Saturday, October 10, 2009

Tuhan Sengaja Lho?!

Oleh : Angelina Kusuma

Hakim-hakim 3:4-5, Orang-orang itu menjadi batu ujian bagi generasi baru bangsa Israel, untuk melihat apakah mereka mau atau tidak mau menaati perintah-perintah TUHAN yang diberikan Musa kepada mereka. Demikianlah bangsa Israel hidup di antara orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus (terjemahan Firman Allah Yang Hidup).

Mungkin anda pernah bertanya-tanya, kenapa anda ditempatkan oleh Tuhan di lingkungan yang belum mengenal Nama-Nya atau di antara orang-orang yang menolak pemberitaan mengenai kabar keselamatan dari Tuhan Yang Hidup itu. Jawabannya, bukan karena Tuhan tidak mengasihi anda, tapi semua itu diperbuat-Nya dengan 'sengaja' sebagai batu ujian yang akan membuat terang anda semakin bercahaya.

Banyak orang merasa diberkati rohaninya jika mereka berada di lingkungan mayoritas. Tapi sesungguhnya, berkat rohani akan semakin melimpah saat kita berada di lingkungan minoritas. Coba bayangkan ketika anda menggenggam sebatang lilin di tengah ruangan yang berlampu kristal ratusan watt. Cahaya lilin anda tidak akan berarti apa-apa saat ia harus melawan terangnya lampu kristal yang menggunakan listrik untuk menghasilkan cahaya. Tapi ketika anda memasuki sebuah ruangan yang gelap gulita sambil membawa lilin yang sama itu, terang lilin akan sangat berguna karena ia satu-satunya sumber yang bisa membuat seluruh ruangan terlihat jelas.

Meski bangsa Israel berhasil masuk ke tanah Kanaan, ternyata tidak semua bangsa yang mendiami tanah itu diusir oleh Tuhan. Ia masih menyisakan beberapa bangsa kafir seperti orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, yang semuanya digunakan untuk menguji kemurnian iman generasi bangsa Israel selanjutnya yang tidak ikut merasakan beratnya perjuangan keluar dari Mesir dan peperangan merebut tanah Kanaan.

Ada maksud khusus yang anda emban ketika Tuhan menempatkan anda di antara keluarga-keluarga yang belum mengenal Kristus, ada tujuan mulia yang harus anda kerjakan ketika Tuhan membiarkan anda di lingkungan yang belum menerima kebenaran Firman-Nya, dan ada rencana yang indah atas hidup anda ketika Tuhan mengutus anda diam di antara orang-orang yang menolak kedatangan Tuhan Yesus. Semua rintangan yang diizinkan-Nya ada di sekeliling anda itu digunakan oleh Tuhan untuk menguji apakah anda akan tetap mengikut Dia dengan segenap hati atau terpengaruh ikut arus dunia sekitar anda dan menjadi serupa dengan mereka yang masih hidup di kegelapan tersebut.

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala (Lukas 10:3). Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Matius 5:16).


Friday, October 09, 2009

Perkawinan Campur

Oleh : Angelina Kusuma

Menjalin hubungan dengan orang yang tidak sepadan rohani (beda agama dan juga beda visi misi hidup) ternyata merupakan salah satu dosa yang sulit dilepaskan alias mencandu!

Rasanya, saya sudah bosan berbicara padanya, seorang sahabat dekat yang saya kenal lebih dari tujuh tahun. Sejak dua tahun yang lalu saya sudah berbicara kepadanya mengenai kebenaran Firman Tuhan bahwa anak-anak Tuhan dilarang oleh Alkitab mempunyai hubungan dengan orang-orang yang tidak sepadan rohani dengannya. Tapi ternyata sahabat saya ini tetap melakukannya sampai sekarang. Ibaratnya, sampai mulut saya berbusa dan saya sudah lelah berbicara mengenai hal itu dengannya, tapi pertanyaan darinya masih saja berkutat seputar, "Kenapa ya orang Kristen tidak boleh menikah dengan orang seberang?"

Arghhh...ingin rasanya berteriak-teriak, "Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat dan maut sudah mengangakan mulutnya padamu!" kepada sahabat saya ini karena kebebalan hatinya hahaha. Untunglah, Bapa selalu melembutkan hati saya ketika ia datang kepada saya dan membuat saya tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia itu meski ia datang hanya untuk 'pamer' karena ia sudah mempunyai pacar (lagi) meski berbeda agama.

Di jalinan hubungannya dengan pria pertama, dia tidak melibatkan saya dalam hal pengambilan keputusan (mungkin lebih tepatnya ia tidak mau melibatkan saya lebih awal karena ia sudah tahu bahwa jawaban saya pasti, "TIDAKKKK!!!!!!"; pake huruf besar semua plus tanda seru seratus hehehe). Setelah jalinan pacaran itu berlangsung beberapa lama dan ketika keinginan mereka hendak melangsungkan pernikahan ditentang oleh keluarganya, barulah sahabat saya ini mendatangi saya dengan tergopoh-gopoh, "Bagaimana ini, aku pacaran sama cowo yang beda agama. Gimana cara mutusin dia?"

Oh En Jie, my name...saya terkesima mendengar pengakuannya! Sahabat saya ini punya start mengikut Kristus lebih dulu dari pada saya. Ketika saya masih ragu-ragu apakah saya sudah memilih keputusan yang benar dengan mengundang Yesus masuk ke dalam hati saya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi saya, ia sudah berani berlari ke depan altar gereja lebih dulu dan dibaptis selam hari itu juga!

Ternyata bunyi Firman Tuhan di Matius 19:30, Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu, tergenapi adanya. Orang yang tertobat lebih dulu belum tentu bahwa ia akan mencapai garis akhir yang gemilang dan orang yang mengenal Kristus lebih akhir, belum tentu imannya lebih buruk dibandingkan orang yang mengenal Dia lebih awal. Semua tergantung dari integritas dan konsistensi seseorang dalam hal memegang prinsip dari awal ia menyerahkan dirinya kepada Kristus hingga akhirnya nanti.

Setelah kami berdoa sepakat, akhirnya Tuhan membuka jalan. Ia mengambil komitmen untuk melepas pria tersebut dan kembali belajar Firman Tuhan. Saya pikir, itu adalah pengalaman yang pertama dan yang terakhir baginya mengenai bersinggungan dengan pasangan yang tidak sepadan. Saya pikir, ia sudah kapok dan benar-benar berbalik kepada Tuhan, karena melalui pengalaman itu ia benar-benar merasa terpukul karena sudah melukai hati Bapa pada akhirnya. Ternyata oh ternyata...apa yang ada di pikiran saya mengenai dia hanya sebatas angan-angan saja. Sekarang saya kembali mendengar kabar bahwa ia hendak melangsungkan pernikahan kembali dengan pria yang berbeda agama!

Saat mengetahui kabar kali kedua ini, perasaan sedih, marah, kesal sekaligus penyesalan yang teramat dalam melingkupi hati saya. Apakah saya sudah mengendorkan pegangan tangan saya padanya sehingga ia jatuh ke dalam dosa yang sama untuk kedua kalinya? Ah, tidak! Bukan salah orang lain jika seseorang jatuh ke dalam dosa. Saya juga sudah banyak bicara untuk menguatkan imannya setelah lepas dari pria pertama dulu. Mungkin karena merasa dikejar oleh umur, maka sahabat saya ini mudah dibutakan oleh tipu muslihat iblis. Ia memang lebih tua dari saya, dan mungkin jika nanti saya ada di tangga usia seperti dia sekarang dan masih tetap single, saya juga akan menghadapi tekanan yang sama, yaitu 'dipaksa' menikah dengan pria seadanya dari pada malu pada pandangan dunia luar.

Di Alkitab, sudah banyak contoh yang mengisahkan tentang penghukuman Tuhan yang ditimpakan kepada orang-orang percaya karena mereka melakukan dosa kawin campur dan ada banyak perintah serta ancaman yang sudah dikatakan-Nya mengenai hal perkawinan dengan orang-orang yang berseberang iman kepercayaan ini.

Kejadian 6:2-3, Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." (akhir dari kisah ini, Tuhan mengirimkan air bah sehingga seluruh manusia musnah kecuali Nuh dan orang-orang yang bersama dia di dalam bahtera).

Keluaran 34:15-16, Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu; apabila mereka berzinah dengan mengikuti allah mereka dan mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengundang engkau dan engkau akan ikut makan korban sembelihan mereka. Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi isteri anak-anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzinah dengan mengikuti allah mereka, maka mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzinah dengan mengikuti allah mereka.

Ulangan 7:3-4, Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki; sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

Nehemia 13:25-26, Aku menyesali mereka, kukutuki mereka, dan beberapa orang di antara mereka kupukuli dan kucabut rambutnya dan kusuruh mereka bersumpah demi Allah, demikian: "Jangan sekali-kali kamu serahkan anak-anak perempuanmu kepada anak-anak lelaki mereka, atau mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai isteri untuk anak-anak lelakimu atau untuk dirimu sendiri! Bukankah Salomo, raja Israel, telah berbuat dosa karena hal semacam itu? Walaupun di antara begitu banyak bangsa tidak ada seorang raja seperti dia, yang dikasihi Allahnya dan diangkat oleh Allah itu menjadi raja seluruh Israel, namun diapun terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu.

Ezra 9:12, Jadi sekarang janganlah kamu memberikan anak-anak perempuanmu kepada anak lelaki mereka, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka untuk anak-anak lelakimu. Janganlah kamu mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka untuk selama-lamanya, supaya kamu menjadi kuat, mengecap hasil tanah yang baik, dan mewariskan tanah itu kepada anak-anakmu untuk selama-lamanya.

Hakim-hakim 3:6-8, Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu. Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.

Daniel 2:43, Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Apa yang Tuhan kehendaki dari perkawinan-perkawinan antara sesama orang percaya?

1. Supaya berkat orang percaya bertambah

Pengkotbah 4:9, Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja, hasilnya akan lebih baik (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).

2. Supaya dapat bertahan lebih kuat menghadapi hidup

Pengkotbah 4:12, Dua orang yang bepergian bersama dapat menangkis serangan, tapi orang yang sendirian mudah dikalahkan. Tiga utas tali yang dijalin menjadi satu, sulit diputuskan (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).

Penjelasan tiga utas tali di ayat ini adalah perumpamaan persatuan dari ketiga bentuk pribadi, yaitu suami, istri, dan Tuhan.

3. Supaya mendapatkan anak-anak yang menjadi umat Allah yang sejati

Maleakhi 2:15, Bukankah Allah Yang Esa menjadikan kamu satu tubuh dan satu jiwa dengan wanita itu? Apakah maksud TUHAN dengan itu? Tak lain supaya kamu mendapat anak-anak yang menjadi umat Allah yang sejati. Jadi jagalah dirimu, jangan sampai ada di antara kamu yang tidak setia kepada istrinya (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).


Berhati-hatilah terhadap tipu muslihat iblis yang hendak meruntuhkan mezbah-mezbah doa dan berkat orang percaya dengan merusak area relationships kita salah satunya dengan perkawinan campur. Be holy coz Jesus is holy (nj@coe).




Thursday, October 08, 2009

Yesus Sangat Mengerti


Album rohani yang satu ini agak lain dari pada yang lain. Berisi hanya satu buah lagu saja namun dikemas dengan arransement yang berbeda-beda. Mulai dari suara anak-anak sampai irama keroncong, semua ada. Ke dua belas arransement-nya pun dinyanyikan oleh para penyanyi yang sudah akrab di telinga kita, penikmat musik rohani Tanah Air dan rata-rata sudah sangat berpengalaman malang-melintang di dunia seni.

Lirik dan lagu Dia Mengerti yang ada di album Yesus Sangat Mengerti ini ditulis oleh Rev. Isaac Arief. Sebagai pengingat, lagu ini versi pertama kalinya dinyanyikan oleh Delon Idol feat Superkids di album Hujan Berkat yang pernah menjadi soundtrack sebuah miniseri rohani di stasiun televisi RCTI dan pernah juga dinyanyikan oleh Maria Shandi dan Angel Karamoy.

Dalam sekapur sirih di album Yesus Sangat Mengerti produksi Maranatha Record ini, Rev. Isaac Arief menulis:

Waktu Lazarus sakit di kampung Betania, kedua kakaknya, Maria dan Marta, mengirim kabar kepada Yesus dengan harapan Dia akan datang segera dan menyembuhkannya. Namun, Yesus sengaja mengulur waktu dengan tujuan untuk mengajarkan tentang iman. Akibatnya, penyakit Lazarus makin parah dan iapun meninggal. Terlambat sudah dan tak ada jalan keluar, apalagi keadaan Lazarus sudah membusuk di dalam kubur. Berakhirkah kisah ini dengan kepedihan, kekecewaan dan keputus-asaan? Tidak, ceritapun bergulir dan hambatan-hambatan iman muncul. Murid-murid ketakutan dan mengingatkan Yesus untuk tidak kembali ke Yudea, karena baru saja disana Dia dilempari batu; murid-murid membatasi kuasa Tuhan dengan berkata, "Tuhan, jikalau ia tertidur ia akan sembuh". Rasa pesimis Tomas nampak dari perkataannya, "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia", dan Marta mengetahui dan percaya kebangkitan terjadi pada masa yang akan datang, bukan masa kini. Setelah hambatan-hambatan ini teratasi, mukjizatpun terjadi dan Lazarus pun bangkit dari kematian (Yohanes 11:1-44).

Kisah di atas merupakan landasan berpikir dalam menulis lagu "Dia Mengerti" yang meluncur begitu saja sebagai karya Roh Kudus saat penyembahan dalam pergumulan mengatasi persoalan ekonomi pelik.

Adakah saudara merasakan jalan buntu terhadap persoalan apapun yang saudara alami? Yakinlah Dia tak pernah ingkar janji dan sanggup membuka jalan, asalkan saudara punya iman. Ya, mari kita bersama melantunkan lagu ini, "...Dia mengerti, Dia perduli..."

Lirik lagu:
Terkadang kita merasa
Tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu, terlambat sudah
Tuhan tak pernah berdusta
Dia s'lalu pegang janji-Nya
Bagi orang percaya, mukjizat nyata

Reff:
Dia mengerti, Dia Perduli
Persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti, Dia perduli
Persoalan yang kita alami
Namun satu yang Dia minta
Agar kita percaya
Sampai mukjizat menjadi nyata

Track list:
1. Regina Pangkerego
Music: Aristides Suwono
2. Herlin Pirena
Music: Franky Pangkerego
3. Franky Sihombing
Music: Aristides Suwono
4. Intrumental Version
Music: Simeon Nyoto
5. Gloria Trio
Music: Franky Pangkerego
6. Samuel
Music: Widya Kristianti
7. Lisa A. Riyanto
Music: Arie A. Riyanto
8. Vita Wulansari (Keroncong Version)
Music: David Tities
9. Pdt. Hendro Suryanto
Music: Arnold Sadrach
10. Letjie Sampingan
Music: Franky Pangkerego
11. Pdt. Vetry Kumaseh (feat: Velia, Glory, Yobela & Lydia Pesik)
Music: Fransiscus
12. Brenda
Music: Simeon Nyoto

Harga:
Kaset: Rp. 20.000
CD: Rp. 60.000



Credit: Link


Forest


Your voice is calling me...

Sound of whispering leaf in a deep forest
Water fall around a river
Rock and slope to climb

Solitude piece, no one talking loudly
Everyone can listen birds song there
Dancing with the cold air
Never ending view to capture

Wild
Strange
Weariful
Sometimes, it's weird

But, there are gloriously behind overall

Challenge
An adventure
And freedom!



Date: 16 June 2009
Location: Slampir Waterfall, Desa Kare, Kec. Kare, Kab. Madiun
Photographer: Angelina Kusuma
Camera: Power Shot A590 IS



Wednesday, October 07, 2009

Yunus, Si Nabi Nyentrik

Oleh : Angelina Kusuma

Tahu dong siapa itu Yunus? Yup, salah satu nabi yang sudah dipilih oleh Tuhan untuk menyampaikan Firman-Nya kepada umat-Nya. Tiap kali saya membaca kisah Yunus, saya selalu tertawa. Dari sekian banyaknya nabi-nabi yang ada di Perjanjian Lama, Yunus adalah seorang nabi paling nyentrik dibandingkan nabi yang lain. Berkali-kali ia berani menentang Tuhan dengan tindakannya yang semau gue dan buandell full.

Tuhan berbicara kepada Yunus, "Pergilah ke Niniwe, kota besar itu, untuk mengancamnya, karena Aku tahu bahwa penduduknya jahat sekali." Oh ho, selesai mendapat perintah dari Big Bos-nya, Yunus langsung pergi! Tapi bukan pergi ke Niniwe seperti yang ada di skenario Tuhannya, melainkan melenceng, membuat rencana bepergian sendiri ke Tarsis lewat Yafo dengan kapal.

Karena dirinya, kapal yang ditumpanginya dibuat hampir celaka oleh Tuhan. Kapal itu dilanda angin ribut dan badai besar sehingga membuat para awak kapal dan nahkoda menjadi gusar sekaligus ketakutan. Kemudian,...plunggg...Yunus pun mereka lemparkan ke dalam laut dan badai berhenti. Nasif Yunus sungguh sial. Di laut, seekor ikan besar menelannya hidup-hidup dan membuatnya tinggal di dalam perut ikan itu selama tiga hari tiga malam. Untunglah, Yunus menyesali ketidak-taatannya selama berada di dalam perut ikan besar sehingga Tuhan mendengarnya dan segera menyuruh ikan itu memuntahkan Yunus ke darat.

Untuk kedua kalinya, Tuhan pun memanggil Yunus kembali dan memberi perintah kepadanya untuk pergi ke Niniwe setelah pengalamannya melarikan diri dari panggilan Tuhan yang pertama. Kali ini, Yunus tidak mengecewakan Big Bos-nya. Ia pergi ke Niniwe dan bicara tepat seperti yang dikatakan oleh Tuhan kepada seluruh penduduk di Niniwe, sampai-sampai raja dan para pembesarnya memaklumkan sebuah perintah agar seluruh penduduk kota Niniwe sampai kepada ternak, lembu sapi dan kambing dombanya untuk berpuasa.

Terjadi pertobatan besar-besaran di Niniwe karena perkataan Yunus sehingga kota itu akhirnya diselamatkan oleh Tuhan. Lalu Yunus? Hahaha, Yunus bukannya senang dan bergembira karena kota Niniwe diselamatkan oleh Big Bos-nya. Eh, dia malah marah!

Yunus pergi ke sebelah Timur kota lalu membangun sebuah pondok untuk berteduh dan menanti-nanti apa yang akan terjadi atas Niniwe. Melihat Yunus yang cemberut, Tuhan menumbuhkan sebatang pohon jarak untuk menaunginya dan membuatnya terhibur, sejenak lupa akan kekesalan hatinya. Tapi keesokan harinya, Tuhan mengirimkan seekor ulat yang menggerek pohon itu sehingga menjadi layu saat terkena panas terik matahari dan kemudian mati.

Melihat pohon penghiburannya mati, Yunus kembali marah. Tapi kali ini, Tuhan memberinya pengertian kenapa Ia menyelamatkan Niniwe dengan perantaraan pohon jarak yang ditumbuhkan-Nya kemudian dimatikan-Nya dalam satu malam saja itu. Tuhan menyayangi semua manusia termasuk mereka yang telah berbuat dosa kejahatan. Jika mereka yang pernah berbuat jahat itu mau berbalik dari jalan-jalan salah dan bertobat dari dosa-dosanya, maka Ia pun akan melepaskan mereka dari hukuman maut bahkan membatalkan rancangan kecelakaan yang sudah direncanakan-Nya atas mereka sebelumnya.

Yunus tak hanya hidup di zaman Perjanjian Lama saja. Kita mungkin pernah atau justru sedang melakukan tindakan Yunus ini. Kita kadang sering berdalih ini itu ketika Tuhan menyuruh kita melakukan sesuatu dan iri karena orang lain mengalami keselamatan. Kita bisa menjadi Yunus-yunus masa kini dengan gaya semau gue dan kebandelannya yang sama seperti Yunus di masa Perjanjian Lama itu.

Dari Yunus, kita bisa belajar beberapa hal penting mengenai respon terhadap panggilan/tugas/perintah yang diberikan oleh Tuhan untuk kita:

1. Rencana Tuhan tidak bisa digagalkan oleh rencana Manusia

Meski Yunus telah berencana hendak pergi ke Tarsis untuk menghindari Niniwe, pada akhirnya ia sampai ke Niniwe juga.

Yunus 1:2-3, "Pergilah ke Niniwe..." Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis...
Yunus 3:3, Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah.

2. Menolak/menghindar melaksanakan tugas yang diberikan oleh Tuhan, hanya akan memperpanjang 'sekolah tambahan' bagi kita

Ketika Yunus menolak berbicara kepada Niniwe seperti yang sudah diperintahkan oleh Tuhan, ia mengalami serangkaian proses untuk membuatnya semakin rendah hati dan mengakui kekuasaan Tuhan atas hidupnya. Mulai dari kejadian kapal yang ditumpanginya dilanda badai, dilemparkan ke dalam laut, sampai ditelan oleh ikan besar dan terpaksa tinggal di dalam perutnya selama tiga hari tiga malam, semua itu merupakan 'sekolah tambahan' bagi Yunus sampai akhirnya ia menyatakan bersedia menjalankan tugas yang sudah diembankan kepadanya dengan baik.

Yunus 2:3, Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
Yunus 2:9-10, Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!" Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.

3. Ketika kita melayani Tuhan, kita hanyalah alat di tangan-Nya. Dialah yang sebenarnya mengasihi jiwa-jiwa, lebih dari segala usaha yang sudah kita lakukan untuk-Nya

Tuhan mengajari Yunus untuk menyadari bahwa Dia lebih mengasihi Niniwe meskipun mereka telah berbuat dosa sebelumnya dan menyediakan diri untuk pertobatan bagi bangsa-bangsa tanpa terkecuali.

Yunus 4:10-11, Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" (nj@coe)




Tuesday, October 06, 2009

Strategi Iblis Untuk Membunuh Iman Manusia

Oleh : Angelina Kusuma

Pagi ini, kegiatan browsing saya menemukan 4 strategi yang biasa dipakai oleh iblis untuk membunuh iman manusia. Strategi-strategi yang dipakai oleh iblis ini ternyata bukanlah strategi yang terlalu rumit untuk dikenali, namun biasanya tidak kita sadari secara langsung karena caranya yang begitu halus dan terlihat seperti suatu hal yang 'biasa' kita lakukan sehari-hari.

Ketika Musa hendak membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir, banyak rintangan dan tantangan yang dibuat oleh Firaun untuk mencegah umat Tuhan itu lepas dari cengkeramannya. Firaun merupakan gambaran iblis yang pasti tidak akan rela begitu saja jika Israel (manusia) memutuskan untuk hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan. Apa saja strategi yang dipakai Firaun (iblis) untuk merintangi Israel (manusia) keluar dari Mesir (alam maut)?

Mari kita kenali tipu muslihat yang biasa dipakai iblis untuk memperdaya manusia:

Strategi 1: Membuat keadaan semakin berat dan manusia menjadi sibuk sehingga tidak punya waktu lagi buat Tuhan

Keluaran 5:9, Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta.

Musa dan Harun menghadap Firaun untuk meminta waktu bagi bangsa Israel pergi ke padang gurun mempersembahkan korban kepada TUHAN mereka. Firaun tidak mengizinkan permintaan Musa dan Harun tersebut, justru menambah beban kepada bangsa Israel untuk bekerja semakin keras di bawah tekanan yang berat dari para mandur-mandur Firaun.

Semua orang pasti perlu bekerja untuk menghasilkan uang dan demi bertahan hidup di bumi ini. Tapi pekerjaan dan uang bisa membuat kita semakin jauh dari Tuhan ketika kita diperhamba olehnya. Iblis menggunakan celah ini untuk membuat manusia lupa akan kebutuhan utamanya terhadap Tuhan.

Ketika kita semakin disibukkan oleh pekerjaan dan menghadapi kehidupan yang kian berat dari hari ke hari sehingga waktu kita untuk bersekutu dengan Tuhan terpangkas habis, kita akan lebih mudah jatuh ke dalam pelukan dosa karena saat itu benteng pertahanan kita terhadap serangan iblis pasti rapuh.

Strategi 2: Ikut mendemonstrasikan mukjizat untuk menarik perhatian manusia

Keluaran 7:11-12, Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka. Masing-masing mereka melemparkan tongkatnya, dan tongkat-tongkat itu menjadi ular; tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka.

Keluaran 7:20-22, Demikianlah Musa dan Harun berbuat seperti yang difirmankan TUHAN; diangkatnya tongkat itu dan dipukulkannya kepada air yang di sungai Nil, di depan mata Firaun dan pegawai-pegawainya, maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah; matilah ikan di sungai Nil, sehingga sungai Nil itu berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil; dan di seluruh tanah Mesir ada darah. Tetapi para ahli Mesir membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga hati Firaun berkeras dan ia tidak mau mendengarkan mereka keduanya seperti yang telah difirmankan TUHAN.

Keluaran 8:7, Tetapi para ahli itupun membuat yang demikian juga dengan ilmu-ilmu mantera mereka, sehingga mereka membuat katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir.

Musa mendemonstrasikan kuasa Tuhannya di depan mata Firaun agar ia yakin dan mau melepas bangsa Israel dari Mesir. Tapi, ternyata Firaun tak kalah cerdik. Ia memanggil para ahli-ahli dari negerinya untuk menandingi Musa. Dengan mantera-manteranya, para ahli-ahli Firaun pun bisa melakukan mukjizat-mukjizat yang 'mirip' dengan apa yang sudah dilakukan oleh Musa. Mereka bisa membuat ular dari tongkat mereka, mengubah air menjadi darah, dan memunculkan katak-katak. Bedanya, mukjizat yang dilakukan oleh Musa dan Harun tak terbatas karena mereka melakukannya dengan kuasa yang maha tinggi dari Tuhan, sedangkan para ahli-ahli Firaun melakukan mukjizat hanya dengan bantuan kuasa kegelapan (iblis) yang terbatas.

Dibandingkan dari ketiga jenis mukjizat yang berhasil diadakan oleh ahli-ahli Firaun, mukjizat Musa jauh lebih besar imbasnya sehingga para ahli-ahli itu tidak bisa lagi meniru mukjizat yang dilakukan Musa ketika ia membuat nyamuk-nyamuk dari debu tanah (Keluaran 8:17), melepaskan pikat (Keluaran 8:21), barah (Keluaran 9:8-11), hujan es (Keluaran 9:22-25), belalang-belalang (Keluaran 10:12-15), menciptakan kegelapan di seluruh Mesir (Keluaran 10:21-23), dan membuat anak-anak sulung di Mesir mati (Keluaran 11:4-5; 12:29).

Salah satu ciri yang dimiliki oleh iblis adalah suka pamer. Tampilan dari iblis biasanya lebih menarik dari pada tampilan anak-anak Tuhan. Misalnya saja dukun dan paranormal yang menawarkan alternatif penyembuhan dan solusi jitu atas masalah-masalah manusia dengan cara yang instan, tayangan-tayangan film yang vulgar menyedot banyak penonton, kehidupan orang-orang di luar Kristus yang nampaknya jauh lebih 'beruntung', anak-anak kegelapan yang lebih cantik-cantik dan tampan, dst.

Iblis berlomba-lomba berusaha menipu mata kita dengan kesenangan dunia sesaat. Tapi jika kita mampu menyadari siapa Tuhan yang kita sembah sebenarnya, kita akan bisa membedakan bahwa kuasa yang dimiliki oleh iblis dan kroni-kroninya itu tidak ada seujung kukunya kuasa yang sudah ditetapkan ada di dalam diri setiap anak Tuhan seperti kita!

Strategi 3: Membuat manusia bisa beribadah kepada Tuhan tapi tetap tinggal dalam dosa

Keluaran 8:25, Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini."

Dengan bujukan yang cerdik, Firaun menyuruh Musa dan bangsa Israel beribadah kepada Tuhan di Mesir. Mesir itu melambangkan kehidupan yang penuh perbudakan akan dosa. Banyak anak-anak Tuhan yang tidak menyadari bahwa ia hidup di dua dunia yang sebenarnya saling bertolak belakang. Di gereja mengangkat tangan dan berkata, "Halleluya...". Begitu keluar dari pintu gereja berkata, "Hai aku lupa...mari kita berbuat dosa lagi."

Kita tidak bisa beribadah tulus kepada Tuhan sambil melakukan dosa terus-menerus. Jika kita aktif di gereja sekaligus aktif merokok, mabuk-mabukan, narkoba, masturbasi/onani, kecanduan pornografi, berkata-kata kotor, menyimpan dendam kepada orang lain, hidup dalam kebencian, kikir, suka mengambil persepuluhan, berhubungan dengan dukun/paranormal, dll, berarti kita belum seutuhnya menjadi milik Tuhan tapi masih menjadi budak iblis!

Tuhan yang kita sembah itu Maha Kudus. Ketika kita hendak mengikut Dia dengan sungguh-sungguh, kita harus berani menyangkal diri dan memikul salib. Berbalik 180 derajat dari kehidupan lama kita dan bersedia menjaga hidup kudus di hadapan Tuhan setiap saat, bukan kadang-kadang atau "Kalau bisa akan diusahakan...".

Strategi 4: Membuat manusia mengikut Yesus namun tidak bisa lepas dari masa lalunya

Keluaran 10:24, Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: "Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu."

Kambing domba dan lembu sapi adalah bagian dari milik kesayangan seseorang yang pasti tidak ingin dilepaskannya dengan mudah. Matius 6:21 berkata, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." Firaun tahu kelemahan Israel. Dengan membujuk mereka meninggalkan harta mereka di Mesir, ia ingin agar Israel tidak terfokus 100% saat mempersembahkan korban bagi Tuhannya sehingga mereka cepat-cepat kembali ke Mesir lagi untuk menjemput semua miliknya itu.

Ketika kita terus hidup di masa lalu seperti kenangan akan keluarga kita yang broken home, pengalaman-pengalaman patah hati kita, penolakan-penolakan yang pernah kita terima, kegagalan-kegagalan yang kita alami, kehidupan kita yang dulunya kelam, penuh pemberontakan, kekecewaan, tidak kudus, dll, kita tidak akan bisa berkonsentrasi pada kasih Yesus yang begitu ajaib. Iblis tidak akan menyerang bagian hidup kita yang bertembok tebal, tapi ia akan mengintimidasi di titik-titik kelemahan kita.

Saya juga sering mengalaminya. Ketika saya ingin maju menginjili orang lain, iblis tak jarang membuat saya undur dengan satu pernyataannya yang melemahkan iman saya, "Bagaimana mungkin kamu bisa menginjili orang lain sedangkan keluargamu sendiri belum bertobat!"

Sebelum saya tahu strategi iblis yang ke 4 ini, saya sering mundur dengan teratur ketika mendengar pernyataan ini. Yah, memang beban yang belum saya selesaikan hingga kini adalah untuk membawa keluarga saya ke dalam pertobatan. Dan iblis tahu, itulah titik kelemahan saya makanya ia sering mengintimidasi saya dengan cara seperti itu. Mungkin, anda juga pernah mengalami hal yang saya alami ini. Kunci untuk lepas dari intimidasi iblis hanya dengan cara mendekatkan diri dengan Yesus dan menolak setiap intimidasi itu dengan kuasa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kita (1 Yohanes 1:9, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan; 1 Yohanes 4:4b, Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia).


Strategi yang dipakai iblis untuk membunuh iman manusia kelihatannya sepele dan sering kali kita jatuh ke dalam dosa karena tidak menyadari bahwa hal-hal yang kelihatannya 'biasa' itu bisa menjebak kita ke kondisi luar biasa di bawah kuasa iblis. Kenali musuhmu dan bangkit, lawanlah dia! Iblis tidak punya cukup kuasa untuk membuat kehidupan anda dan saya bertambah buruk. Kuasanya sudah dilucuti total oleh Yesus ketika Ia naik ke atas kayu salib, menyerahkan nyawa-Nya. Yang bisa membuat hidup kita bertambah buruk adalah keputusan kita sendiri, ketika kita mau berkompromi dengan rayuan iblis dan membuka celah agar dia masuk ke dalam hidup kita (nj@coe).




Credit : Link


Monday, October 05, 2009

Penyaringan

Oleh : Angelina Kusuma

Daniel 11:35, Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan, dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman.

Di rumah saya, ada air terjun mini yang di bawahnya dibangun sebuah kolam kecil. Di kolam ini, papi dan adik saya memelihara ikan-ikan hias mereka. Mulai dari yang bentuknya bagus hingga ikan-ikan yang bentuknya kurang menarik karena sisiknya hanya berwarna abu-abu. Ukuran ikan yang terkecil sekitar 3-4 cm dan ikan yang terbesar ukurannya sepanjang 10-15 cm.

Sudah tiga kali, kolam kecil itu diisi dengan bibit-bibit ikan. Kali pertama, papi saya membeli ikan-ikan bersisik kemerahan sebanyak 6 ekor. Karena dilihatnya menarik memelihara ikan disana, akhirnya beliau menambah lagi isi kolam tersebut dengan bibit-bibit ikan bersisik abu-abu kecil berjumlah banyak. Dan kali ketiganya, bulan lalu adik saya ikut menambahkan 4 ekor ikan berwarna keemasan ke dalam kolam. Saya bukan pecinta ikan, makanya saya tidak terlalu perduli, apa nama ikan-ikan yang sudah dilepas di kolam kecil oleh papi dan adik saya itu. Hanya saja, saya juga turut memeliharanya karena letak kolam ada di dalam rumah.

Beberapa hari ini, saya sering memperhatikan keadaan kolam kecil di bawah air terjun mini di rumah saya. Tiap pagi, papi atau mami saya harus mengangkat tubuh-tubuh ikan yang mati. Baik dari golongan ikan-ikan yang bersisik kemerahan, keemasan, dan yang kelabu, selalu ada yang mati satu per satu setiap hari. Segala usaha untuk mencegah kematian ikan sudah diusahakan oleh papi saya. Mulai dari mengganti air kolam dengan air yang bersih seminggu sekali sampai memberinya tanaman-tanaman yang hidup di air. Meski demikian, tetap saja ada ikan-ikan yang mati keesokan harinya.

Dari begitu banyaknya ikan yang sudah dilepas ke dalam kolam kecil, kini tinggal beberapa ikan bersisik kemerahan dan beberapa ikan bersisik abu-abu yang masih tersisa dan bertahan hidup. Yang lain-lain, termasuk ikan bersisik keemasan yang paling indah di antara ikan-ikan di kolam itu sebelumnya, sudah mati lebih dulu.

Anda dan saya, sebenarnya juga sama seperti ikan-ikan di dalam kolam kecil itu saat ini. Kita sedang memasuki akhir zaman yang penuh dengan pengujian, penyaringan, dan pemurnian. Siapa yang bisa bertahan setia kepada Kristus sampai pada garis akhir, ia akan memperoleh mahkota kehidupan kekal. Tapi yang tidak bisa bertahan, maut sudah di ambang pintu untuk menjemputnya.

Siap atau tidak siap, Kristus akan segera datang kembali ke dunia untuk kedua kalinya. Tanda-tanda akhir zaman semakin gencar terjadi hari-hari belakangan ini (Matius 24:5-12; munculnya mesias palsu [ayat 5], perang terjadi [ayat 6-7a], kelaparan dan gempa bumi dimana-mana [ayat 7], penganiayaan orang-orang percaya mulai nyata [ayat 9], banyak orang murtad dan saling membenci [ayat 10], nabi-nabi palsu juga bermunculan [ayat 11], dan kasih banyak orang menjadi dingin [ayat 12]).

Kegoncangan harus terjadi lebih dulu menjelang kedatangan-Nya, agar terjadi pemisahan antara yang gelap dan yang terang, yang pantas diselamatkan dan yang tidak, yang baik dan yang jahat, yang setia dan yang murtad.

Proses pengujian, penyaringan, dan pemurnian tak hanya terjadi di luar gereja, tapi juga akan merambah ke dalam gereja-gereja. Dari antara orang-orang percaya, juga akan dipisahkan antara orang yang benar-benar memiliki iman murni atau yang hanya sekedar KTP (Kristen Tanpa Pertobatan). Keselamatan yang sudah kita miliki sekarang harus tetap dikerjakan sampai Yesus menjemput kita ke keabadian. Keselamatan itu bukan hanya diterima sekali kemudian kita bisa berlaku seenaknya setelah itu. Tapi, hanya orang-orang yang setia dari awal sampai akhir tetap berjalan bersama Kristus dan yang tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri dari pengajaran-Nyalah yang akan diselamatkan (nj@coe).

Matius 24:13, Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Bersiaplah menghadapi hari-hari penyaringan yang dari Tuhan!




Sunday, October 04, 2009

Paksakan Kehendak-Mu Dalam Hidupku, Tuhan

Oleh : Angelina Kusuma

Sebelum hari ini, saya tidak pernah berani berkata, "Paksakan kehendak-Mu dalam hidupku, Tuhan." Alasannya? Saya takut kuwalat sama Dia! Takut hidup menderita! hehehe.

Sejak kecil, bisa dibilang saya belum pernah merasakan figur seorang ayah yang bisa membuat saya benar-benar aman ketika saya berada di sampingnya. Ayah kandung saya memang masih hidup hingga kini. Tapi figurnya sebagai seorang ayah yang bisa membuat saya bangga karena keberadaannya itu terasa samar-samar terlihat. Dulu, tak jarang saya iri dengan sahabat-sahabat saya yang mempunyai kedekatan intim dengan ayahnya dan sering berangan-angan, andai saya mempunyai ayah 'baru' yang bisa diajak bercengkrama, berdiskusi, dan bisa memeluk saya dengan tulus setiap saat.

Sejak saya dipulihkan dari masalah hati BAPA, saya menemukan gambaran seorang ayah baru yang ideal, impian saya. Ya, sosok-Nya sangat sempurna sehingga saya merasa aman dan bangga setiap saat karena telah memiliki Ayah seperti Dia. Apa yang tidak bisa diadakan oleh ayah dunia saya, bisa dipenuhi oleh Bapa saya di Surga. Keberadaan-Nya sebagai Ayah rohani membuat kehidupan saya yang pernah kehilangan figur seorang ayah dunia, menjadi sempurna. Dan sekarang saya tidak iri lagi dengan sahabat-sahabat saya yang memiliki hubungan intim dengan ayahnya sejak kecil, karena saya juga telah memiliki hubungan yang intim dengan Ayah saya yang melebihi ayah-ayah dunia lainnya.

Matius 5:45a, Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga.

Berikut ini adalah peranan penting yang diemban oleh seorang ayah sehingga keberadaannya bisa mempengaruhi kehidupan anak-anaknya:

1. Ayah adalah kemuliaan bagi anaknya
Amsal 17:6, Mahkota orang yang sudah lanjut usia ialah cucu-cucunya. Kemuliaan seorang anak ialah ayahnya (terjemahan FAYH-Firman Allah Yang Hidup).

2. Mengasihi anaknya
Mazmur 103:13, Seperti seorang bapak mengasihi anak-anaknya, begitulah TUHAN mengasihi orang yang takwa (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).

3. Menertibkan, mendidik, menegor, dan mengajar anaknya
Amsal 19:18, Tertibkan anakmu selama masih ada harapan; kalau tidak, berarti kau menginginkan kehancurannya (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).

Efesus 6:4, Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Kolose 3:21, Para bapa, janganlah menegor anak-anak Saudara terlampau keras, sehingga mereka menjadi tawar hati dan patah semangat (terjemahan FAYH-Firman Allah Yang Hidup).

Amsal 22:6, Ajarlah seorang anak cara hidup yang patut baginya, maka sampai masa tuanya ia akan hidup demikian (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).

4. Menafkahi anaknya
2 Korintus 12:14, Sekarang ini sudah untuk ketiga kalinya saya siap untuk mengunjungi kalian. Dan saya tidak mau menyusahkan kalian, sebab yang saya inginkan bukanlah apa yang kalian miliki, melainkan dirimu. Karena bukanlah anak-anak yang harus mencari nafkah untuk orang tuanya, tetapi orang tualah yang harus mencari nafkah untuk anak-anaknya (terjemahan BIS-Alkitab Kabar Baik).

5. Meninggalkan warisan bagi anaknya
Amsal 13:22, Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Kelima hal di atas, mungkin tidak bisa dipenuhi semuanya oleh ayah dunia saya. Tapi bisa dipenuhi dengan sempurna oleh Bapa saya di Surga. Jaminan-jaminan yang diberikan-Nya kepada saya sebagai seorang Ayah, membuat saya mengerti bahwa ayah yang baik akan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Semakin saya intim dengan Ayah rohani saya, semakin saya percaya bahwa Ia tidak akan pernah mencelakakan hidup saya dan karenanya saya berani berkata, "Paksakan kehendak-Mu dalam hidupku, Tuhan" saat ini tanpa keraguan sedikitpun. Saya tahu Ia adalah Ayah saya dan seorang Ayah yang baik akan 'memaksakan' kehendak yang baik juga.

Matius 7:9-11, Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

Lukas 11:11-13, Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

Ada kalanya dalam hidup ini, kita harus berani meminta Bapa untuk turun tangan melaksanakan recana-Nya atas hidup kita. Kedagingan dan ego kita kadang tidak bisa ditaklukkan hanya dengan doa-doa kita sendiri. Kita perlu tangan kuat Bapa yang meremukkan setiap kesombongan kita sehingga kita bisa menyerah total pada rancangan agung-Nya. Ia sudah berjanji, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Matius 11:29).

Ketika kita berjalan dalam rencana-Nya, sebenarnya kita sedang memikul beban-beban yang ringan. Jadi tidak perlu takut jika Ia akan membuat anda menderita karena anda meminta-Nya untuk 'memaksakan' kehendak-Nya kepada anda hari ini. Sebaliknya, dengan 'memaksa-Nya' melaksanakan kehendak-Nya di hidup anda, anda sedang meminta-Nya untuk membuat anda menikmati hidup! (nj@coe).