Thursday, August 20, 2009

Before To Date

Oleh : Angelina Kusuma

Mempunyai pasangan yang lebih dari sahabat, pastinya menjadi impian banyak lajang. Persiapan apa saja yang harus kita lakukan sebelum berkencan, agar kencan yang kita jalani itu bukan sekedar acara jalan bareng yang tanpa tujuan namun mengarah pada pernikahan?

Setidaknya ada tiga hal utama yang harus kita perhatikan sebelum benar-benar serius menjalani kencan dengan lawan jenis.

Grow to be mature Christian

Karakter pria dan wanita yang takut akan Tuhan, adalah landasan utama sebuah kencan sehat. Kedewasaan rohani seseorang akan memagari tindakannya agar tidak melanggar Firman Tuhan, utamanya saat memperlakukan lawan jenisnya. Saat lajang, seharusnya kita memperlengkapi diri dengan kegentaran akan Tuhan yang sangat, agar saat mulai melangkah untuk berkencan, kita sudah memiliki modal utama untuk melabuhkan tujuan akhir kencan itu ke pernikahan kudus dan menjadikan kita sebagai suami atau istri yang takut akan Tuhan.

Ready and able to marry

Tujuan kencan adalah untuk mencari pasangan hidup dalam pernikahan. Kencan bukan konsumsi anak laki-laki dan anak perempuan, tapi konsumsi seorang pria dewasa dan wanita dewasa. Jika untuk bersenang-senang atau hanya untuk mencari teman jalan pengusir rasa sepi, hindari berkencan.

Keintiman yang tidak diwaspadai dari dua orang lawan jenis yang sering melakukan aktivitas bersama-sama secara rutin dan melibatkan hati, sering kali mengubah perasaan salah satu atau keduanya dari sekedar sahabat biasa ke cinta. Jika persahabatan itu bisa berlanjut ke jalinan cinta (keduanya akhirnya memutuskan untuk saling jatuh cinta), itu baik. Tapi jika ternyata salah satu diantaranya tidak memiliki perasaan yang sama dengan yang sudah terlanjur jatuh cinta lebih dulu, hubungan itu hanya akan menyakiti kedua belah pihak dan kencan yang dijalani sebelumnya hanya menjadi kencan mainan atau kencan pura-pura.

Sebelum memulai acara berkencan atau berhubungan lebih intim dengan lawan jenis, miliki visi dan misi yang benar tentang pernikahan. Jika tidak atau belum ingin menikah, jaga jarak dan berhati-hati menggunakan pikiran dan perasaan agar hubungan yang terjalin tidak membuat salah persepsi bagi orang lain yang menerimanya atau melihatnya. Anda harus berani memilih untuk melanjutkan persahabatan lawan jenis yang sudah terjalin ke jenjang pernikahan atau menjaga agar persahabatan itu tetap di tempatnya semula selamanya, sebelum berubah menjadi dead end friendship yang merugikan kedua pelakunya.

Look to God's Word

Firman Tuhan berkata jelas dan tegas tentang hubungan sepadan antara anak-anak terang (2 Korintus 6:14). Jangan main-main melakukan kencan buta dengan lawan jenis yang tidak seiman dengan alasan apapun. Tak hanya penampilan menarik dan chemistry yang kita kejar dari calon pasangan berkencan kita. Terlebih lagi, periksalah apakah ia sudah memancarkan karakter Kristus (Roma 8:29; 2 Korintus 3:18) dan buah Roh (Galatia 5:22) di dalam hidupnya.

Pernikahan kudus merupakan prakarsa dari Tuhan sendiri yang menghendaki manusia hidup berpasangan (Kejadian 2:18), bukan sekedar kisah cinta ala novel atau film romantis. Jadi, selain memikirkan kriteria yang kita inginkan, kita juga harus melibatkan Tuhan secara aktiv dalam hal memilih calon pasangan hidup, karena Dialah yang akan menentukan apakah tindakan berkencan kita berkenan di hadapan-Nya atau tidak.


Milikilah gaya berkencan yang sesuai dengan Firman Tuhan. Ia juga berkehendak kepada pergaulan pria dan wanita yang melibatkan-Nya setiap saat karena dari pernikahan kudus anak-anak-Nya, Ia mengembankan sebuah visi dan misi penting agar keluarga Kristen yang tercipta nanti mendirikan mezbah-mezbah doa, tempat dimana nama-Nya dipermuliakan (nj@coe).



2 comments:

ciu said...

hem ..ya mb ternyata pacaran krna awal dr persahabatan seperti tu ya.....akhrnya mengenaskan....trus untuk mengurangi kehancuran hati di dia gaman ya mb

Enjie said...

Semua tergantung dr masing2 kedewasaan pribadi sie. Kalo dari persabahatan biasanya kita lbh tahu kekurangan dan kelebihan masing2. Jadi pas bermasalah, kalo pribadinya blm sama2 dewasa bisa merenggangkan hubungan.

Mulai dr diri sendiri aja. Jangan bales negatif kalo dia bertindak negatif. Just do ordinary aja seperti yg kalian lakuin pas lagi sahabatan ;). Trus lagi ya jaga hati sama jaga pikiran. Berehnti berfikir yg negatif2, bnyk2 isi dengan Firman and kegiatan yg membangun. Lama2 juga bisa sembuh kok hatinya ;)