Mau buka usaha yang gampang dikerjakan, modal kecil tapi menghasilkan uang yang cukup lumayan? Simak tips wirausaha yang kali ini diilhami oleh musim hujan!
Monday, October 31, 2016
Saturday, October 29, 2016
Tetap Berdiri dan Tidak Ditolak
Oleh: Angelina Kusuma
"Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu" (Efesus 6:13)
Beberapa waktu yang lalu, kita dihebohkan oleh sebuah berita kurang sedap yang menimpa salah satu motivator kondang di Indonesia yang saban harinya hilir mudik di televisi dan mempunyai jutaan followers di social media.
Kasus yang menimpanya tak pelak membuat banyak orang kecewa, marah bahkan sedih dibuatnya. Gimana bisa seorang motivator yang kata-katanya banyak dikutip dan diikuti oleh para penggemarnya itu, ternyata tidak seutuhnya melakukan semua yang diucapkannya. Ketika sikap dan perbuatan tidak seturut dengan indahnya kata-kata mutiara, maka pujianpun berbalik menjadi makian.
Setiap hari kita diuji dengan berbagai pilihan dan persoalan hidup. Tak ada manusia yang sempurna. Seseorang yang hidupnya penuh dengan gelimangan hartapun juga pasti punya masalah sendiri.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita tahu bahwa perjuangan kita sebenarnya bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Karena itu kita perlu senjata-senjata yang lebih dahsyat daripada sekedar usaha-usaha duniawi.
Bukan saja kemampuan kita bertahan ditengah krisis yang penting, tapi kemampuan kita untuk TETAP BERDIRI setelah badai berlalu juga tak kalah pentingnya. Banyak orang tetap bungkuk dan terus berjalan terhuyung-huyung setelah persoalan hidup pergi darinya. Imannya bukan bertambah tapi malah berkurang. Padahal Tuhan izinkan kita melewati sebuah ujian agar kita naik level bukan turun level.
"Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak" (1 Korintus 9:27)
Rasul Paulus menulis tentang hal yang senada untuk jemaat Efesus dan Korintus. Tetap berdiri dan tidak ditolak setelah kita berhasil melewati badai persoalan merupakan hal yang tak kalah penting dengan bagaimana cara kita berjuang melewati badai tersebut. Tubuh jasmani kita perlu latihan agar otot-ototnya kuat. Begitu juga dengan roh kita. Kita perlu latihan-latihan rohani agar roh kita sama kuatnya dengan tubuh jasmani kita.
Setiap kali saya menemukan sebuah masalah, saya bergembira karenanya. Lho kok bisa? Iya, karena saya sudah lafal betul bahwa masalah adalah peluang dimana saya bisa menunjukkan kepada diri saya sendiri dan semua orang bahwa Tuhan itu hebat. Tapi bukan berarti saya adalah orang yang suka membuat masalah ya. No, I'm not a troublemaker, but I'm a peacemaker.
Tubuh, roh dan jiwa saya sudah sering mengalami masa-masa peperangan yang hebat bersama Tuhan *Duileh, bahasanya :D.
Saya pernah divonis dokter bisa lumpuh karena penyakit saya, tapi sampai sekarang saya masih bisa berlari. Saya pernah kecelakaan motor dan harus menjalani operasi di bahu kanan, tapi tangan saya bisa berfungsi normal sampai saat ini. Keluarga saya pernah berurusan dengan bank sampai rumah kami disita, tapi akhirnya harta yang hilang itu kembali mengalir di hidup kami, terutama saya. Keluarga saya juga pernah diambang perpecahan, tapi akhirnya berhasil dipulihkan. Saya pernah ditelpon seseorang yang menuduh saya macam-macam dengan tunangannya padahal saya tidak tahu apa-apa, tapi saya tetap bisa memberkati dia dan orang-orang yang menyakiti hati saya. Saya pernah dicemooh keluarga dan banyak orang karena pekerjaan saya yang cuma 'serabutan' di kamus orang Indonesia, tapi Tuhan justru bawa saya liburan (murni liburan lho ya, bukan panggilan tugas/kerja) ke Malaysia, Singapura dan Jepang karenanya huehehe.
Masih banyak lagi persoalan-persoalan yang berhasil saya lewati di masa lalu bersama Tuhan dan saya TETAP BERDIRI sampai hari ini!
Tetap berdiri dan tidak ditolak, itulah dua hal penting yang harus kita capai selain berjuang keras melewati masalah-masalah yang ada. Tuhan bisa merasakan semua hal yang kita rasakan. Dia mau pakai hidup kita sebagai kesaksian bagi dunia bahwa Dialah Allah diatas segala kemustahilan. Bergembiralah jika kamu diizinkan menghadapi sebuah masalah hari ini. Itu artinya, Tuhan ingin melatihmu berperang, melatihmu untuk bergantung penuh kepada-Nya dan mendekatkanmu dengan kasih karunia-Nya yang luar biasa. Trust me, berkat-berkat sudah Dia sediakan di depan sana setelah kamu berhasil melewati badaimu dan tetap berdiri teguh didalam hadirat-Nya.
"Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu" (Efesus 6:13)
Beberapa waktu yang lalu, kita dihebohkan oleh sebuah berita kurang sedap yang menimpa salah satu motivator kondang di Indonesia yang saban harinya hilir mudik di televisi dan mempunyai jutaan followers di social media.
Kasus yang menimpanya tak pelak membuat banyak orang kecewa, marah bahkan sedih dibuatnya. Gimana bisa seorang motivator yang kata-katanya banyak dikutip dan diikuti oleh para penggemarnya itu, ternyata tidak seutuhnya melakukan semua yang diucapkannya. Ketika sikap dan perbuatan tidak seturut dengan indahnya kata-kata mutiara, maka pujianpun berbalik menjadi makian.
Setiap hari kita diuji dengan berbagai pilihan dan persoalan hidup. Tak ada manusia yang sempurna. Seseorang yang hidupnya penuh dengan gelimangan hartapun juga pasti punya masalah sendiri.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita tahu bahwa perjuangan kita sebenarnya bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Karena itu kita perlu senjata-senjata yang lebih dahsyat daripada sekedar usaha-usaha duniawi.
Bukan saja kemampuan kita bertahan ditengah krisis yang penting, tapi kemampuan kita untuk TETAP BERDIRI setelah badai berlalu juga tak kalah pentingnya. Banyak orang tetap bungkuk dan terus berjalan terhuyung-huyung setelah persoalan hidup pergi darinya. Imannya bukan bertambah tapi malah berkurang. Padahal Tuhan izinkan kita melewati sebuah ujian agar kita naik level bukan turun level.
"Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak" (1 Korintus 9:27)
Rasul Paulus menulis tentang hal yang senada untuk jemaat Efesus dan Korintus. Tetap berdiri dan tidak ditolak setelah kita berhasil melewati badai persoalan merupakan hal yang tak kalah penting dengan bagaimana cara kita berjuang melewati badai tersebut. Tubuh jasmani kita perlu latihan agar otot-ototnya kuat. Begitu juga dengan roh kita. Kita perlu latihan-latihan rohani agar roh kita sama kuatnya dengan tubuh jasmani kita.
Setiap kali saya menemukan sebuah masalah, saya bergembira karenanya. Lho kok bisa? Iya, karena saya sudah lafal betul bahwa masalah adalah peluang dimana saya bisa menunjukkan kepada diri saya sendiri dan semua orang bahwa Tuhan itu hebat. Tapi bukan berarti saya adalah orang yang suka membuat masalah ya. No, I'm not a troublemaker, but I'm a peacemaker.
Tubuh, roh dan jiwa saya sudah sering mengalami masa-masa peperangan yang hebat bersama Tuhan *Duileh, bahasanya :D.
Saya pernah divonis dokter bisa lumpuh karena penyakit saya, tapi sampai sekarang saya masih bisa berlari. Saya pernah kecelakaan motor dan harus menjalani operasi di bahu kanan, tapi tangan saya bisa berfungsi normal sampai saat ini. Keluarga saya pernah berurusan dengan bank sampai rumah kami disita, tapi akhirnya harta yang hilang itu kembali mengalir di hidup kami, terutama saya. Keluarga saya juga pernah diambang perpecahan, tapi akhirnya berhasil dipulihkan. Saya pernah ditelpon seseorang yang menuduh saya macam-macam dengan tunangannya padahal saya tidak tahu apa-apa, tapi saya tetap bisa memberkati dia dan orang-orang yang menyakiti hati saya. Saya pernah dicemooh keluarga dan banyak orang karena pekerjaan saya yang cuma 'serabutan' di kamus orang Indonesia, tapi Tuhan justru bawa saya liburan (murni liburan lho ya, bukan panggilan tugas/kerja) ke Malaysia, Singapura dan Jepang karenanya huehehe.
Masih banyak lagi persoalan-persoalan yang berhasil saya lewati di masa lalu bersama Tuhan dan saya TETAP BERDIRI sampai hari ini!
Tetap berdiri dan tidak ditolak, itulah dua hal penting yang harus kita capai selain berjuang keras melewati masalah-masalah yang ada. Tuhan bisa merasakan semua hal yang kita rasakan. Dia mau pakai hidup kita sebagai kesaksian bagi dunia bahwa Dialah Allah diatas segala kemustahilan. Bergembiralah jika kamu diizinkan menghadapi sebuah masalah hari ini. Itu artinya, Tuhan ingin melatihmu berperang, melatihmu untuk bergantung penuh kepada-Nya dan mendekatkanmu dengan kasih karunia-Nya yang luar biasa. Trust me, berkat-berkat sudah Dia sediakan di depan sana setelah kamu berhasil melewati badaimu dan tetap berdiri teguh didalam hadirat-Nya.
The Amazing 'Purikura' Machines
Purikura, short for Purinto Kurabu (Print Club), are Japanese photo booths that let you take digital pictures with your friends and then decorate and edit them using a touch screen and stylus. After you finish decorating, your pictures are then printed on multiple copies of sticker paper so you can cut them and distribute them among your friends. You can also have them sent to your cell phone or e-mail address.
Purikura booths can be found at shopping areas and arcades around Japan and are incredibly popular with teenage girls and young women, who use the image editing features to wash out the natural colors of the photos so their skin look smoother and lighter. Over the past few years, many booths have even introduced a function that lets you enlarge your eyes so you can look "cute" like an "anime character" or "freaky" like an "alien", depending on who you ask.
Purikura booths can be found at shopping areas and arcades around Japan and are incredibly popular with teenage girls and young women, who use the image editing features to wash out the natural colors of the photos so their skin look smoother and lighter. Over the past few years, many booths have even introduced a function that lets you enlarge your eyes so you can look "cute" like an "anime character" or "freaky" like an "alien", depending on who you ask.
Thursday, October 20, 2016
10 Rahasia Sukses Orang Jepang
Jepang terkenal dengan etos kerjanya yang tinggi. Berikut ini adalah 10 rahasia sukses orang Jepang yang layak kita teladani. Ganbatte!
Tips Hidup Bebas Hutang
Tips sederhana untuk menyelesaikan hutang dan menghindari berhutang lagi di masa depan
Thursday, October 06, 2016
Tips Mengelola Gaji/Penghasilan dengan Prinsip 10 20 30 40
Kita tetap bisa kaya raya dengan seberapapun gaji/penghasilan kita setiap bulan.
Dengan pengaturan keuangan yang cermat, kita bisa memperbesar tabungan dan investasi sedikit demi sedikit serta meminimalkan hutang dan biaya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Prinsip 10 20 30 40 ini salah satu cara yang terbaik yang bisa diterapkan untuk mengelola gaji/penghasilan setiap bulan sehingga tidak jebol di akhir bulan.
Caranya mudah dan sederhana kok. Yuk belajar...
Wednesday, October 05, 2016
Tips Wirausaha: 20 situs jual beli online untuk mendongkrak pemasaran
Sekarang tak perlu repot sewa/membangun toko sendiri. Kamu bisa memanfaatkan 20 situs jual beli online ini untuk mendongkrak pemasaranmu.
Mulai dari jualan produk fasion, elektronik, perlengkapan bayi sampai rumah dan mobil, situs-situs ini sangat membantu para wirausahawan pemula untuk mendulang laba.
Modal untuk pemasaran online jauh lebih kecil dibandingkan modal untuk menyewa/membeli bangunan untuk toko. So, tunggu apalagi...yuk jadi entrepreneur sekarang juga!
Belum seperti Om Paulus kan?
Oleh: Angelina Kusuma
Buat kamu-kamu yang saat ini lagi galau, merasa gagal, masa depan suram, tertekan, stress, depresi, kesepian, bingung bin putus asa...yuk baca tulisannya Om Paulus dibawah ini.
"Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi!
Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku"
(2 Korintus 11:23-30)
Mereka yang sukses itu dulu juga pernah menderita, tertekan, putus asa, bingung, jenuh, gagal... Tapi mereka selalu bangkit lagi dari kejatuhannya, memutuskan untuk tetap maju, terus bergerak dan mencoba lagi.
Ayo semangat! Belum seperti Om Paulus kan?
Masa depan dan harapan akan selalu ada untuk setiap orang yang terus berusaha dan pantang menyerah.
Subscribe to:
Posts (Atom)