulai mengkoreksi hidup kita, tapi percayalah...itu semua untuk kebaikan kita sendiri dan Ia tidak akan membiarkan umat-Nya mendapat cela selama-lamanya. Ia akan memulihkan keadaan kita jauh lebih baik setelah proses pemurnian iman selesai.

Markus 2:17, Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Double for our trouble!

Perkatakan terus tentang hal-hal yang positif tentang masa depanmu dan tolak menjadi negatif. Mungkin kenyataan tak seindah anganmu, tapi jangan pernah berhenti untuk berharap. Tuhanmu sanggup memberikan berkat 'dua kali lipat' dari setiap masalah yang harus kamu lewati saat ini.

Yesaya 61:7, Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

That's a promise for us, a promise of double for our trouble! Double the blessing...double the joy...double the peace!