Sunday, August 20, 2017

Punya Nyali? Ayo Cobain Wisata Kali Cokel Pacitan

Pacitan mempunyai wisata susur sungai teranyar yang disebut Wisata Kali Cokel! Berbeda dengan Wisata Sungai Maron yang sudah tenar lebih dulu, Wisata Kali Cokel ini lebih menantang adrenalin. Pengunjung tak hanya dibawa menyusuri sungai dengan perahu nelayan, tapi juga akan dibawa ke laut lepas langsung!




Tarif per orang hanya Rp. 17.000. Satu perahu bisa muat sampai 4-5 orang dewasa (kalo jumlahnya banyak, mungkin harganya bisa ditawar). Jangan kuatir, karena setiap pengunjung akan diwajibkan mengenakan baju pelampung dan perahu dioperasikan oleh orang yang sudah sangat berpengalaman di bidang ini. Just relax and enjoy the journey...

Rute awal, pengunjung akan dibawa menyusuri Kali Cokel pelan-pelan sampai mencapai garis pantai. Kemudian pengunjung akan dibawa mengarungi laut lepas melewati Pantai Watu Karung dan kembali lagi ke Kali Cokel. Nah, sebelum selesai...pengunjung akan dibawa menyusuri Kali Cokel lagi, kali ini dengan kecepatan yang lebih kencang dari awalnya. Seru, menegangkan dan menghibur. Pemandangan disekitar Kali Cokel benar-benar ajibbb! Hijau, penuh dengan pohon-pohon kelapa di sepanjang aliran sungai.

Lokasi Kali Cokel sendiri ada di Kawasan Pantai Kasap, yang dijuluki Raja Ampat-nya Pacitan. Pantai Kasap terletak di Kelurahan Watu Karung, Kec. Pringkuku, Kab. Pacitan. Bisa ditempuh selama 15-30 menit dari Pantai Watu Karung dengan menggunakan kendaraan pribadi (motor/mobil). Jalanan menuju kawasan ini sudah sangat bagus.

Berani? Yukk, cobain wisata yang bakalan nge-hits ini...

Saturday, August 19, 2017

Hello Pacitan Pro 2017 - World Surf League (Watu Karung Beach)

Pesona Pacitan di kancah dunia semakin kokoh saja. Kali ini dibuktikan dengan diselenggarakannya sebuah event kejuaraan surfing tingkat internasional di Pantai Watu Karung.

Hello Pacitan Pro 2017 - World Surf League ini digelar mulai tgl 16 - 20 Agustus 2017. Diikuti oleh para peserta dari Indonesia, Jepang, Argentina, Australia, USA, Swedia, Inggris, New Zealand, Hawaii, dll. Waktu pelaksanaan dari pukul 07:30 WIB - 16:30 WIB.




Buat kamu-kamu yang belum tahu mau kemana weekend ini, datang saja ke Pantai Watu Karung, Pacitan. Pantai ini cantik dan bersih. Banyak resort-resort yang bertebaran di tepi pantai dan selalu ramai dengan turis-turis asing. Bisa dibilang, inilah Pantai Kuta-nya Pacitan...

Tak ada pungutan biaya apapun di Pantai Watu Karung. Pengunjung bisa langsung datang dan menikmati keindahan alamnya. Tak jauh dari Pantai Watu Karung juga ada tempat wisata lainnya yang tak kalah seru untuk di explore. Namanya Pantai Kasap, yang dijuluki Raja Ampat-nya Pacitan, dan juga wisata Kali Cokel yang menantang adrenalin! - Pengunjung akan dibawa menyusuri sungai dengan perahu nelayan kecil dan bermuara ke laut lepas (cocok buat kamu yang punya nyali besar).

Yukk, explore Pacitan sekarang!

Wednesday, August 16, 2017

Melihat Kota Sorong dari Atas Pagoda (Vihara Buddha Jayanti)

Kota Sorong merupakan gerbang menuju kawasan Raja Ampat, Papua, Indonesia. Kota ini acap kali dijadikan tempat persinggahan sementara sebelum para traveler berangkat/kembali dari tour ke Raja Ampat dan Misool.

Kota Sorong sendiri merupakan kota kecil yang mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum (bemo). Saat jeda/istirahat dari trip baik ke Raja Ampat/Misool, kamu bisa mencoba untuk mengunjungi Pagoda Sorong ini.




Nama asli dari Pagoda Sorong adalah Vihara Buddha Jayanti. Letaknya di tepi jalan raya dan bisa dicapai dengan bemo (tarif bemo di Sorong sekitar Rp. 5.000 sekali jalan). Dari Pagoda ini, pengunjung bisa melihat Pelabuhan Sorong dan Kota Sorong dari atas. Pemandangannya cantik banget!

Setiap pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 - Rp. 20.000 untuk masuk ke Pagoda. Selain Pagoda, kamu juga wajib mengunjungi Tembok Berlin (pusat street food Kota Sorong) yang letaknya juga tak jauh dari Pagoda.

Sunday, August 06, 2017

Hati-hati Serangan Stroke!

Stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa pandang usia dan derajat. Pengenalan gejala dini pada penderita stroke akan mengurangi dampak negatif dari serangan penyakit ini.

Tgl 26 Juli 2017 kemarin, papi saya mengeluh karena kaki kanannya terasa berat saat digerakkan. Beliau masih sempat pakai motor untuk pergi ke warung membeli makanan ringan dan setelah itu pergi ke Puskesmas (papi saya terdaftar sebagai peserta Askes) untuk memeriksakan keadaan kakinya.

Kata petugas Puskesmas, beliau didiagnosa terkena Asam Urat, diberi obat dan kemudian disuruh menunggu 5 hari lagi untuk kontrol kembali ke Puskesmas. Tapi ada yang janggal dari diagnosa petugas Puskesmas karena kata papi saya, petugasnya hanya menanyai ini itu tanpa menyentuh pasien sama sekali.

Sore harinya, mami saya melihat perubahan di wajah papi saya, agak menghitam dan layu. Kemudian beliau langsung mengajak papi saya untuk pergi ke dokter untuk pemeriksaan yang lebih akurat. Keluarga besar papi saya punya riwayat stroke dan kencing manis, makanya kami sepakat untuk tidak percaya diagnosa petugas Puskesmas begitu saja.

My lovely Mom and Dad

Mereka berdua berangkat ke dokter memakai motor. Papi saya dibonceng oleh mami saya, sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya kalo papi saya benar-benar terkena penyakit yang serius. Sore itu saya tidak bisa mengantar papi karena ada kegiatan komsel dan latihan musik di gereja.

Sekitar pukul 21:30 WIB, mami menelpon saya untuk mengabarkan bahwa papi saya harus ngamar di rumah sakit saat itu juga karena stroke ringan. Sejujurnya saya agak kaget mendengar kabar ini, tapi saya berusaha tetap tenang dan tidak memberitahu teman-teman sekomsel saya untuk mencegah kepanikan dan kehebohan mereka. Akhirnya malam itu saya pulang dari gereja dengan menerobos hujan hingga sampai di rumah sakit.

Saya lihat papi saya sudah terbaring di tempat tidur pasien dengan selang oksigen di hidung dan infus di tangan kirinya. Well, it's not good enough. Tensi darah beliau mencapai 180 saat itu. Saya berbicara dengan mami beberapa saat dan kami sepakat untuk merahasiakan kondisi papi saya ini dari saudara, keluarga dan teman-teman sementara waktu agar papi saya bisa beristirahat total.

1. Memberi waktu kepada pasien stroke untuk beristirahat dengan tenang

Saya dan mami sengaja merahasiakan keadaan papi saya kepada orang-orang yang kami kenal dan mengenal papi selama 3 hari. Hal ini untuk mencegah orang-orang datang berkunjung untuk menengok keadaan papi saya dan menyebabkan beliau tidak bisa beristirahat karena terganggu dengan keberadaan orang-orang yang hilir mudik. Selama 3 hari itu, kami memberi kepercayaan 100% kepada dokter dan perawat untuk melakukan tugasnya dengan maksimal.

Baru setelah kondisi papi saya melewati masa kritisnya, kami mulai memberi kabar kepada saudara, keluarga dan teman-teman dan mempersilahkan mereka untuk datang menjenguk ke RS.

2. Dukungan terbesar dari keluarga

Orang sakit pasti membutuhkan dukungan semangat dan cinta dari orang-orang yang dikasihinya. Keluarga adalah orang-orang yang paling tepat untuk memberikannya.

Saya memboyong laptop dan modem saya ke rumah sakit demi bisa menjaga papi saya dari awal beliau masuk ke RS sampai pulangnya (sambil saya mengerjakan job-job dari klien). Saya yang menyuapi beliau makan, membantunya membersihkan kotoran tubuh (baik saat beliau buang air kecil/besar)...mami saya yang memandikan dan mengganti pakaian beliau, etc.

Puji Tuhan, baik saya dan mami tetap bisa bekerja dan beraktifitas normal dengan bergantian menjaga papi. Kemandirian kami dalam mengurus beliau dan mengurus hidup kami masing-masing, menjadi pemacu semangat buat papi saya untuk segera pulih dari stroke ringannya.

3. Hati yang gembira adalah obat

Orang yang terbiasa sehat, kadang kala akan menyangkali dirinya saat terpaksa/mendadak harus terbaring di RS tanpa boleh banyak gerak. Demikian juga papi saya. Di saat beliau kurang suka dengan rasa makanan RS yang hambar ato ingat bahwa kaki kanannya sulit digerakkan, beliau sering kali berkata, "Papi ini ndak sakit..."

"Iya...papi sehat kok, cuma perlu minum obat aja", itu jawaban saya ketika melihat papi saya mulai tertekan dengan keadaannya. Kadang saya bercanda dengan beliau agar beliau mengalihkan pikirannya bukan kepada sakitnya.

Hati yang gembira adalah obat. Saya selalu berusaha membuat hati beliau gembira sehingga perkembangan kesehatannya segera membaik.

Bersyukur, para perawat dan dokter di RS tempat papi dirawat juga ramah-ramah. Setiap pagi saat papi saya harus diperiksa tensi dan diambil darahnya untuk pemeriksaan gula darah, mereka melakukannya sambil guyonan juga sehingga membuat papi saya hanya perlu 6 hari saja di RS. Tgl 1 Agustus 2017, dokter sudah memperbolehkan papi pulang ke rumah karena kondisi tubuhnya sudah cukup baik untuk menjalani rawat jalan dan hanya perlu fisioterapi untuk memulihkan kaki kanannya yang masih agak sulit digerakkan.

4. Memulihkan kepercayaan diri pasien stroke

Setelah dokter mengizinkan papi pulang ke rumah, kaki kanan beliau masih belum bisa digerakkan secara normal. Saat hendak pulang, beliau terlihat PD sekali ingin berjalan sendiri namun akhirnya harus menyerah untuk di dorong dengan kursi roda karena ternyata kakinya masih lemah. Saya bisa membaca raut kekecewaan di wajah papi saya saat itu. Makanya saat sudah di rumah dan mami saya ingin membeli kruk (alat bantu jalan), kami membicarakannya baik-baik kepada papi.

Kami membiarkan papi mandiri dengan alat bantu jalannya yang baru. Itu cara kami untuk memulihkan rasa percaya diri beliau. Sekarang beliau sudah bisa jalan dari rumah ke pos ronda di depan gang dengan kruk tanpa bantuan siapapun (setelah 4 hari di rumah). Kemajuan yang pesat sekali...padahal jadwal kontrol ke dokter pertama kali pasca pulang dari RS baru Selasa depan.

5. Semua biaya RS pasien stroke gratis dengan Askes (BPJS)

Saya dan mami hampir tak percaya saat melihat tagihan RS papi ketika kami ada di bagian administrasi. Biaya ruang pasien kelas 1 di RSUD Darmayu Ponorogo (papi saya pensiunan pegawai Pertanian Golongan 4) selama 6 hari, biaya dokter syaraf terbaik di Ponorogo (Dr. Mutia Shinta), biaya obat-obatan dan biaya fisioterapi, semua gratis dengan Askes (BPJS). Uhui, kami bersyukur luar dalam! Terima kasih Pak Jokowi #Eh

Perbanyaklah olah raga, makan makanan sehat, cukup istirahat dan kenali riwayat penyakit diri dan keluarga, agar terhindar dari stroke. Semoga sharing saya ini berguna buat para pembaca. Halleluya, tetap semangat. GBU!

Wednesday, August 02, 2017

Orang yang Dapat Dipercaya

Saat kamu punya masalah, carilah orang-orang yang dewasa rohani, punya hati untuk mendengar dan juga bisa menjaga rahasia, sebagai tempat curhat.

Sebaliknya, jika ada orang lain yang menceritakan masalahnya padamu, jadilah orang yang bisa dipercaya dan bisa diandalkan olehnya.

Bisakan Anda dipercaya?

Jangan pernah menceritakan masalah seseorang di depan banyak orang tanpa seizin dia. Karena bisa jadi, kamu hanya menambah luka-luka dibatinnya.

Jika kamu sudah tidak mampu untuk menolongnya lagi, diam saja, doakan. Jangan biarkan perasaan kasihan menyetirmu ke arah tindakan-tindakan bodoh yang justru bisa memperburuk reputasimu di depan orang lain.

Kepercayaan itu seperti selembar kertas. Jika kertas diremas...bentuknya mungkin masih tetap, tapi rasanya sudah beda...ada bagian-bagian kasar bekas remasan.

Bijaklah dalam berpikir, bertindak dan bersikap. Belajarlah menghargai privacy orang lain agar kamu tidak jatuh tersandung.

"Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat" (Amsal 28:20a)

Saturday, July 15, 2017

Generasi Tua dan Generasi Muda

Keluarga saya berencana membuat kebun sayuran di rumah. Kami ingin bertanam bawang prei, lombok, terong, sawi, kangkung, dll dengan memanfaatkan kaleng-kaleng bekas dan polybag. Pagi itu terjadilah pembicaraan antara saya dan Papi saya...

Saya: "Pi, bawang prei sudah berhasil kutanam. Itu bibitnya dari sisa bonggol akar bawang prei yang dimasak Mami kemarin" (kata saya bangga)
Papi: "Kamu nanamnya ngawur. Asal-asalan..."
Saya: "Lho piye to? Tapi bawang prei-nya hidup kok. Sekarang udah numbuh tunas-tunasnya."
Papi: "Seharusnya nanam itu ada cara-caranya. Tanahnya dicampur pupuk NPK dulu sebelum ditanami sesuatu. Persentasenya 50:50."
Saya: "Aku nggak pake tanah biasa, Pi. Aku pake sekam (sisa pembakaran merang batu bata). Nanti aku buat kompos sendiri untuk pupuknya biar hasilnya sayuran organik, tanpa bahan kimia."
Papi: "Itu salah. Harusnya sesuai prosedur biar hasil tanamannya bagus."
Saya: "Papi kebanyakan teori ahh. Aku lho belajar dulu dari Internet sebelum nanam. Lagian tanamannya juga numbuh subur tanpa ngikuti prosedurnya Papi."

Bla...bla...bla...

Akhirnya pembicaraan itupun menjadi sedikit sengit. Papi saya yang notabene lulusan sekolah pertanian, menyebut saya tidak tahu apa-apa dalam hal bercocok tanam. Saya memang lulusan dari sekolah teknik. Tak pernah diajarkan cara nenanam sayur di kampus saya dulu. Tapi saya juga merasa bahwa hal bercocok tanam (dan hal apapaun juga) di era keterbukaan Internet seperti sekarang bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Tinggal klik di Google, semua ilmu bisa diketahui oleh siapapun! Nggak perduli kamu lulusan apa, kamu bisa menjadi ahli dengan sendirinya di bidang lain jika kamu mau belajar dari Internet.

Generasi Tua dan Generasi Muda

Any way, memang sering terjadi kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda dalam berbagai hal. Papi saya lahir di masa Internet belum ada. Wajar jika pola pikir Beliau sudah terbentuk teoritis dan menganggap bahwa ilmu yang didapatnya selama sekolah dulu harus diikuti secara rinci. Saya lahir di saat Internet sudah ada. Saya bisa belajar dari Internet kapanpun saya mau tanpa saya harus masuk sekolah dulu.

Generasi yang melek Internet cara berpikirnya cepat, karena informasi di dunia maya berubah setiap detik. Generasi yang tanpa Internet, pasti kelabakan mengikuti cara-cara hidup generasi yang melek Internet gini. Bahkan tak jarang terjadi saling judge di antara kedua generasi ini. Generasi melek Internet menganggap generasi yang lahir sebelumnya adalah generasi jadul, kaku dan kuno, sedangkan generasi tua-tua itu akan menganggap kita-kita ini makhluk-makhluk kemarin sore yang nggak tahu aturan, nggak tahu sopan santun dan tidak menghormati orang tua yang sudah makan asam dan garam kehidupan lebih dulu. What's the heaven...

Bagaimana menjembatani kesenjangan antara generasi tua dan generasi muda? Kuncinya hanya satu, yaitu saling menghormati dan menghargai.

Yang muda harus menghormati yang tua, ini adalah suatu kemutlakan. Tapi yang tua juga harus menghargai yang muda, karena bisa jadi mereka lebih tahu kebenaran saat ini daripada yang tua. Tidak semua ilmu dari masa lalu itu mutlak benar. Dunia selalu bergerak dan dalam pergerakannya pasti ada perubahan-perubahan. Ilmu pun banyak yang menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Jika generasi tua sedang berbicara, dengarkan saja...ya, diam dan dengarkan saja mereka berbicara. Jangan dibantah, nggak perlu diinterupsi, nanti mereka tambah marah. Ambil ilmu-ilmu yang baik dari mereka dan buang yang sudah tidak sesuai dengan zamanmu.

Untuk para generasi tua, berilah waktu yang luas untuk yang muda-muda berkreasi. Tugas Anda adalah menjadi pengawas. Jika mereka gagal/salah langkah, bawa mereka kembali ke jalan yang benar. Tak perlu terlalu kaku dan memaksakan sesuatu yang Anda tahu dulu untuk mereka sekarang. Dulu dan sekarang sudah beda waktu. Biarkan anak-anak muda berekspresi sesuai usia mereka saat ini, izinkan mereka 'membuat' kesalahan dan kegagalan agar mereka belajar darinya.

Selalu mengawasi dan mengekang anak-anak muda dengan banyak aturan dan perintah hanya akan membuat Anda sendiri lelah dan membuat mereka kerdil. Lepaskan...berikan kepercayaan penuh kepada yang muda-muda untuk berkarya tanpa rasa takut ini itu. Anak-anak muda zaman sekarang bisa belajar sendiri dengan cepat. Percaya deh. Yang Anda perlu hanyalah mengarahkan mereka untuk belajar di tempat yang benar, bukan membuat aturan-aturan atau perintah-perintah yang terilhami oleh kehidupan Anda di masa lalu.

We're different so let us different! Perbedaan antara generasi tua dan generasi muda seharusnya seperti tuts hitam dan putih di sebuah piano. Ketika tuts hitam dan putih dimainkan, keduanya menjadi rangkaian nada-nada yang membentuk sebuah lagu. Perbedaan dan kesenjangan yang ada antara kedua generasi bukan untuk diperdebatkan dan dicari siapa yang lebih unggul, bukan juga untuk dicampur-adukkan...tapi untuk disandingkan demi terciptanya sebuah harmoni dan kerjasama yang apik.

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya." (Kolose 3:20-21)

Friday, July 14, 2017

Mural-mural Cantik di Jembatan Suroboyo Kenjeran

Daerah Kenjeran, Bulak, Surabaya kian berbenah diri menjadi kawasan yang cantik, bersih dan warna-warni.

Selain atraksi air mancur menari yang bisa dinikmati gratis oleh pengunjung setiap hari Sabtu pukul 20:00 - 20:30 WIB di Jembatan Suroboyo, pengunjung juga bisa menikmati cantiknya mural-mural (lukisan dinding) di sekitar kawasan jembatan yang baru diresmikan sekitar bulan Juli 2016 ini.

Mural-mural ini kebanyakan bertemakan laut, ajakan untuk menjaga kebersihan dan juga ada lukisan Ibu Tri Rismaharini yang merupakan Walikota Surabaya saat ini. Tak jarang saya melihat beberapa pengunjung berhenti sejenak dan ber-selfie ria dengan latar belakang mural.



Tak jauh dari Jembatan Suroboyo, kamu juga bisa berwisata ke destinasi-destinasi baru di Kenjeran yaitu Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak.

Taman Suroboyo merupakan area bermain yang dibangun dekat dengan Kampung Bulak (kampung nelayan) yang sedang dirintis untuk menjadi kampung warna-warni seperti Kampung Jodipan Malang. Nah, di Taman Suroboyo ini pengunjung bisa menyewa perahu nelayan jika ingin berputar-putar dan menikmati Pantai Kenjeran.

Persis di depan Taman Suroboyo ada Sentra Ikan Bulak yang merupakan tempat jual beli berbagai olahan ikan. Kamu bisa menemukan berbagai kerupuk ikan, aneka ikan dan udang segar, juga bisa naik ke lantai dua dan memesan aneka masakan seafood dan masakan khas Surabaya dengan harga terjangkau seperti Lontong Kupang, Lontong Balap, etc.

Jembatan Suroboyo, Taman Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak ini bisa dijangkau dengan mudah menggunakan angkutan umum. Ada lyn T2, JMK, R, etc yang lewat depan/berhenti dekat dengan tempat-tempat wisata ini.

Thursday, July 13, 2017

Pekerjaan Sampingan untuk Orang-orang Kreatif

Orang umum berpendapat, "Saat krisis, berhematlah. Kurangi belanja, kurangi liburan, kurangi pengeluaran duit..."

Kata saya, "Yang kamu perlu lakukan saat krisis bukanlah mengurangi pengeluaran duit, mengurangi belanja, enggak liburan, etc...tapi cermatlah dalam mengelola keuanganmu setiap hari dan mencari sumber penghasilan baru! Kalo perlu, ubah semua sumber yang membuatmu mengeluarkan duit selama ini menjadi sumber yang bisa menghasilkan duit."

Kenapa harus menurunkan standar hidup dan bukannya menaikkan kualitas diri di saat krisis?

Kalo berhemat sih saya sudah melakukannya sejak dulu (gak perlu diperintah kalo ini mah). Jadi saya tidak perlu berhemat lagi di saat krisis (apanya yang mo di hemat lagi, kan sudah hemat dari dulunya...).

Yang saya perlukan di saat krisis adalah menghasilkan sumber penghasilan baru lagi yang bisa menutup kebutuhan saya akan keuangan.

Caranya?

Ada banyak cara untuk menghasilkan uang di era modern sekarang ini. Kamu tak perlu meninggalkan pekerjaanmu di kantor dan bisa menjadikan cara ini sebagai side job alias pekerjaan sampingan.

Saya dibayar untuk jalan-jalan. Kamu?

1. Berjualan online

Punya Facebook, Instagram, Blog, Twitter, Path, WhatsApp, Line...? Kenapa nggak kamu manfaatkan Social Media-mu itu untuk berjualan? Zaman sekarang jualan nggak harus di toko keles.

Kamu bisa menawarkan barang jualanmu ke Social Media. Tak perlu bangunan toko, barang yang sudah deal tinggal dikirim ke pembeli lewat jasa pengiriman pos/kurir. Gampang kan?

Tapi ingat untuk menjaga sopan santun dalam beriklan di Social Media agar orang-orang yang di list-mu tidak merasa terganggu kemudian meng-unfriend/unfollow akunmu (kamu yang rugi sendiri kalo gini).

Beriklanlah dengan elegan! Ambil satu foto terbaik dari barang yang ingin kamu jual, kasih keterangan singkat (jangan bertele-tele) dan jelas, kemudian upload ke semua akun Social Media-mu. Sehari satu foto di setiap akun Social Media sudah cukup.

Kamu bisa melakukan pembagian upload foto-foto yang berbeda ke berbagai Social Media untuk menunjang penyebaran iklanmu setiap harinya. Misal: 1 foto untuk Facebook, 1 foto untuk Instagram, 1 foto untuk Blog, 1 foto untuk Twitter, 1 foto untuk Path, 1 foto untuk timeline Line, etc. Jangan upload semua foto di satu akun Social Media bersamaan. Bisa numpuk jadinya dan terkesan tidak elegan...

Jika Social Media masih kurang, kamu bisa juga berjualan melalui situs-situs e-commerce (website jual beli) lainnya seperti BukaLapak, OLX, Tokopedia, etc. Caranya mudah juga kok, tinggal daftar ke situs-situs e-commerce tersebut, upload foto-foto menarik, kalo ada barang yang deal...tinggal kirim barangnya ke pembeli deh.

2. Adsense

Udah tahu apa itu Adsense?

Adsense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Adsense bisa dipasang di Blog, Website dan YouTube. Yang kamu perlukan hanyalah mendaftar di Gmail kemudian mengaktifkan akun Adsense-mu.

Buatlah konten-konten yang menarik di Blog, Website atau channel YouTube-mu agar para pengiklan tertarik untuk memasang iklan-iklannya ditempatmu. Pamor Blogger dan Youtuber saat ini sedang booming. Sudah banyak orang yang bisa menghasilkan banyak uang dari Adsense ini. Kalo kamu kenal siapa itu Raditya Dika, Ria Ricis, Edho Zell...mereka adalah contoh-contoh orang yang berpenghasilan lewat program Adsense dengan media YouTube.

Hari gini, cari kerja itu sebenarnya gampang, asal kamu kreatif! Orang-orang kreatif mendapatkan uang dengan cara-cara kreatif pula. Jalan-jalan dibayar, foto-foto narsis dapat uang, saat tidur uangnya bekerja untuknya...ngoceh pun bisa mempertebal dompetnya...

So, jadilah orang yang kreatif!

3. Driver online

Jika kamu hidup di kota-kota besar dan punya kendaraan, kamu juga bisa memanfaatkan kendaraanmu untuk menghasilkan uang tambahan dengan menjadi driver online. Saya senang sekali memanfaatkan jasa aplikasi angkutan online saat saya sedang traveling ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Malang...Selain cepat dan mudah, angkutan online ini tak perlu membuat saya menunggu jadwal karena mereka akan menjemput saya di tempat saya berdiri dan memegang handphone.

Kamu bisa bergabung menjadi driver Gojek, Grab, Uber, etc dan menghasilkan uang tambahan sembari kamu nyetir dari kantor ke rumahmu ato sebaliknya. Gampang juga kan?

Ah ya, saya pernah mewawancarai beberapa sopir online yang saya pakai jasanya untuk traveling dan ada juga beberapa di antara mereka yang ngaku kalo mereka pada akhirnya lebih memilih keluar dari kantornya dan menjadi fulltimer driver online karena pekerjaan itu lebih memberikan penghasilan besar daripada penghasilan mereka di kantor dan membuat mereka lebih punya banyak waktu di rumah bersama keluarga. Wow!

4. Sewakan ruang kosong di rumahmu

Nah, buat kamu-kamu yang punya ruang kosong di rumah, kamu juga bisa menghasilkan uang lebih darinya. Caranya? Dengan menyewakan ruang kosong di rumahmu itu sebagai tempat menginap sementara bagi backpacker/traveler.

Coba gabung saja di AirBnB dan tawarkan ruang kosong di rumahmu disana. Ato kamu juga bisa membuat sendiri rumahmu sebagai homestay/kos-kosan untuk orang-orang yang membutuhkan. Jika lokasi rumahmu didekat tempat-tempat wisata, bisa semakin untung besar tuh.


Okay guys, selamat berkreasi dan semangat menghasilkan uang! Jangan takut dengan krisis! Jadikan krisis sebagai kesempatan untuk berpikir kreatif dan menemukan sumber penghasilan baru yang menghasilkan lebih banyak uang dan memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga.

Wednesday, July 12, 2017

Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan

Banyak orang menghakimi orang lain berdasarkan masa lalu yang mereka tahu tentang orang tersebut. Mereka tak segan menggunakan sepenggal kisah masa lalu yang mereka tahu itu untuk menyindir/menyudutkan orang yang bersangkutan, bahkan di depan orang lain.

Dunia selalu berputar. Kehidupan tak pernah sama dari waktu ke waktu. Bisa jadi, orang yang di masa lalunya hebat, sekarang sedang terpuruk. Sebaliknya, mereka yang dulunya punya masa lalu kurang baik, bisa berubah menjadi orang besar hari ini.

Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan

Jangan pernah melihat seseorang di hari ini dengan kacamatamu di masa lalu. Bisa jadi, kamu yang akan malu sendiri nanti...karena mereka yang di masa lalumu ada di bawahmu, bisa melesat jauhhhhh ada diatasmu hari ini!

Berhenti menghakimi seseorang berdasarkan masa lalunya. Berhenti menyindir-nyindir orang lain berdasarkan sepenggal kisah yang kamu tahu tentang dia beberapa tahun silam. We're always on the move! Jika sikapmu seperti itu terus, kamulah yang akan tersandung jatuh, sedangkan mereka yang hendak kamu jatuhkan justru bisa berlari dengan tenang dan menyalipmu dengan mudah...

Be nice and be respectful.

"Jangan menghakimi orang berdasarkan yang kelihatan" (Yohanes 7:24a BIS)

Tuesday, July 11, 2017

My Studio Hotel, Hotel Kapsul untuk Backpacker di Pusat Kota Surabaya

My Studio Hotel ini merupakan hotel kapsul yang terletak di pusat kota Surabaya. Cocok untuk para backpacker/traveler yang ingin mencari penginapan murah meriah namun nyaman dan bersih.

Lokasi hotel tak jauh dari Stasiun Gubeng, Monumen Kapal Selam, Plaza Surabaya, Hotel Sahid dan Graha SA. Transportasi umum menuju dan dari hotel pun sangat memadai. Ada Lyn F, N...Bus jurusan Gubeng...yang lewat depan hotel langsung/berhenti tak jauh dari hotel.

Buat kalian yang sudah terbiasa backpacker-an ke Jepang, pasti sudah tidak asing dengan capsule/cabin hotel. Ya, hotel ini pun mengusung tema yang sama seperti hotel-hotel kapsul di Jepang sana.

Tempat tidurnya masing-masing disusun 2 tingkat dan di satu lantai setidaknya ada sekitar 20 ruang tidur. Pria dan wanita dicampur, namun di tiap ruang tidur ada gordennya, untuk menjaganya tetap private. Jika ingin menggunakan loker penyimpanan barang di bawah tempat tidur, pengunjung bisa menggunakannya dengan jaminan uang Rp. 100.000 saat masuk ke hotel. Uang ini akan dikembalikan utuh saat pengunjung check out dari hotel dengan menunjukkan bukti jaminan penggunaan loker.

Tarif sewa per kamar sangat murah. Berkisar antara Rp. 150.000/malam untuk single bed (saya memesan single bed di hotel ini untuk 2 malam lewat Agoda dan mendapat harga sekitar Rp. 100.000/malam saat ada diskon Agoda).


Fasilitas yang didapat:
1. Single/double bed (ada gantungan baju dan meja kecil di tiap ruang)
2. Shared bathroom (tersedia sabun cair dan tisu yang bisa digunakan dengan bebas)
3. Free breakfast (roti tawar dan selai)
4. Welcome drink (1 botol air mineral)
5. Free tea/coffee anytime
6. Free WiFi di tiap ruangan (aksesnya cukup cepat)

Jika kamu ingin memesan makanan lain di hotel juga bisa. Harga seporsi nasi goreng di cafetaria dibandrol sekitar Rp. 20.000. Trus mereka juga menyediakan aneka makanan/minuman ringan seperti keripik, Pocari Sweat, etc.

Pstt, banyak bule pria/wanita juga menginap di hotel ini. Rata-rata tujuan mereka adalah Bromo dan sekitarnya. Lumayan buat cuci mata lah mbok hahaha...

Wednesday, July 05, 2017

The Power of Praise and Worship

Minggu sore itu kaki saya melangkah masuk ke sebuah gereja di Madiun. Ini adalah kali kedua saya kesini. Minggu lalu, ketika ada saudara sepupu saya yang 'terpaksa' harus melahirkan di Madiun (Usia kandungan baru 8 bulan...Si Ibu terkejut saat suaminya memundurkan mobil di jalanan yang agak macet dan tiba-tiba ia mengalami kontraksi), saya menyempatkan diri untuk ikut ibadah Minggu pagi di gereja ini juga karena jarak antara rumah sakit tempat saudara sepupu saya dirawat tak jauh dengan gereja.

Jumlah jemaat yang hadir di ibadah Minggu sore lebih banyak daripada jumlah jemaat yang hadir di ibadah pagi Minggu lalu. Gereja ini adalah salah satu gereja satelit dari sebuah gereja besar di Surabaya, tempat saya berjemaat saat masih kuliah dulu. Meski baru berusia 4 tahun, gereja satelit di Madiun ini sangat profesional, tak kalah profesional dengan gereja induknya di Surabaya (Mungkin karena DNA-nya sama).

Saya seperti 'kembali' ke rumah setiap kali beribadah ke gereja ini. Disini, saya merasakan kebebasan praise and worship yang sebenarnya. Mau loncat-loncat, teriak-teriak, angkat tangan, tepuk tangan keras-keras...enggak ragu...karena semua jemaat disini juga melakukan hal itu. Ada suatu sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa saat saya bisa berekspresi bebas kepada Tuhan yang saya sembah (Terus terang, saya lebih menikmati suasana praise and worship yang riuh dan gegap gempita daripada suasana praise and worship yang tenang dan damai sentosa tanpa ekspresi apapun).

Let's praise God loud!

Worship Leader di ibadah Minggu sore ini adalah seorang pria muda bergitar. Dia memimpin acara praise and worship dengan semangat. Lagu-lagu pujian semuanya modern, pemain musik yang mengiringinya sempurna, suara sound system-nya keren, lighting bagus, para singers juga tak segan untuk menyanyi sambil loncat-loncat semangat...tapi entah kenapa, saya masih merasa kurang gregetnya. Mungkin karena jemaat Minggu sore ini lebih banyak orang tuanya (Kebanyakan pasangan suami istri) atau karena apa saya kurang mengerti.

Selesai Sang Worship Leader menutup doa untuk firman, tiba-tiba seorang wanita muda naik ke atas mimbar. Pada awalnya, saya kira ia adalah seorang anak kuliahan berusia sekitar 20 tahunan karena penampilannya benar-benar mirip saya (Pakai celana jeans, kaos dan ponco, rambut di kuncir ke belakang).

"Nama saya Margaret. Saya bukanlah orang yang akan berkotbah sore ini. Tapi saya ingin membagikan kepada saudara semua tentang pujian dan penyembahan seorang Daud..."

Saya bengong mendengarkan wanita muda ini berbicara. Saya merasakan sebuah kuasa yang besar terkandung di setiap perkataannya. Ada wibawa ilahi yang turun menaunginya.

"Puncak sebuah ibadah bukan saat firman Tuhan disampaikan, tapi saat setiap hati menemukan koneksinya dengan Tuhan dalam pujian dan penyembahan." (Kalimatnya ini terus saya ingat sampai hari ini).

Wanita muda bernama Margaret itu kemudian mengajak seluruh jemaat untuk bangkit berdiri setelah ia selesai menjelaskan tentang Daud dan cara ia memuji dan menyembah Tuhannya sampai Tuhan berkenan kepada Daud. Ia mengajak semua jemaat melakukan kembali penyembahan kepada Tuhan lebih dalam...

"Hosanna in the highest. Let our King be lifted up...Hosanna..."

Saat pujian Hosanna dilantunkan dengan lembut, suasana di dalam gereja mulai berubah. Saya mendengar suara seorang bapak-bapak di bagian kanan depan saya mulai terisak-isak, seorang gadis yang ada di depan saya langsung 'ndeprok' di lantai, anak-anak muda di barisan belakang ada yang bertepuk tangan sambil berteriak, "Halleluya..." berkali-kali, dan kemudian semua orang-orang di kiri dan kanan saya pun mulai menemukan 'koneksinya' dengan Tuhan termasuk saya. Wow, that was amazing!

Firman Tuhan yang disampaikan sore itu tidaklah lama, hanya sekitar 30 menit karena waktu sudah banyak dipakai untuk pujian dan penyembahan 'tambahan'.

Nah, ini yang membuat saya takjub lagi...Ternyata, yang berkotbah sore itu adalah Gembala Sidang dari gereja satelit di Malang, suami dari wanita muda bernama Margaret tadi. Sesuai dengan kesaksian Bapak Pendeta, mereka sudah menikah selama 18 tahun! Hah, mata saya tertipu oleh penampilan Si Ibu Margaret rupanya. Saya bisa mengira-ngira, kemungkinan besar Ibu Margaret sebenarnya sudah berusia sekitar 40 tahunan (Penampilan si Bapak Pendeta lebih sesuai umur karena rambutnya dibiarkan beruban, memakai kemeja dan jas, meskipun tetap bercelana jeans juga), bukan 20 tahunan (Hedehh, Ibu Gembala yang keren dan kekinian nih! I love it...).

Kotbah sore itu pun bisa saya ingat sampai hari ini. Tema kotbahnya tentang Komitmen dalam Pernikahan (Kejadian 2:23, 3:1-8).

Dari pengalaman saya di gereja Madiun itu, saya belajar banyak hal tentang kuasa praise and worship. Saat hati kita siap dan sudah terkoneksi dengan Tuhan, meski hanya dengar firman Tuhan selama 30 menit...itu akan menjadi berkat. Tapi saat hati kita kering, meski diisi firman selama 1 jam, 2 jam, 3 jam...semuanya hanya akan masuk telinga kanan kemudian keluar lagi dari telinga kiri.

Tuhan mencari penyembah-penyembah yang benar. Bukan sekedar pendengar-pendengar kotbah. Bukan berarti bahwa firman itu tidak penting, tapi yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat hati siap dulu, sehingga firman Tuhan bisa masuk ke hidup seseorang dan mengubahkan.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:23)

Tuesday, July 04, 2017

Yuk, Belajar Berkomunikasi...

Banyak orang pandai di muka bumi ini. Tapi tak semuanya bisa memberikan pengaruh yang baik kepada lingkungan sekitarnya. Terkadang, orang yang cuma lulusan SD, lebih bisa memberi dampak positif yang luar biasa di masyarakat dibandingkan mereka yang jebolan S2/S3 dari universitas ternama.

Cara bersikap, cara berbicara, cara bergaul dan cara berbaur dengan berbagai golongan...tak akan kamu dapatkan serta merta di bangku sekolah. Itulah kenapa, kadang kita menjumpai banyak orang pandai yang saat berbicara justru membuat orang-orang menjauh atau tidak mendapat tanggapan apapun.

Let's talk!

"Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!"
(Amsal 15:23)

Kata-kata yang diucapkan tepat pada waktunya, mendatangkan sukacita. Jika lawan bicaramu adalah orang-orang biasa, jangan pakai gaya profesor/filsuf untuk berkomunikasi dengan mereka. Sebaliknya, jika lawan bicaramu para cendekiawan, jangan bergaya sok tahu di depan mereka.

Selalu membawa ayat-ayat kitab suci dalam sebuah percakapan, tak akan membuat lawan bicaramu bertobat saat itu juga. Selalu memakai istilah-istilah/bahasa asing dalam setiap kesempatan tak akan membuat derajatmu lebih tinggi seketika.

Jadilah orang yang rendah hati dan hargailah seseorang yang sedang mengutarakan isi hatinya meski itu hal sederhana. Berilah kesempatan orang lain untuk lebih banyak berbicara daripadamu dan tertawalah agar mereka berani mendekat dan terbuka denganmu. Sederhana, tapi inilah seni berkomunikasi yang seringkali dilupakan oleh banyak orang.

Hari ini, bukan lagi memulu tentang kamu. Tutuplah mulutmu sejenak, berilah telinga dan hatimu untuk lebih banyak mendengar dan merasakan...

Monday, July 03, 2017

Hidup nggak harus ngoyo, nanti kamu tambah soro

Tuhan tidak pernah terburu-buru. Tidak pernah terlambat. Tidak pernah gagal. Dan tidak pernah ingkar janji. Rancangan-Nya sempurna. Rencana-Nya indah. Waktu-Nya tepat.

Yang membuat manusia tidak tenang akan hidupnya adalah karena dia tidak benar-benar kenal siapa Tuhan.

Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya, baru kemudian menciptakan manusia. Segala kebutuhan manusia sudah disediakan Tuhan jauh sebelum manusia itu dilahirkan ke bumi. Jadi, kenapa kamu selalu bingung dan kuatir tentang hal-hal lahiriah? Tak tahukah kamu bahwa Tuhanmu akan memberikannya kepadamu pada waktunya?

Tunggu waktu Tuhan dengan sabar dan sukacita

Jika belum tiba waktunya, jangan paksa Tuhan untuk memberikan jatahmu. Nikmati dulu apa yang ada padamu saat ini, dan terus mencari kehendak Tuhan dalam segala hal.

Hidup nggak harus ngoyo, nanti kamu tambah soro. Libatkan Tuhan selalu...kenali isi hati-Nya...tak perlu banyak gaya pun, Tuhan akan mengirimkan apa yang kamu perlu sampai berlimpah.

"Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah" (Mazmur 23:5)

Cara Orang-orang Berkeahlian Khusus Bekerja dan Mendapatkan Penghasilan

Kebanyakan orang mencari pekerjaan, bertahan demi pekerjaannya, berjuang demi gajinya...

Di dunia orang-orang 'berkeahlian khusus', pekerjaan yang mencarinya, klien-klien mereka yang bertahan menunggunya, gaji yang mengikuti geraknya.

Orang-orang 'berkeahlian khusus' ini dibayar bukan untuk 'hadir' di kantor. Mereka dibayar untuk 'menyelesaikan' pekerjaan. Mereka digaji bukan untuk 'mengikuti' aturan kantor, tapi mereka punya aturannya sendiri yang justru 'diikuti' oleh para pencari keahlian mereka.

Prinsipnya sederhana, jadilah orang yang punya kualitas dan bisa dipercaya agar kamu 'dicari' oleh orang lain, pekerjaan dan uang.

Saat kamu sudah dalam posisi 'dicari', kamu bisa menerapkan aturanmu sendiri tanpa takut hal-hal lain. Tapi ingat, untuk selalu menjaga reputasi dan kualitas hasil kerjamu agar kamu bertahan di posisi 'dicari'.

Klienku tak pernah ngoceh meski aku off kerja 10 hari dan 'minggat' ke Jepang. Mereka tetap menungguku kembali dari liburan ke Singapore selama 5 hari. Job-ku juga tetap ada meski aku menghabiskan 4 hari di atas Gunung Rinjani. Klien-klienku juga tak mau berpaling dariku meski kutinggal 15 hari traveling ke Papua dan Jakarta...etc etc...

Jalan-jalan lihat tulip ke Niigata, Jepang :)

Jika pekerjaanku terkena masalah, itu bukan dari dalam diriku. Tapi masalahnya berasal dari luar. Seperti koneksi internet yang putus nyambung karena rumahku di desa dan jaringan internetnya agak sulit...

Hidup hanya sekali. Jangan selalu mengikuti arus. Sesekali, tantanglah arus dan ciptakan duniamu sendiri! Trust me, kamu akan lebih mencintai hidupmu saat kamu mengerjakan apa yang kamu sukai.

Saturday, June 17, 2017

Relationship Goal?

Siang itu saya sedang berada di ruang antri pendaftaran SIM C di Polres Kota Ponorogo. Saya duduk di bangku deretan paling depan, dekat dengan Ruang Ujian Teori SIM. Kemudian datanglah 3 anak perempuan berpakaian seragam SMU dan duduk di deretan bangku belakang saya. Tak lama kemudian terjadilah sebuah perbincangan seru diantara ketiga anak perempuan tersebut.

Cewek 1: "Eh, pacarmu kelas berapa?"
Cewek 2: "Kelas 11 dong."
Cewek 3: "Pacarku kelas 10. Kalo kamu?"
Cewek 1: "Pacarku juga kelas 10. Kami sekelas lagi."

Jreng...saya terhenyak di kursi mendengar pergunjingan ketiga anak perempuan itu tentang pacar-pacar mereka itu. Uhuk, prihatin saya melihat kenyataan bahwa di usia mereka yang baru SMU, mereka bukannya sibuk mengejar mimpi dan membangun masa depan cerah, tapi malah sibuk dengan pacar-pacarnya seolah-olah mereka akan menikah besok!

Cara hidup ketiga anak perempuan itu memang kontras dengan prinsip saya saat SMU. Saat sekolah dulu saya punya komitmen nggak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan punya gaji dari pekerjaan yang bisa diandalkan. Bukan berarti saya tidak pernah jatuh cinta dengan laki-laki disepanjang masa-masa sekolah saya ya. Tapi saya berprinsip bahwa pacaran itu sekali saja untuk menikah. Jadi sebelum siap menikah, ya jangan pacaran dulu.

Saat masih sekolah, goal saya adalah untuk meraih prestasi setinggi-tingginya dan mengembangkan talenta-talenta yang saya punya, bukan untuk ngegebet sana-sini demi sebuah status 'pacaran'. Menunda pacaran untuk mempersiapkan pernikahan kudus buat saya lebih menarik daripada bermain-main dengan cinta monyet.

Nah, kembali lagi ke kisah di atas...

Tak berapa lama setelah ketiga anak perempuan tadi bergunjing tentang pacar-pacar mereka, datanglah seorang anak laki-laki yang penampilannya bak artis Korea (eaakkk) ke arah kami. Dia mengambil tempat duduk persis di sebelah kiri saya (ehemm). Dan mendadak pula, pergunjingan ketiga anak perempuan di belakang saya menjadi HENINGGG! Hahaha...

Dalam hati saya bergumam, "Sukurin loe, makanya gak usah pamer pacar-pacarmu di depan publik. Kalo datang pria yang kualitasnya lebih OK lagi, nyesel deh loe pacaran. Pasti sekarang pengen jomblo lagi kan?" hihihi. Saya menoleh ke arah anak laki-laki di sebelah saya dan kami mengobrol beberapa saat (mungkin anak-anak perempuan di belakang saya jadi diem karena mereka nelen ludah kepengen!).



Pacaran Sekali untuk Menikah

Jangan bangga dengan berapa banyak mantan pacar yang kau punya. Tapi banggalah kalo kamu bisa setia kepada satu orang sampai akhir hayat. Pacaran itu bukan untuk hepi-hepian guys, tapi pacaran itu untuk kekudusan. Jadi sebelum kamu berkata "Aku cinta kepadamu", pikirkanlah dulu..."Apa aku yakin akan menikahinya?". Jika kamu belum yakin untuk menikahinya, tahan mulut dan sikapmu agar tidak melewati batas pertemanan.

Kalian bisa kok saling mengenal karakter masing-masing lewat pertemanan. Ngapain terburu-buru pacaran? Pacaran itu buang-buang waktu dan duit. Lebih baik hemat uangmu untuk sesuatu yang lebih besar, seperti mempersiapkan rumah untuk keluarga kecilmu nanti, untuk membangun usaha sendiri, jadi setelah menikah nanti kamu punya banyak waktu untuk keluarga karena sudah tak perlu ngantor lagi...etc...

Saya sendiri sampai sekarang tak pernah pacaran (serius lho!). Tapi pernah ada seorang pria yang saya izinkah khusus untuk masuk area relationship saya agak lama. Gaya kami 'berteman' tidak seperti gaya anak muda zaman sekarang yang sudah berani pegangan tangan, rangkulan, pelukan, bahkan ciuman sebelum pernikahan (ahhh...), tapi gaya 'pertemanan' kami sangat sangat elegan!

Kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk sharing firman Tuhan, berdoa bersama tentang masalah-masalah kami, saling memberi semangat untuk mengejar mimpi masing-masing. Kalo ketemu, kami tak pernah bertemu di tempat yang tertutup berduaan. Palingan ke Starbuck, ngopi sambil ngobrol hal-hal yang membangun.

Saat pada akhirnya kami harus berpisah karena Tuhan menghendaki demikian, rasa sakit di hati saya tak sampai membuat saya terpuruk lama. Karena pada dasarnya kami ada dalam tahap 'pertemanan yang saling membangun'. Tidak sedang membuang-buang waktu untuk pacaran yang lebih banyak melibatkan hati dan pikiran.

Nah, bagaimana gaya pacaranmu? Saling membangun ato saling merusak?

Kalo kamu sudah siap dengan pernikahan, pacarannya tak perlu lama-lama. 1-2 tahun sudah cukup. Setelah itu segeralah menikah. Buat saya, pacaran itu tahap persiapan pernikahan. Disini kamu dan pacarmu sudah harus siap dengan perencanaan yang lebih serius seperti mempersiapkan rumah untuk keluarga di masa depan, pekerjaan, perencanaan keuangan yang matang, etc.

Dewasa dalam Berhubungan dengan Lawan Jenis

Saya sering geli meliat orang-orang yang suka pamer foto mesra dengan lawan jenis di Social Media. Biasanya anak-anak muda kekinian suka berfoto gaya 'Follow Me To' trus diunggah ke Instagram, Facebook, Twitter, etc dengan tagger #RelationshipGoal. Buat saya itu adalah gaya orang NDESO, jika kamu memposting foto demikian bukan dengan suami/istrimu yang sah! Yang lucu lagi, mereka yang suka pamer foto 'Follow Me To' dan tagger #RelationshipGoal di Sosmed, juga suka men-delete foto-foto mereka begitu putus ato hubungannya bermasalah. Hahaha ndeso...ndeso...ndeso...!

Ber-Social Media juga yang elegan dong beib. Kalo memang belum yakin dia akan jadi pasanganmu seumur hidup, ya gak usah unggah foto-foto 'sok mesra' di Social Media. Kalo kamu pernah pasang foto-foto dengan lawan jenis, trus kemudian men-delete-nya karena hubunganmu dengan dia bermasalah, itu adalah tanda bahwa kamu belum sepenuhnya dewasa! Orang dewasa tak akan pernah melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu. Apalagi kalo ditambah nulis status di Facebook, Twitter ato Blog yang mengupas tuntas tentang kejelekan-kejelekan sang mantan. Hedeh cyinn, ndeso-nya jangan keterlaluan dong ah.

Orang yang sudah dewasa akan menyikapi perpisahan dengan bijaksana. Jika memang kamu terpaksa harus putus dengan pacarmu karena sesuatu hal, ubah mind set-mu, bukan melampiaskan kekesalanmu di Social Media ato di Blog. Makanya juga, berhati-hatilah sebelum mengunggah sesuatu ke Social Media ato menulis di Blog agar kamu tak perlu capek-capek men-delete-nya di kemudian hari.

Saya tidak pernah memasang foto saya bersama gebetan di Social Media dan tidak pernah menulis apapun tentang kehidupan asmara saya di Blog ato cerita ke banyak orang kalo saya punya pria special. Semua saya keep just for myself and God. Saya lebih suka menulisnya di buku diary daripada mengumbarkan ke publik. Nanti jika saya telah menikah dengan dia, saya siap membaut kalian semua iri dengan hubungan kami! Promise for that, hahaha...

Mempersiapkan Pernikahan bukan Pacaran

Hidup itu lebih penting daripada kebutuhan dan keinginan.

Enjoy your life.

Meskipun apa yang kamu butuhkan dan kamu inginkan tak semuanya terpenuhi dan kamu dapatkan dengan segera, tak berarti hidupmu lantas 'berjalan di tempat'. Teruslah bergerak dan isi hidupmu dengan segala sesuatu yang membangun dan positif. Tak perlu kuatir tentang kebutuhan dan keinginanmu. Selama kamu terus berusaha dan berdoa, semua akan terpenuhi tepat pada waktunya.

Persiapkan dirimu untuk sebuah pernikahan, bukan pacaran. Pakai masa single-mu untuk mengejar hubungan yang lebih kekal dengan Tuhanmu. Ini pondasi pertama untuk pernikahan kudus, takut akan Tuhan! Jika saat lajang kamu tidak setia baca firman Tuhan, bolong-bolong ke gereja/saat teduh dan malas melayani pekerjaan Tuhan...saya bisa jamin jika setelah menikah nanti kamu akan lebih buruk daripada itu! So, selagi masih ada banyak kesempatan, berlarilah...bangunlah hubungan yang intim lebih dulu dengan Tuhan agar jika pernikahanmu nanti terhantam badai, kamu dan pasanganmu tidak goyah karena kalian berdiri di atas Batu Yang Kokoh yang adalah Tuhan sendiri.

Hal kedua yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan pernikahanmu adalah dengan mengisi masa lajangmu dengan segala sesuatu yang membangun seperti mengejar mimpi (merintis usaha sendiri, traveling, menjadi volunteer/relawan, etc) dan menjaga kekudusan. Jaga area pertemananmu, jangan sembarangan berteman dan 'sok mesra' dengan lawan jenis yang 'potensial'. Ingatlah bahwa pergaulan yang buruk merusak yang baik.

'Petualangan' akibat keputusan yang salah dan terburu-buru itu tidak seindah petualangan di alam liar atau petualangan ke negara lain. Pikir 1000 kali sebelum benar-benar terlanjur melangkah. Berhati-hati dalam segala hal selalu lebih baik...

Hal ketiga untuk mempersiapkan pernikahan adalah dengan menjadikan dirimu sendiri sebagai pribadi yang utuh dan bahagia! Pernikahan itu bukan sarana untuk membuatmu bahagia guys. Tak ada seorangpun di dunia ini yang bisa membuatmu bahagia kecuali Tuhan. Trust me, pria seganteng apapun, ato wanita secantik bidadaripun punya kelemahan yang bisa membuatmu eneg suatu hari nanti. Jangan terlalu ngarep dibahagiakan orang lain, karena dia sendiri belum tentu lagi bahagia...

Didik dirimu untuk tidak selalu bergantung pada orang lain. Selama kamu bisa melakukan sesuatu sendiri, lakukan itu dengan sukacita. Orang yang punya kualitas baik pasti akan mencari mereka yang juga punya kualitas baik. Dua orang yang pribadinya sudah utuh dan bahagia, akan siap masuk ke pernikahan kudus karena mereka tidak perlu saling menuntut lagi.

Pernikahan itu untuk saling melengkapi antara pria dan wanita. Jadilah pribadi yang excellent/bisa diandalkan dulu agar nantinya kamu bisa melengkapi kekurangan pasanganmu dan tidak cepat goyah jika keadaan berubah.

Jadikan Tuhan sebagai pusat seluruh kehidupanmu, entah itu dalam urusan percintaan, pertemanan, pekerjaan, pelayanan, etc. Saat Tuhan menjadi pusat hidupmu, Dia akan mengatur segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagimu. Kamu tak perlu terlalu sibuk mengejar status pacaran, persiapkan saja dirimu untuk pernikahan kudus agar pasanganmu di masa depan bangga memilikimu. Tak perlu ribut juga mencari Relationship Goal. Karena sejatinya, Relationship Goal is talk about God dan holiness, it's not for happy but for holy...Remember that, God and Holiness.

Monday, June 05, 2017

Jurug Waru, Air Terjun Alami yang Lagi Naik Daun di Trenggalek

Air terjun yang berlokasi di Desa Watuagung Kec. Dongko ini juga termasuk tempat wisata alam rintisan di Kab. Trenggalek. Perlu sedikit usaha untuk mencapainya, karena jalur menuju air terjun harus naik turun daerah perbukitan.

Tempat ini nampak 'pernah' dikelola oleh warga setempat. Ada beberapa warung yang sudah berdiri disana, namun kondisinya mengenaskan dan tidak dipakai lagi. Dari seorang Bapak yang rumahnya paling dekat dengan lokasi air terjun, saya mendapat informasi bahwa pengembangan tempat ini memang terkendala oleh masalah keberadaan jalan.

Ya, kondisi jalanan menuju ke Jurug Waru termasuk kurang baik. Jalanan belum teraspal, berbatu-batu, ditambah lagi pengunjung harus berjalan kaki, naik turun perbukitan dari tempat parkir kendaraan motor terdekat untuk sampai ke air terjun. Kalo bukan seorang pecinta wisata dan petualangan alam, pasti ogah kesini.

Belum ada pungutan biaya apapun di Jurug Waru. Traveler sebaiknya membawa sepeda motor dengan kondisi prima sebelum menginjakkan kaki ke tempat ini. Bawalah perbekalan secukupnya karena belum ada warung yang menjual makanan dan minuman, tapi wajib membawa sampah-sampahmu keluar ya...

Saya sempat melihat beberapa monyet berlarian di sekitar hutan Jurug Waru. Menandakan bahwa tempat ini benar-benar masih alami. So guys, keep nature clean...jaga perilakumu tetap baik saat di alam liar, stop vandalisme (corat-coret di batu/pohon ato dimanapun) and enjoy Trenggalek!



Thursday, June 01, 2017

Gunung Prongos Trenggalek, Si Perawan yang Cantik Menawan

Gunung Prongos di Desa Bendoagung, Kec. Kampak, Kab. Trenggalek ini membuat saya takjub! Pemandangannya sungguh memanjakan mata meskipun jalan menuju kesini tidaklah mudah.

Saya dan kakak sepupu saya menempuh perjalanan dari Ponorogo ke Gunung Prongos Trenggalek dengan mengandalkan rute yang ada di Google Maps dengan menggunakan sepeda motor. Rute tercepat yang diberikan Google Maps ternyata membuat kami harus melewati jalanan berbatu-batu, penuh tanjakan curam dan ada beberapa sisi yang rusak. Kami sudah bisa membayangkan bahwa jalanan itu pasti tidak akan bisa dilewati kendaraan biasa saat musim hujan...

Untuk para traveler yang ingin berwisata ke Gunung Prongos, sebaiknya mengambil rute yang melewati Jl. Raya Karangan (jalan raya besar) untuk meminimalkan bertemu dengan jalanan yang sulit dilewati seperti kami.

Begitu sampai di Gerbang Gunung Prongos, kondisi jalanan juga tidak mulus. Jalannya belum diaspal sama sekali, berbatu-batu dan sedikit menanjak. Para traveler sebaiknya menggunakan sepeda motor dengan kondisi prima sebelum kesini.

Perjalanan yang tak mudah akhirnya terbayar saat kaki-kaki kami menginjak Gunung Prongos. Wow, pemandangannya luar biasa indah! Tempat ini masih sepi pengunjung meskipun nampak bahwa tempat ini 'pernah' dikelola.

Beberapa fasilitas yang ada terlihat tak terurus. Ada sebuah gardu pandang (namun tangganya hilang, jadi kalo ingin naik ke atas harus 'terbang' hehehe), ada 'jembatan cinta' dari bambu untuk selfie sukaesih (kondisinya masih lumayan bagus kalo yang ini), ada bangku-bangku kayu untuk duduk-duduk cantik sambil menikmati pemandangan nan hijau di bawah dan beberapa warung yang sudah reyot.

Mungkin karena kondisi jalanan menuju Gunung Prongos tergolong sulit (dan mungkin tidak bisa dijamah saat musim hujan), makanya tempat ini menjadi terbengkalai. Tapi kalo kalian adalah traveler yang punya jiwa petualangan tingkat dewa seperti kami berdua (uhuk), tempat ini pasti menantang untuk kalian taklukkan!

Para biker, pecinta off road, pendaki gunung, pecinta alam, panjat tebing, penggemar wisata adrenalin...ini adalah surga kalian!! Bagi yang suka liburan ala city tour, mungkin harus minggir dulu sementara waktu karena jalanan belum memadai untuk berwisata manjaahh (daripada nangis di tengah jalan hihihi).

Oh ya, belum ada tiket masuk ke Gunung Prongos. Tidak ada tempat sampah pula disini. Jadi kalian harus berhati-hati menjaga alam dan lingkungan. Bawa perbekalan secukupnya sebelum ke Gunung Prongos dan bawa sampahmu pulang! Kalo nemu sampah plastik disana, ambil dan bawa keluar juga. Keep nature clean and enjoy adventure!



Tuesday, May 30, 2017

Berburu Sunset di 'Negeri Diatas Awan - Bukit Banyon' Trenggalek

Bukit Banyon merupakan bukit cantik di Desa Widoro, Kec. Gandusari, Kab. Trenggalek. Bukit yang lagi nge-hits di social media ini mudah dicapai baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat karena letaknya persis di sebelah jalan besar.

Dari bukit ini, pengunjung bisa melihat Sunrise, Sunset dan juga Negeri Diatas Awan! Pengunjung tak perlu membayar untuk menikmati wisata ini. Ada area camping ground juga yang bisa dipakai untuk berkemah dan sebuah warung kopi di seberang jalan yang menyediakan aneka makanan dan minuman bagi pengunjung.

Sayangnya, di tempat ini minim tempat sampah. Jadi harus mawas diri untuk tidak membuang sampah sembarangan ya guys...Lebih baik lagi jika kalian ikut membersihkan tempat ini dari sampah-sampah plastik yang ditinggalkan para pengunjung yang tak bertanggung jawab :).

Enjoy Trenggalek and happy traveling!



Tuesday, May 23, 2017

Air Mancur Menari di Jembatan Suroboyo yang Menakjubkan

Jare sopo Suroboyo gak ono opo-opone?

Yeah, Surabaya masa kini jauh berbeda dengan Surabaya yang pernah saya kenal 10 tahun lalu. Sekarang Surabaya mulai berbenah diri menjadi kota yang cantik dan menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup seru untuk di explore.

Beberapa bulan lalu, saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi jembatan baru di Surabaya yang berlokasi di Jl. Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak. Di Jembatan Suroboyo ini ada pertunjukan air mancur menari yang digelar setiap hari Sabtu pukul 20:00 - 20:30 WIB. Pengunjung tak perlu membayar untuk menikmati pertunjukan ini.

Pertunjukan air mancur menari di Jembatan Suroboyo diiringi lagu-lagu daerah khas Surabaya seperti Jembatan Merah, Surabaya Oh Surabaya, etc. Air mancurnya cantik, berwarna-warni dan meliuk-liuk genit mengikuti irama lagu.

Yuk guys, ke Surabaya...

Friday, May 19, 2017

Villa Griya Madukara 1 Songgoriti, Penginapan Nyaman dan Murah di Kota Batu


Kawasan Songgoriti sudah terkenal sebagai pusat penginapan murah dan nyaman di Kota Batu. Saat masuk kawasan ini, di sepanjang jalan kamu akan menemui banyak orang yang berdiri di depan gang sambil menawarkan jasa penginapan/villa.

Villa Griya Madukara 1 ini mempunyai 2 kamar tidur dengan kamar mandi di masing-masing kamar. Ada sebuah sofa dan meja, TV, meja makan serta dapur dan perlengkapan memasak. Tempat tidurnya nyaman dan di kamar mandi ada hot water-nya.

Di dekat villa juga terdapat sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti air mineral, makanan ringan, kopi & teh sachet, etc. Lokasinya ada di Jl. Jeruk No. 2, Songgoriti, Kota Batu. Tempat parkirnya luas, mobil bisa masuk. Ada sekitar 3 bangunan yang disewakan sebagai villa dan ada free WiFi-nya pula (namun kurang bagus aksesnya jika digunakan agak jauh dari rumah induk/pemiliknya).

Harga sewa per malam Rp. 300.000, bisa digunakan untuk maksimal 6 orang (dengan asumsi, per kamar diisi 3 orang). Villa ini cukup strategis jika kamu perlu penginapan murah di Kota Batu.



Monday, May 15, 2017

SPBU 54.661.10 Jimbe Kademangan Blitar, Fasilitas Lengkap, Bersih, Luas dan Pasti Pas!


Musim mudik lebaran sebentar lagi. Silahkan save/share info ini, siapa tahu berguna...

SPBU 54.661.10 ini cocok untuk tempat istirahat (rest area) bagi pengendara yang sedang melintasi jalur Malang - Trenggalek. Lokasinya terletak di Jl. Raya No.9-A, Jimbe, Kademangan, Blitar.

Fasilitas di SPBU ini lumayan lengkap, bersih dan masih terlihat baru. Ada musholla, ruang khusus untuk istirahat, minimarket, toilet pria & wanita...plus tempat parkir kendaraan yang luas.

Be safe and enjoy your trip!



Saturday, May 13, 2017

Wisata Bendungan Lahor, Bendungan Cantik di Perbatasan Malang - Blitar

Bendungan ini ternyata punya banyak nama!

Ada yang menyebutnya Bendungan Selorejo, ada yang menyebutnya Bendungan Karang Kates...tapi yang jelas, nama aslinya adalah Bendungan Lahor.

Ada yang bilang, bendungan ini termasuk wilayah Blitar, tapi ada juga yang bilang bendungan ini termasuk wilayah Malang...dan sebenarnya, memang bendungan ini masih hak-nya Malang. Ya, Bendungan Lahor ini memang berada di perbatasan Malang - Blitar.

Nama tempat wisata: Wisata Bendungan Lahor
Alamat: Desa Karang Kates, Kec. Sumber Pucung, Kab. Malang (perbatasan Malang - Blitar)

Kendaraan yang hendak masuk kawasan bendungan ini harus membayar biaya sebesar Rp. 3.000/kendaraan. Ada sebuah taman bermain di dekat bendungan dan pengunjung harus membayar sebesar Rp. 5.000/orang untuk masuk kesana. Tapi jika hanya ingin menikmati suasana di Bendungan Lahor tanpa masuk ke taman bermain juga bisa kok. Kendaraan bisa di parkir di dekat bendungan then you can go to explore!



Monday, May 08, 2017

Menikmati Sunset di Puncak Cumbri, Bukit Indah di Perbatasan Ponorogo - Wonogiri

Puncak Cumbri ada di perbatasan Ponorogo - Wonogiri. Jalan masuk menuju ke Puncak Cumbri tergolong mudah ditemukan karena berada persis di sebelah Gapura Perbatasan. Di sekitar jalan itu juga banyak terdapat papan petunjuk menuju Puncak Cumbri, jadi tak perlu takut tersesat.

Pengunjung yang ingin masuk ke Wisata Alam Puncak Cumbri hanya dikenakan biaya parkir kendaraan saja. Untuk sepeda motor, biaya parkirnya sekitar Rp. 5.000.

Puncak Cumbri sendiri berada diketinggian 638 mdpl. Ada camping ground di atas bukit yang bisa dipakai oleh para pecinta camping. Jalur trekking menuju Puncak Cumbri lumayan panjang dan terjal. Bisa ditempuh sekitar 1-2 jam. Tempat ini bagus untuk latihan para pendaki pemula.

Pemandangan yang tersaji dari Puncak Cumbri cukup menarik. Sayangnya banyak sampah plastik yang ditinggal oleh para pengunjung yang tak bertanggung jawab disana. So guys, if you want to go here...sempatkan pula membawa trash bag dan bawalah sampahmu beserta sampah-sampah plastik yang bisa kamu jangkau untuk turun...


Sunday, May 07, 2017

Kisah dari Pulau Sempu

Seseorang yang hidupnya telah melekat kepada Tuhan, dimanapun ia berada, fokus hidupnya akan selalu kepada Sang Pencitanya. Nggak perduli apakah ia sedang melakukan kegiatan-kegiatan kerohanian ataupun kegiatan sehari-hari, hati yang melekat kepada Tuhan pasti selalu rindu untuk memuliakan nama-Nya dengan seluruh aktivitas kehidupannya.

"TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:37)

Saya bukanlah seorang pendaki. Jika saya bisa menginjakkan kaki di beberapa tempat tinggi di Indonesia dan dunia (mungkin suatu hari nanti), trust me, itu adalah salah satu mukjizat Tuhan dalam hidup saya.

Jauh sebelum hari ini, tubuh saya tergolong rapuh. Sekitar 14 tahun lalu, saya pernah menderita penyakit TBC yang menyerang kedua paru-paru dan juga tulang belakang saya. Dokter sudah memberi warning ke saya bahwa jika kaki saya patah, saya bisa lumpuh total!

Apakah saya lantas menyerah, duduk diam saja dan mengasihani diri sendiri? No!

Setelah dokter manyatakan bahwa virus TBC yang bersarang di tubuh saya sudah bisa dikendalikan, saya mulai menempa tubuh saya agar jadi kuat lagi. Jika tubuh saya kuat, saya bisa melakukan banyak hal. Saya bisa melayani pekerjaan Tuhan dan bisa memberi kesaksian kepada para penderita penyakit yang sama seperti saya di luar sana agar tidak menyerah pada vonis dokter bukan?

Seiring tubuh saya yang menguat dari hari ke hari, Tuhan membawa saya dari satu tempat ke tempat lain untuk berpetualang. Gunung Ijen Banyuwangi, Puncak Harfat Misool, Wayag 1 & Wayag 2 Raja Ampat, Gunung Rinjani Lombok, Jigokudani Hokkaido Jepang...adalah beberapa tempat tinggi yang sempat saya injak dengan kedua kaki saya. Jika dulu saya menyerah dengan vonis dokter, pasti saya tidak akan pernah bisa muncak seperti sekarang. Aktivitas pendakian selalu membutuhkan sistem pernafasan yang prima dan kaki-kaki yang kuat. Seseorang dengan penyakit paru-paru, biasanya dilarang keras untuk mendaki. Apalagi saya yang mempunyai 2 ruas tulang belakang yang sedikit remuk akibat virus TBC dan bekas operasi di bahu kanan saya. Hahaha suer, secara logika, saya tidak mungkin bisa mendaki atau berjalan jauh!

Saya tidak pernah sembarangan dalam bertindak. Saya merencanakan setiap aktivitas petualangan saya sebaik-baiknya. Saya tidak pernah meremehkan dokter, karenanya saya melatih tubuh saya secara bertahap. Dulu, saya berjalan kaki 10 langkah saja rasanya mau pingsan. Sungguh 'wow' jika sekarang saya justru bisa berjalan dari satu puncak ke puncak lainnya.

***

Pulau Sempu

Pulau Sempu, pulau ini telah menjadi saksi yang kesekian kalinya tentang perjalanan saya bersama my beloved Daddy King, Jesus. Jalur trekking yang berbukit-bukit, terjal dan licin karena hujan yang masih terus mengguyur wilayah Jawa Timur akhir-akhir ini, membuat perjalanan menuju pulau ini menjadi semakin tak mudah. Saya bersama rombongan Backpacker Sidoarjo (kami ber-17) harus menempuh perjalanan selama 4 jam waktu berangkat dan 3 jam waktu pulang. Itupun harus dilalui dengan drama uka-uka karena salah satu peserta yang ikut bisa melihat 'makhluk lain' yang mengelilingi tim kami selama trekking.

Perjalanan ke Pulau Sempu ini bukanlah perjalanan terberat yang pernah saya alami, tapi ini termasuk perjalanan yang cukup sulit buat saya.

Beberapa hari menjelang keberangkatan saya ke Pulau Sempu, saya sudah merasakan sesuatu yang tak enak di area perut saya. Biasanya itu pertanda tiba saatnya datang bulan (maaf ya para pria, mungkin kalian tidak akan bisa membayangkan apa itu datang bulan hahaha).

Tamu bulanan yang saya nantikan tak kunjung datang-datang juga. Padahal saya sudah pasang tampon 2 hari sebelum berangkat ke Sempu, tapi saya lepas lagi karena nothing happen. Nah, saat saya turun dari bus di terminal Mojokerto...barulah terasa something wet. Dan...akhhh, benar saja...si tamu bulanan datang.

Grrr, saya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi. Saya sudah ada di setengah jalan menuju Pulau Sempu dan baru tahu kalo saya sedang datang bulan. Untuk seorang pendaki wanita, sebenarnya pantang mengadakan pendakian saat datang bulan karena saat itu adalah titik terlemah dari seorang wanita. Skill sehebat apapun kalo lagi datang bulan, wanita pasti lemah. Apalagi ini awal-awal datang bulan. Hari pertama dan hari kedua adalah masa-masa dimana wanita yang sedang datang bulan bisa mengalami emosi yang berubah-ubah dan dehidrasi - itu bisa berbahaya pada tubuh jika dipaksa melakukan pekerjaan berat seperti mendaki.

"Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi." (Yesaya 45:2)

Yes, begitu ingat ayat di Yesaya 45:2 itu, saya kembali menggendong tas carrier 35 L saya dengan semangat. "Aku akan kembali dengan selamat dari Sempu untuk memberikan kesaksian bagaimana baiknya Tuhan kepadaku."

Hari itu saya lalui dengan agak sulit namun saya bisa bertahan. Perjalanan dari Mojokerto ke Sendang Biru saya tempuh dengan sepeda motor bersama 4 teman dari Lamongan. Kami memilih lewat Cangar karena menghindari kemacetan di jalan. Kami berlima dan teman-teman lain akhirnya sampai di Pulau Sempu sekitar pukul 16:00 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan untuk sampai ke camping ground.

Kondisi datang bulan dan beban berat sekitar 7 kg di punggung, membuat jalan saya sedikit lambat. Tapi puji Tuhan, saya bisa melewatinya. Jalur trekking di Pulau Sempu mirip dengan jalur trekking Gunung Senaru (Rinjani). Banyak akar-akar pohon di sekitar jalurnya. Jika kondisi saya benar-benar prima, mungkin saya bisa lahap jalur ini dengan mudah, karena tidak sesulit jalur Senaru. Tapi saat datang bulan begini, saya hanya bisa jalan pelan-pelan sambil sesekali meneguk air agar tubuh saya tidak kekurangan cairan.

Di tengah perjalanan, salah satu peserta wanita mendadak menangis tersedu-sedu. Dia melihat 'makhluk-makhluk lain' mengelilingi kami se-tim. Haduh, perasaan saya campur aduk rasanya. Hanya "Darah Yesus" yang bisa saya sebut berkali-kali sambil berjalan sebagai senjata peperangan melawan gangguan dari 'makhluk-makhluk lain' itu. Kegelapan mulai melungkupi kami. Perjalananpun semakin pelan karena kami harus trekking dengan hanya mengandalkan cahaya senter saja.

Saya ingat Daud muda saat ia hendak melawan Goliat. Kata-kata Daud menguatkan hati saya untuk terus bergerak meski kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan. "TUHAN yang telah melepaskan aku dari Gunung Ijen, Puncak Harfat, Wayag 1, Wayag 2, Gunung Rinjani dan dari Jigokudani, Dia juga akan melepaskan aku dari Pulau Sempu itu." Hahaha saya rasanya sedang bernostalgia dengan Yesus di perjalanan kali ini. Apalagi saat saya ingat peristiwa di Gunung Senaru saat turun dari Gunung Rinjani dulu. Mirip, karena dulu saya dan tim juga diikuti 'makhluk lain' saat kami sedang menuju ke Pos 3 saat petang hari.

Kemenangan-kemenangan saya bersama Tuhan di masa lalu semakin meneguhkan hati saya untuk menaklukkan Sempu. Sangat perlu rasanya bagi setiap anak-anak Tuhan untuk mengalami sendiri kebesaran-Nya itu. Jadi bukan hanya dengar bahwa Yesus ajaib dari orang lain atau hanya sekedar baca sambil lalu bahwa Yesus telah melakukan mukjizat ini itu di Alkitab. Alami sendiri dan itu akan menjadi senjata yang menjadikanmu semakin kuat di dalam Dia.

Petualangan di Pulau Sempu akhirnya bisa saya lewati dengan baik. Dan hari ini, saya senang bisa menuliskan pengalaman ini untuk menjadi kesaksian bagi semuanya. Yeah, Jesus is rock! Dia tak hanya ada di gedung gereja atau di persekutuan-persekutuan doa, tapi Dia juga ada di gunung, di hutan, di laut...Dia menyertaimu, kemanapun kakimu melangkah - asal motivasimu benar. Praise The Lord!

Friday, April 28, 2017

Yuk, Bertualang ke Pantai Taman Pacitan. Dijamin Seruuu!!

Kota kelahiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sungguh luar biasa! Selain dijuluki sebagai Kota Seribu Goa, Pacitan juga mempunyai banyak pantai-pantai cantik yang bisa bikin traveler & backpacker gagal move on (pengen terus balik lagi ke Pacitan maksudnya).

Serius...saya benar-benar jatuh cinta dengan kota ini. Berkali-kali kesini, rasanya nggak bosen. Selalu ada tempat baru yang bisa di explore, entah itu pantainya, goanya ataupun gunungnya. Pacitan itu seumpama gadis yang cantiknya natural tanpa make up hehehe.

Kali ini saya ingin share pengalaman seru saat saya dan saudara-saudara sepupu saya bertualang ke Pantai Taman Pacitan. Pantai Taman ini terletak di Desa Hadiwarno, Kec. Ngadirojo, Kab. Pacitan. Di pantai ini ada sebuah wahana flying fox sepanjang kurang lebih 400 meter dan juga tempat penangkaran penyu.

Kami beruntung. Saat kami berenam touring ke Pantai Taman, kami bisa mengikuti prosesi pelepasan anak-anak penyu (tukik) ke laut lepas. Wow, seru...




Berikut ini adalah daftar perkiraan biaya untuk berwisata ke Pantai Taman Pacitan:
- HTM: sekitar Rp. 10.000
- Parkir sepeda motor: sekitar Rp. 5.000
- Flying Fox: sekitar Rp. 35.000
- HTM ke penangkaran penyu: sekitar Rp. 5.000

Prosesi pelepasan tukik ke laut biasanya dilakukan saat sore hari sekitar pukul 15:00 WIB. Jika beruntung, pengunjung bisa ikut acara ini tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tapi kalaupun tak dapat moment pelepasan tukik ke laut, masih bisa kok melihat penyu-penyu yang lucu di penangkaran penyu.

Di sekitar Pantai Taman juga terdapat beberapa pantai cantik lain yang bisa dinikmati sekali jalan, yaitu Pantai Kunir dan Pantai Soge (lewat Jalur Lintas Selatan ya guys). Siapkan stamina dan waktu yang banyak saja untuk explore Pacitan. Karena setiap jengkal tanah di kota ini, cukup menarik untuk dinikmati.

Tuesday, April 25, 2017

Hotel Murah di Singapura

Singapura merupakan salah satu negara dengan biaya hidup tinggi di dunia. Untuk ukuran kantong orang Indonesia, harga makanan, biaya penginapan dan transportasi di negara ini tentunya juga lebih tinggi dari negara kita.

Para traveler/backpacker yang ingin berlibur ke Singapura, harus cermat menentukan tempat penginapan agar memudahkan akses kemana saja.

Buat saya pribadi, tempat penginapan tak perlu mewah dan mahal karena saat traveling, saya lebih banyak di luar ruangan dan hanya perlu tempat untuk tidur di malam hari saja. So, inilah beberapa poin untuk menentukan tempat penginapan di Singapura versi saya:

1. Dekat stasiun MRT, tapi juga available buat transportasi lain seperti Taxi
2. Murah dengan fasilitas wajib seperti free WiFi (untuk menghemat biaya pengeluaran Roaming hehehe) plus hot water dan AC
3. Dekat dengan tempat makan dan mini mart seperti 7-Eleven etc

Dengan beberapa pertimbangan di atas, akhirnya saya menemukan Lai Ming Hotel Cosmoland. Hotel ini beralamat di 424 Geylang Road, Geylang, Singapore, 389395. Pada awalnya saya agak ragu karena hotel ini ada di daerah Geylang yang terkenal sebagai Red Light District-nya Singapura. Tapi selama 4 hari saya dan rombongan disana, ternyata tidak terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan seperti yang saya bayangkan...Singapura benar-benar negara yang super aman!




Lai Ming Hotel Cosmoland dekat dengan Al-Junied Station (MRT). Di sekitar hotel banyak terdapat tempat makan murah dan halal. Salah satunya adalah Mufiz Restaurant yang menyediakan berbagai makanan halal ala India dan Thailand. Dekat pula dengan 7-Eleven dan toko yang menjual aneka buah-buahan dan durian!




Biaya menginap semalam di Lai Ming Hotel Cosmoland berkisar antara Rp. 600.000 - Rp. 800.000 (untuk 2 - 5 orang dewasa per room). Fasilitas lain yang ada di hotel ini adalah free WiFi (all room), hot water, AC, TV...but no breakfast ya (silahkan cek di Agoda untuk lebih detail).

Kalo males keluar pakai MRT, dari hotel ini ke pusat kota seperti Merlion Park, MBS dan Chinatown bisa memakai jasa Taxi dengan tarif sekitar 10 SGD (saya sering pakai Taxi saat traveling di malam hari).

Pemandangan di sekitar hotel ini juga menarik untuk di explore. Banyak bangunan-bangunan tua yang sangat terawat dan cantik di sekitar Lor Bachok Road dan 27 Geylang Lor Road.






Friday, April 21, 2017

Keindahan Bukit Jaddih - Socah, Bangkalan, Madura

Pulau yang terletak tak jauh dari kota Surabaya ini cukup menarik untuk di explore. Disamping terkenal sebagai tempat penghasil garam, Madura juga menyimpan kekayaan alam yang cukup indah.

Salah satu tempat wisata di Madura yang indah dan unik adalah Bukit Jaddih yang berada di Desa Parseh, Kec. Socah, Kab. Bangkalan.

Jalan menuju Bukit Jaddih agak rawan, beberapa media pernah menyebutkan bahwa banyak begal di sekitar jalan menuju tempat wisata ini. Jadi disarankan agar para traveler/backpacker menuju tempat ini bersama rombongan dan melewati jalan raya yang ramai untuk meminimalisir bertemu dengan begal.

HTM: Rp. 10.000 - Rp. 30.000

Bukit Jaddih merupakan tempat penambangan kapur. Saat saya dan rombongan kesana, masih ada beberapa pekerja yang menambang kapur di sekitar tempat wisata. Selain Danau Biru, Bukit Jaddih juga mempunyai kolam renang.

Cuaca disini sangat terik, so jangan lupa membawa pelindung tubuh (sunscreen, sunblock, topi atau payung) agar bisa menikmati Bukit Jaddih dengan nyaman.

Oh ya, disarankan untuk memakai kendaraan pribadi saja karena kendaraan umum menuju tempat wisata ini kurang memadai.



Thursday, April 06, 2017

Siapa yang tinggal didalammu? Tuhan atau iblis?

Siapa yang tinggal didalammu? Tuhan atau iblis?

Apapun yang tinggal di dalam dirimu, suatu saat akan keluar menunjukkan dirinya.

Yohanes 15:4, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."




Seseorang bisa 'sok' bersikap baik dan manis di depan orang lain untuk mendapatkan sesuatu (pujian, kehormatan, kekuasaan, harta, perhatian, etc). Tapi karakter manusia yang sebenarnya tidak bisa dimanupulasi dengan 'bungkus sesaat'.

Saat masalah/tekanan tiba, 'siapa yang tinggal didalammu' akan keluar menunjukkan dirinya. Ya, saat itu...orang lain akan bisa melihat dengan jelas, sebenarnya selama ini kamu telah dipimpin oleh Tuhan atau dikuasai oleh iblis.

Sikap, tingkah laku, perbuatan, kata-kata yang keluar dari mulutmu...adalah cerminannya...'buah' dari apa yang tinggal didalammu!

Ekowisata Mangrove Cengkrong Trenggalek

Nama tempat wisata: Ekowisata Mangrove Cengkrong Trenggalek

Alamat: Karanggandu, Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur 66382, Indonesia

Harga Tiket:
- Tiket masuk: Rp. 6.000
- Naik perahu: Rp. 10.000
- Parkir mobil: Rp. 5.000
- Toilet: Rp. 2.000 (mandi Rp. 4.000)

Tempat wisata lain yang dekat dengan Ekowisata Mangrove Cengkrong:
- Pantai Cengkrong (ada disatu lokasi dengan Ekowisata Mangrove Cengkrong)
- Pantai Prigi
- Pantai Pasir Putih

Disarankan menggunakan kendaraan pribadi jika ingin berkunjung kesini. Happy traveling!



Wednesday, April 05, 2017

Budha Tidur di Mojokerto

Nama tempat wisata: Mahavihara Mojopahit - Patung Budha Tidur Mojokerto

Alamat: Jalan Raya Trowulan Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur 61362

Tiket masuk: hanya dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp. 2000/orang

Jalan masuk menuju ke Mahavihara Mojopahit didesain semirip mungkin dengan keadaan tempo dulu. Banyak rumah-rumah penduduk yang sudah disulap menjadi bangunan-bangunan mirip zaman Majapahit.



Tuesday, April 04, 2017

Pementasan Wayang Orang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Indonesia

Hello para backpacker and traveler...

Jika sedang berkunjung ke Semarang, jangan lupa menonton pementasan Wayang Orang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Alamat TBRS: Jl. Sriwijaya No. 29, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50614
Jadwal pementasan: Setiap Sabtu pukul 20:00 WIB - selesai
HTM: Rp. 30.000/orang
Transportasi: bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, taxi ataupun BRT Semarang di siang hari (BRT Semarang ini jam operasionalnya dari pukul 05:30 WIB sampai 17:30 WIB)

Saat siang hari, area TBRS bisa dipakai untuk berfoto selfie ria karena banyak gambar-gambar grafiti keren di sepanjang dinding-dinding sekitar gedung pementasan.

Yuk, ikutan melestarikan budaya tradisional bangsa Indonesia...


Pementasan Wayang Orang di TBRS Semarang


Gambar grafiti di sepanjang dinding sekitar gedung pementasan


Monday, April 03, 2017

Jalan-jalan ke 'Little Netherland' Kota Lama Semarang

Semarang mempunyai kawasan Kota Lama yang cukup luas dan menarik untuk dijelajahi. Letaknya tak jauh dari Stasiun Kereta Api Tawang. Jika berkunjung ke Semarang jangan lupa kesini, dijamin betah deh.

Alamat: Jl. Letnan Jenderal Suprapto, Tanjungmas, Semarang
Transportasi: bisa menggunakan BRT Semarang, taxi, kendaraan pribadi atau becak

Ada beberapa spot menarik yang bisa dijadikan obyek untuk berfoto/ber-selfie ria, diantaranya: Gereja Blenduk (GPIB Immanuel), Spiegel Bar, pohon tua dengan akar-akarnya yang kokoh, bangunan bercat merah dan putih (seperti warna bendera Indonesia) etc.

Tak perlu keluar uang untuk berwisata ke Kota Lama Semarang, cukup jalan kaki saja bisa hehehe. Oh ya, bagi yang tak punya paketan data alias fakir internet...bisa mencari koneksi free WiFi di taman sebelah Gereja Blenduk. Disana ada akses WiFi gratis yang disediakan oleh Pemkot Semarang. Saya telah mencobanya di pagi hari (sekitar jam 9 pagi) dan speed-nya lumayan kencang. So, bisa jeprat-jepret dengan background bangunan-bangunan kuno di HP trus langsung eksis di Sosmed deh!


Kota Lama Semarang


Gereja Blenduk Semarang


Stasiun Semarang Tawang

Sunday, April 02, 2017

Mari Menjelajah Hutan Mangrove di Puri Maerakaca (Puri Maerokoco) Semarang

Puri Maerakaca (Puri Maerokoco) ini sering disebut sebagai Taman Mini Jawa Tengah Indah. Disini, terdapat banyak miniatur rumah-rumah adat dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Alamat: Jl. Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang, Jawa Tengah 50144
Jam Operasional: pukul 08.00 sampai 18.00 WIB
HTM: Rp. 10.000/orang

Tempat wisata lain yang berdekatan dengan Puri Maerokoco:
- Tugu Muda
- Lawang Sewu
- Klenteng Sam Poo Kong
- TBRS

Di Puri Maerokoco ini juga terdapat Hutan Mangrove yang mempunyai jalur track lumayan lebar dan kokoh. Sayangnya waktu saya kesana, hujan mengguyur tiada hentinya sampai sore hari, jadi hanya bisa nongkrong di Jembatan Pengharapan saja sampai tiba waktunya pulang.

Tempat ini bisa dicapai menggunakan Bus Umum tapi jika weekend, Bus itu tidak beroperasi. Jadi disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.



Saturday, April 01, 2017

Paralayang di Gunung Banyak dan Omah Kayu - Batu, Indonesia

Gunung Banyak, Batu mempunyai pesona yang indah. Disini ada 2 wisata sekaligus yang bisa dinikmati oleh para traveler and backpacker, yaitu Omah Kayu dan paralayang.

Alamat: Jl. Songgokerto, Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur 65312, Indonesia
HTM Omah Kayu: Rp. 5.000
Biaya paralayang: Rp. 350.000 (tandem + sertifikat + ojek dari Songgoriti ke Gunung Banyak)

Transportasi umum: ada bus jurusan Malang - Jombang/Kediri yang lewat pertigaan jalan menuju Paralayang Gunung Banyak (bilang aja ke sopir bus-nya, "Turun di Paralayang Gunung Banyak Pujon". Setelah itu bisa menyewa jasa ojek dari pertigaan jalan itu ke lokasi paralayang + Omah Kayu atau bisa juga berjalan kaki sampai kesana.

Catatan: untuk paralayang mungkin tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu karena pengaruh dari cuaca dan kecepatan angin. Saya sarankan untuk sampai di lokasi paralayang sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 2 siang. Jika tidak hujan, kecepatan angin pada jam-jam tersebut memungkinkan untuk melakukan paralayang dengan baik.

Omah Kayu dibuka untuk umum mulai pukul 07:00 - 18:00 WIB. Tempat ini juga bisa disewa untuk menginap.