Saturday, March 07, 2009

Persiapan Pernikahan Bagi Wanita Single

Oleh : Angelina Kusuma

Vina, gadis manis dengan lesung pipit di pipinya dan berkulit putih. Ia cerdas, mandiri, mempunyai jenjang karir yang cukup bagus di perusahaannya dan rajin pelayanan di rumah Tuhan. Diusianya yang menginjak ke 30 tahun ini, ia masih setia dengan status single-nya alias jomblo. Vina bukannya tidak menarik. Tetapi entah kenapa, setiap kali menjalin hubungan dengan pria, hubungan itu tidak pernah berhasil mengantarkannya ke jenjang pernikahan.

Selain Vina masih ada lagi Brenda, Josefine, Tabitha, dan banyak lagi wanita-wanita lain yang cukup bersinar dan takut akan Tuhan namun tetap single di usianya yang sudah matang. Saya bahkan pernah mendapat pertanyaan bernada corious dari sahabat saya mengenai fenomena ini. Katanya, "Apa benar image wanita yang takut akan Tuhan sama dengan calon perawan tua?"

Awalnya saya cukup tergelitik dengan pertanyaan usil sahabat saya ini. Tetapi ketika saya melayangkan pandangan ke kiri dan ke kanan, muka belakang, saya menjadi tertegun dibuatnya. Hampir semua sahabat wanita saya yang takut akan Tuhan dan sesungguhnya sangat-sangat matang dalam hal jasmani dan rohani saat berbicara tentang kehidupan pernikahan, arti pasangan hidup, dan bisa menghadapi anak-anak kecil dengan baik, kebanyakan dari mereka memang masih berstatus single!

Jodoh di tangan siapa?

Kejadian 2:18-20, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Inisiatif awal untuk membuat manusia hidup berpasangan ada di tangan Tuhan (Kejadian 2:18). Tuhan kita itu Maha Besar. Ia merancang seluruh detail kehidupan kita tanpa kecuali termasuk soal pernikahan. Tetapi, Ia juga memberikan tanggung-jawab kepada manusia untuk membuat rencana-Nya tersebut berhasil atau tidak. Di Kejadian 2:19 tertulis bahwa Tuhan membentuk segala binatang dan segala burung di udara kemudian membawa-Nya kepada manusia setelah Ia berfirman, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." Disini ada sedikit kontradiktif. Masa iya sie Tuhan tidak tahu bahwa pasangan manusia bukanlah salah satu dari semua jenis makhluk hidup yang sedang dibawanya kepada manusia saat itu?

Ah...Tuhan pasti tahu kok. Tetapi Ia tetap menguji manusia agar ia bertanggung-jawab penuh akan pilihan yang akan dibuatnya. Dan buktinya, setelah Ia mendapati bahwa manusia itu tetap setia menanti pasangan hidupnya di tengah-tengah semua jenis makhluk hidup lain yang bukan untuknya (tidak sepadan), Tuhan membawa pasangan hidupnya yang benar yaitu Hawa yang dibentuk dari tulang rusuknya sendiri.

Masalah jodoh tak hanya di tangan Tuhan sehingga manusia bisa menyerahkannya mutlak kepada Tuhan tanpa usaha sama sekali. Jodoh juga bukan di tangan manusia saja sehingga ia bisa seenaknya memilih pasangan hidup yang disukainya kemudian menikahinya tanpa melibatkan Tuhan. Urusan pasangan hidup merupakan peran serta dari kedua belah pihak, ada kerjasama antara Tuhan dan manusia yang bersangkutan. Tuhan adalah pemrakarsa pernikahan setiap manusia, sedangkan manusia bertanggung-jawab membuat pernikahan itu benar-benar terjadi atau tidak di kemudian hari dengan pilihan-pilihan yang dibuatnya.

Bersiap-siap

Sebagai wanita, kita juga harus aktif menyambut peluang pernikahan kita. Aktif dalam arti mempersiapkan diri sebaik-baiknya menjadi wanita yang berkualitas, bukannya sibuk mengejar para pria dan menjerat mereka ke pernikahan hehehe. Gunakan setiap waktu single yang ada untuk bergaul akrab dengan Roh Kudus dan menghias tubuh jasmani dan rohani kita dengan kodrat sebagai wanita yang seutuhnya berkarakter Kristus.

Alkitab adalah pattern wajib yang harus dipegang oleh wanita-wanitanya Kristus. Peranan wanita dalam kehidupan ini begitu mulia. Ia diciptakan sebagai penolong pria. Dipersenjatai oleh Tuhan dengan kekuatan dibalik kelemah-lembutannya, dihiasi dengan kepandaian dibalik kecantikannya, dan diberikan kemampuan khusus untuk mengubah dunia dengan kebijaksanaan dan keindahannya.

Persiapan pertama yang harus dilakukan oleh wanita single guna menyambut pernikahannya adalah dengan menyadari kodratnya yang mulia ini. Sebelum kita bisa bangga terhadap diri kita sebagai wanita, kita tidak akan bisa menolong pria yang nantinya akan menjadi suami kita dengan maksimal. Peranan wanita yang unik ini tidak bisa disepelekan. Banyak pria-pria yang makin diberkati kehidupannya karena adanya wanita-wanita yang special di sisi mereka. Wanita-wanita yang special ini adalah mereka yang sudah utuh menjadi wanita dan puas akan kodratnya sebagai wanita, bukan wanita yang biasa-biasa saja cara hidupnya.

Persiapan kedua adalah belajar menjaga hati. Hati wanita lebih rapuh daripada kebanyakan hati para pria. Pengendalian hati dan pikiran harus dikuasai oleh wanita-wanita yang sedang jatuh cinta. Banyak wanita patah hati karena mereka terlalu banyak bermain tebak-tebakan dengan angan-angan mereka sendiri ketika sedang berhadapan dengan pria berprospek yang sesuai dengan kriteria pasangan hidup yang diingininya, padahal pria tersebut hanya mendekatinya sebagai seorang sahabat.

Pria memang lebih mudah merasai kedekatan dengan wanita tanpa ada embel-embel cinta untuk dibawa ke pernikahan. Kenapa? Karena sejak kecil para pria sudah dekat dengan wanita juga yang adalah ibunya (priapun berada sekitar 9 bulan didalam kandungan perut ibunya bukan?) dan mereka tidak jatuh cinta kepadanya! Hal ini kurang diwaspadai oleh kebanyakan wanita sehingga mereka sering kali salah membaca peta relationship-nya. Banyak pria mendekati wanita hanya untuk sekedar berbagi sebagai sahabat ketika mereka mempunyai masalah seperti ketika pria-pria ini berbicara dengan ibu atau saudara perempuan mereka, bukan sebagai calon pacar. Come on ladies, jangan ngarep terlalu banyak dulu jika ada pria yang curhat padamu hihihi. Bisa aja ia cuma berniat sharing doang, jadi jangan terlalu Ge eR!

Karena perbedaan perilaku antara pria dan wanita ini, baiklah jika para wanita mempersiapkan dirinya dan tidak terlalu banyak berharap lebih dulu terhadap hubungan yang sedang berlangsung dengan seorang pria sebelum para pria tersebut mengambil komitmen yang lebih jauh lagi daripada sahabat. Kita tidak bisa mencegah orang lain melukai hati kita tetapi kita bisa menjaga hati kita agar tidak terluka.

Persiapan ketiga adalah persiapan membaca peluang relationship. Tidak bisa dipungkiri bahwa peluang kita untuk menikah lebih besar adalah dengan mereka yang pernah berkencan atau dekat dengan kita, bukan dengan pria asing yang sama sekali belum pernah kita temui. Meski dengan adanya kemajuan teknologi internet saat ini, jarak dan waktu bisa memendek dalam hitungan detik, kita tidak boleh lengah membaca setiap peluang relationship yang datang kepada kita.

Wanita sering salah mengartikan peluang relationship yang dihadapinya karena tertipu dengan intimacy yang telah terjalin antara dia dan seorang pria. Banyak intimacy yang terjadi saat ini hanya karena berinteraksi melalui internet, entah melalui forum online, chat online, e-mail, maupun social networking. Tidak salah menggunakan sarana internet untuk menjalin kedekatan dengan orang lain, tetapi perlu diwaspadai juga bahwa digital intimacy seperti ini juga harus diimbangi dengan kedekatan emosional secara langsung sebelum benar-benar memutuskan untuk berkomitmen relationship yang sah.

Selalu minta tuntunan Roh Kudus ketika merasa jatuh cinta. Persiapan kencan kita hanya ada di dalam Yesus. Percayakan kunci hatimu kepada-Nya sampai tiba waktunya Ia menuntun seorang pria yang tepat kepadamu. Penekanan peluang relationship yang benar, bukan pada kisah cintanya namun pada proses dan persahabatan yang terjalin didalamnya. Lagi-lagi...jangan tertipu oleh kisah cinta romantis ala film Hollywood atau sinetron. Biarkan persahabatan yang ada itu berkembang dengan sendirinya ke arah komitmen yang benar jika sudah tiba waktunya. Ingat juga bahwa persahabatan itu pasti ada batas-batasannya. Dan selama hubungan yang terjalin masih berkutat di area friendship, jaga hati dan pikiranmu agar tidak melibatkan passion atau hasrat/nafsu terlalu berlebihan.


Pandang dunia dengan senyuman, wanita-wanita single-nya Kristus. Tunggu waktu-Nya dengan sukacita dan terus maju! Tertawai harapan akan pernikahanmu tanpa melepaskan pandangan dari Kristus. Waktu menunggu yang dihabiskan dengan penuh tawa sambil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang positif akan membuat waktu menunggu itu menjadi lebih berguna, berkualitas, dan tidak menjemukan. Bersiap sedialah setiap saat dengan segala kemungkinan. Siapa tahu, besok pagi seorang pangeran benar-benar berdiri di depan pintu rumahmu dan mengajakmu menikah karena ia tahu bahwa engkau adalah seorang wanita milik Kristus yang paling tepat untuk disanding hihihi. SEMANGAT and olwez be happy in single...^o^ V.



2 comments:

Lex dePraxis said...

jodoh memang ditangan TUhan, namun Tuhan juga mendorong manusia untuk mencari dan menemukannya.

Enjie said...

Pastilah bro kalo soal itu :). Ora et labora ;).

Tapi saat mencari PH bukan berarti mengedepankan 'caranya' tapi lebih ke 'kualitasnya' :)