Monday, January 16, 2017

'Pelarian' yang Tepat Saat Gagal, Galau, Baper dan Ifill Melanda

Jangan dengerin lagu-lagu melow saat galau. Jangan lihat film-film romantis saat patah hati. Jangan nulis uneg-uneg-mu di social media saat sedih, marah atau kecewa. Jangan menyendiri di kamar sambil mengasihani diri sendiri saat gagal/putus asa. Jangan berusaha cari gebetan baru jika kamu masih suka baper-an dan ilfill.

Semua manusia di dunia ini pasti pernah gagal, kecewa, sedih, marah dan kesepian. Kita tidak bisa menghindari hal-hal negatif terjadi, tapi respon kita setelah itu bisa kita kendalikan.

Cara paling ampuh untuk mengatasi hati yang luka adalah dengan mendekat kepada Tuhan. Dialah yang menciptakan hatimu, jadi hanya Dialah yang tahu bagaimana cara mengobati luka-luka di hatimu sampai ke akar-akarnya.

Firman Tuhan ialah pelita dan terang bagi hidup manusia

1. Baca Alkitab

Seberapa sering kamu membaca Alkitab? Pernahkah kamu menuntaskan pembacaan Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu? Jika belum, ini saatnya kamu intensif membaca Alkitabmu!

Baca 10 pasal sehari?
Menuntaskan pembacaan Alkitab dalam tempo 6 bulan?
Why not?!
Do it!!

Alkitab adalah Surat Cinta-Nya Tuhan kepadamu. Melalui Alkitab kamu akan mengenal Dia, mengenal rencana-rencana-Nya dalam hidupmu dan kamu akan menemukan semangat serta kekuatan baru didalamnya. Setiap kata dalam Alkitab mengandung janji-janji Allah dan itu adalah obat yang mujarab untuk luka-luka batinmu. Tuhanlah Dokter diatas segala dokter di dunia ini. Percayakan sakit hatimu kepada-Nya dan Dia akan memberi kesembuhan kepadamu.

2. Pujian dan penyembahan

Allah bertahta dalam setiap pujian dan penyembahan umat-Nya. Pakai mulutmu untuk memuji dan menyembah Tuhan lebih sungguh-sungguh lagi saat perasaan-perasaan negatif mulai menyerang hidupmu. Cari lagu-lagu pujian rohani yang menguatkan dan membangun untuk menggantikan lagu-lagu duniawi yang ada di playlist-mu.

3. Doa

Ungkapkan seluruh kegelisahan hatimu kepada Tuhan lewat doa, jangan nulis status ke social media. Tuhanlah satu-satunya Pribadi yang rela mendengar keluhan-keluhanmu dengan baik dan tidak akan pernah menghinamu karena kamu bodoh, gagal, sedih, kecewa, marah, cemburu, etc. Biarkan Dia menampung air matamu dan memberimu kelegaan serta kekuatan.

4. Kutip ayat Alkitab

Firman Tuhan adalah senjata yang diberikan Allah untuk menyerang pertahanan musuh. Saat perasaan-perasaan negatif menyerang, beri serangan balik kepadanya dengan mengutip ayat-ayat di Alkitab. Isi pikiranmu hanya dengan firman, pujian dan penyembahan...fokus total kepada Tuhan dan jangan beri kesempatan kepada hal-hal negatif menduduki pikiran dan hatimu.

5. Cari partner sharing dan doa

Yang sesama jenis tentunya ya! Partner sharing dan doa bisa berasal dari gereja, keluarga atau temanmu yang seiman. Jika kamu sudah merasa tak kuat lagi menanggung beban sendirian, kamu bisa cerita kepada partnermu dan minta dia untuk berdoa dan menguatkanmu.

6. Menolong orang lain

Jangan sembunyi dan mengasihani diri saja saat sedih. Tapi keluar dan carilah orang lain yang membutuhkan pertolongan dan tolonglah dia. Sukacita yang kamu peroleh dari menolong orang lain akan membebaskanmu dari kesedihanmu.

7. Lakukan hobi yang positif

Traveling, menulis, memotret, menari, menggambar, menjahit, memasak...lakukan hal-hal yang positif untuk menjaga hidupmu juga tetap positif.

Yeremia 29:11, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Tuhan itu sayang banget sama kamu dan Dia tidak akan pernah sanggup melakukan yang jahat padamu. Jika saat ini Dia membiarkanmu berjalan di lembah dan masuk ke padang gurun sendirian, Dia pasti sedang memperbesar kapasitasmu. Ayo semangat! Jangan menyerah! Pandang segala sesuatu dari kacamata-Nya Tuhan. Tunjukkan bahwa kamu adalah anak yang layak membuat Bapa bangga!

Friday, January 13, 2017

Crazy Love

Pernah nglakuin hal-hal gila saat jatuh cinta nggak? Saya pernah! Saking gilanya, saya sampai terus ingat pada peristiwa yang satu ini.

God is Love (1 John 4:8)
Pagi itu saya bergumul. Uang di dompet saya tinggal satu lembar Rp. 5.000 saja. Uang ini tak akan cukup buat naik angkot PP dari kost ke gereja dan untuk kolekte. Tapi pagi itu saya tetap rindu beribadah di gereja. Meskipun tak ada uang buat naik angkot, saya harus ke gereja. Dan akhirnya, saya memutuskan untuk berjalan kaki saja dari kost ke gereja. Saya berangkat dari kost pukul 06:00 dan sampai di gereja sekitar pukul 06:50 (ibadah pagi dimulai pukul 07:00). Well, demi untuk bertemu dengan Kekasih Surgawi, saya melakukan ini...

Ketika saya sampai di gereja, rasanya sukacita sekali. Saya langsung lupa dengan rasa capek dan keringat yang membasahi tubuh saya setelah berjalan kaki sekitar 50 menit. Yang jelas, pagi itu saya sudah bisa membuktikan cinta dan pengabdian total saya kepada Tuhan! Meski tak ada uang untuk transport dan harus jalan kaki, saya rela melakukannya agar bisa mendengar firman-Nya lewat hamba Tuhan di gereja. Tatapan aneh di sepanjang jalan dari kost menuju gereja tidak saya perdulikan sama sekali. Bahkan saat ada teman gereja yang menyapa dan bertanya, "Kamu tadi kesini jalan kaki?", saya hanya menanggapinya dengan senyuman.

Selesai ibadah, saya bergegas untuk kembali ke kost dengan berjalan kaki lagi. Satu-satunya uang di dompet saya tadi sudah masuk ke kantong kolekte. Baru beberapa meter dari pintu gerbang gereja, seorang teman dengan sepeda motornya berhenti di depan saya. "Ayo saya antar pulang", katanya.

Kami berdua tak banyak bicara di sepanjang perjalanan. Saya hanya pernah melihatnya sekilas saat sama-sama pelayanan di Sekolah Minggu beberapa waktu lalu. Jadi saya tidak mengenal dia dengan akrab sebelumnya. Setelah sampai di depan kost dan saya mengucapkan terima kasih karena ia telah mengantarkan saya, dia berkata, "Kamu gila! Kenapa jalan kaki sejauh itu? Kamu seperti Ester!"

Hohoho saya hanya bisa cengengesan menanggapinya kemudian melambaikan tangan kepadanya yang bergegas pergi dengan sepeda motornya. Itulah salah satu hal gila yang pernah saya lakukan karena saya jatuh cinta kepada Tuhan.

2 Samuel 6:14, Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

2 Samuel 6:16, Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

2 Samuel 6:20-22, Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!" Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, --di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati."

Daud adalah salah satu teladan di Alkitab yang berani 'gila' karena cintanya kepada Tuhan. Dan Tuhan mengganjarnya dengan sepadan karena totalitasnya dalam hal menghasihi Dia. Daud diangkat menjadi raja Israel termasyhur, hidupnya diberkati dan menjadi berkat sampai akhir hayatnya.

Saya tak pernah membiarkan diri saya kehilangan fokus saat jatuh cinta kepada manusia. Tapi buat Tuhan...saya bersedia melakukan apa saja hanya untuk sebuah senyuman dari-Nya! Why? Karena Tuhan juga sudah membuktikan cinta-Nya yang 'gila' kepada saya dengan mati di salib untuk menebus dosa-dosa saya. Jadi wajar kan kalo saya juga berusaha membalas cinta-Nya dengan berani 'gila' untuk Dia, meski itupun akan tetap terlihat bernoda di hadapan-Nya Yang Maha Kudus itu.

Sekarang saya sudah punya motor dan mobil untuk pergi ke gereja. Tak pernah lagi kekurangan uang untuk biaya transport ke gereja. Tuhan telah memperhitungkan hal 'gila' yang saya lakukan saat muda dengan ganjaran yang luar biasa.

Saya selalu senyum-senyum sendiri jika mengingat kegilaan saya saat masih tinggal di Cinere itu. But it's worth! My God is really good and He's alive. Let's get crazy, messy, stupid for Him!

Buat Apa Sih Kamu Hidup? Let's Talk About Goal, Vision and Mission in Life

Saya suka traveling, fotografi dan menulis. Tapi semuanya itu bukanlah yang terutama dalam hidup saya. Saya tidak akan pernah mau traveling, memotret ataupun menulis jika hal-hal tersebut tidak mendatangkan hormat dan kemuliaan bagi Tuhan. Ya, tujuan hidup dan yang terutama bagi saya adalah menyenangkan hati Tuhan yang saya kasihi, bukan sekedar menjalankan hobi.

Segala sesuatu yang saya dapatkan (saya bisa traveling ke beberapa kota di Indonesia dan beberapa negara di dunia, memotret berbagai pemandangan indah dan menulis banyak hal), hanyalah bonus-bonus dari Tuhan. Tuhan bisa cabut penghasilan dan talenta-talenta saya kapan saja jika saya menyimpang dari jalur-Nya sehingga saya tidak akan bisa lagi melakukan hobi-hobi saya.

The cross inside my heart

Saya mengenal Tuhan sebagai Bapa Yang Baik sekaligus Tuhan Yang Maha Kudus. Sebagai Bapa Yang Baik, saya tahu bahwa Dia sangat sayang kepada saya. Dia memberikan semua yang baik karena saya adalah anak-Nya. Tapi di lain pihak, sebagai Tuhan Yang Maha Kudus, Dia tidak suka jika saya menghampiri tahta-Nya dengan sembarangan. Dia menghendaki anak-anak-Nya datang kepada-Nya dengan kekudusan, dengan hormat dan dengan hati yang tulus.

Tujuan hidup

Sejak saya memfokuskan hidup saya untuk Tuhan, Dia mulai memperluas jangkauan langkah saya. Apa yang dulu hanya ada dalam mimpipun, Ia jadikan. Saya traveling untuk Tuhan. Saya memotret untuk Tuhan dan saya menulis juga untuk Tuhan. Bahkan saya berpakaian, berdandan, berteman, bekerja dan makanpun untuk Tuhan! Saya melakukan segalanya untuk Dia, sebagai ungkapan rasa syukur karena Dia telah menebus saya dari dosa dan menganugerahi keselamatan kekal.

Roma 14:8, "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan"

Visi hidup (pandangan ke depan)

Saat saya berulang-tahun yang ke 19, saya tidak menghabiskan hari itu dengan pesta pora bersama teman-teman atau keluarga. Tapi saya mengambil waktu khusus untuk berdoa dan Dia memberi saya visi hidup yang terambil dari Amsal 31:10-31. Pasal ini ditulis Pemazmur sebagai puji-pujian untuk isteri yang cakap dan juga sebagai pedoman setiap gadis/wanita yang seharusnya di dalam Tuhan. Setidaknya ada 22 karakter yang harus dikembangkan dalam kehidupan setiap gadis/wanita-Nya Tuhan sehingga mereka menjadi ciptaan-Nya yang utuh dan memuliakan nama-Nya.

Gadis/wanita yang ingin menjadi Wanita Amsal 31:10-31, haruslah memperindah hidupnya dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Cakap (Amsal 31:10)
2. Dapat dipercaya (Amsal 31:11)
3. Selalu berbuat baik (Amsal 31:12)
4. Senang bekerja (Amsal 31:13)
5. Cekatan (Amsal 31:14)
6. Pengelola rumah tangga yang baik (Amsal 31:15)
7. Pandai melihat peluang (Amsal 31:16)
8. Kuat (Amsal 31:17)
9. Tahan uji (Amsal 31:18)
10. Rajin bekerja (Amsal 31:19)
11. Murah hati (Amsal 31:20)
12. Proaktif (Amsal 31:21)
13. Menjaga penampilan (Amsal 31:22)
14. Istri dari pria terhormat (Amsal 31:23)
15. Berjiwa bisnis (Amsal 31:24)
16. Optimis (Amsal 31:25)
17. Berhikmat (Amsal 31:26)
18. Menjadi teladan dalam rumah tangga (Amsal 31:27)
19. Bahagia (Amsal 31:28)
20. Wanita yang unggul (Amsal 31:29)
21. Takut akan Tuhan (Amsal 31:30)
22. Kehidupannya berbuah kebenaran (Amsal 31:31)

Saya belum seutuhnya mempunyai ke 22 karakter Wanita Amsal 31:10-31 ini, tapi saya sedang berusaha untuk menjadi serupa dengan gambarannya. Bukan saja untuk tujuan pernikahan duniawi saja tapi untuk mempersiapkan diri saya sebagai mempelai Kristus. Yesuslah Calon Suami Surgawi saya dan saya ingin Dia mendapati saya mempunyai ke 22 karakter Wanita Amsal 31:10-31 agar Dia bangga menggandeng saya dalam Pernikahan Anak Domba nanti.

Misi hidup (tugas)

Setiap orang Kristen harus tahu tentang misi/tugasnya di dunia ini. Sesaat sebelum Yesus terangkat ke Surga, Ia memberikan perintah kepada murid-murid-Nya.

Matius 28:19-20, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman"

Saya menggunakan talenta-talenta saya untuk menjalankan misi dan tujuan Tuhan. Saya menulis tentang kabar baik dan memotret segala sesuatu yang membangun. Saya tidak pernah mau lagi mencemarkan tubuh dan hidup saya untuk perkara-perkara yang sia-sia dan tidak seturut firman Allah. Saya berkomitmen untuk menjadi kitab yang terbuka dimana semua orang harus melihat Kristus yang berkarya di hidup saya.

Hidup saya menjadi teratur dan terarah setelah saya menemukan tujuan, visi dan misi Tuhan di hidup saya. Roh Kudus menjaga langkah-langkah saya agar saya tidak tersesat. Dimanapun saya berada, Yesuslah yang pertama saya cari, baik itu dalam saat teduh, doa ataupun ibadah gereja.

Bagaimana dengan kamu? Sudahkah kamu menemukan tujuan, visi dan misi Tuhan dalam hidupmu? Jika belum, carilah...karena itu akan menjadi kompas, agar kamu tidak keluar dari jalur-Nya Tuhan.

Monday, January 09, 2017

Cara Mengatasi Rasa Sakit, Kecemasan, Depresi dan Stress

Deraan masalah demi masalah bisa membentuk seorang pahlawan gagah perkasa atau seorang pesimistis. Semuanya tergantung dari respon orang tersebut terhadap masalah yang sedang dihadapinya, apakah masalah itu membuatnya berfokus kepada Tuhan atau justru membuat fokusnya tetap kepada besar/rumitnya masalah.

Orang yang terus memandang kepada Yesus, akan tetap tegak berdiri sebesar apapun gelombang yang menerpanya. Sebaliknya, orang yang memandang kepada masalahnya, bisa terjungkal hanya karena sebuah kerikil.

Hanya Kasih Sejati yang bisa membebaskanmu dari rasa sakit, cemas, depresi dan stress

1. Bersukacitalah senantiasa

1 Tesalonika 5:16, "Bersukacitalah senantiasa"

Saat kita menghadapi badai pencobaan, tersenyum saja rasanya sulit. Apalagi bersukacita? Tapi firman Tuhan berkata bahwa kita harus bersukacita senantiasa! Sukacita kita tidak boleh berdasarkan keadaan, tapi hanya kepada Tuhan saja. Kalo kita bersukacita hanya berdasarkan keadaan, saat keadaan menjadi buruk, buruk jugalah wajah kita karena senyum saja pasti tak bisa. Lain jika kita menaruh sukacita kita kepada Tuhan, mau senang atau susah keadaannya, kita tetap bisa tertawa.

2. Tetaplah berdoa

1 Tesalonika 5:17, "Tetaplah berdoa"

Doa seharusnya menjadi satu-satunya 'pelarian' bagi orang percaya. Saat kamu diperhadapakan dengan sebuah keadaan yang sepertinya tak berpengharapan, just remember this one, pengharapanmu haruslah terus didalam Tuhan yang mengetahui masa lalu, masa kini dan masa depanmu. Inilah alasan kenapa kita harus tetap berdoa apapun keadaannya. Karena memang hanya Tuhanlah yang paling mengerti kita sedetail-detailnya, karena Dia yang menciptakan kita!

3. Mengucap syukurlah dalam segala hal

1 Tesalonika 5:18, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu"

Tuhan sangatlah mengasihimu. Dia tergila-gila kepadamu sampai Ia rela meninggalkan tahta-Nya di Surga untuk menebusmu dan memberimu keselamatan kekal. Dia selalu ingin memberimu yang terbaik. Mungkin yang terbaik yang Tuhan beri tidaklah sama dengan apa yang kamu inginkan, tapi percayalah, itu yang kamu butuhkan untuk kelangsungan hidup. Jadi bersyukurlah dalam segala hal. Praise Him loud!

Kamu bukanlah satu-satunya orang di dunia ini yang mengalami masalah. Semua orang punya masalah dan salib yang harus dipikulnya. Lakukan bagianmu yaitu bersyukur...dan biarkan Tuhan melakukan bagian-Nya juga yaitu mencukupi semua kebutuhanmu.

4. Janganlah padamkan Roh

1 Tesalonika 5:19, "Janganlah padamkan Roh"

Banyak orang menjadi kecewa dan tawar hati saat Tuhan tidak menjawab doanya sesuai dengan keinginannya. Tapi kamu, janganlah padamkan hubunganmu dengan Tuhan hanya karena Dia memberimu yang lain dari harapanmu. Hei, siapakah kita sampai kita kecewa kepada-Nya. Kita masih diberi nafas hidup saja seharusnya bersyukur. No no no, kamu tidak boleh ngambek sama Tuhan! Sepahit apapun kejadian di hidupmu, kamu tetap dicintai oleh Tuhan! Justru saat Tuhan mengizinkan sebuah pencobaan melanda hidupmu, artinya Dia tahu bahwa kamu layak untuk naik level.

C'mon, menyelamlah lebih dalam lagi dalam hadirat Tuhan dan dapatkan sesuatu yang paling berharga dari-Nya yaitu hubungan yang intim dengan Roh-Nya. Itu saja yang perlu kamu kejar dalam hidup ini. Kejar Tuhan, kejar hadirat-Nya, bangun hubungan yang indah dengan-Nya.

Saturday, January 07, 2017

Mata Iman

Seorang gadis pergi ke Jakarta dengan seribu mimpi. Angannya, disana nanti dia akan mendapat pekerjaan yang layak dengan gaji besar, bisa bepergian ke luar negeri dan menemukan pujaan hatinya. Terdengar cukup masuk akal dan keren bukan?

Tapi apa yang terjadi kemudian? Menginjak tahun kedua si gadis berada di ibu kota, dia mendapat sakit parah yang memupus semua mimpi-mimpi indahnya. Tak ada lagi pekerjaan yang layak, tak ada lagi peluang liburan ke luar negeri, tak terdengar pula derap langkah kaki kuda dari sang pangeran. Dan dalam sekejab mata, dia harus berada di Ponorogo, sebuah kota kecil yang tak punya stasiun kereta api dan bandar udara. Yah, kali ini si gadis harus bangun dari tidurnya!

Di Ponorogo nasip di gadis dipertaruhkan. No job, no money, no dream...dia harus berjalan sendirian, memunguti serpihan-serpihan mimpinya yang terkoyak, memulai segalanya dari nol! Satu-satunya tempat berharapnya hanyalah Tuhan. Dengan imannya yang tersisa, si gadis mencoba lagi berdiri, mencoba untuk kembali berjalan dan berlari.

10 tahun berlalu, badai dan riak-riaknya gelombang sudah diredakan. Si gadis pergi meninggalkan kota Ponorogo dengan bus ekonomi menuju kota Surabaya. Dari Surabaya, ia terbang ke Kuala Lumpur dan kemudian sampailah ia di Tokyo, Jepang. Hei, dengan mata terbuka si gadis menjelajahi Tokyo, Niko, Lake Kawaguchiko dan Niigata selama 7 hari seorang diri. Kali ini dia tidak lagi bermimpi. Ya, dia benar-benar telah sampai ke luar negeri, persis seperti apa yang pernah diinginkannya saat di Jakarta dulu. Tahun berikutnya, si gadis menikmati berkali-kali liburan ke tempat-tempat eksotis di Indonesia dan dunia, menikmati beberapa kali penerbangan domestik dan internasional dengan start tetap dari tempat tinggalnya di Ponorogo.

Si gadis Ponorogo sedang liburan ke Singapura :)

1 Korintus 1:27-29, "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah"

Tuhan tak butuh Jakarta untuk membuat seseorang sukses, mendapatkan pekerjaan dengan gaji diatas 10 jt sebulan, punya kesempatan untuk terbang ke seluruh Indonesia dan dunia, mendapatkan jodoh, etc. Tuhan hanya butuh hati yang tulus dan berserah total kepada-Nya. Meski kamu tinggal di kota terpencil, Tuhan tahu persis alamatmu. Berkat-berkat dan masa depan yang telah Dia rancang untukmu tidak akan pernah tertukar, delay ataupun nyasar. Tak perlu membuat skenario untuk membantu-Nya mempercepat waktu. Tuhan Maha Kuasa dan selalu on time!

Si gadis kini sadar akan kekeliruan fokusnya dulu. Saat di Jakarta, jangkauannya hanyalah pulau Jawa saja. Tapi saat ia menyerahkan mimpi-mimpinya ke tangan Tuhan, Dia menuntunnya tak hanya berputar-putar di pulau Jawa saja, tapi juga ke Papua, Lombok, Singapura, Malaysia dan Jepang dari Ponorogo, kota kecil yang tak punya stasiun kereta api dan bandar udara itu. Wow! Mata iman si gadis telah mengubah sesuatu yang dulu mustahil kini menjadi nyata. Tuhan menjadikan mimpinya jauh lebih indah dari apa yang bisa dibayangankannya.

Kejarlah Tuhan lebih dulu bukan berkat-berkat-Nya (bonus)

Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"

Pekerjaan yang layak, gaji diatas 10 jt sebulan, liburan ke seluruh Indonesia dan ke luar negeri, rumah, mobil, jodoh...semua itu hanyalah bonus-bonus dalam kehidupan ini! Yang terutama yang harus kamu kejar bukanlah bonusnya melainkan Pemberi bonus itu, yaitu Tuhan Yesus. Saat kamu mendapatkan Yesus, kamu mendapatkan kehidupan. Tapi kalo fokusmu hanya untuk mengejar berkat dan bonus saja, kamu akan terus kekeringan.

Tenang, tak perlu panik jika mimpimu tidak segera terwujud

Ibrani 11:1, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat"

Tuhan tidak pernah terintimidasi oleh seberapa besar masalah seseorang. Dia Ahli dalam membuat mukjizat. Serumit apapun masalahnya, itu adalah hal kecil di mata Tuhan. Tak perlu pindah ke kota besar hanya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak, tak harus ada di kota yang punya bandar udara untuk bisa terbang kesana-kemari dengan pesawat terbang, tak usah mengencani puluhan pria/wanita berprospek hanya untuk mendapatkan sang pujaan hati.

Tuhan bisa mengirimkan semua kebutuhanmu tepat pada waktunya ke alamatmu, entah kamu tinggal di kota terpencil atau di kota besar. Jika kamu mulai frustasi dan terganggu karena keinginan hatimu yang tak terpenuhi terus, minta Tuhan untuk mengangkat beban dan kegelisahanmu itu. Percayalah, didalam Tuhan ada kelegaan dalam segala situasi dan kondisi.

Friday, January 06, 2017

Arti Melayani Tuhan yang Sebenarnya...

Jika kamu ingin dikasihi, kasihilah orang lain terlebih dahulu. Ini adalah hukum alam yang sudah pasti terjadi.

Bulan lalu, saya bersama salah seorang teman gereja melakukan kunjungan dari satu tempat ke tempat lainnya guna menjenguk para jemaat gereja yang sedang terbaring sakit.

Serve like Jesus

1. Pak Heri yang sakit kanker prostat

Saya dan Ce Evi tiba di RSUD Ponorogo menjelang pukul 12:00 WIB. Kami bergegas naik ke Ruang Mawar yang ada di lantai 3, tempat Pak Heri sedang dirawat. Saat kaki kami tiba di ruangan tempat Pak Heri terbaring, saya trenyuh dibuatnya. Ruangan itu merupakan ruang rawat inap kelas 3 yang berisi sekitar 8 pasien. Saat jam kunjungan seperti sekarang, suasananya ramai sekali. Setiap pasien sedang dikunjungi oleh sanak-keluarga dan teman-temannya. Tak ada AC, hanya ada 2 kipas angin yang terpasang di langit-langit ruangan dan tempat-tempat tidur sederhana.

"Saya ingin segera pulang ke rumah mbak Angel. Disini nggak enak", kata Pak Heri dengan suara lirih. Huff, saya bisa membayangkan betapa nggak enaknya saat harus terbaring di rumah sakit seperti itu. Selama hidup, saya juga pernah ngamar di RS sampai 3 kali, tapi ketiganya saya menginap di ruang kelas 1 yang ada AC dan TV-nya. Meskipun begitu, saya tidak pernah bisa menikmati masa-masa istirahat saya di RS. Apa enaknya fasilitas lengkap jika tubuh tak sehat?

Pak Heri bercerita bahwa beliau juga terkena gagal ginjal yang mengharuskannya cuci darah 5 hari sekali. "Hanya mukjizat Tuhan yang saya nantikan. Saya ingin sembuh dan ke gereja lagi" Saya hampir saja menangis mendengar kata-katanya. Didera penyakit seperti itupun, masih ada pengharapan ke Tuhan untuk sembuh total. Sebelum saya dan Ce Evi meninggalkan ruangan itu, saya sempat pimpin doa untuk Pak Heri, istri dan anak-anaknya di rumah.

2. Adik Ibu Ruth yang terkena stroke

Dari Ruang Mawar, saya dan Ce Evi turun ke Ruang Aster. Masih di rumah sakit yang sama, kali ini kami menjenguk adik Ibu Ruth yang terkena stroke. Mereka berdua merupakan jemaat baru di gereja dan adik Ibu Ruth ini baru saja bertobat dan mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Ruang tempat adik Ibu Ruth terbaring ini berkapasitas 4 orang, lebih tenang dibandingkan ruang tempat Pak Heri dirawat. Adik ibu Ruth terlihat gelisah dalam tidurnya dan karena beliau sering bergerak kesana-kemari, diujung selang infusnya sampai ada bercak-bercak darah.

"Tolong doakan adik saya, dia ketakutan. Katanya dia sering dengar suara-suara aneh kalo tidur"

Saya dan Ce Evi meninggalkan RSUD Ponorogo setelah selesai berdoa untuk kesembuhan adiknya Ibu Ruth.

3. Mbah Ri yang sakit tua

Akhirnya kami tiba di kost Mbah Ri dari RSUD Ponorogo. Ah, saya terharu ketika melihat keadaan Mbah Ri. Beliau hanya tinggal disebuah kamar kost yang sempit sekali. Kondisi kamarnya agak kotor, hanya ada satu tempat tidur, kipas angin kecil, radio tua dan beberapa gelas dan piring yang belum dicuci. Mbah Ri ini usianya sekitar 78 tahun. Beliau tidak diterima lagi oleh anak dan keluarganya sejak mengikut Yesus. Bisa dikatakan, beliau dibuang keluarganya karena iman dan kepercayaannya kepada Tuhan yang baru.

"Mbah wis ora iso mlaku nduk, neng kamar mandi ae dhek wingi mbrangkang" (Mbah sudah tidak bisa berjalan nak, ke kamar mandi saja kemarin merangkak). OMG, saya dan Ce Evi saling berpandangan satu sama lain sambil menahan gejolak di dada huhuhu. Saya membantu Mbah Ri menemukan obat-obatan yang harus diminumnya setelah itu kami bertiga berdoa bersama-sama.

"Matur suwun yo nduk. Gusti Yesus sing mbales" (Terima kasih ya nak. Tuhan Yesus yang membalas). Mbah Ri mengusap air mata yang mengalir di pipi keriputnya setelah kami selesai berdoa. Hmm, suatu teladan iman yang layak ditiru. Tua, sakit-sakitan, hidup sebatang kara, dibuang keluarga hanya karena percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat...tapi meski diuji demikian, Mbah Ri tetap tegar menghadapi dihidupnya.


Matius 25:35-36, 40, "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku...Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku"

Tak perlu Sekolah Alkitab dulu untuk memulai sebuah pelayanan. Yang kamu perlukan hanyalah hati yang mau mengasihi dan rela untuk melayani. Saat kamu memberikan hati, pikiran dan seluruh hidupmu untuk Yesus, Dia akan menunjukkan kepadamu orang-orang untuk dilayani.

Saya pulang dari acara kunjungan orang-orang sakit kali ini dengan spirit yang baru. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa jalan hidup kita akan selalu rata. Tapi Dia berjanji bahwa penyertaan-Nya sempurna setiap saat. Masing-masing kita pasti punya salib yang harus dipikul. Tuhan nggak suruh kamu selalu menang dalam segala hal. Dia cuma pengen kamu nggak nyerah dalam ujian-ujianmu aja. Yah! Semangat, kalo kita diberikan ujian oleh Tuhan, artinya kita layak naik ke level yang lebih tinggi. Praise The Lord.

Thursday, January 05, 2017

Saat Tuhan Berkata TIDAK dan TUNGGU

Tuhan menjawab doa-doa kita dengan 3 cara, yaitu YA, TIDAK dan TUNGGU. Apapun jawaban Tuhan, kita harus menerimanya dengan sukacita dan hati yang bersyukur. Memang nggak mudah sih saat Tuhan berkata TIDAK dan TUNGGU. Itu artinya, kita akan masuk ke dalam proses-Nya lebih dalam lagi. Tapi melalui dua hal ini, kita akan belajar bertumbuh dan menjadi lebih dewasa didalam iman karenanya.

Pujilah Tuhan di gunung, di lembah, di padang pasir...dimana saja!

1. Pujilah Tuhan dalam segala keadaan

Mazmur 103:2, "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!"

Sukacita orang benar tidak ditentukan oleh keadaan tapi ditentukan oleh Tuhan. Kita harus sadar bahwa jika kita hidup hari ini, itu semua hanya karena anugerah-Nya saja. Yesus datang untuk menebus kita dari dosa dan mengangkat kita dari maut untuk mendapatkan hidup yang kekal bersama-Nya nanti. Ini saja sudah tentu membuat kita selalu bersyukur kepada-Nya.

2. Jangan kecewa kepada Tuhan

Yohanes 16:1, "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku"

Banyak anak-anak Tuhan menjadi tawar hati ketika Tuhan menjawab doanya tidak seperti yang diingininya kemudian menolak Dia. Well, jangan sampai ini terjadi padamu!

Saat Tuhan berkata TIDAK, itu artinya ada hal yang lebih baik untukmu di depan sana. Saat Tuhan berkata TUNGGU, berarti Dia masih ingin lebih dekat denganmu dan menguji kesungguhan hatimu agar kamu benar-benar siap untuk berkat-berkat-Nya nanti. Hayo bersyukur dalam segala hal! Kita nggak layak untuk kecewa sama Tuhan.

3. Percaya dan terus berharap

Roma 8:28, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"

Tuhan kita adalah Bapa Yang Baik. Dia tidak akan mungkin mencelakai kita. Rencana-Nya untuk kita selalu baik setiap hari. Saat Dia menolak mengikuti keinginanmu, tunjukkan pada-Nya bahwa kamu juga adalah anak yang baik bagi-Nya. Anak yang baik pasti mengerti isi hati Bapanya. Terus percayai Dia dan terus berharap kepada-Nya lagi dan lagi...

God is the Director. Dia ada dibalik setiap peristiwa. Baik atau buruk keadaannya, Dia pegang kendali atas semuanya. Let His will happen. Don't be afraid. He will never hurt you. Pada saat-Nya nanti, kita akan tahu semua apa sebenarnya rencana-Nya dalam hidup kita, kenapa Dia menolak doa-doa kita dan kenapa Dia membentuk kita menjadi lain seturut kehendak-Nya.

4. Nikmati prosesnya

Yeremia 18:4, "Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya"

Proses Tuhan akan terasa menyiksa saat kita berontak. Tapi jika kita menikmatinya, proses itu justru akan menjadi sebuah petualangan seru bersama-Nya. Yeah, nikmati saja setiap prosesnya Tuhan. Tetap tersenyum meski Dia tidak menjawab doa-doa kita sesuai keinginan kita dan ikuti saja jalan-Nya. Mungkin Dia akan menuntun kita melewati lembah-lembah dan padang gurun, but enjoy it! Dia akan membuat semuanya indah pada waktunya!

Wednesday, January 04, 2017

Mengejar Cinta dan Mengejar Tuhan

"Nasep bujang lapuk, kesepian coy. Pengen duwe pacar", tulis seseorang di akun Twitter-nya beberapa hari lalu. Saya membaca tweet itu sekilas kemudian meringis sendirian.

Buat saya, menjadi bujang/single/jomblo itu tidak salah kok. Yang salah adalah ketika kamu menjadi kesepian karena itu. Oh c'mon, tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa memenuhi kamu. Meskipun kamu akhirnya nanti menikah dengan pangeran atau putri impianmu, dia tetap tidak akan bisa mengisi seluruh hidupmu seutuhnya! Jadi jangan terkejut jika kamu nanti menjadi kecewa jika hanya mengharapkan kebahagiaan dengan mencari seseorang yang bisa kamu sanding dan kamu gandeng kemana-mana.

Waiting in faith

Orang yang punya pacar, bertunangan atau telah menikah, tidaklah lebih keren dibandingkan mereka yang masih single atau jomblo. Kita semua sama saja, yang membedakan hanyalah status dan beban tanggung-jawabnya.

Celah-celah kesepian dan rasa kesendirian yang ada di hati kita hanya bisa diisi oleh Tuhan. Meskipun kita sudah punya gandengan sekalipun, kita tetep butuh Tuhan untuk membuat kita selalu utuh dan penuh setiap saat.

Kolose 2:10, "Kamu telah dipenuhi di dalam Dia"

You are complete in Him, not in other bodies

Saat fokus kita benar kepada Tuhan, entah apapun statusnya, kita akan selalu utuh, penuh dan tidak kekurangan kebahagiaan. Tuhan adalah inti utama dari kehidupan ini, bukan pacar atau pernikahan. Marriage is a reward! Don't ever want to get marriage only to get a happiness. No, you're wrong! Marriage is not the way to make you happy. Only Jesus that will make you happy forever.

Setiap hari mata kita dicekoki oleh sinetron yang mempertontonkan kemesraan antar pemainnya. Kuping kita telah dirampok oleh lirik-lirik lagu yang mengedepankan romantisme cinta-cintaan. Sering kali kita juga dipaksa membaca berita-berita atau gambar-gambar tentang kemesraan selebritis dan seksualitas yang beredar di majalah, koran bahkan internet. Tak heran jika akhirnya stereotip yang tercetak di otak kita selalu mengarah kepada pendapat bahwa orang yang berbahagia itu pasti punya pasangan.

Konsep pernikahan yang benar

Orang yang punya banyak pacar/mantan bukan berarti dia memang menarik atau loveable, karena orang yang tahu betul apa arti cinta dan kasih tidak akan mengobralnya ke banyak orang tapi akan menyimpan dan menjaganya untuk satu orang yang tepat.

Hanya Tuhan yang bisa menyatukan dua hati dan pikiran yang berbeda. Pernikahan kudus bukanlah sekedar janji dua manusia, tapi ada visi dan misi-Nya Tuhan didalamnya. Visi dan misi Tuhan itulah yang mengikat pria dan wanita lebih kuat daripada sebuah janji pernikahan yang mereka ucapkan di altar gereja.

Pernikahan yang bahagia hanya bisa dicapai oleh dua orang yang telah menjadi utuh, artinya keduanya benar-benar punya hubungan yang baik dengan Tuhan. Pasangan yang sepadan dan seimbang artinya bukan karena keduanya sempurna juga, tapi karena masing-masing punya visi dan misi yang sejalan dan saling membangun satu sama lain.

Jangan terburu-buru ingin segera mencari pacar atau menikah karena kesepian. Kalahkan dulu rasa sepimu itu dengan mencari kepenuhan didalam Tuhan dan biarkan kehendak-Nya yang terjadi. Jika memang Dia punya rencana untuk membuatmu menikah dan berkeluarga, Dia tidak akan menahannya lama-lama. Yang terpenting adalah dapatkan dulu inti kehidupan ini yaitu hubungan yang intim dengan Tuhan. Christ is enough! Itu saja yang perlu kamu kejar setengah mati, bukan pacar, cinta ataupun pernikahan.

Mazmur 84:12, "Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela"

Bersukacitalah dalam penantianmu.
Senangkan Rajamu.
Jangan pikirkan reward-nya, tapi dapatkan dulu Intinya kehidupan.

Waktu Tuhan tak ada yang tahu.
Kehendak Tuhan tidak ada yang bisa menolak atau menghalanginya.
Just be patient and be happy during your waiting time.