Friday, March 31, 2017

Air Terjun Coban Lawe 1 dan 2, Mutiara Terpendam di Bumi Reyog Ponorogo

Selain kesenian Reyog yang sudah terkenal sampai ke manca negara, kota Ponorogo menyimpan potensi alam yang tak kalah cantik.

Di Desa Krisik, Kec. Pudak, Kab. Ponorogo, ada wisata alam berupa air terjun yang cocok untuk para pecinta petualangan. Jalan menuju ke air terjun ini memang tergolong tidak mudah (apalagi saat musim hujan), tapi semua rasa lelah dan penat selama di jalan pasti akan terbayar lunas saat sudah tiba di lokasi.

Nama tempat wisata: Coban Lawe (Coban 1 dan Coban 2)
Alamat: Desa Krisik, Kec. Pudak, Kab. Ponorogo

Coban Lawe setidaknya mempunyai 2 coban (air terjun) yang berbeda di satu lokasi. Dari Coban 1 ke Coban 2, pengunjung akan melewati hamparan pepohonan yang rapat dan masih alami. Berhati-hatilah saat tiba di air terjun karena banyak lintah disana.

Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan saat masuk ke kawasan Coban Lawe dan disarankan untuk memakai sepeda motor untuk mempermudah perjalanan menuju Coban Lawe.

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah ke tempat sampah.

Enjoy Ponorogo!


Keindahan Pulau Gili Labak Sumenep Madura yang Mempesona

Nama tempat wisata: Pulau Gili Labak (Gili Labek)
Alamat: Sumenep, Madura

Transportasi: Pulau Gili Labak bisa dicapai dengan 2 cara yaitu menggunakan perahu nelayan dari Pelabuhan Kali Anget atau Pelabuhan Talango. Untuk backpacker umumnya lewat Pelabuhan Kali Anget karena transportasi bus umum hanya sampai disini.

Biaya-biaya:
- Sewa perahu: sekitar Rp. 500.000 (muat 5-10 orang)
- HTM: sekitar Rp. 10.000
- Sewa alat snorkeling: sekitar Rp. 50.000

Disarankan untuk pergi dengan berkelompok agar biaya sewa perahu nelayan untuk ke Pulau Gili Labak bisa ditanggung bersama. Berangkatlah pagi-pagi sekali (Subuh, sekitar jam 5 pagi dari Pelabuhan Kali Anget/Pelabuhan Talango) agar dapat ombak yang bersahabat saat diperjalanan.

Di sekitar pulau sudah banyak berdiri warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Jadi tak usah kuatir kelaparan/kehausan selama disana. Justru belilah makanan & minuman dari penduduk sekitar Gili Labak supaya memberi penghasilan untuk mereka. Mie goreng/rebus hanya dibandrol sekitar Rp. 10.000 kok.

Ketika saya tiba di pulau ini, bagian belakang pulau agak kotor karena sampah dari pengunjung yang pernah nge-camp disana. So, pliss ya guyss...kalo kalian berkunjung kesini, jagalah kebersihan pulau dari sampah-sampah plastik, kaleng atau botol-botol kaca.

Enjoy your holiday!


Thursday, March 30, 2017

Bukit Jamur, Destinasi Unik yang Harus Kamu Kunjungi Saat di Gresik!

Bukit Jamur HANYA dibuka untuk umum setiap hari MINGGU saja! Lokasi Bukit Jamur ada di Desa Bungah, Kec. Bungah, Kab. Gresik.

Transportasi umum dari Terminal Bungurasih Surabaya:
1. Naik bus Surabaya - Bojonegoro, turun di Ternimal Bunder Gresik
2. Naik mini bus jurusan Paciran, turun di depan Tiga Putra Sport Center. Jalan menuju ke Bukit Jamur ada didepan Tiga Putra Sport center ini dan hanya ditandai dengan bendera warna kuning. Lihat video untuk lebih detailnya
3. Naik ojek/jalan kaki ke lokasi Bukit Jamur. Saya sarankan untuk menyewa ojek saja, karena jaraknya lumayan jauh dan panas. Ojek PP sekitar Rp. 15.000

Pengunjung DILARANG:
1. Memanjat bebatuan
2. Mendirikan bangunan
3. Berjualan
4. Merusak/mencoret bebatuan
5. Berbuat asusila
6. Membuang sampah sembarangan
7. Memarkir kendaraan roda dua dan roda empat didalam Bukit Jamur



Wednesday, March 29, 2017

Jalan-jalan Ke Kampung Warna-warni Jodipan Malang, Wisata Murah Meriah tapi Seruuu...

Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) Malang ini letaknya nggak jauh dari pusat kota. Jika dari Alun-alun Malang, bisa ditempuh dengan 11 menit berjalan kaki atau dengan becak (ongkos hanya Rp. 10.000). Banyak angkot menuju tempat ini. Diantaranya angkot AMG yang langsung menghubungkan kampung ini dengan Terminal Arjosari. Jadi untuk berwisata ke Kampung Jodipan tergolong sangat mudah.

Tiket masuk sebesar Rp. 2.000 saja. Nah, diseberang Kampung Jodipan ini ada kampung warna-warni juga bernama Kampung Tri Di. Selesai meng-explore Kampung Jodipan, bisalah sekalian berkunjung ke Kampung Tri Di yang ada diseberang sungai (tiket masuknya juga murah kok, sekitar Rp. 5.000).

Tempat wisata yang juga seru untuk dikunjungi disekitar Kampung Jodipan ini adalah Alun-alun Malang. Di sekitar Alun-alun Malang banyak terdapat bangunan-bangunan lama peninggalan zaman Belanda (termasuk cagar budaya). Diantaranya GPIB Immanuel, Gereja Katolik Kayu Tangan, Toko Oen (bisa sekalian wisata kuliner disini gan!)...ada juga Masjid Jami (adanya 3 tempat ibadah yang berbeda di satu kawasan ini menunjukkan bahwa toleransi umat beragama disini terjaga baik).

Happy traveling!


Tuesday, March 28, 2017

Menyusuri Sungai Maron...'Amazon'-nya Indonesia di Pacitan

Ada rencana ke Pacitan? Kalo iya, berarti kamu wajib nyoba petualangan seru yang satu ini! Menyusuri Sungai Maron pake perahu. Biayanya Rp. 100.000 muat untuk 5 orang. Sungai Maron letaknya di Pantai Ngiroboyo. Jadi sekali tepuk, bisa dapet 2 lokasi tempat wisata sekaligus gitu gan, Sungai Maron plus Pantai Ngiroboyo.

Alamat: Desa Sambi, Kec. Donorejo, Kab. Pacitan

Nggak seperti pantai-pantai di Pacitan pada umumnya, Pantai Ngiroboyo itu pasirnya berwarna hitam. Seruu deh menyusuri pantai ini plus Sungai Maron-nya. Berasa lagi di Sungai Amazon gitu wkwkwk *Amazon kayak apa aja gw belum pernah nyoba cing. Btw, dijamin seru kok bertualang disini...

Oh ya, Pantai Ngiroboyo juga sejalur dengan Pantai Klayar, Pantai Banyu Tibo, etc. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena transportasi umum di Pacitan kurang memadai. Pakai motor aja kalo bisa, biar cepat explore Pacitan-nya.


Monday, March 27, 2017

Menikmati Sunrise ala 'Negeri di Atas Awan' di Puncak Joglo & Watu Cenik (Bukit Gantole) Wonogiri

Wonogiri menyimpan potensi wisata yang tak kalah indah dengan kota-kota lainnya. Puncak Joglo ato lebih dikenal dengan Landasan Gantole 2, merupakan tempat yang seru untuk menikmati sunrise ala 'Negeri diatas awan'.

Nama tempat wisata:
1. Landasan Gantole 2 (Puncak Joglo)
2. Landasan Gantole 1 (Watu Cenik)

Alamat: Desa Sendang, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri

Disarankan untuk memakai kendaraan pribadi untuk mencapai lokasi Puncak Joglo karena transportasi umum kurang memadai. Di Puncak Joglo, pengunjung bisa melihat Waduk Gajah Mungkur dari atas dan juga jajaran bukit-bukit hijau yang mengelilingi tempat ini.

Dari Puncak Joglo, pengunjung bisa turun ke Watu Cenik (Landasan Gantole 1). Watu Cenik ini merupakan spot selfi favorite-nya kawula muda di Wonogiri. Ada sebuah batu besar yang bisa dipakai untuk berfoto ria dan menghadap ke Waduk Gajah Mungkur langsung.

Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir saja, baik di Puncak Joglo dan Watu Cenik.


Saturday, March 25, 2017

Bertualang di Pantai Sembukan Wonogiri, Pantai dengan Bukit-bukit Indah dan Pasir Putih

Jika ke Wonogiri, jangan lupa berkunjung ke Pantai Sembukan. Pantai ini unik dan istimewa karena dikelilingi bukit-bukit yang indah.

Pantainya sendiri mempunyai pasir yang putih dan lembut. Ada sebuah bukit yang bisa didaki dan dari puncak bukit itu, pengunjung bisa melihat gugusan bukit-bukit indah disekiling pantai. Siapkan stamina yang prima, karena jalur trekking ke puncak bukit lumayan membutuhkan tenaga (tapi jalur trekkingnya sudah bagus kok).

Nama tempat wisata: Pantai Sembukan
Alamat: Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri
HTM: Rp. 5.000/orang

Disarankan untuk memakai kendaraan pribadi karena transportasi umum menuju lokasi kurang memadai.

Oh ya, jangan lupa menjaga kebersihan. Jika perlu, sediakan waktu untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ditinggalkan para pengunjung tak bertanggung-jawab dan membuangnya ke tempat sampah.


Wednesday, February 08, 2017

Menjadi Lajang yang Produktif

Banyak orang memandang lajang/single sebagai status yang kurang menyenangkan. Tapi tidak buat saya!

Buat saya, lajang itu benar-benar sebuah anugerah. Saya memiliki banyak waktu dan kesempatan yang luas untuk melakukan banyak hal; mengejar mimpi, melayani pekerjaan Tuhan, traveling dan banyak hal lain lagi yang tidak akan pernah dimiliki oleh mereka yang telah menikah.

Apa itu sedih? Aku sudah lama lupa!

Saya tidak mau ambil pusing dengan mereka yang tidak sependapat dengan saya. Biarpun orang lain menganggap bahwa lajang itu tanda tak laku atau bahkan sebuah kutukan...tapi buat saya masa lajang itu menyenangkan, tak kalah indah dengan menikah.

Saya tetap punya keinginan untuk menikah suatu hari nanti, tapi keinginan itu tidaklah sampai mengekang saya sehingga mengganggu kehidupan dan membuat saya menjadi wanita yang gemar berburu pria hohoho. Saya menjalani kehidupan lajang saya dengan gembira, menyerahkan proses persiapan pernikahan saya secara utuh ke tangan Tuhan dan mengisi hidup lajang saya dengan banyak hal yang membangun.

1. Waktu yang tanpa batas untuk melayani pekerjaan Tuhan dan sesama

Pernah lihat nggak, orang-orang yang tak lagi aktif melayani pekerjaan Tuhan setelah mereka menikah? Yah, setelah menikah hidup kita pasti akan berubah. Kita tidak bisa lagi hanya memikirkan diri sendiri saja tapi juga harus memikirkan pasangan kita, anak-anak, keluarga dari pasangan dan keluarga kita sendiri. Sulit bagi mereka yang telah menikah untuk fokus kepada pekerjaan Tuhan karena memang fokus mereka sudah harus berubah dari diri sendiri kepada keluarga.

Karena alasan inilah, saya getol melayani pekerjaan Tuhan di saat saya masih lajang. Saya sedang mendidik dan mempersiapkan diri saya agar saya tetap bisa melayani pekerjaan Tuhan setelah menikah nanti dan sekaranglah waktu yang tepat untuk membentuk karakter itu.

Pelayanan tak harus di atas mimbar saja, tapi juga bisa dilakukan diluar tembok gereja. Saya akan ceritakan beberapa pelayanan yang saya lakukan diluar tembok gereja sebagai berikut *Ini adalah contoh saja, bukan sebagai ajang pamer atau cara agar saya mendapatkan banyak pujian orang. Pliss, jauhkanlah anggapan negatif itu dari saya!

Saya adalah salah satu mitra sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penginjilan di dunia digital

Saya adalah salah satu supporter sebuah komunitas yang bergerak di bidang kampanye penyelamatan lingkungan hidup

Saya menyumbangkan sejumlah uang secara sukarela setiap bulan untuk mendukung pelayanan-pelayanan diatas. Selain itu, saya juga pernah menjadi donatur dan penyalur buku-buku cerita untuk anak-anak Sekolah Dasar di Misool dan Raja Ampat, Papua dan menjadi donatur untuk program pemuridan yang diselenggarakan PMK eks kampus saya. Semua saya lakukan hanya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk gagah-gagahan atau pamer.

Buku-buku cerita untuk SD Harapan Jaya Misool, Papua

Anak-anak di SD Harapan Jaya Misool, Papua

Team Jelajah Indonesia di SD Harapan Jaya Misool, Papua

Bagi-bagi buku tulis dan alat-alat tulis di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua

Anak-anak di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua

Team Jelajah Indonesia di Desa Arborek, Raja Ampat, Papua

Anak-anak di Desa Yenbuba, Raja Ampat, Papua

Saat lajang, semua kendali uang ada di tangan saya. Jadi saya tidak perlu mikir panjang untuk menyerahkan sejumlah uang (besar) untuk sebuah pelayanan. Coba jika saya sudah menikah nanti, mungkin saya akan mikir dua kali jika terlalu banyak mengeluarkan uang untuk pelayanan sementara keluarga saya sendiri sedang membutuhkannya (mungkin ntar anaknya nangis perlu dibelikan susu formula hihihi).

Selain menggunakan uang dan tenaga untuk melayani pekerjaan Tuhan, saya juga menggunakan talenta-talenta saya untuk melayani sesama. Blog ini saya tulis berdasarkan talenta menulis yang diberikan Tuhan kepada saya. Saya juga membuat sebuah Fans Page di Facebook dan Channel di Youtube yang isinya adalah video ide-ide wirausaha yang bisa menginspirasi siapa saja yang sedang bermimpi menjadi pengusaha. Nah, ayo...selagi lajang, manfaatkan uang, tenaga dan talenta-talentamu untuk lebih giat lagi melayani Tuhan dan sesama!

2. Waktu yang berkualitas untuk orang tua, keluarga dan teman-teman

Saat ini saya tinggal di rumah bersama kedua orang tua. Saya bersyukur bahwa saya mempunyai waktu lebih banyak untuk mereka, untuk keluarga saya yang lain dan teman-teman. Mereka yang telah menikah, waktunya akan tersita untuk pasangan dan anak-anaknya. Sulit bagi mereka yang telah menikah untuk sekedar berkunjung ke rumah orang tuanya (bagi yang tinggal di luar kota dan jauh dari orang tua), berkunjung ke rumah saudara-saudaranya yang lain atau hang out bersama teman-temannya.

Saya tak mau kehilangan waktu-waktu yang berharga ini untuk hal-hal yang sia-sia dan kurang bermanfaat. Makanya saya pergunakan waktu lajang saya untuk lebih banyak bersama kedua orang tua, keluarga dan teman-teman. Mungkin nanti jika saya telah menikah, saya akan kekurangan waktu untuk mereka juga...

Bersama teman dekat saya sejak SMP, Elizabeth - Gili Labak, Sumenep

Teman-teman pendaki wanita saya yang lucu-lucu hihihi, Luluk, Titis, Elizabeth - Kawah Ijen, Banyuwangi

Keluarga saya...the adventure family hahaha - Museum Angkut, Batu

Saudara-saudara sepupu saya yang juga suka nge-trip - Puncak Joglo, Wonogiri

This is Ita. Dia ini adik kelas saya waktu kuliah dulu. Karena kita sama-sama suka petualangan, jadilah kita ngetrip bersama hehehe - Kali Biru, Jogjakarta

Saudara-saudara pepupu saya juga. Kali ini kami bertualang di Pacitan

She is Maria. Teman sepelayanan saya di PMK ITS dulu - Tunjungan Plaza, Surabaya

Mbak Firdha and Daniel. Teman-teman sepelayanan juga di PMK ITS dulu - Kota Lama, Semarang

Teman-teman pendaki saya yang kece-kece! Fadil, Oki, Bang Tumpak, Olivia, Yosua dan Fajar. Setelah pendakian Gunung Rinjani - Pintu Senaru Gunung Rinjani, Lombok

My best friend, Ika! Saya mengenal dia dari jawaban.com. Dia juga ikut menyumbangkan dana untuk membeli buku-buku cerita yang saya bawa ke SD Harapan Jaya - Misool, Raja Ampat, Papua. Kami tak hanya berteman, tapi kami juga melayani bersama dan saling menguatkan satu sama lain :) - TBRS, Semarang

My best travelmate, Megumi. Saya mengenalnya pertama kali saat ber-solo traveling ke Tokyo kemudian kami bertemu lagi saat saya ber-solo traveling lagi ke Hokkaido, setahun setelah ke Tokyo dan sekitarnya - Sapporo Factory Outlet, Japan

Teman-teman baru yang saya kenal saat di Hokkaido. Jieun dari Korea Selatan, Takeshi dan Yuki dari Jepang - Sapporo, Japan

3. Waktu yang luas untuk mewujudkan mimpi

Saya adalah gadis pemimpi! Hahaha itulah saya. Saya punya banyak sekali mimpi. Ada beberapa mimpi saya yang sudah terwujud dan ada mimpi-mimpi lain yang masih saya kejar. Mimpi-mimpi saya yang telah terwujud diantaranya adalah keinginan saya untuk bekerja di rumah dan traveling ke luar negeri.

Mewujudkan mimpi itu perlu perjuangan dan masa lajang adalah saat yang tepat untuk berjuang mewujudkan mimpi-mimpimu. Saat kuliah dulu, saat teman-teman wanita saya sibuk pacaran dan mencari pria-pria berprospek, saya sibuk mencari peluang agar saya bisa masuk ke dunia wirausaha. Teman-teman wanita saya itu akhirnya memang menikah lebih dulu daripada saya, dan saya juga berhasil menjadi seorang onlinepreneur...tapi, sekarang mereka sedang bingung mencoba masuk ke dunia wirausaha dengan status mereka sebagai ibu rumah tangga dengan beberapa anak dan saya sudah tegak berdiri di kedua kaki saya tanpa harus memikirkan penghasilan lagi karena pekerjaan saya sudah dalam tahap settle.

Guys, lebih sulit bagimu untuk mewujudkan mimpi setelah menikah daripada saat kamu masih lajang. Trust me, bebannya beda. Seorang lajang ibaratnya berani 'mati' kapan saja. Lha kalo udah punya pasangan dan anak-anak, ya mikirlah kalo mau 'mati' kapan saja sedangkan tanggung jawab mereka masih banyak. Pakai waktu lajangmu untuk mewujudkan mimpi-mimpimu dulu, jangan terburu-buru cari pacar atau menikah apalagi kalo usiamu sekarang baru SMP/SMU. Huh, masih jauh dari jangkauan bung!!

Ini lho kantor saya! Saya tak perlu bangunan megah, cuma perlu laptop tua ini buat nambang dollar setiap hari dari rumah. Hujan nggak kehujanan, panas nggak kepanasan, nggak pernah kenal macet ato polusi udara juga...

4. Waktu yang bebas untuk ber-traveling ria dan bertualang

Sejak remaja, saya bermimpi untuk menginjak Negeri Sakura. Dan itulah yang terjadi. Saya telah dua kali ke Jepang, di Musim Semi dan di Musim Gugur. Sekali ke Singapura dan dua kali ke Malaysia.

Saya tinggal di kota Ponorogo. Sebuah kota kecil yang tak punya stasiun kereta api/bandara. Setiap kali saya traveling ke luar negeri (atau ke dalam negeri yang perlu transportasi pesawat), saya harus menempuh perjalanan dengan bus ekonomi dari Ponorogo dulu menuju Surabaya, baru saya bisa terbang. Kebayang kan perjuangan saya? hihihi.

Saya juga hobi bertualang. Saya suka mendaki gunung, snorkeling, rafting, paralayang, camping dan segala sesuatu yang memacu adrenalin. And I did it all! Saya juga suka melakukan solo traveling alias bepergian seorang diri. Saya ke Jepang, Singapura dan Malaysia tanpa seorang teman, saya melakukan perjalanan saya sendirian. Wow, kesempatan untuk traveling dan bertualang bagi para lajang itu terbuka sangat lebar, beda dengan mereka yang sudah menikah. So, don't be sad if you're still single now. Ambil tasmu, berkemas dan jelajahilah negeri dan dunia ini. Segala sesuatu yang kamu takutkan tidak akan terwujud ketika kamu berani untuk menghadapinya.

Batu Caves - Kuala Lumpur, Malaysia

Gin Ga No Taki - Sounkyo, Hokkaido, Japan

Pasir Timbul - Raja Ampat, Papua, Indonesia

Snorkeling time :) - Raja Ampat, Papua, Indonesia

5. Waktu yang tepat untuk memulai keintiman dengan Tuhan

Orang-orang yang aktif melayani di atas mimbar belum tentu punya hubungan yang intim dengan Tuhan lho. Seseorang yang hafal ayat-ayat Alkitab pun juga belum tentu dikenal oleh Dia. Ada banyak Kristen KTP di dunia ini, ngakunya sih pengikut Yesus tapi sikap dan perbuatannya sama sekali tidak mencerminkan karakter Kristus.

Lajang adalah saat yang tepat untuk kamu mengenal Tuhanmu dengan intim. Kamu masih punya banyak waktu untuk membaca firman-Nya setiap hari, ber-Saat Teduh tanpa gangguan suara tangisan bayi, berdoa tanpa beban pikiran anakmu nanti makan apa, etc. This is your best time to get closer with your Heavenly Daddy. Jangan sia-siakan waktumu hanya untuk mengejar status in relationship and married, tapi kejar dulu hadirat Tuhan dan dapatkan perkenanan-Nya. Saat kamu telah mendapatkan Tuhan, kamu akan siap beralih dari status lajang ke status pernikahan tanpa bayang-bayang kegagalan suatu hari nanti.

Tak ada manusia yang bisa memenuhi kamu, hanya Tuhanlah yang bisa mengisi kekosongan jiwamu dan memberimu kedamaian sejati. Pernikahan dan pasanganmu nanti bukanlah alat untuk mencapai kebahagiaan dan membuatmu utuh. Kebahagiaan dan keutuhan pribadimu hanya bisa kamu peroleh didalam Tuhan saja. Jadi jangan salah tangkap!

Tuhan itu baik banget. Dia sangat sangat sayang dan cinta sampai tergila-gila denganmu. Dia tidak akan pernah sanggup menyakitimu. Sudahkah kamu sampai pada level pengertian yang seperti ini tentang Yesus? Jika kamu masih sering tidak puas dengan keadaan lajangmu dan sering mengeluh kesepian dengan status jomblo akutmu itu, berarti kamu belum sampai pada level yang intim dengan Dia.

Gali lagi lebih dalam sampai kamu benar-benar mendapatkan Dia, sampai kamu rasanya udah nggak butuh yang lain lagi selain Yesus! Tidak berarti bahwa kamu harus melupakan keinginanmu tentang pernikahan setelah itu, tapi inilah fokus yang benar tentang pernikahan kudus. Tuhan haruslah tetap menjadi yang pertama dan yang terutama dalam hidupmu, bukan pasanganmu atau status pernikahanmu. Mereka yang telah menikahpun juga harus punya fokus yang seperti ini, menempatkan Yesus sebagai yang pertama dan yang terutama dalam hidupnya bukan pasangan dan anak-anaknya.

Jika kamu tak bisa mencintai Alkitab saat lajang, kamu tak akan pernah bisa mencintainya saat sudah menikah kelak

Rangkul masa lajangmu sebagai anugerah, isi dengan hal-hal yang membangun iman dan jangan biarkan kegalauan menguasai kehidupanmu. Kamu tetap ciptaan Tuhan yang sempurna dan istimewa meski kamu masih lajang ditengah-tengah orang-orang yang sudah punya gandengan. Tak usah iri kepada mereka yang telah menikah. Merekalah yang seharusnya iri kepadamu karena kamu masih punya banyak waktu untuk melayani pekerjaan Tuhan dan bebas mengejar mimpi-mimpimu sementara mereka harus sibuk dengan tanggung jawab ini dan itu.

Masa lajangmu mungkin hanya sementara waktu, jangan biarkan itu berlalu dengan sia-sia. Kehidupan tidak dimulai setelah kamu mengenakan cincin pernikahan, tapi sekarangpun kamu sudah mempunyai kehidupan itu (meski kamu masih lajang/single/jomblo). Hanya mereka yang tidak utuh dan tidak sempurna didalam Kristus yang mengejar status pernikahan sebagai 'hak' yang harus mereka miliki. Menikah bukanlah perintah Tuhan. Kamu tidak akan berdosa jika kamu tidak menikah. Menikah itu juga sebuah anugerah, bonus kehidupan, tapi bukan inti dari kehidupannya. Hanya Yesuslah inti dari kehidupan yang harus kamu kejar selama kamu hidup bukan sekedar mengejar 'status'.

Lebih baik persiapkan dirimu sebaik-baiknya untuk membangun karakter yang tangguh dulu agar setelah kamu menikah nanti kamu tidak ingin kembali menjadi lajang lagi. Be the right single and be productive people!