Tuesday, June 30, 2020

Rp. 50.000 Bisa Makan Apa Saja di Pasar Gede Solo?

Hari ini saya melangkahkan kaki dengan mantap ke Pasar Gede untuk berburu berbagai kuliner khas Kota Solo.

Dengan bermodal Rp. 50.000 saja, saya bisa memanjakan lidah dan perut saya dengan aneka panganan yg enak-enak ini...


1. Lenjongan Yu Sum
Kuliner tradisional ini wajib kamu cicipi saat di Solo. Isinya berupa campuran antara gethuk, ketan hitam, cenil dan teman-temannya yg disiram parutan kelapa dan kuah gula merah. Wuah, pokoknya nikmat! Harganya cuma Rp. 5.000 saja.

2. Dawet Telasih Bu Dermi
This is the most famous Dawet di Pasar Gede. Saya pikir rasa Dawetnya sama kayak Dawet Jawa Timuran. Tapi ternyata beda. Sumpah, yg ini lebih enak #ops! Isi Dawet Telasih ada cendol, jenang sumsum, ketan hitam, dipadu dng santan kelapa, kuah gula merah dan selasih. Harganya memang agak mahal untuk ukuran Dawet, tapi sepadanlah dengan rasanya. Saya menghabiskan Rp. 10.000 untuk semangkuk Dawet Telasih.

3. Cabuk Rambak
Mendengar namanya saja sudah membuat rasa keinginan-tahu saya menggelora haha. Akhirnya saya memutari pasar demi mencari penjual Cabuk Rambak dan beruntung...ketemu! Cabuk Rambak ternyata isinya ketupat yg disiram saus wijen dan ditambah kerupuk rambak. Rasanya unik dilidah saya. Ada nuansa sedikit manis dari saus wijennya. Harganya juga murahhhh, Rp. 5.000 saja sudah kenyang.

4. Babi Kuah Toko Podjok
My last adventure for today is...Babi Kuah! Ahai, rasanya luar biasa mantull. Yg jual cuma pakai rombong kecil didepan Toko Podjok. Jam bukanya mulai pukul 09.30 sampai habis. Tapi usahakan datang kesini sebelum jam 13.00 ya, karena kabarnya jam segitu sudah habis. Harga seporsi Babi Kuah Campur Rp. 15.000. Ada didehnya juga (darah), tapi saya ga doyan haha. Kalo mau order bagian tertentu saja juga bisa. Saya perhatikan ada pembeli yg order 10 ribuan bagian buntut aja, ada pula yg order samcan aja, etc. Pokoknya penggemar babi akan terpuaskan disini hihihi *maaf buat teman-teman yg tidak bisa makan makanan yg satu ini...

Jangan lupa untuk selalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak saat travelling di masa New Normal ini ya gaes. As note, di beberapa sudut Pasar Gede Solo ini sudah tersedia tempat cuci tangan yg bisa digerakkan dng kaki. Jadi kamu bisa sering-sering cuci tangan disini tanpa takut menyentuh kran airnya. Disediakan sabun juga kok... Enjoy Solo!


Friday, June 19, 2020

2 Jam di Kota Solo Bisa Kemana Aja?

Hello travellers... Kita sudah masuk era new normal nih. Siap jalan-jalan lagi? Tetap patuhi setiap protokol kesehatan agar jalan-jalannya seru ya...

Kali saya mau share tentang pengalaman saya solo cycling di Kota Solo. Saya memilih bersepeda sendirian mengingat saat ini kita masih harus waspada terhadap pandemi Covid19. Jadi saya tetap menerapkan social distancing dalam acara jalan-jalan saya sekaligus olahraga dan go green dong.




1. Benteng Vastenburg
Tempat pertama yg saya singgahi adalah benteng ini. Benteng Vastenburg dibangun tahun 1745 dan masih kokoh berdiri hingga sekarang.

2. Keraton Kasunanan
Belum ke Solo katanya kalo belum mengunjungi ikon yg satu ini, yup Keraton Kasunanan yg bangunannya didominasi oleh warna cat putih dan biru mudanya.

3. Baluwarti
Wah ini dia nih, kampung wisata didalam area  keraton yg juga menarik untuk dieksplore. Saya menemukan sebuah rumah joglo besar yg cantik dan dicat serba putih disana.

4. Jl. Gatot Subroto
Disepanjang jalan Gatot Subroto, banyak terdapat mural-mural cantik karya seniman Solo. Mural-mural ini menghiasi tembok-tembok kosong sampai pintu-pintu toko. Wow, seru deh foto-foto disini. Ada muralnya Bapak Jokowi yg ikonik juga disini. Kalo belum kesampaian foto sama Pak Presiden, ya foto aja sama muralnya dulu haha.

5. Pasar Triwindu
Pasar ini terkenal sebagai pusat barang-barang antik dengan harga miring. Nah, buat kamu yg ingin belanja oleh-oleh khas Solo yg klasik, datengi aja Pasar Triwindu ini. Seru juga lho foto-foto disini. Background-nya jadul, retro berkelas.

6. Rutan Solo
Heh yg bener? Iya bener, yg saya maksud disini Rutan... Rumah Tahanan Kelas 1 di Surakarta! Tapi jangan dibayangin bentuk rutan yg serem ya. Rutan Solo ini cantik. Bagian depannya sudah disulap oleh para seniman Solo hingga menjadi tempat kekinian buat nongkrong dan foto-foto selfie. Saat saya kesini, banyak anak-anak muda yg lagi photo session juga.

7. Pasar Gede
Pasar Gede menjadi destinasi akhir saya kali ini. Disini banyak kuliner khas Solo dengan harga terjangkau.

Saya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengunjungi tempat-tempat wisata diatas dengan sepeda. Saya membawa air minum sendiri dan menjaga jarak dengan orang lain selama wisata singkat di Kota Solo.

Nah, tertarik untuk bergowes ria di Kota Solo weekend depan? Happy traveling and stay healthy.

Friday, June 12, 2020

Itinerary 1 Day to Muine & Dalat, Vietnam from HCMC

Vietnam adalah negara termurah di dunia yg bisa kamu kunjungi jika kamu ingin melihat gurun asli.

Yea, Rupiah perkasa di Vietnam. So, kamu bisa dengan mudah menjelajah negeri ini tanpa takut kantong kering.


Di Muine, kamu bisa menemukan 2 gurun terkenal yaitu White Sand Dunes dan Red Sand Dunes. Perjalanan dari HCMC ke Muine bisa ditempuh dengan overnight sleeper bus. Bus-nya cukup nyaman, penumpang bisa rebahan sepanjang perjalanan.

Saya menyewa private jeep dari Muine ke White Sand Dunes. Enggak sempet ke Red Sand Dunes dan destinasi menarik lainnya di Muine karena jadwal pesawat saya dari Dalat ke Hanoi dirubah pihak Vietjet. Jadi saya hanya bisa mengunjungi 1 destinasi saja di Muine. Padahal kota ini lebih keren daripada HCMC. Jika kamu punya waktu, sempatkan untuk stay di Muine 2-3 hari. Disini juga ada pantai dan budaya setempat yg menarik untuk di explore.

Perjalanan dari Muine ke Dalat bisa ditempuh dengan bus. Kamu harus hati-hati dengan jadwal bus. Bus dari Muine ke Dalat hanya berangkat 2 kali sehari, pagi dan siang. Pastikan kamu dapat seat dan tidak ketinggalan.

Di Dalat saya juga hanya sempat mengunjungi 1 destinasi, yaitu Xuan Huong Lake yg letaknya tak jauh dari bus terminal. As note, Dalat terkenal sebagai kota bunganya Vietnam. Kalo kamu suka bunga, doyan selfie dan fotografi, kota ini pasti akan membuatmu betah. Dalat sendiri lebih terkesan Eropanya daripada Vietnam. Banyak bangunan-bangunan yg arsitekturnya cenderung ke Barat disini.