Saturday, June 17, 2017

Relationship Goal?

Siang itu saya sedang berada di ruang antri pendaftaran SIM C di Polres Kota Ponorogo. Saya duduk di bangku deretan paling depan, dekat dengan Ruang Ujian Teori SIM. Kemudian datanglah 3 anak perempuan berpakaian seragam SMU dan duduk di deretan bangku belakang saya. Tak lama kemudian terjadilah sebuah perbincangan seru diantara ketiga anak perempuan tersebut.

Cewek 1: "Eh, pacarmu kelas berapa?"
Cewek 2: "Kelas 11 dong."
Cewek 3: "Pacarku kelas 10. Kalo kamu?"
Cewek 1: "Pacarku juga kelas 10. Kami sekelas lagi."

Jreng...saya terhenyak di kursi mendengar pergunjingan ketiga anak perempuan itu tentang pacar-pacar mereka itu. Uhuk, prihatin saya melihat kenyataan bahwa di usia mereka yang baru SMU, mereka bukannya sibuk mengejar mimpi dan membangun masa depan cerah, tapi malah sibuk dengan pacar-pacarnya seolah-olah mereka akan menikah besok!

Cara hidup ketiga anak perempuan itu memang kontras dengan prinsip saya saat SMU. Saat sekolah dulu saya punya komitmen nggak akan pacaran sebelum lulus kuliah dan punya gaji dari pekerjaan yang bisa diandalkan. Bukan berarti saya tidak pernah jatuh cinta dengan laki-laki disepanjang masa-masa sekolah saya ya. Tapi saya berprinsip bahwa pacaran itu sekali saja untuk menikah. Jadi sebelum siap menikah, ya jangan pacaran dulu.

Saat masih sekolah, goal saya adalah untuk meraih prestasi setinggi-tingginya dan mengembangkan talenta-talenta yang saya punya, bukan untuk ngegebet sana-sini demi sebuah status 'pacaran'. Menunda pacaran untuk mempersiapkan pernikahan kudus buat saya lebih menarik daripada bermain-main dengan cinta monyet.

Nah, kembali lagi ke kisah di atas...

Tak berapa lama setelah ketiga anak perempuan tadi bergunjing tentang pacar-pacar mereka, datanglah seorang anak laki-laki yang penampilannya bak artis Korea (eaakkk) ke arah kami. Dia mengambil tempat duduk persis di sebelah kiri saya (ehemm). Dan mendadak pula, pergunjingan ketiga anak perempuan di belakang saya menjadi HENINGGG! Hahaha...

Dalam hati saya bergumam, "Sukurin loe, makanya gak usah pamer pacar-pacarmu di depan publik. Kalo datang pria yang kualitasnya lebih OK lagi, nyesel deh loe pacaran. Pasti sekarang pengen jomblo lagi kan?" hihihi. Saya menoleh ke arah anak laki-laki di sebelah saya dan kami mengobrol beberapa saat (mungkin anak-anak perempuan di belakang saya jadi diem karena mereka nelen ludah kepengen!).



Pacaran Sekali untuk Menikah

Jangan bangga dengan berapa banyak mantan pacar yang kau punya. Tapi banggalah kalo kamu bisa setia kepada satu orang sampai akhir hayat. Pacaran itu bukan untuk hepi-hepian guys, tapi pacaran itu untuk kekudusan. Jadi sebelum kamu berkata "Aku cinta kepadamu", pikirkanlah dulu..."Apa aku yakin akan menikahinya?". Jika kamu belum yakin untuk menikahinya, tahan mulut dan sikapmu agar tidak melewati batas pertemanan.

Kalian bisa kok saling mengenal karakter masing-masing lewat pertemanan. Ngapain terburu-buru pacaran? Pacaran itu buang-buang waktu dan duit. Lebih baik hemat uangmu untuk sesuatu yang lebih besar, seperti mempersiapkan rumah untuk keluarga kecilmu nanti, untuk membangun usaha sendiri, jadi setelah menikah nanti kamu punya banyak waktu untuk keluarga karena sudah tak perlu ngantor lagi...etc...

Saya sendiri sampai sekarang tak pernah pacaran (serius lho!). Tapi pernah ada seorang pria yang saya izinkah khusus untuk masuk area relationship saya agak lama. Gaya kami 'berteman' tidak seperti gaya anak muda zaman sekarang yang sudah berani pegangan tangan, rangkulan, pelukan, bahkan ciuman sebelum pernikahan (ahhh...), tapi gaya 'pertemanan' kami sangat sangat elegan!

Kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk sharing firman Tuhan, berdoa bersama tentang masalah-masalah kami, saling memberi semangat untuk mengejar mimpi masing-masing. Kalo ketemu, kami tak pernah bertemu di tempat yang tertutup berduaan. Palingan ke Starbuck, ngopi sambil ngobrol hal-hal yang membangun.

Saat pada akhirnya kami harus berpisah karena Tuhan menghendaki demikian, rasa sakit di hati saya tak sampai membuat saya terpuruk lama. Karena pada dasarnya kami ada dalam tahap 'pertemanan yang saling membangun'. Tidak sedang membuang-buang waktu untuk pacaran yang lebih banyak melibatkan hati dan pikiran.

Nah, bagaimana gaya pacaranmu? Saling membangun ato saling merusak?

Kalo kamu sudah siap dengan pernikahan, pacarannya tak perlu lama-lama. 1-2 tahun sudah cukup. Setelah itu segeralah menikah. Buat saya, pacaran itu tahap persiapan pernikahan. Disini kamu dan pacarmu sudah harus siap dengan perencanaan yang lebih serius seperti mempersiapkan rumah untuk keluarga di masa depan, pekerjaan, perencanaan keuangan yang matang, etc.

Dewasa dalam Berhubungan dengan Lawan Jenis

Saya sering geli meliat orang-orang yang suka pamer foto mesra dengan lawan jenis di Social Media. Biasanya anak-anak muda kekinian suka berfoto gaya 'Follow Me To' trus diunggah ke Instagram, Facebook, Twitter, etc dengan tagger #RelationshipGoal. Buat saya itu adalah gaya orang NDESO, jika kamu memposting foto demikian bukan dengan suami/istrimu yang sah! Yang lucu lagi, mereka yang suka pamer foto 'Follow Me To' dan tagger #RelationshipGoal di Sosmed, juga suka men-delete foto-foto mereka begitu putus ato hubungannya bermasalah. Hahaha ndeso...ndeso...ndeso...!

Ber-Social Media juga yang elegan dong beib. Kalo memang belum yakin dia akan jadi pasanganmu seumur hidup, ya gak usah unggah foto-foto 'sok mesra' di Social Media. Kalo kamu pernah pasang foto-foto dengan lawan jenis, trus kemudian men-delete-nya karena hubunganmu dengan dia bermasalah, itu adalah tanda bahwa kamu belum sepenuhnya dewasa! Orang dewasa tak akan pernah melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu. Apalagi kalo ditambah nulis status di Facebook, Twitter ato Blog yang mengupas tuntas tentang kejelekan-kejelekan sang mantan. Hedeh cyinn, ndeso-nya jangan keterlaluan dong ah.

Orang yang sudah dewasa akan menyikapi perpisahan dengan bijaksana. Jika memang kamu terpaksa harus putus dengan pacarmu karena sesuatu hal, ubah mind set-mu, bukan melampiaskan kekesalanmu di Social Media ato di Blog. Makanya juga, berhati-hatilah sebelum mengunggah sesuatu ke Social Media ato menulis di Blog agar kamu tak perlu capek-capek men-delete-nya di kemudian hari.

Saya tidak pernah memasang foto saya bersama gebetan di Social Media dan tidak pernah menulis apapun tentang kehidupan asmara saya di Blog ato cerita ke banyak orang kalo saya punya pria special. Semua saya keep just for myself and God. Saya lebih suka menulisnya di buku diary daripada mengumbarkan ke publik. Nanti jika saya telah menikah dengan dia, saya siap membaut kalian semua iri dengan hubungan kami! Promise for that, hahaha...

Mempersiapkan Pernikahan bukan Pacaran

Hidup itu lebih penting daripada kebutuhan dan keinginan.

Enjoy your life.

Meskipun apa yang kamu butuhkan dan kamu inginkan tak semuanya terpenuhi dan kamu dapatkan dengan segera, tak berarti hidupmu lantas 'berjalan di tempat'. Teruslah bergerak dan isi hidupmu dengan segala sesuatu yang membangun dan positif. Tak perlu kuatir tentang kebutuhan dan keinginanmu. Selama kamu terus berusaha dan berdoa, semua akan terpenuhi tepat pada waktunya.

Persiapkan dirimu untuk sebuah pernikahan, bukan pacaran. Pakai masa single-mu untuk mengejar hubungan yang lebih kekal dengan Tuhanmu. Ini pondasi pertama untuk pernikahan kudus, takut akan Tuhan! Jika saat lajang kamu tidak setia baca firman Tuhan, bolong-bolong ke gereja/saat teduh dan malas melayani pekerjaan Tuhan...saya bisa jamin jika setelah menikah nanti kamu akan lebih buruk daripada itu! So, selagi masih ada banyak kesempatan, berlarilah...bangunlah hubungan yang intim lebih dulu dengan Tuhan agar jika pernikahanmu nanti terhantam badai, kamu dan pasanganmu tidak goyah karena kalian berdiri di atas Batu Yang Kokoh yang adalah Tuhan sendiri.

Hal kedua yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan pernikahanmu adalah dengan mengisi masa lajangmu dengan segala sesuatu yang membangun seperti mengejar mimpi (merintis usaha sendiri, traveling, menjadi volunteer/relawan, etc) dan menjaga kekudusan. Jaga area pertemananmu, jangan sembarangan berteman dan 'sok mesra' dengan lawan jenis yang 'potensial'. Ingatlah bahwa pergaulan yang buruk merusak yang baik.

'Petualangan' akibat keputusan yang salah dan terburu-buru itu tidak seindah petualangan di alam liar atau petualangan ke negara lain. Pikir 1000 kali sebelum benar-benar terlanjur melangkah. Berhati-hati dalam segala hal selalu lebih baik...

Hal ketiga untuk mempersiapkan pernikahan adalah dengan menjadikan dirimu sendiri sebagai pribadi yang utuh dan bahagia! Pernikahan itu bukan sarana untuk membuatmu bahagia guys. Tak ada seorangpun di dunia ini yang bisa membuatmu bahagia kecuali Tuhan. Trust me, pria seganteng apapun, ato wanita secantik bidadaripun punya kelemahan yang bisa membuatmu eneg suatu hari nanti. Jangan terlalu ngarep dibahagiakan orang lain, karena dia sendiri belum tentu lagi bahagia...

Didik dirimu untuk tidak selalu bergantung pada orang lain. Selama kamu bisa melakukan sesuatu sendiri, lakukan itu dengan sukacita. Orang yang punya kualitas baik pasti akan mencari mereka yang juga punya kualitas baik. Dua orang yang pribadinya sudah utuh dan bahagia, akan siap masuk ke pernikahan kudus karena mereka tidak perlu saling menuntut lagi.

Pernikahan itu untuk saling melengkapi antara pria dan wanita. Jadilah pribadi yang excellent/bisa diandalkan dulu agar nantinya kamu bisa melengkapi kekurangan pasanganmu dan tidak cepat goyah jika keadaan berubah.

Jadikan Tuhan sebagai pusat seluruh kehidupanmu, entah itu dalam urusan percintaan, pertemanan, pekerjaan, pelayanan, etc. Saat Tuhan menjadi pusat hidupmu, Dia akan mengatur segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagimu. Kamu tak perlu terlalu sibuk mengejar status pacaran, persiapkan saja dirimu untuk pernikahan kudus agar pasanganmu di masa depan bangga memilikimu. Tak perlu ribut juga mencari Relationship Goal. Karena sejatinya, Relationship Goal is talk about God dan holiness, it's not for happy but for holy...Remember that, God and Holiness.

Monday, June 05, 2017

Jurug Waru, Air Terjun Alami yang Lagi Naik Daun di Trenggalek

Air terjun yang berlokasi di Desa Watuagung Kec. Dongko ini juga termasuk tempat wisata alam rintisan di Kab. Trenggalek. Perlu sedikit usaha untuk mencapainya, karena jalur menuju air terjun harus naik turun daerah perbukitan.

Tempat ini nampak 'pernah' dikelola oleh warga setempat. Ada beberapa warung yang sudah berdiri disana, namun kondisinya mengenaskan dan tidak dipakai lagi. Dari seorang Bapak yang rumahnya paling dekat dengan lokasi air terjun, saya mendapat informasi bahwa pengembangan tempat ini memang terkendala oleh masalah keberadaan jalan.

Ya, kondisi jalanan menuju ke Jurug Waru termasuk kurang baik. Jalanan belum teraspal, berbatu-batu, ditambah lagi pengunjung harus berjalan kaki, naik turun perbukitan dari tempat parkir kendaraan motor terdekat untuk sampai ke air terjun. Kalo bukan seorang pecinta wisata dan petualangan alam, pasti ogah kesini.

Belum ada pungutan biaya apapun di Jurug Waru. Traveler sebaiknya membawa sepeda motor dengan kondisi prima sebelum menginjakkan kaki ke tempat ini. Bawalah perbekalan secukupnya karena belum ada warung yang menjual makanan dan minuman, tapi wajib membawa sampah-sampahmu keluar ya...

Saya sempat melihat beberapa monyet berlarian di sekitar hutan Jurug Waru. Menandakan bahwa tempat ini benar-benar masih alami. So guys, keep nature clean...jaga perilakumu tetap baik saat di alam liar, stop vandalisme (corat-coret di batu/pohon ato dimanapun) and enjoy Trenggalek!



Thursday, June 01, 2017

Gunung Prongos Trenggalek, Si Perawan yang Cantik Menawan

Gunung Prongos di Desa Bendoagung, Kec. Kampak, Kab. Trenggalek ini membuat saya takjub! Pemandangannya sungguh memanjakan mata meskipun jalan menuju kesini tidaklah mudah.

Saya dan kakak sepupu saya menempuh perjalanan dari Ponorogo ke Gunung Prongos Trenggalek dengan mengandalkan rute yang ada di Google Maps dengan menggunakan sepeda motor. Rute tercepat yang diberikan Google Maps ternyata membuat kami harus melewati jalanan berbatu-batu, penuh tanjakan curam dan ada beberapa sisi yang rusak. Kami sudah bisa membayangkan bahwa jalanan itu pasti tidak akan bisa dilewati kendaraan biasa saat musim hujan...

Untuk para traveler yang ingin berwisata ke Gunung Prongos, sebaiknya mengambil rute yang melewati Jl. Raya Karangan (jalan raya besar) untuk meminimalkan bertemu dengan jalanan yang sulit dilewati seperti kami.

Begitu sampai di Gerbang Gunung Prongos, kondisi jalanan juga tidak mulus. Jalannya belum diaspal sama sekali, berbatu-batu dan sedikit menanjak. Para traveler sebaiknya menggunakan sepeda motor dengan kondisi prima sebelum kesini.

Perjalanan yang tak mudah akhirnya terbayar saat kaki-kaki kami menginjak Gunung Prongos. Wow, pemandangannya luar biasa indah! Tempat ini masih sepi pengunjung meskipun nampak bahwa tempat ini 'pernah' dikelola.

Beberapa fasilitas yang ada terlihat tak terurus. Ada sebuah gardu pandang (namun tangganya hilang, jadi kalo ingin naik ke atas harus 'terbang' hehehe), ada 'jembatan cinta' dari bambu untuk selfie sukaesih (kondisinya masih lumayan bagus kalo yang ini), ada bangku-bangku kayu untuk duduk-duduk cantik sambil menikmati pemandangan nan hijau di bawah dan beberapa warung yang sudah reyot.

Mungkin karena kondisi jalanan menuju Gunung Prongos tergolong sulit (dan mungkin tidak bisa dijamah saat musim hujan), makanya tempat ini menjadi terbengkalai. Tapi kalo kalian adalah traveler yang punya jiwa petualangan tingkat dewa seperti kami berdua (uhuk), tempat ini pasti menantang untuk kalian taklukkan!

Para biker, pecinta off road, pendaki gunung, pecinta alam, panjat tebing, penggemar wisata adrenalin...ini adalah surga kalian!! Bagi yang suka liburan ala city tour, mungkin harus minggir dulu sementara waktu karena jalanan belum memadai untuk berwisata manjaahh (daripada nangis di tengah jalan hihihi).

Oh ya, belum ada tiket masuk ke Gunung Prongos. Tidak ada tempat sampah pula disini. Jadi kalian harus berhati-hati menjaga alam dan lingkungan. Bawa perbekalan secukupnya sebelum ke Gunung Prongos dan bawa sampahmu pulang! Kalo nemu sampah plastik disana, ambil dan bawa keluar juga. Keep nature clean and enjoy adventure!



Tuesday, May 30, 2017

Berburu Sunset di 'Negeri Diatas Awan - Bukit Banyon' Trenggalek

Bukit Banyon merupakan bukit cantik di Desa Widoro, Kec. Gandusari, Kab. Trenggalek. Bukit yang lagi nge-hits di social media ini mudah dicapai baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat karena letaknya persis di sebelah jalan besar.

Dari bukit ini, pengunjung bisa melihat Sunrise, Sunset dan juga Negeri Diatas Awan! Pengunjung tak perlu membayar untuk menikmati wisata ini. Ada area camping ground juga yang bisa dipakai untuk berkemah dan sebuah warung kopi di seberang jalan yang menyediakan aneka makanan dan minuman bagi pengunjung.

Sayangnya, di tempat ini minim tempat sampah. Jadi harus mawas diri untuk tidak membuang sampah sembarangan ya guys...Lebih baik lagi jika kalian ikut membersihkan tempat ini dari sampah-sampah plastik yang ditinggalkan para pengunjung yang tak bertanggung jawab :).

Enjoy Trenggalek and happy traveling!



Tuesday, May 23, 2017

Air Mancur Menari di Jembatan Suroboyo yang Menakjubkan

Jare sopo Suroboyo gak ono opo-opone?

Yeah, Surabaya masa kini jauh berbeda dengan Surabaya yang pernah saya kenal 10 tahun lalu. Sekarang Surabaya mulai berbenah diri menjadi kota yang cantik dan menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup seru untuk di explore.

Beberapa bulan lalu, saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi jembatan baru di Surabaya yang berlokasi di Jl. Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak. Di Jembatan Suroboyo ini ada pertunjukan air mancur menari yang digelar setiap hari Sabtu pukul 20:00 - 20:30 WIB. Pengunjung tak perlu membayar untuk menikmati pertunjukan ini.

Pertunjukan air mancur menari di Jembatan Suroboyo diiringi lagu-lagu daerah khas Surabaya seperti Jembatan Merah, Surabaya Oh Surabaya, etc. Air mancurnya cantik, berwarna-warni dan meliuk-liuk genit mengikuti irama lagu.

Yuk guys, ke Surabaya...

Friday, May 19, 2017

Villa Griya Madukara 1 Songgoriti, Penginapan Nyaman dan Murah di Kota Batu


Kawasan Songgoriti sudah terkenal sebagai pusat penginapan murah dan nyaman di Kota Batu. Saat masuk kawasan ini, di sepanjang jalan kamu akan menemui banyak orang yang berdiri di depan gang sambil menawarkan jasa penginapan/villa.

Villa Griya Madukara 1 ini mempunyai 2 kamar tidur dengan kamar mandi di masing-masing kamar. Ada sebuah sofa dan meja, TV, meja makan serta dapur dan perlengkapan memasak. Tempat tidurnya nyaman dan di kamar mandi ada hot water-nya.

Di dekat villa juga terdapat sebuah toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti air mineral, makanan ringan, kopi & teh sachet, etc. Lokasinya ada di Jl. Jeruk No. 2, Songgoriti, Kota Batu. Tempat parkirnya luas, mobil bisa masuk. Ada sekitar 3 bangunan yang disewakan sebagai villa dan ada free WiFi-nya pula (namun kurang bagus aksesnya jika digunakan agak jauh dari rumah induk/pemiliknya).

Harga sewa per malam Rp. 300.000, bisa digunakan untuk maksimal 6 orang (dengan asumsi, per kamar diisi 3 orang). Villa ini cukup strategis jika kamu perlu penginapan murah di Kota Batu.



Monday, May 15, 2017

SPBU 54.661.10 Jimbe Kademangan Blitar, Fasilitas Lengkap, Bersih, Luas dan Pasti Pas!


Musim mudik lebaran sebentar lagi. Silahkan save/share info ini, siapa tahu berguna...

SPBU 54.661.10 ini cocok untuk tempat istirahat (rest area) bagi pengendara yang sedang melintasi jalur Malang - Trenggalek. Lokasinya terletak di Jl. Raya No.9-A, Jimbe, Kademangan, Blitar.

Fasilitas di SPBU ini lumayan lengkap, bersih dan masih terlihat baru. Ada musholla, ruang khusus untuk istirahat, minimarket, toilet pria & wanita...plus tempat parkir kendaraan yang luas.

Be safe and enjoy your trip!



Saturday, May 13, 2017

Wisata Bendungan Lahor, Bendungan Cantik di Perbatasan Malang - Blitar

Bendungan ini ternyata punya banyak nama!

Ada yang menyebutnya Bendungan Selorejo, ada yang menyebutnya Bendungan Karang Kates...tapi yang jelas, nama aslinya adalah Bendungan Lahor.

Ada yang bilang, bendungan ini termasuk wilayah Blitar, tapi ada juga yang bilang bendungan ini termasuk wilayah Malang...dan sebenarnya, memang bendungan ini masih hak-nya Malang. Ya, Bendungan Lahor ini memang berada di perbatasan Malang - Blitar.

Nama tempat wisata: Wisata Bendungan Lahor
Alamat: Desa Karang Kates, Kec. Sumber Pucung, Kab. Malang (perbatasan Malang - Blitar)

Kendaraan yang hendak masuk kawasan bendungan ini harus membayar biaya sebesar Rp. 3.000/kendaraan. Ada sebuah taman bermain di dekat bendungan dan pengunjung harus membayar sebesar Rp. 5.000/orang untuk masuk kesana. Tapi jika hanya ingin menikmati suasana di Bendungan Lahor tanpa masuk ke taman bermain juga bisa kok. Kendaraan bisa di parkir di dekat bendungan then you can go to explore!



Monday, May 08, 2017

Menikmati Sunset di Puncak Cumbri, Bukit Indah di Perbatasan Ponorogo - Wonogiri

Puncak Cumbri ada di perbatasan Ponorogo - Wonogiri. Jalan masuk menuju ke Puncak Cumbri tergolong mudah ditemukan karena berada persis di sebelah Gapura Perbatasan. Di sekitar jalan itu juga banyak terdapat papan petunjuk menuju Puncak Cumbri, jadi tak perlu takut tersesat.

Pengunjung yang ingin masuk ke Wisata Alam Puncak Cumbri hanya dikenakan biaya parkir kendaraan saja. Untuk sepeda motor, biaya parkirnya sekitar Rp. 5.000.

Puncak Cumbri sendiri berada diketinggian 638 mdpl. Ada camping ground di atas bukit yang bisa dipakai oleh para pecinta camping. Jalur trekking menuju Puncak Cumbri lumayan panjang dan terjal. Bisa ditempuh sekitar 1-2 jam. Tempat ini bagus untuk latihan para pendaki pemula.

Pemandangan yang tersaji dari Puncak Cumbri cukup menarik. Sayangnya banyak sampah plastik yang ditinggal oleh para pengunjung yang tak bertanggung jawab disana. So guys, if you want to go here...sempatkan pula membawa trash bag dan bawalah sampahmu beserta sampah-sampah plastik yang bisa kamu jangkau untuk turun...


Sunday, May 07, 2017

Kisah dari Pulau Sempu

Seseorang yang hidupnya telah melekat kepada Tuhan, dimanapun ia berada, fokus hidupnya akan selalu kepada Sang Pencitanya. Nggak perduli apakah ia sedang melakukan kegiatan-kegiatan kerohanian ataupun kegiatan sehari-hari, hati yang melekat kepada Tuhan pasti selalu rindu untuk memuliakan nama-Nya dengan seluruh aktivitas kehidupannya.

"TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:37)

Saya bukanlah seorang pendaki. Jika saya bisa menginjakkan kaki di beberapa tempat tinggi di Indonesia dan dunia (mungkin suatu hari nanti), trust me, itu adalah salah satu mukjizat Tuhan dalam hidup saya.

Jauh sebelum hari ini, tubuh saya tergolong rapuh. Sekitar 14 tahun lalu, saya pernah menderita penyakit TBC yang menyerang kedua paru-paru dan juga tulang belakang saya. Dokter sudah memberi warning ke saya bahwa jika kaki saya patah, saya bisa lumpuh total!

Apakah saya lantas menyerah, duduk diam saja dan mengasihani diri sendiri? No!

Setelah dokter manyatakan bahwa virus TBC yang bersarang di tubuh saya sudah bisa dikendalikan, saya mulai menempa tubuh saya agar jadi kuat lagi. Jika tubuh saya kuat, saya bisa melakukan banyak hal. Saya bisa melayani pekerjaan Tuhan dan bisa memberi kesaksian kepada para penderita penyakit yang sama seperti saya di luar sana agar tidak menyerah pada vonis dokter bukan?

Seiring tubuh saya yang menguat dari hari ke hari, Tuhan membawa saya dari satu tempat ke tempat lain untuk berpetualang. Gunung Ijen Banyuwangi, Puncak Harfat Misool, Wayag 1 & Wayag 2 Raja Ampat, Gunung Rinjani Lombok, Jigokudani Hokkaido Jepang...adalah beberapa tempat tinggi yang sempat saya injak dengan kedua kaki saya. Jika dulu saya menyerah dengan vonis dokter, pasti saya tidak akan pernah bisa muncak seperti sekarang. Aktivitas pendakian selalu membutuhkan sistem pernafasan yang prima dan kaki-kaki yang kuat. Seseorang dengan penyakit paru-paru, biasanya dilarang keras untuk mendaki. Apalagi saya yang mempunyai 2 ruas tulang belakang yang sedikit remuk akibat virus TBC dan bekas operasi di bahu kanan saya. Hahaha suer, secara logika, saya tidak mungkin bisa mendaki atau berjalan jauh!

Saya tidak pernah sembarangan dalam bertindak. Saya merencanakan setiap aktivitas petualangan saya sebaik-baiknya. Saya tidak pernah meremehkan dokter, karenanya saya melatih tubuh saya secara bertahap. Dulu, saya berjalan kaki 10 langkah saja rasanya mau pingsan. Sungguh 'wow' jika sekarang saya justru bisa berjalan dari satu puncak ke puncak lainnya.

***

Pulau Sempu

Pulau Sempu, pulau ini telah menjadi saksi yang kesekian kalinya tentang perjalanan saya bersama my beloved Daddy King, Jesus. Jalur trekking yang berbukit-bukit, terjal dan licin karena hujan yang masih terus mengguyur wilayah Jawa Timur akhir-akhir ini, membuat perjalanan menuju pulau ini menjadi semakin tak mudah. Saya bersama rombongan Backpacker Sidoarjo (kami ber-17) harus menempuh perjalanan selama 4 jam waktu berangkat dan 3 jam waktu pulang. Itupun harus dilalui dengan drama uka-uka karena salah satu peserta yang ikut bisa melihat 'makhluk lain' yang mengelilingi tim kami selama trekking.

Perjalanan ke Pulau Sempu ini bukanlah perjalanan terberat yang pernah saya alami, tapi ini termasuk perjalanan yang cukup sulit buat saya.

Beberapa hari menjelang keberangkatan saya ke Pulau Sempu, saya sudah merasakan sesuatu yang tak enak di area perut saya. Biasanya itu pertanda tiba saatnya datang bulan (maaf ya para pria, mungkin kalian tidak akan bisa membayangkan apa itu datang bulan hahaha).

Tamu bulanan yang saya nantikan tak kunjung datang-datang juga. Padahal saya sudah pasang tampon 2 hari sebelum berangkat ke Sempu, tapi saya lepas lagi karena nothing happen. Nah, saat saya turun dari bus di terminal Mojokerto...barulah terasa something wet. Dan...akhhh, benar saja...si tamu bulanan datang.

Grrr, saya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi. Saya sudah ada di setengah jalan menuju Pulau Sempu dan baru tahu kalo saya sedang datang bulan. Untuk seorang pendaki wanita, sebenarnya pantang mengadakan pendakian saat datang bulan karena saat itu adalah titik terlemah dari seorang wanita. Skill sehebat apapun kalo lagi datang bulan, wanita pasti lemah. Apalagi ini awal-awal datang bulan. Hari pertama dan hari kedua adalah masa-masa dimana wanita yang sedang datang bulan bisa mengalami emosi yang berubah-ubah dan dehidrasi - itu bisa berbahaya pada tubuh jika dipaksa melakukan pekerjaan berat seperti mendaki.

"Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi." (Yesaya 45:2)

Yes, begitu ingat ayat di Yesaya 45:2 itu, saya kembali menggendong tas carrier 35 L saya dengan semangat. "Aku akan kembali dengan selamat dari Sempu untuk memberikan kesaksian bagaimana baiknya Tuhan kepadaku."

Hari itu saya lalui dengan agak sulit namun saya bisa bertahan. Perjalanan dari Mojokerto ke Sendang Biru saya tempuh dengan sepeda motor bersama 4 teman dari Lamongan. Kami memilih lewat Cangar karena menghindari kemacetan di jalan. Kami berlima dan teman-teman lain akhirnya sampai di Pulau Sempu sekitar pukul 16:00 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan untuk sampai ke camping ground.

Kondisi datang bulan dan beban berat sekitar 7 kg di punggung, membuat jalan saya sedikit lambat. Tapi puji Tuhan, saya bisa melewatinya. Jalur trekking di Pulau Sempu mirip dengan jalur trekking Gunung Senaru (Rinjani). Banyak akar-akar pohon di sekitar jalurnya. Jika kondisi saya benar-benar prima, mungkin saya bisa lahap jalur ini dengan mudah, karena tidak sesulit jalur Senaru. Tapi saat datang bulan begini, saya hanya bisa jalan pelan-pelan sambil sesekali meneguk air agar tubuh saya tidak kekurangan cairan.

Di tengah perjalanan, salah satu peserta wanita mendadak menangis tersedu-sedu. Dia melihat 'makhluk-makhluk lain' mengelilingi kami se-tim. Haduh, perasaan saya campur aduk rasanya. Hanya "Darah Yesus" yang bisa saya sebut berkali-kali sambil berjalan sebagai senjata peperangan melawan gangguan dari 'makhluk-makhluk lain' itu. Kegelapan mulai melungkupi kami. Perjalananpun semakin pelan karena kami harus trekking dengan hanya mengandalkan cahaya senter saja.

Saya ingat Daud muda saat ia hendak melawan Goliat. Kata-kata Daud menguatkan hati saya untuk terus bergerak meski kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan. "TUHAN yang telah melepaskan aku dari Gunung Ijen, Puncak Harfat, Wayag 1, Wayag 2, Gunung Rinjani dan dari Jigokudani, Dia juga akan melepaskan aku dari Pulau Sempu itu." Hahaha saya rasanya sedang bernostalgia dengan Yesus di perjalanan kali ini. Apalagi saat saya ingat peristiwa di Gunung Senaru saat turun dari Gunung Rinjani dulu. Mirip, karena dulu saya dan tim juga diikuti 'makhluk lain' saat kami sedang menuju ke Pos 3 saat petang hari.

Kemenangan-kemenangan saya bersama Tuhan di masa lalu semakin meneguhkan hati saya untuk menaklukkan Sempu. Sangat perlu rasanya bagi setiap anak-anak Tuhan untuk mengalami sendiri kebesaran-Nya itu. Jadi bukan hanya dengar bahwa Yesus ajaib dari orang lain atau hanya sekedar baca sambil lalu bahwa Yesus telah melakukan mukjizat ini itu di Alkitab. Alami sendiri dan itu akan menjadi senjata yang menjadikanmu semakin kuat di dalam Dia.

Petualangan di Pulau Sempu akhirnya bisa saya lewati dengan baik. Dan hari ini, saya senang bisa menuliskan pengalaman ini untuk menjadi kesaksian bagi semuanya. Yeah, Jesus is rock! Dia tak hanya ada di gedung gereja atau di persekutuan-persekutuan doa, tapi Dia juga ada di gunung, di hutan, di laut...Dia menyertaimu, kemanapun kakimu melangkah - asal motivasimu benar. Praise The Lord!

Friday, April 28, 2017

Yuk, Bertualang ke Pantai Taman Pacitan. Dijamin Seruuu!!

Kota kelahiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sungguh luar biasa! Selain dijuluki sebagai Kota Seribu Goa, Pacitan juga mempunyai banyak pantai-pantai cantik yang bisa bikin traveler & backpacker gagal move on (pengen terus balik lagi ke Pacitan maksudnya).

Serius...saya benar-benar jatuh cinta dengan kota ini. Berkali-kali kesini, rasanya nggak bosen. Selalu ada tempat baru yang bisa di explore, entah itu pantainya, goanya ataupun gunungnya. Pacitan itu seumpama gadis yang cantiknya natural tanpa make up hehehe.

Kali ini saya ingin share pengalaman seru saat saya dan saudara-saudara sepupu saya bertualang ke Pantai Taman Pacitan. Pantai Taman ini terletak di Desa Hadiwarno, Kec. Ngadirojo, Kab. Pacitan. Di pantai ini ada sebuah wahana flying fox sepanjang kurang lebih 400 meter dan juga tempat penangkaran penyu.

Kami beruntung. Saat kami berenam touring ke Pantai Taman, kami bisa mengikuti prosesi pelepasan anak-anak penyu (tukik) ke laut lepas. Wow, seru...




Berikut ini adalah daftar perkiraan biaya untuk berwisata ke Pantai Taman Pacitan:
- HTM: sekitar Rp. 10.000
- Parkir sepeda motor: sekitar Rp. 5.000
- Flying Fox: sekitar Rp. 35.000
- HTM ke penangkaran penyu: sekitar Rp. 5.000

Prosesi pelepasan tukik ke laut biasanya dilakukan saat sore hari sekitar pukul 15:00 WIB. Jika beruntung, pengunjung bisa ikut acara ini tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tapi kalaupun tak dapat moment pelepasan tukik ke laut, masih bisa kok melihat penyu-penyu yang lucu di penangkaran penyu.

Di sekitar Pantai Taman juga terdapat beberapa pantai cantik lain yang bisa dinikmati sekali jalan, yaitu Pantai Kunir dan Pantai Soge (lewat Jalur Lintas Selatan ya guys). Siapkan stamina dan waktu yang banyak saja untuk explore Pacitan. Karena setiap jengkal tanah di kota ini, cukup menarik untuk dinikmati.

Tuesday, April 25, 2017

Hotel Murah di Singapura

Singapura merupakan salah satu negara dengan biaya hidup tinggi di dunia. Untuk ukuran kantong orang Indonesia, harga makanan, biaya penginapan dan transportasi di negara ini tentunya juga lebih tinggi dari negara kita.

Para traveler/backpacker yang ingin berlibur ke Singapura, harus cermat menentukan tempat penginapan agar memudahkan akses kemana saja.

Buat saya pribadi, tempat penginapan tak perlu mewah dan mahal karena saat traveling, saya lebih banyak di luar ruangan dan hanya perlu tempat untuk tidur di malam hari saja. So, inilah beberapa poin untuk menentukan tempat penginapan di Singapura versi saya:

1. Dekat stasiun MRT, tapi juga available buat transportasi lain seperti Taxi
2. Murah dengan fasilitas wajib seperti free WiFi (untuk menghemat biaya pengeluaran Roaming hehehe) plus hot water dan AC
3. Dekat dengan tempat makan dan mini mart seperti 7-Eleven etc

Dengan beberapa pertimbangan di atas, akhirnya saya menemukan Lai Ming Hotel Cosmoland. Hotel ini beralamat di 424 Geylang Road, Geylang, Singapore, 389395. Pada awalnya saya agak ragu karena hotel ini ada di daerah Geylang yang terkenal sebagai Red Light District-nya Singapura. Tapi selama 4 hari saya dan rombongan disana, ternyata tidak terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan seperti yang saya bayangkan...Singapura benar-benar negara yang super aman!




Lai Ming Hotel Cosmoland dekat dengan Al-Junied Station (MRT). Di sekitar hotel banyak terdapat tempat makan murah dan halal. Salah satunya adalah Mufiz Restaurant yang menyediakan berbagai makanan halal ala India dan Thailand. Dekat pula dengan 7-Eleven dan toko yang menjual aneka buah-buahan dan durian!




Biaya menginap semalam di Lai Ming Hotel Cosmoland berkisar antara Rp. 600.000 - Rp. 800.000 (untuk 2 - 5 orang dewasa per room). Fasilitas lain yang ada di hotel ini adalah free WiFi (all room), hot water, AC, TV...but no breakfast ya (silahkan cek di Agoda untuk lebih detail).

Kalo males keluar pakai MRT, dari hotel ini ke pusat kota seperti Merlion Park, MBS dan Chinatown bisa memakai jasa Taxi dengan tarif sekitar 10 SGD (saya sering pakai Taxi saat traveling di malam hari).

Pemandangan di sekitar hotel ini juga menarik untuk di explore. Banyak bangunan-bangunan tua yang sangat terawat dan cantik di sekitar Lor Bachok Road dan 27 Geylang Lor Road.






Friday, April 21, 2017

Keindahan Bukit Jaddih - Socah, Bangkalan, Madura

Pulau yang terletak tak jauh dari kota Surabaya ini cukup menarik untuk di explore. Disamping terkenal sebagai tempat penghasil garam, Madura juga menyimpan kekayaan alam yang cukup indah.

Salah satu tempat wisata di Madura yang indah dan unik adalah Bukit Jaddih yang berada di Desa Parseh, Kec. Socah, Kab. Bangkalan.

Jalan menuju Bukit Jaddih agak rawan, beberapa media pernah menyebutkan bahwa banyak begal di sekitar jalan menuju tempat wisata ini. Jadi disarankan agar para traveler/backpacker menuju tempat ini bersama rombongan dan melewati jalan raya yang ramai untuk meminimalisir bertemu dengan begal.

HTM: Rp. 10.000 - Rp. 30.000

Bukit Jaddih merupakan tempat penambangan kapur. Saat saya dan rombongan kesana, masih ada beberapa pekerja yang menambang kapur di sekitar tempat wisata. Selain Danau Biru, Bukit Jaddih juga mempunyai kolam renang.

Cuaca disini sangat terik, so jangan lupa membawa pelindung tubuh (sunscreen, sunblock, topi atau payung) agar bisa menikmati Bukit Jaddih dengan nyaman.

Oh ya, disarankan untuk memakai kendaraan pribadi saja karena kendaraan umum menuju tempat wisata ini kurang memadai.



Thursday, April 06, 2017

Siapa yang tinggal didalammu? Tuhan atau iblis?

Siapa yang tinggal didalammu? Tuhan atau iblis?

Apapun yang tinggal di dalam dirimu, suatu saat akan keluar menunjukkan dirinya.

Yohanes 15:4, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."




Seseorang bisa 'sok' bersikap baik dan manis di depan orang lain untuk mendapatkan sesuatu (pujian, kehormatan, kekuasaan, harta, perhatian, etc). Tapi karakter manusia yang sebenarnya tidak bisa dimanupulasi dengan 'bungkus sesaat'.

Saat masalah/tekanan tiba, 'siapa yang tinggal didalammu' akan keluar menunjukkan dirinya. Ya, saat itu...orang lain akan bisa melihat dengan jelas, sebenarnya selama ini kamu telah dipimpin oleh Tuhan atau dikuasai oleh iblis.

Sikap, tingkah laku, perbuatan, kata-kata yang keluar dari mulutmu...adalah cerminannya...'buah' dari apa yang tinggal didalammu!

Ekowisata Mangrove Cengkrong Trenggalek

Nama tempat wisata: Ekowisata Mangrove Cengkrong Trenggalek

Alamat: Karanggandu, Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur 66382, Indonesia

Harga Tiket:
- Tiket masuk: Rp. 6.000
- Naik perahu: Rp. 10.000
- Parkir mobil: Rp. 5.000
- Toilet: Rp. 2.000 (mandi Rp. 4.000)

Tempat wisata lain yang dekat dengan Ekowisata Mangrove Cengkrong:
- Pantai Cengkrong (ada disatu lokasi dengan Ekowisata Mangrove Cengkrong)
- Pantai Prigi
- Pantai Pasir Putih

Disarankan menggunakan kendaraan pribadi jika ingin berkunjung kesini. Happy traveling!



Wednesday, April 05, 2017

Budha Tidur di Mojokerto

Nama tempat wisata: Mahavihara Mojopahit - Patung Budha Tidur Mojokerto

Alamat: Jalan Raya Trowulan Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur 61362

Tiket masuk: hanya dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp. 2000/orang

Jalan masuk menuju ke Mahavihara Mojopahit didesain semirip mungkin dengan keadaan tempo dulu. Banyak rumah-rumah penduduk yang sudah disulap menjadi bangunan-bangunan mirip zaman Majapahit.



Tuesday, April 04, 2017

Pementasan Wayang Orang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Indonesia

Hello para backpacker and traveler...

Jika sedang berkunjung ke Semarang, jangan lupa menonton pementasan Wayang Orang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Alamat TBRS: Jl. Sriwijaya No. 29, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50614
Jadwal pementasan: Setiap Sabtu pukul 20:00 WIB - selesai
HTM: Rp. 30.000/orang
Transportasi: bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, taxi ataupun BRT Semarang di siang hari (BRT Semarang ini jam operasionalnya dari pukul 05:30 WIB sampai 17:30 WIB)

Saat siang hari, area TBRS bisa dipakai untuk berfoto selfie ria karena banyak gambar-gambar grafiti keren di sepanjang dinding-dinding sekitar gedung pementasan.

Yuk, ikutan melestarikan budaya tradisional bangsa Indonesia...


Pementasan Wayang Orang di TBRS Semarang


Gambar grafiti di sepanjang dinding sekitar gedung pementasan


Monday, April 03, 2017

Jalan-jalan ke 'Little Netherland' Kota Lama Semarang

Semarang mempunyai kawasan Kota Lama yang cukup luas dan menarik untuk dijelajahi. Letaknya tak jauh dari Stasiun Kereta Api Tawang. Jika berkunjung ke Semarang jangan lupa kesini, dijamin betah deh.

Alamat: Jl. Letnan Jenderal Suprapto, Tanjungmas, Semarang
Transportasi: bisa menggunakan BRT Semarang, taxi, kendaraan pribadi atau becak

Ada beberapa spot menarik yang bisa dijadikan obyek untuk berfoto/ber-selfie ria, diantaranya: Gereja Blenduk (GPIB Immanuel), Spiegel Bar, pohon tua dengan akar-akarnya yang kokoh, bangunan bercat merah dan putih (seperti warna bendera Indonesia) etc.

Tak perlu keluar uang untuk berwisata ke Kota Lama Semarang, cukup jalan kaki saja bisa hehehe. Oh ya, bagi yang tak punya paketan data alias fakir internet...bisa mencari koneksi free WiFi di taman sebelah Gereja Blenduk. Disana ada akses WiFi gratis yang disediakan oleh Pemkot Semarang. Saya telah mencobanya di pagi hari (sekitar jam 9 pagi) dan speed-nya lumayan kencang. So, bisa jeprat-jepret dengan background bangunan-bangunan kuno di HP trus langsung eksis di Sosmed deh!


Kota Lama Semarang


Gereja Blenduk Semarang


Stasiun Semarang Tawang

Sunday, April 02, 2017

Mari Menjelajah Hutan Mangrove di Puri Maerakaca (Puri Maerokoco) Semarang

Puri Maerakaca (Puri Maerokoco) ini sering disebut sebagai Taman Mini Jawa Tengah Indah. Disini, terdapat banyak miniatur rumah-rumah adat dari berbagai kota di Jawa Tengah.

Alamat: Jl. Puri Anjasmoro, Tawangsari, Semarang, Jawa Tengah 50144
Jam Operasional: pukul 08.00 sampai 18.00 WIB
HTM: Rp. 10.000/orang

Tempat wisata lain yang berdekatan dengan Puri Maerokoco:
- Tugu Muda
- Lawang Sewu
- Klenteng Sam Poo Kong
- TBRS

Di Puri Maerokoco ini juga terdapat Hutan Mangrove yang mempunyai jalur track lumayan lebar dan kokoh. Sayangnya waktu saya kesana, hujan mengguyur tiada hentinya sampai sore hari, jadi hanya bisa nongkrong di Jembatan Pengharapan saja sampai tiba waktunya pulang.

Tempat ini bisa dicapai menggunakan Bus Umum tapi jika weekend, Bus itu tidak beroperasi. Jadi disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.



Saturday, April 01, 2017

Paralayang di Gunung Banyak dan Omah Kayu - Batu, Indonesia

Gunung Banyak, Batu mempunyai pesona yang indah. Disini ada 2 wisata sekaligus yang bisa dinikmati oleh para traveler and backpacker, yaitu Omah Kayu dan paralayang.

Alamat: Jl. Songgokerto, Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur 65312, Indonesia
HTM Omah Kayu: Rp. 5.000
Biaya paralayang: Rp. 350.000 (tandem + sertifikat + ojek dari Songgoriti ke Gunung Banyak)

Transportasi umum: ada bus jurusan Malang - Jombang/Kediri yang lewat pertigaan jalan menuju Paralayang Gunung Banyak (bilang aja ke sopir bus-nya, "Turun di Paralayang Gunung Banyak Pujon". Setelah itu bisa menyewa jasa ojek dari pertigaan jalan itu ke lokasi paralayang + Omah Kayu atau bisa juga berjalan kaki sampai kesana.

Catatan: untuk paralayang mungkin tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu karena pengaruh dari cuaca dan kecepatan angin. Saya sarankan untuk sampai di lokasi paralayang sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 2 siang. Jika tidak hujan, kecepatan angin pada jam-jam tersebut memungkinkan untuk melakukan paralayang dengan baik.

Omah Kayu dibuka untuk umum mulai pukul 07:00 - 18:00 WIB. Tempat ini juga bisa disewa untuk menginap.


Friday, March 31, 2017

Air Terjun Coban Lawe 1 dan 2, Mutiara Terpendam di Bumi Reyog Ponorogo

Selain kesenian Reyog yang sudah terkenal sampai ke manca negara, kota Ponorogo menyimpan potensi alam yang tak kalah cantik.

Di Desa Krisik, Kec. Pudak, Kab. Ponorogo, ada wisata alam berupa air terjun yang cocok untuk para pecinta petualangan. Jalan menuju ke air terjun ini memang tergolong tidak mudah (apalagi saat musim hujan), tapi semua rasa lelah dan penat selama di jalan pasti akan terbayar lunas saat sudah tiba di lokasi.

Nama tempat wisata: Coban Lawe (Coban 1 dan Coban 2)
Alamat: Desa Krisik, Kec. Pudak, Kab. Ponorogo

Coban Lawe setidaknya mempunyai 2 coban (air terjun) yang berbeda di satu lokasi. Dari Coban 1 ke Coban 2, pengunjung akan melewati hamparan pepohonan yang rapat dan masih alami. Berhati-hatilah saat tiba di air terjun karena banyak lintah disana.

Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan saat masuk ke kawasan Coban Lawe dan disarankan untuk memakai sepeda motor untuk mempermudah perjalanan menuju Coban Lawe.

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah ke tempat sampah.

Enjoy Ponorogo!


Keindahan Pulau Gili Labak Sumenep Madura yang Mempesona

Nama tempat wisata: Pulau Gili Labak (Gili Labek)
Alamat: Sumenep, Madura

Transportasi: Pulau Gili Labak bisa dicapai dengan 2 cara yaitu menggunakan perahu nelayan dari Pelabuhan Kali Anget atau Pelabuhan Talango. Untuk backpacker umumnya lewat Pelabuhan Kali Anget karena transportasi bus umum hanya sampai disini.

Biaya-biaya:
- Sewa perahu: sekitar Rp. 500.000 (muat 5-10 orang)
- HTM: sekitar Rp. 10.000
- Sewa alat snorkeling: sekitar Rp. 50.000

Disarankan untuk pergi dengan berkelompok agar biaya sewa perahu nelayan untuk ke Pulau Gili Labak bisa ditanggung bersama. Berangkatlah pagi-pagi sekali (Subuh, sekitar jam 5 pagi dari Pelabuhan Kali Anget/Pelabuhan Talango) agar dapat ombak yang bersahabat saat diperjalanan.

Di sekitar pulau sudah banyak berdiri warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Jadi tak usah kuatir kelaparan/kehausan selama disana. Justru belilah makanan & minuman dari penduduk sekitar Gili Labak supaya memberi penghasilan untuk mereka. Mie goreng/rebus hanya dibandrol sekitar Rp. 10.000 kok.

Ketika saya tiba di pulau ini, bagian belakang pulau agak kotor karena sampah dari pengunjung yang pernah nge-camp disana. So, pliss ya guyss...kalo kalian berkunjung kesini, jagalah kebersihan pulau dari sampah-sampah plastik, kaleng atau botol-botol kaca.

Enjoy your holiday!


Thursday, March 30, 2017

Bukit Jamur, Destinasi Unik yang Harus Kamu Kunjungi Saat di Gresik!

Bukit Jamur HANYA dibuka untuk umum setiap hari MINGGU saja! Lokasi Bukit Jamur ada di Desa Bungah, Kec. Bungah, Kab. Gresik.

Transportasi umum dari Terminal Bungurasih Surabaya:
1. Naik bus Surabaya - Bojonegoro, turun di Ternimal Bunder Gresik
2. Naik mini bus jurusan Paciran, turun di depan Tiga Putra Sport Center. Jalan menuju ke Bukit Jamur ada didepan Tiga Putra Sport center ini dan hanya ditandai dengan bendera warna kuning. Lihat video untuk lebih detailnya
3. Naik ojek/jalan kaki ke lokasi Bukit Jamur. Saya sarankan untuk menyewa ojek saja, karena jaraknya lumayan jauh dan panas. Ojek PP sekitar Rp. 15.000

Pengunjung DILARANG:
1. Memanjat bebatuan
2. Mendirikan bangunan
3. Berjualan
4. Merusak/mencoret bebatuan
5. Berbuat asusila
6. Membuang sampah sembarangan
7. Memarkir kendaraan roda dua dan roda empat didalam Bukit Jamur



Wednesday, March 29, 2017

Jalan-jalan Ke Kampung Warna-warni Jodipan Malang, Wisata Murah Meriah tapi Seruuu...

Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) Malang ini letaknya nggak jauh dari pusat kota. Jika dari Alun-alun Malang, bisa ditempuh dengan 11 menit berjalan kaki atau dengan becak (ongkos hanya Rp. 10.000). Banyak angkot menuju tempat ini. Diantaranya angkot AMG yang langsung menghubungkan kampung ini dengan Terminal Arjosari. Jadi untuk berwisata ke Kampung Jodipan tergolong sangat mudah.

Tiket masuk sebesar Rp. 2.000 saja. Nah, diseberang Kampung Jodipan ini ada kampung warna-warni juga bernama Kampung Tri Di. Selesai meng-explore Kampung Jodipan, bisalah sekalian berkunjung ke Kampung Tri Di yang ada diseberang sungai (tiket masuknya juga murah kok, sekitar Rp. 5.000).

Tempat wisata yang juga seru untuk dikunjungi disekitar Kampung Jodipan ini adalah Alun-alun Malang. Di sekitar Alun-alun Malang banyak terdapat bangunan-bangunan lama peninggalan zaman Belanda (termasuk cagar budaya). Diantaranya GPIB Immanuel, Gereja Katolik Kayu Tangan, Toko Oen (bisa sekalian wisata kuliner disini gan!)...ada juga Masjid Jami (adanya 3 tempat ibadah yang berbeda di satu kawasan ini menunjukkan bahwa toleransi umat beragama disini terjaga baik).

Happy traveling!


Tuesday, March 28, 2017

Menyusuri Sungai Maron...'Amazon'-nya Indonesia di Pacitan

Ada rencana ke Pacitan? Kalo iya, berarti kamu wajib nyoba petualangan seru yang satu ini! Menyusuri Sungai Maron pake perahu. Biayanya Rp. 100.000 muat untuk 5 orang. Sungai Maron letaknya di Pantai Ngiroboyo. Jadi sekali tepuk, bisa dapet 2 lokasi tempat wisata sekaligus gitu gan, Sungai Maron plus Pantai Ngiroboyo.

Alamat: Desa Sambi, Kec. Donorejo, Kab. Pacitan

Nggak seperti pantai-pantai di Pacitan pada umumnya, Pantai Ngiroboyo itu pasirnya berwarna hitam. Seruu deh menyusuri pantai ini plus Sungai Maron-nya. Berasa lagi di Sungai Amazon gitu wkwkwk *Amazon kayak apa aja gw belum pernah nyoba cing. Btw, dijamin seru kok bertualang disini...

Oh ya, Pantai Ngiroboyo juga sejalur dengan Pantai Klayar, Pantai Banyu Tibo, etc. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena transportasi umum di Pacitan kurang memadai. Pakai motor aja kalo bisa, biar cepat explore Pacitan-nya.


Monday, March 27, 2017

Menikmati Sunrise ala 'Negeri di Atas Awan' di Puncak Joglo & Watu Cenik (Bukit Gantole) Wonogiri

Wonogiri menyimpan potensi wisata yang tak kalah indah dengan kota-kota lainnya. Puncak Joglo ato lebih dikenal dengan Landasan Gantole 2, merupakan tempat yang seru untuk menikmati sunrise ala 'Negeri diatas awan'.

Nama tempat wisata:
1. Landasan Gantole 2 (Puncak Joglo)
2. Landasan Gantole 1 (Watu Cenik)

Alamat: Desa Sendang, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri

Disarankan untuk memakai kendaraan pribadi untuk mencapai lokasi Puncak Joglo karena transportasi umum kurang memadai. Di Puncak Joglo, pengunjung bisa melihat Waduk Gajah Mungkur dari atas dan juga jajaran bukit-bukit hijau yang mengelilingi tempat ini.

Dari Puncak Joglo, pengunjung bisa turun ke Watu Cenik (Landasan Gantole 1). Watu Cenik ini merupakan spot selfi favorite-nya kawula muda di Wonogiri. Ada sebuah batu besar yang bisa dipakai untuk berfoto ria dan menghadap ke Waduk Gajah Mungkur langsung.

Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir saja, baik di Puncak Joglo dan Watu Cenik.


Saturday, March 25, 2017

Bertualang di Pantai Sembukan Wonogiri, Pantai dengan Bukit-bukit Indah dan Pasir Putih

Jika ke Wonogiri, jangan lupa berkunjung ke Pantai Sembukan. Pantai ini unik dan istimewa karena dikelilingi bukit-bukit yang indah.

Pantainya sendiri mempunyai pasir yang putih dan lembut. Ada sebuah bukit yang bisa didaki dan dari puncak bukit itu, pengunjung bisa melihat gugusan bukit-bukit indah disekiling pantai. Siapkan stamina yang prima, karena jalur trekking ke puncak bukit lumayan membutuhkan tenaga (tapi jalur trekkingnya sudah bagus kok).

Nama tempat wisata: Pantai Sembukan
Alamat: Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri
HTM: Rp. 5.000/orang

Disarankan untuk memakai kendaraan pribadi karena transportasi umum menuju lokasi kurang memadai.

Oh ya, jangan lupa menjaga kebersihan. Jika perlu, sediakan waktu untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ditinggalkan para pengunjung tak bertanggung-jawab dan membuangnya ke tempat sampah.


Wednesday, February 08, 2017

Menjadi Lajang yang Produktif

Banyak orang memandang lajang/single sebagai status yang kurang menyenangkan. Tapi tidak buat saya!

Buat saya, lajang itu benar-benar sebuah anugerah. Saya memiliki banyak waktu dan kesempatan yang luas untuk melakukan banyak hal; mengejar mimpi, melayani pekerjaan Tuhan, traveling dan banyak hal lain lagi yang tidak akan pernah dimiliki oleh mereka yang telah menikah.

Apa itu sedih? Aku sudah lama lupa!

Saya tidak mau ambil pusing dengan mereka yang tidak sependapat dengan saya. Biarpun orang lain menganggap bahwa lajang itu tanda tak laku atau bahkan sebuah kutukan...tapi buat saya masa lajang itu menyenangkan, tak kalah indah dengan menikah.

Saya tetap punya keinginan untuk menikah suatu hari nanti, tapi keinginan itu tidaklah sampai mengekang saya sehingga mengganggu kehidupan dan membuat saya menjadi wanita yang gemar berburu pria hohoho. Saya menjalani kehidupan lajang saya dengan gembira, menyerahkan proses persiapan pernikahan saya secara utuh ke tangan Tuhan dan mengisi hidup lajang saya dengan banyak hal yang membangun.

1. Waktu yang tanpa batas untuk melayani pekerjaan Tuhan dan sesama

Pernah lihat nggak, orang-orang yang tak lagi aktif melayani pekerjaan Tuhan setelah mereka menikah? Yah, setelah menikah hidup kita pasti akan berubah. Kita tidak bisa lagi hanya memikirkan diri sendiri saja tapi juga harus memikirkan pasangan kita, anak-anak, keluarga dari pasangan dan keluarga kita sendiri. Sulit bagi mereka yang telah menikah untuk fokus kepada pekerjaan Tuhan karena memang fokus mereka sudah harus berubah dari diri sendiri kepada keluarga.

Karena alasan inilah, saya getol melayani pekerjaan Tuhan di saat saya masih lajang. Saya sedang mendidik dan mempersiapkan diri saya agar saya tetap bisa melayani pekerjaan Tuhan setelah menikah nanti dan sekaranglah waktu yang tepat untuk membentuk karakter itu.

Pelayanan tak harus di atas mimbar saja, tapi juga bisa dilakukan diluar tembok gereja. Saya akan ceritakan beberapa pelayanan yang saya lakukan diluar tembok gereja sebagai berikut *Ini adalah contoh saja, bukan sebagai ajang pamer atau cara agar saya mendapatkan banyak pujian orang. Pliss, jauhkanlah anggapan negatif itu dari saya!

Saya adalah salah satu mitra sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penginjilan di dunia digital

Saya adalah salah satu supporter sebuah komunitas yang bergerak di bidang kampanye penyelamatan lingkungan hidup

Saya menyumbangkan sejumlah uang secara sukarela setiap bulan untuk mendukung pelayanan-pelayanan diatas. Selain itu, saya juga pernah menjadi donatur dan penyalur buku-buku cerita untuk anak-anak Sekolah Dasar di Misool dan Raja Ampat, Papua dan menjadi donatur untuk program pemuridan yang diselenggarakan PMK eks kampus saya. Semua saya lakukan hanya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk gagah-gagahan atau pamer.

Buku-buku cerita untuk SD Harapan Jaya Misool, Papua

Anak-anak di SD Harapan Jaya Misool, Papua

Team Jelajah Indonesia di SD Harapan Jaya Misool, Papua

Bagi-bagi buku tulis dan alat-alat tulis di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua

Anak-anak di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua

Team Jelajah Indonesia di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua

Anak-anak di Desa Yenbuba, Raja Ampat, Papua

Saat lajang, semua kendali uang ada di tangan saya. Jadi saya tidak perlu mikir panjang untuk menyerahkan sejumlah uang (besar) untuk sebuah pelayanan. Coba jika saya sudah menikah nanti, mungkin saya akan mikir dua kali jika terlalu banyak mengeluarkan uang untuk pelayanan sementara keluarga saya sendiri sedang membutuhkannya (mungkin ntar anaknya nangis perlu dibelikan susu formula hihihi).

Selain menggunakan uang dan tenaga untuk melayani pekerjaan Tuhan, saya juga menggunakan talenta-talenta saya untuk melayani sesama. Blog ini saya tulis berdasarkan talenta menulis yang diberikan Tuhan kepada saya. Saya juga membuat sebuah Fans Page di Facebook dan Channel di Youtube yang isinya adalah video ide-ide wirausaha yang bisa menginspirasi siapa saja yang sedang bermimpi menjadi pengusaha. Nah, ayo...selagi lajang, manfaatkan uang, tenaga dan talenta-talentamu untuk lebih giat lagi melayani Tuhan dan sesama!

2. Waktu yang berkualitas untuk orang tua, keluarga dan teman-teman

Saat ini saya tinggal di rumah bersama kedua orang tua. Saya bersyukur bahwa saya mempunyai waktu lebih banyak untuk mereka, untuk keluarga saya yang lain dan teman-teman. Mereka yang telah menikah, waktunya akan tersita untuk pasangan dan anak-anaknya. Sulit bagi mereka yang telah menikah untuk sekedar berkunjung ke rumah orang tuanya (bagi yang tinggal di luar kota dan jauh dari orang tua), berkunjung ke rumah saudara-saudaranya yang lain atau hang out bersama teman-temannya.

Saya tak mau kehilangan waktu-waktu yang berharga ini untuk hal-hal yang sia-sia dan kurang bermanfaat. Makanya saya pergunakan waktu lajang saya untuk lebih banyak bersama kedua orang tua, keluarga dan teman-teman. Mungkin nanti jika saya telah menikah, saya akan kekurangan waktu untuk mereka juga...

Bersama teman dekat saya sejak SMP, Elizabeth - Gili Labak, Sumenep

Teman-teman pendaki wanita saya yang lucu-lucu hihihi, Luluk, Titis, Elizabeth - Kawah Ijen, Banyuwangi

Keluarga saya...the adventure family hahaha - Museum Angkut, Batu

Saudara-saudara sepupu saya yang juga suka nge-trip - Puncak Joglo, Wonogiri

This is Ita. Dia ini adik kelas saya waktu kuliah dulu. Karena kita sama-sama suka petualangan, jadilah kita ngetrip bersama hehehe - Kali Biru, Jogjakarta

Saudara-saudara pepupu saya juga. Kali ini kami bertualang di Pacitan

She is Maria. Teman sepelayanan saya di PMK ITS dulu - Tunjungan Plaza, Surabaya

Mbak Firdha and Daniel. Teman-teman sepelayanan juga di PMK ITS dulu - Kota Lama, Semarang

Teman-teman pendaki saya yang kece-kece! Fadil, Oki, Bang Tumpak, Olivia, Yosua dan Fajar. Setelah pendakian Gunung Rinjani - Pintu Senaru Gunung Rinjani, Lombok

My best friend, Ika! Saya mengenal dia dari jawaban.com. Dia juga ikut menyumbangkan dana untuk membeli buku-buku cerita yang saya bawa ke SD Harapan Jaya - Misool, Raja Ampat, Papua. Kami tak hanya berteman, tapi kami juga melayani bersama dan saling menguatkan satu sama lain :) - TBRS, Semarang

My best travelmate, Megumi. Saya mengenalnya pertama kali saat ber-solo traveling ke Tokyo kemudian kami bertemu lagi saat saya ber-solo traveling lagi ke Hokkaido, setahun setelah ke Tokyo dan sekitarnya - Sapporo Factory Outlet, Japan

Teman-teman baru yang saya kenal saat di Hokkaido. Jieun dari Korea Selatan, Takeshi dan Yuki dari Jepang - Sapporo, Japan

3. Waktu yang luas untuk mewujudkan mimpi

Saya adalah gadis pemimpi! Hahaha itulah saya. Saya punya banyak sekali mimpi. Ada beberapa mimpi saya yang sudah terwujud dan ada mimpi-mimpi lain yang masih saya kejar. Mimpi-mimpi saya yang telah terwujud diantaranya adalah keinginan saya untuk bekerja di rumah dan traveling ke luar negeri.

Mewujudkan mimpi itu perlu perjuangan dan masa lajang adalah saat yang tepat untuk berjuang mewujudkan mimpi-mimpimu. Saat kuliah dulu, saat teman-teman wanita saya sibuk pacaran dan mencari pria-pria berprospek, saya sibuk mencari peluang agar saya bisa masuk ke dunia wirausaha. Teman-teman wanita saya itu akhirnya memang menikah lebih dulu daripada saya, dan saya juga berhasil menjadi seorang onlinepreneur...tapi, sekarang mereka sedang bingung mencoba masuk ke dunia wirausaha dengan status mereka sebagai ibu rumah tangga dengan beberapa anak dan saya sudah tegak berdiri di kedua kaki saya tanpa harus memikirkan penghasilan lagi karena pekerjaan saya sudah dalam tahap settle.

Guys, lebih sulit bagimu untuk mewujudkan mimpi setelah menikah daripada saat kamu masih lajang. Trust me, bebannya beda. Seorang lajang ibaratnya berani 'mati' kapan saja. Lha kalo udah punya pasangan dan anak-anak, ya mikirlah kalo mau 'mati' kapan saja sedangkan tanggung jawab mereka masih banyak. Pakai waktu lajangmu untuk mewujudkan mimpi-mimpimu dulu, jangan terburu-buru cari pacar atau menikah apalagi kalo usiamu sekarang baru SMP/SMU. Huh, masih jauh dari jangkauan bung!!

Ini lho kantor saya! Saya tak perlu bangunan megah, cuma perlu laptop tua ini buat nambang dollar setiap hari dari rumah. Hujan nggak kehujanan, panas nggak kepanasan, nggak pernah kenal macet ato polusi udara juga...

4. Waktu yang bebas untuk ber-traveling ria dan bertualang

Sejak remaja, saya bermimpi untuk menginjak Negeri Sakura. Dan itulah yang terjadi. Saya telah dua kali ke Jepang, di Musim Semi dan di Musim Gugur. Sekali ke Singapura dan dua kali ke Malaysia.

Saya tinggal di kota Ponorogo. Sebuah kota kecil yang tak punya stasiun kereta api/bandara. Setiap kali saya traveling ke luar negeri (atau ke dalam negeri yang perlu transportasi pesawat), saya harus menempuh perjalanan dengan bus ekonomi dari Ponorogo dulu menuju Surabaya, baru saya bisa terbang. Kebayang kan perjuangan saya? hihihi.

Saya juga hobi bertualang. Saya suka mendaki gunung, snorkeling, rafting, paralayang, camping dan segala sesuatu yang memacu adrenalin. And I did it all! Saya juga suka melakukan solo traveling alias bepergian seorang diri. Saya ke Jepang, Singapura dan Malaysia tanpa seorang teman, saya melakukan perjalanan saya sendirian. Wow, kesempatan untuk traveling dan bertualang bagi para lajang itu terbuka sangat lebar, beda dengan mereka yang sudah menikah. So, don't be sad if you're still single now. Ambil tasmu, berkemas dan jelajahilah negeri dan dunia ini. Segala sesuatu yang kamu takutkan tidak akan terwujud ketika kamu berani untuk menghadapinya.

Batu Caves - Kuala Lumpur, Malaysia

Gin Ga No Taki - Sounkyo, Hokkaido, Japan

Pasir Timbul - Raja Ampat, Papua, Indonesia

Snorkeling time :) - Raja Ampat, Papua, Indonesia

5. Waktu yang tepat untuk memulai keintiman dengan Tuhan

Orang-orang yang aktif melayani di atas mimbar belum tentu punya hubungan yang intim dengan Tuhan lho. Seseorang yang hafal ayat-ayat Alkitab pun juga belum tentu dikenal oleh Dia. Ada banyak Kristen KTP di dunia ini, ngakunya sih pengikut Yesus tapi sikap dan perbuatannya sama sekali tidak mencerminkan karakter Kristus.

Lajang adalah saat yang tepat untuk kamu mengenal Tuhanmu dengan intim. Kamu masih punya banyak waktu untuk membaca firman-Nya setiap hari, ber-Saat Teduh tanpa gangguan suara tangisan bayi, berdoa tanpa beban pikiran anakmu nanti makan apa, etc. This is your best time to get closer with your Heavenly Daddy. Jangan sia-siakan waktumu hanya untuk mengejar status in relationship and married, tapi kejar dulu hadirat Tuhan dan dapatkan perkenanan-Nya. Saat kamu telah mendapatkan Tuhan, kamu akan siap beralih dari status lajang ke status pernikahan tanpa bayang-bayang kegagalan suatu hari nanti.

Tak ada manusia yang bisa memenuhi kamu, hanya Tuhanlah yang bisa mengisi kekosongan jiwamu dan memberimu kedamaian sejati. Pernikahan dan pasanganmu nanti bukanlah alat untuk mencapai kebahagiaan dan membuatmu utuh. Kebahagiaan dan keutuhan pribadimu hanya bisa kamu peroleh didalam Tuhan saja. Jadi jangan salah tangkap!

Tuhan itu baik banget. Dia sangat sangat sayang dan cinta sampai tergila-gila denganmu. Dia tidak akan pernah sanggup menyakitimu. Sudahkah kamu sampai pada level pengertian yang seperti ini tentang Yesus? Jika kamu masih sering tidak puas dengan keadaan lajangmu dan sering mengeluh kesepian dengan status jomblo akutmu itu, berarti kamu belum sampai pada level yang intim dengan Dia.

Gali lagi lebih dalam sampai kamu benar-benar mendapatkan Dia, sampai kamu rasanya udah nggak butuh yang lain lagi selain Yesus! Tidak berarti bahwa kamu harus melupakan keinginanmu tentang pernikahan setelah itu, tapi inilah fokus yang benar tentang pernikahan kudus. Tuhan haruslah tetap menjadi yang pertama dan yang terutama dalam hidupmu, bukan pasanganmu atau status pernikahanmu. Mereka yang telah menikahpun juga harus punya fokus yang seperti ini, menempatkan Yesus sebagai yang pertama dan yang terutama dalam hidupnya bukan pasangan dan anak-anaknya.

Jika kamu tak bisa mencintai Alkitab saat lajang, kamu tak akan pernah bisa mencintainya saat sudah menikah kelak

Rangkul masa lajangmu sebagai anugerah, isi dengan hal-hal yang membangun iman dan jangan biarkan kegalauan menguasai kehidupanmu. Kamu tetap ciptaan Tuhan yang sempurna dan istimewa meski kamu masih lajang ditengah-tengah orang-orang yang sudah punya gandengan. Tak usah iri kepada mereka yang telah menikah. Merekalah yang seharusnya iri kepadamu karena kamu masih punya banyak waktu untuk melayani pekerjaan Tuhan dan bebas mengejar mimpi-mimpimu sementara mereka harus sibuk dengan tanggung jawab ini dan itu.

Masa lajangmu mungkin hanya sementara waktu, jangan biarkan itu berlalu dengan sia-sia. Kehidupan tidak dimulai setelah kamu mengenakan cincin pernikahan, tapi sekarangpun kamu sudah mempunyai kehidupan itu (meski kamu masih lajang/single/jomblo). Hanya mereka yang tidak utuh dan tidak sempurna didalam Kristus yang mengejar status pernikahan sebagai 'hak' yang harus mereka miliki. Menikah bukanlah perintah Tuhan. Kamu tidak akan berdosa jika kamu tidak menikah. Menikah itu juga sebuah anugerah, bonus kehidupan, tapi bukan inti dari kehidupannya. Hanya Yesuslah inti dari kehidupan yang harus kamu kejar selama kamu hidup bukan sekedar mengejar 'status'.

Lebih baik persiapkan dirimu sebaik-baiknya untuk membangun karakter yang tangguh dulu agar setelah kamu menikah nanti kamu tidak ingin kembali menjadi lajang lagi. Be the right single and be productive people!

Wednesday, January 25, 2017

Jangan Ngaku Cinta Tuhan Kalo Nggak Nglakuin Ini

Cinta bisa menggerakkan seseorang untuk melakukan apa saja demi yang dicintainya. Mulai dari nglakuin hal-hal yang bodoh, gila sampai mengorbankan nyawa juga kalo perlu (eits!). Pokoknya kalo udah 'I lop yu pull', tahi kuda rasa coklat katanya (hahaha).

God is love

Berapa lama kamu jadi orang Kristen? Sejak lahir? Wow, that's good! Sekarang pertanyaannya, kamu cinta Tuhan nggak?

Cinta kepada Tuhan itu juga sama kayak orang pacaran. Butuh pdkt, perlu nge-date, harus saling mendengar dan terbuka satu sama lain, ada komitmen, juga perlu pembuktian!

Iyess, jangan ngaku kamu cinta Tuhan setengah hidup kalo kamu nggak nglakuin hal-hal ini...

1. Baca Alkitab

Berapa banyak buku yang udah kamu baca sepanjang hidupmu? Jenis buku apa saja yang menarik minatmu? Buku-buku pengembangan diri kontemporer-kah? Buku-buku bisnis? Novel-novel romantis? Atau...hanya sebatas buku-buku sekolah/kuliah? (bah, pemalas kau!).

Saya sudah pernah sekali tamat membaca Alkitab dari Kejadian - Wahyu selama setahun. Tahun ini, saya berencana untuk menamatkan Alkitab saya untuk kedua kalinya. Tapi sekarang saya mempercepat waktunya, bukan setahun tapi hanya 6 bulan!

Mazmur 119:97, Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.


2. Sa-Te

Sa-Te disini bukan sate ayam ato sate kambing ya, tapi Sa-Te ini adalah singkatan dari Saat Teduh...waktu untuk berdua saja dengan Tuhan, nge-date sama Dia gitu deh...

Waktu Sa-Te saya ada dua, pagi hari (setelah bangun tidur) dan malam hari (sebelum tidur). Kadang kalo ada waktu di siang hari, saya juga mengambil waktu untuk Sa-Te kemudian dilanjutkan dengan acara bobok cantik (hehehe).

Sa-Te itu isinya nggak cuma doa minta ini itu doang ke Tuhan, tapi mengizinkan Tuhan bicara juga. Dengar-dengaran dengan Tuhan butuh disiplin dan latihan. Semakin banyak waktu yang kamu habiskan berdua dengan-Nya, kamu akan semakin peka dengan suara-Nya. Plus-nya lagi, hidupmu akan semakin efektif! Karena kamu nggak perlu nglakuin hal-hal yang tak perlu kamu lakukan.

Mazmur 143:8, Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.


3. Beribadah

Gimana bisa bilang cinta Tuhan tapi ibadahnya bolong-bolong? Nggak mungkinlah. Saya punya komitmen khusus untuk selalu mencari Tuhan pertama kali di setiap tempat yang saya pijak. Meskipun kadang saya kurang suka dengan cara si pengkotbah menyampaikan kotbahnya, saya akan tetap beribadah ke gereja sebagai rasa syukur dan ungkapan cinta saya kepada Tuhan. Tidak bisa hadir ibadah Minggu sekali saja rasanya nggak rela! Jika saya terpaksa melewatkan ibadah hari Minggu karena sesuatu hal diluar kendali sebagai manusia, saya akan berusaha mencari kotbah pengganti melalui internet, YouTube atau minta dikirimi catatan kotbah sama teman.

Mazmur 26:8, TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.


4. Berdoa

Yep, Sa-Te dan berdoa itu beda. Kalo Sa-Te itu saatnya kita mendengar Tuhan, kalo berdoa itu waktunya kita menyampaikan isi hati kita kepada Tuhan. Daripada kamu menghabiskan waktu berjam-jam buat curhat nggak jelas ke orang lain, nulis status galau di sosmed/blog, lebih baik pakai waktumu buat curhat langsung ke Tuhan. Dia punya banyak waktu buat dengerin kamu dan nggak akan membuatmu kecewa. Kalo punya masalah/pengen sesuatu, ngomong aja sama Dia...berdoa! Banyak berdoa banyak berkat, sedikit berdoa sedikit berkat, tidak berdoa, ya tak ada berkat.

Mazmur 102:2, TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.


5. Memuji dan menyembah

Penyembahan yang benar lahir dari hati yang rindu akan hadirat Tuhan, bukan sekedar buka suara dan nyanyi sebuah lagu. Tak perlu latihan vokal ato jadi penyanyi dulu untuk jadi penyembah. Biarkan mulutmu memuji dan menyembah Dia dengan tulus dan apa adanya.

Mazmur 145:2, Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.


6. Menjadi pelaku firman

Pelaku firman artinya melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Apa yang Tuhan sukai, pasti akan kamu sukai dan apa yang Dia benci haruslah kamu jauhi juga. It's that simple. Baca Alkitab sesering mungkin agar kamu tahu apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupmu. Jadikan firman Tuhan sebagai gaya hidupmu sehari-hari. Tuhan memberikan kita keselamatan secara cuma-cuma/gratis tapi kita harus bayar harga untuk mengerjakan keselamatan itu.

Mazmur 119:9, Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.


Tuhan sudah menunjukkan kasih-Nya yang besar kepadamu dengan mati di salib untuk menebus dosa-dosamu. Now is your time to show your love for Him. Make Him proud to have you!