Wednesday, April 08, 2009

Original

Oleh : Angelina Kusuma

Tayangan infotainment belakangan ini marak memberitakan tentang pembajakan yang dituduhkan kepada sebuah band anak muda yang akhir-akhir ini melejit dengan albumnya berjudul Perubahan. Tidak tanggung-tanggung, 9 lagu didalam album tersebut dituding telah mencomot irama lagu-lagu dari band-band terkenal asal mancanegara, ditambah lagi cover album dan video klip dari lagu mereka yang juga terendus telah mencontek cover album dan video klip band lain yang sudah keluar lebih dulu.

Meski saya bukan penggemar lagu-lagu dari band ini, tapi perasaan kecewa sempat saya rasakan juga. Bagaimana tidak? Ditengah gembar-gembornya setiap kalangan yang berteriak "Stop pembajakan", band yang namanya makin besar karena mencetak platinum dialbum keduanya ini dan makin sering tampil di televisi sebagai band baru yang digandrungi anak-anak balita sampai orang dewasa, ternyata telah melakukan perbuatan tercela. Parahnya lagi, baik dari kalangan anggota band dan produser yang membiayai pengeluaran albumnya, tidak ada yang menyesal dengan tindak asusila ini dan justru menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar dengan dalih karena faktor 'terilhami' dari karya-karya yang disebutkan telah dibajak dalam karya-karya mereka (hehe, emang ada gitu maling yang mau ngaku ya? :D).

Membajak sama artinya dengan merampok. Sangat disayangkan jika anak-anak bangsa ini terbius oleh syair-syair dan irama lagu yang sebetulnya bukan original karya band Indonesia itu melainkan karya musisi mancanegara yang diakui secara sepihak sebagai salah satu karya band Indonesia. Sungguh merupakan cara pembodohan masyarakat yang sangat sempurna sekaligus keji!

Tindakan merampok juga pernah dilakukan oleh seorang raja besar dari Israel bernama Daud. Dengan lihai ia merancang segala cara untuk menutupi tindakan asusilanya. Ia telah meniduri istri dari prajuritnya, membuatnya hamil, membiarkan suami si wanita terbunuh di medan perang, kemudian ia mengambil bekas istri dari prajurit yang sengaja ditewaskan itu sebagai istrinya. Wow, rencana hebat yang dirancangnya berjalan sangat mulus! Siapa yang menyangka bahwa dibalik kepahlawanan dan nama besarnya, Daud akan melakukan perampokan dengan cara keji tersebut kepada salah satu prajuritnya sendiri?

2 Samuel 12:9, Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

Setiap hal baik akan selalu dijadikan teladan

Saya juga hampir menjadi korban pembajakan beberapa waktu lalu. Artikel-artikel blog saya pernah di copy paste ke berbagai blog-blog lain tanpa menyertakan sumber dan nama saya sebagai penulisnya. Meski awalnya saya kecewa karena ada oknum-oknum tertentu yang tega mengambil karya-karya saya tanpa izin, akhirnya hal itu justru membuat saya sadar akan kualitas terpendam dari tulisan-tulisan saya. Menyakitkan memang ketika melihat hasil kerja keras kita menjadikan orang lain ikut tenar apalagi jika melampaui ketenaran kita sendiri. Karena itulah, saya hampir saja menghentikan seluruh aktivitas tulis-menulis saya dan memilih menyimpan karya-karya itu untuk saya sendiri (untung akhirnya nggak jadi orang yang pelit kayak gitu hihihi).

Melalui kejadian tersebut, saya juga makin diingatkan akan arti orisinalitas. Saya bukannya merasa bahwa diri sayalah yang paling bersih dan jauh dari pembajakan. Dulu, saya juga sering meng-copy paste tulisan orang lain kemudian memasukkannya ke dalam blog atau tulisan-tulisan saya. Tapi setelah sadar bahwa hal itu pasti menyakitkan bagi si empunya karya aslinya, saya memilih menutup mata dan telinga saya rapat-rapat ketika hendak menulis sebuah artikel. Saya membuang semua tulisan-tulisan yang pernah saya baca dari pikiran saya dan membiarkan jiwa saya menulis dengan gayanya sendiri.

Ketika seorang pembuat karya sastra berhasil menanamkan soul ke dalam karya-karya yang dibuatnya, berarti ia sudah memberi nyawa yang tidak akan bisa diambil atau dicontek oleh siapapun. Saya sadar akan potensi diri saya, saya mengenali betul gaya tulisan saya, dan akhirnya membawa saya kepada satu keyakinan bahwa tidak akan pernah ada penulis yang bisa menyamai saya. Setelah saya mendapatkan style original saya dalam menulis ini, saya kembali berkarya dengan percaya diri dan rela berbagi dengan siapapun melalui tulisan-tulisan di blog saya. Saya tidak takut dicontek ataupun dibajak oleh orang lain lagi, karena saya percaya tak akan ada seorangpun yang bisa mengambil jalan hidup saya yang sudah memberikan nyawa kepada tulisan-tulisan yang saya buat itu.

Sekarang, saya sering tersenyum-senyum sendiri ketika mendapati bahwa sahabat-sahabat saya yang dulunya tertutup dan hanya bisa mengeluh akan hidupnya, satu per satu mulai rajin menulis dan mengambil jalan-jalan melawan arus negatif seperti yang pernah saya lewati dulu. Ada beberapa orang yang juga ikut-ikutan mengupas topik-topik yang pernah saya tulis atau juga menjadikan tulisan saya sebagai landasan ide untuk membuat renungan-renungan yang kemudian disebarkan melalui sms handphone, blog, dll. Sungguh, lebih menyenangkan melihat dampak positif yang bisa saya lakukan untuk dunia disekitar saya seperti ini daripada memikirkan seberapa yang sudah dijiplak orang lain dari saya hehehe.

Yang terdepan akan selalu menjadi teladan. Meski band yang berhasil membajak 9 karya musisi mancanegara ini bisa mencetak platinum dan mendulang sukses besar, toh tetap saja ada orang yang mencium keburukan mereka pada akhirnya. Meski Daud berhasil mengelabuhi seluruh rakyatnya dengan perzinahan yang sudah dilakukannya kepada Batsyeba dan pembunuhan berencananya kepada Uria, toh akhirnya Tuhan menyuruh nabi Natan untuk menyingkap dosa-dosanya yang tertutup rapat itu juga.

Jadilah yang terdepan dalam segala hal, karena yang didepan tidak akan pernah tergeser oleh yang dibelakangnya sampai kapanpun, asal ia memiliki jati diri yang kuat dan original (nj@coe).

2 comments:

johanku said...

hohoho,, ie mbak :D

makasih atas kunjungannya, salam kenal :P

Enjie said...

Hehe tx juga atas kunjungan dan link-nya :D. Keren tuh analisa soal D'Masiv-nya :p