Thursday, August 02, 2018

Maximized Youth-hood

"Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!" - Pengkhotbah 11:9


I'm free...I'm free like a bird...(Sounkyo, Hokkaido - Japan)

Tak ada seorangpun yang bisa menjadi muda kembali. Waktu tak bisa diputar ulang. Jadi setiap kita harus bisa memaksimalkan setiap detik, setiap waktu yang ada, karena hidup itu hanya sekali!

1. Visi dari Tuhan

Saya beruntung karena saya bisa masuk ke sebuah institut teknologi negeri di Surabaya tanpa melalui tes. Saat saya di Surabaya, saya bertumbuh di sebuah gereja dan youth pastor saya saat itu bisa menjadi figur teladan bagi saya (beserta jemaat & youth lainnya) dan menginspirasi saya untuk hidup takut Tuhan.

Saat saya berulang tahun ke 19, saya tidak melewati hari itu dengan berpesta pora bersama teman-teman lainnya, tapi malam itu saya mengambil keputusan untuk tinggal di kamar kos dan berdoa memohon bimbingan-Nya. Di tengah-tengah doa, ada bisikan di hati saya untuk membuka Alkitab dan membaca Amsal 31:10-31.

Ayat-ayat di Amsal 31:10-31 merujuk pada sosok Wanita Bijak, figur isteri yang cakap, dambaan setiap orang. Saat itu saya masih murni: saya belum punya pacar, belum kepingin pacaran, belum kepikiran tentang pernikahan, dll. Tapi melalui ayat-ayat di Amsal 31:10-31 ini, Tuhan seperti ingin berbicara kepada saya, "One day you will be like her".

2. Bertumbuh

Sejak saya terima visi dari Tuhan, saya lebih sungguh-sungguh lagi memperhatikan cara hidup saya, tidak lagi sembarangan bertindak, karena nggak mungkin dong Wanita Bijak menghabiskan waktu mudanya untuk pergi ke pub/club malam, pacaran dengan orang yang beda keyakinan, ngomong kasar dan males-malesan aja di tempat tidur. No no, gambaran Wanita Bijak yang ada di Amsal 31:10-31 pasti dibentuk dengan kebiasaan-kebiasaan yang positif sejak masa mudanya.

Saya menggembleng tubuh saya untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan lewat Saat Teduh pribadi, saya menjaga diri saya agar tidak cemar (tidak berpakaian yang tidak pantas, tidak tergoda untuk berpacaran dengan yang tak percaya Yesus, dll) dan berusaha untuk terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan baik di kampus, ministry maupun gereja.

3. Berjuang mengejar mimpi

Bagi saya, masa lajang/single itu indah. Masa single adalah saat yang tepat untuk mempersiapkan diri menuju pernikahan kudus. Masa ini tak akan terulang lagi, jadi saya memutuskan untuk melewati dan mengisi masa single saya dengan membangun pondasi untuk menjadi Wanita Bijak sesuai Amsal 31:10-31.

Saya pernah menuliskan mimpi-mimpi saya di sebuah kertas. Isinya: "Sebelum saya menikah, saya akan mempunyai pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, bisa beli rumah dan mobil sendiri dan bisa liburan ke luar negeri".

Perjuangan saya mengejar mimpi tak mudah. Saya harus pindah pekerjaan 2 kali, pindah dari Surabaya ke Jakarta...dan pada akhirnya saya harus kembali ke Ponorogo karena putus asa, keluar masuk rumah sakit sampai 3 kali karena sakit parah...orang tua saya juga kehilangan rumah dan tanah miliknya...dan wow, pokoknya proses saya untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya pernah ada di titik kemustahilan.

4. Mengisi masa muda dengan hal-hal positif

Saat ini saya telah mendapatkan semua hal yang pernah saya impikan dulu. Saya mempunyai pekerjaan yang bisa saya kerjakan di rumah, bisa membeli mobil dan rumah sederhana sendiri dan beberapa kali liburan ke luar negeri. Semua terjadi karena anugerah Tuhan semata.

Sampai hari ini, saya sudah menginjakkan kaki di Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Semua perjalanan saya ke luar negeri adalah murni untuk liburan dan saya selalu melakukannya sendiri tanpa jasa travel agen (kecuali saat saya ke Singapura untuk kedua kalinya, saya membawa kedua orang tua saya kesana). Indonesiapun sudah ada 3 pulau besar yang saya jelajahi, yaitu Jawa, Sulawesi dan Papua.

Saya pakai masa muda saya untuk bertualang. Saya mendaki gunung (Gunung Ijen, Gunung Rinjani, Gunung Lawu...sudah pernah saya daki), snorkeling (saya pernah melihat keindahan bawah laut di Raja Ampat, Misool, Karimunjawa, Gili Labak...), paralayang, rafting, panjat tebing, trekking dan banyak hal lainnya lagi.

Saya melahap banyak buku-buku rohani yang membangun iman, bergabung ke banyak komunitas lain seperti komunitas traveling, fotografi, pecinta alam, sampai menjadi relawan/volunteer untuk beberapa aksi kemanusiaan. I love do it all!

5. Melayani Tuhan

Meskipun saya sibuk bekerja dan suka bertualang kemana-mana, saya tetap aktif bergereja dan melayani pekerjaan Tuhan. Saya melayani Tuhan bukan karena saya mampu/hebat, tapi karena hanya inilah yang bisa saya persembahkan kepada-Nya sebagai bukti bahwa saya mengasihi Dia lebih dari segalanya.

Saya tak hanya melayani di gereja, tapi saya juga memakai semua hal yang ada pada diri saya untuk kemuliaan-Nya. Mobil saya sering dipinjam tetangga untuk mengantar orang sakit/acara pernikahan (manten/ngunduh mantu), rumah saya terbuka untuk cara komsel/doa, kesaksian hidup yang saya tulis di blog bisa menguatkan mereka yang ada di dunia maya dan beberapa kali tulisan sayapun dimuat di majalah rohani dan menjadi berkat untuk para youth yang membacanya...YouTube dan social media lainnya juga saya pakai untuk membantu orang lain untuk promosi usahanya.


"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." - 1 Timotius 4:12

Masa muda adalah masa yang menyenangkan. Jangan buang masa mudamu untuk hal-hal yang sia-sia. Pakai masa mudamu untuk menjadi pemuda yang maksimal, pemuda dengan spirit excellent, pemuda teladan yang menyenangkan hati Tuhan, keluarga dan semua orang yang ada disekelilingmu. Jauhi hal-hal negatif, pergaulan yang merusak dan bayar harga untuk mengikut Tuhan lebih sungguh lagi. Trust me, it worth!

Monday, July 30, 2018

Nasi Tahu Sate Ayam Blendet Kuning, Makanan Khas Balong Ponorogo

Dulu namanya Sate Kopok...

Sekarang namanya Sate Blendet...

Ini jenis makanan yang sekarang agak langka, tapi tetep eksis di daerah Balong, Ponorogo. Rasanya gurih dan lezat lho...




So, inilah jenis varian Sate Ayam Ponorogo yang ke empat! Orang-orang tahunya Sate Ayam Ponorogo itu: Sate Tukri (Jl. Lawu), Sate Purbosuman (Ngepos), Sate Setono (ngider di gerobak pinggir-pinggir jalan)...

Nah, ada satu lagi jenis Sate Ayam Ponorogo nih...yaitu Sate Blendet aka Sate Kopok (hihihi banyak yang jijik kalo disebut 'Kopok' makanya diganti 'Blendet')

If you travel to Ponorogo, you should try this one!

So yummy. Dijamin endess gulendesss cyin!

Oh ya, biasanya Sate Blendet disajikan bersama Nasi Tahu. Jadi bentuk aslinya itu, Nasi Tahu dikasih Sate Ayam dan disiram kuah Blendet Kuning.

Hayokkk dicoba...

Friday, July 20, 2018

Cara Menanam Adenium (Kamboja Jepang) dari Biji

Adenium atau Kamboja Jepang adalah salah satu tanaman cantik yang tahan panas dan kering. Banyak orang menyukai tanaman yang satu ini. Cara menanam Adenium tidaklah sulit. Simak videonya untuk mengetahui step by step menanam Adenium dari bijinya.




Monday, July 09, 2018

Ekspedisi Gunung Lawu (3,265 mdpl) Turun via Candi Ceto Karanganyar with Team STRESS 98 (Part 2)

Jalur Candi Ceto merupakan salah satu jalur pendakian yang terkenal (resmi) untuk menuju Gunung Lawu (3,265 mdpl). Jalur ini melewati Pos Perizinan - Pos 5 (Bulak Peperangan) yang merupakan pos pertemuan antara pendaki dari Jogorogo Ngawi dan Candi Ceto Karanganyar. Kemudian dari Pos 5, pendaki bisa langsung ke Gupakan (Tapak) Menjangan - Pasar Dieng - Hargo Dalem - Hargo Dumilah (Puncak Lawu).

Kami berlima (Team STRESS 98) mengawali pendakian via Jogorogo Ngawi dan turun via Candi Ceto Karanganyar.

Berbeda dengan jalur Jogorogo Ngawi yang jalannya agak sulit dikenali, jalur pendakian lewat Candi Ceto ini sangat mudah dikenali dan ramai sehingga memudahkan bagi pendaki pemula untuk sampai ke Gunung Lawu.




Catatan perjalanan via Jogorogo Ngawi bisa dibaca disini. Anyway, jalur pendakian Jogorogo Ngawi tidak disarankan dilalui oleh pendaki pemula karena memerlukan keahlian khusus di bidang pemetaan gunung.

Wednesday, July 04, 2018

Ekspedisi Gunung Lawu (3,265 mdpl) via Jogorogo Ngawi with Team STRESS 98 (Part 1)

Ini bukanlah jalur resmi pendakian ke Gunung Lawu. Biasanya jalur ini dipakai oleh orang-orang yang sedang 'nglakoni' atau sedang berburu ilmu kanuragan tertentu.

Karena bukan jalur resmi pendakian, jarang ada pendaki menggunakannya. Jalannya banyak yang tertutup ilalang, ekstrim dan hampir tak terlihat mata.

Tidak disarankan menggunakan jalur ini tanpa seorang ahli pemetaan gunung...


Pendakian dimulai dari rumah Pak Sidi di Desa Girimulyo, kemudian berlanjut ke Pos 1 (Ukir Bayi), Pos 2 (Udal-udal), Pos 3 (Bulak Akasia), Pos 4 (Pendem), Pos 5 (Bulak Peperangan) sampai ke Pos 6 (Hargo Dalem).

Baca kelanjutan kisahnya disini.

Saturday, June 23, 2018

Generasi Tua, Generasi X, Generasi Milenial (Y) dan Generasi Z



Perkembangan zaman tak bisa dilawan. Setiap generasi yang lahir di era tertentu akan membawa ciri khasnya masing-masing. Setidaknya ada 4 sebutan generasi yang saat ini sedang eksis di dunia:
- Generasi X lahir antara tahun 1966 - 1976
- Generasi Milenial (ato yang sering disebut sebagai Generasi Y) lahir antara tahun 1977 - 1994
- Generasi Z (ato yang sering disebut Kids Jaman Now) lahir antara tahun 1995 - 2012
- Generasi Alfa lahir setelah tahun 2012

Ke empat generasi ini mempunyai perbedaan satu sama lain. Generasi Milenial dan Generasi Z (dan generasi sesudahnya) berada di era modern dengan keterbukaan informasi yang luar biasa dengan adanya internet. Buat Generasi Milenial dan Generasi Z, smartphone dan gadget menjadi makanan sehari-hari dan setiap saat. Mereka mudah menjangkau sebuah informasi atau belajar ilmu baru melalui internet.

Jika orang tua kita waktu kecil ditanya "Mau jadi apa?", kebanyakan mereka akan menjawab 'Dokter ato Guru ato Polisi...bla bla bla...'. Tapi Generasi Milenial dan Generasi Z bisa berbeda. Jangan heran jika suatu hari nanti kamu akan mendapati jawaban "Aku mau jadi YouTuber" ato "Aku mau jadi Vlogger" dari seorang anak (dan mungkin itu juga yang menjadi cita-citamu saat ini).

Saya termasuk dalam Generasi Milenial. Orang tua saya awalnya agak sulit mengerti tentang cara hidup saya. Mereka pernah menginginkan saya menjadi seorang Dokter. Demi menyenangkan hati orang tua, saya mengajukan diri ke Fakultas Kedokteran Gigi di sebuah universitas negeri di Jember dan saya diterima tanpa tes! Tapi, pada akhirnya saya tidak kuliah disana, saya memilih kuliah di sebuah fakultas teknik di universitas negeri di Surabaya (saya diterima disini juga tanpa tes), dengan pertimbangan (saya)...kuliah di fakultas teknik bisa 'lulus lebih cepat' daripada kuliah di fakultas kedokteran (jadi saya bisa mengejar mimpi saya segera setelah lulus kuliah hahaha).

Cita-cita saya saat itu adalah menjadi pengusaha. Orang tua saya tidak bisa menerima itu karena mereka adalah Pegawai Negeri Sipil dan mereka tidak punya modal untuk berdagang ato membuka usaha. Pola pikir mereka terdidik untuk tunduk pada aturan dan kenyamanan, sedangkan saya punya pola pemikiran yang sangat terbuka, berani mengambil resiko apapun, yang mungkin dianggap 'liar' oleh mereka.

Sebulan setelah saya diwisuda, saya diterima menjadi engineer di sebuah perusahaan kapal fiberglass di Jakarta. Saya bekerja sesuai bidang saya, sesuai dengan gelar yang saya dapat dari kampus, tapi tidak sesuai dengan passion saya. Makanya, saya hanya bertahan 1 tahun 8 bulan di perusahaan ini. Orang tua saya kebingungan luar biasa ketika tahu bahwa saya resign dari pekerjaan saya. Ohh, mereka langsung datang jauh-jauh dari Ponorogo ke Jakarta hanya untuk 'mengkotbahi' saya tentang makna bekerja (hahaha!) dan mensyukuri saja jadi karyawan. Karena 'campur tangan' orang tua saya, akhirnya saya kembali bekerja sebagai karyawan (engineer lagi) di perusahaan kapal kayu di Cinere. Tapi yah, karena memang bukan keinginan dari hati yang terdalam...sayapun kembali resign, hanya bisa bertahan setahun bekerja di perusahaan itu kemudian saya pulang ke Ponorogo.

Perjuangan saya cukup berat untuk mencapai mimpi saya. Kurang dukungan dan juga kurang modal. Saya merintis sebuah warnet di Ponorogo dari bawah. Orang tua saya mungkin menyesali karena pernah mengkuliahkan saya ke Surabaya yang pada akhirnya sebagian besar ilmunya ndak akan pernah terpakai lagi haha. Saya tahu bahwa orang tua saya 'galau' dengan tingkah anaknya yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kami berbeda generasi, berbeda passion dan berbeda cara hidup meski sama-sama ingin hal yang sama, yaitu SUKSES!

Saya terpaksa memindah lokasi warnet dari Ponorogo kota ke Sumoroto karena tak bisa membayar uang sewa warnet sebesar yang diminta pemilik rumah. Harus mengawali semuanya dari nol lagi. Buat saya itu gak masalah, tapi buat orang tua saya itu masalah. Sering terjadi konflik antara saya dan orang tua saya dulu karena perbedaan pandangan dan prinsip. But, it's okay. Berbeda itu biasa buat kami (terutama saya hehe). Orang tua saya bertambah heran ketika saya memutuskan untuk menutup warnet selamanya dan memilih bekerja di internet. Well, saat itu saya sudah mulai menemukan jalan hidup yang saya mau. Jalan hidup yang pasti tak akan dimengerti oleh orang tua saya yang dari Generasi Tua (ato generasi Baby Boomers yang lahir sebelum tahun 1966).

Saya menekuni dunia SEO (Search Engine Optimization). Saya bekerja di perusahaan yang berlokasi di Amerika tapi saya bisa mengendalikan pekerjaan saya dari mana saja, asal ada internet. Untuk meredam 'kegalauan' orang tua dan membuat mereka percaya akan cara hidup yang saya pilih, saya mengajak mereka ke dealer mobil di Madiun. Saya membeli mobil baru (kredit selama 3 tahun) untuk mereka.

Wah, orang tua saya takjub...Mereka mulai 'melepaskan' saya sejak hari itu untuk berdiri di kedua kaki saya sendiri sampai hari ini...

***

Menyatukan perbedaan antar generasi memang gak mudah. Kepercayaan adalah kuncinya. Saat orang tua saya belum sepenuhnya percaya kepada saya, saya sulit berkembang. Tapi seiring berjalannya waktu, pada akhirnya mereka bisa menerima perbedaan kami dan memberi kepercayaan penuh kepada anak-anaknya untuk mengambil jalan hidupnya sendiri. Adik saya juga bekerja sebagai freelancer seperti saya di Surabaya (bedanya, adik saya lebih menekuni dunia YouTube dan online marketing). Dia lulusan teknik elektro dari sebuah universitas negeri di Jember yang juga mengambil jalan hidup tak sesuai dengan ilmu yang dipejarinya di bangku kuliah. Kami berdua punya sifat yang mirip, sama-sama pecinta kebebasan. Makanya kami memilih untuk bekerja di dunia yang bisa kami atur sendiri waktunya, punya banyak waktu untuk liburan, lepas dari ikatan dan aturan kantor. And yes, we're lucky because we're success on that!

Saya sering ketawa kalo melihat ada orang tua yang keukeuh memaksakan idenya, kemauannya dan kehendaknya sendiri kepada anak-anak muda. Oh God, it will useless! Generasi Milenial dan Generasi Z (dan generasi-generasi berikutnya nanti) adalah generasi dengan kebebasan. Bebas itu bukan berarti negatif. Bebas itu tidak terhalang, tidak terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa. Jika generasi muda dikekang, itu hanya akan membuat mereka kerdil. Membuat mereka tak bisa membuat terobosan dan inovasi baru. Dunia bisa kembali ke zaman batu jika generasi muda tak diberi kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri sesuai dengan eranya.

Orang tua saya sudah lebih 'kekinian' sekarang. Mereka menikmati hasil 'kebebasan' dari anak-anaknya. Kapanpun mereka minta liburan (pergi ke kota ato negara lain), saya ato adik saya bisa menyertai mereka. Saya punya waktu tanpa batas untuk keluarga karena pekerjaan saya sekarang (jalan hidup yang pernah mereka 'halang-halangi' dulu). Bersyukur, saya bisa melepaskan diri dari bayang-bayang orang tua saya. Saya bukan pemberontak. Saya hanya punya jalan yang berbeda dengan yang orang tua saya tahu.

So, If you are the Millennial or Generation Z, just be you and fight for your dreams, but don't forget to respect the older (especially your parents). Para muda pasti jengkel jika dipaksa 'memakai baju' selera orang tua yang gak up to date dengan style jaman now. Saya pernah merasakan ada di posisi itu. But now, I'm free. Memang perlu berjuang keras untuk menjadi diri sendiri...but it worth to fight.

Jika anda berasal dari Generasi X ato generasi yang diatasnya lagi, pliss...hargai juga perbedaan prinsip dan pandangan dengan kaum muda. Yang muda-muda memang kalah di umur. Tapi pengalaman belum tentu kalah. Karena pada dasarnya Generasi Y, Z dan seterusnya adalah makhluk yang cepat belajar dan berani mengambil resiko. Jadi pengalamannya bisa cepat melesat, melebihi generasi-generasi sebelumnya.

Saturday, June 09, 2018

Resep Orak-arik Telur Saus Tiram

Bumbu :
- 6 siung Bawang Merah
- 1 siung Bawang Putih
- 3 sdt Gula
- 2 sdt Garam
- 1/2 sdm Saus Tiram

Bahan :
- 2 butir Telur Ayam
- 3 buah Sosis Ayam
- Sawi Putih, pisah bagian atas dan bawah
- Brokoli
- Daun Seledri
- Wortel

Cara Memasak :


Saturday, June 02, 2018

Catat! Tempat-tempat Belanja Seru di Bali!!

Berkunjung ke suatu tempat, kurang lengkap rasanya jika tidak membeli oleh-oleh/buah tangan untuk dibawa pulang.

Nah, jika kamu ke Bali...kamu harus catat tempat-tempat berikut ini karena disini kamu bisa mendapatkan barang-barang khas Bali yang unik dan istimewa dengan harga miring.

Apa saja? Simak videonya yuk...